Arsenal sukses menghalangi Manchester City untuk dapatkan piala ke-4 mereka tahun ini. Lewat babak adu penalti, meriam London kandaskan juara treble di ajang Community Shield. Dendam atas kekecewaan di Premier League musim kemarin pun terbalaskan.
Arsenal sudah tampil lebih baik dan dinamis di babak pertama. Pasukan Arteta bahkan mencatatkan 85% penguasaan bola di 15 menit pertama. Sayangnya babak pertama harus berakhir dengan skor kacamata. Namun, Manchester City bisa bangkit di babak kedua. Mereka bahkan mencetak gol pembuka lewat tendangan indah Cole Palmer di menit ke-77.
Saat semua orang mengira ini akan jadi hari kemenangan Manchester biru, Leandro Trossard mencetak gol penyeimbang di injury time. Pertandingan pun dilanjutkan ke babak adu penalti. Hanya Bernardo Silva yang mampu menuntaskan tugas untuk City. Sedangkan semua penendang Arsenal mengeksekusi tendangan dengan sukses.
Ini membuat Arsenal telah menang di lima penampilan Community Shield terakhir mereka. Sekaligus menambah koleksi Community Shield jadi 17 trofi. Mendapatkan Community Shield, terlebih dengan mengalahkan Man City, bisa jadi penambah semangat dan kepercayaan diri skuad Arteta. Kini misi mereka adalah menjuarai hadiah yang lebih besar di musim ini. Namun, catatan apa saja yang bisa diambil dari pertandingan ini?
Daftar Isi
Guardiola Akui Kehebatan Arsenal Musim Ini
Setelah pertandingan, Guardiola berkata: “Kami telah kalah di Community Shield tiga kali berturut-turut! Tapi kami tetap bisa memenangkan Premier League.” Ucapnya dikutip dari Mirror.
Dalam tiga kesempatan terakhir, Man City memang selalu kalah dalam ajang Community Shield. Di tahun 2021 mereka kalah lawan Leicester, kemudian di tahun 2022 kalah lawan Liverpool. Meskipun begitu, memang faktanya Man City selalu jadi juara Premier League di tiga musim terakhir. Ini menandakan kekalahan di Community Shield tidak mempengaruhi Man City selama ini.
Pep juga mengeluhkan perpanjangan waktu yang sangat lama. Man City sudah bisa mempertahankan keunggulan 1-0 sampai menit ke-90. Tapi Trossard mencetak gol penyeimbang di menit ke-11 injury time. Pep mengaku kalau ia masih harus membiasakan diri dengan injury time yang lama ini
“Kami harus membiasakan diri dengan waktu tambahan ini. Saya merasa tidak banyak yang terjadi sampai harus diperpanjang delapan menit. Sekarang satu laga bisa berjalan selama 100 menit.”
Terlepas dari itu, Pep tetap mengakui keunggulan Arsenal. Baginya Arsenal adalah tim yang luar biasa.
“Kami sangat dekat. Dan kami kecewa karena faktanya kami sangat dekat dengan kemenangan. Namun itulah sepak bola. Kami juga menghadapi tim yang luar biasa” Ucapnya dikutip dari Sky Sport.
Para Rekrutan Anyar Yang Tampil Gemilang
Kemenangan Arsenal di laga ini memang menunjukan bagaimana hebatnya tim asuhan Arteta itu. Terutama jika kita menilai para pembelian baru Arsenal di musim panas ini. Belanja the gunners musim panas ini tak diragukan lagi telah membantu Arsenal menaikkan level permainan mereka.
Jurrien Timber contohnya. Selain passing dan pergerakan progresifnya, Timber telah memberikan variasi dan keserbagunaan yang dibutuhkan Arsenal musim lalu. Di laga ini Timber bermain sebagai bek kiri. Selain memenuhi tugas sebagai bek kiri tradisional, Timber tak ragu berpindah posisi lebih ke depan atau masuk ke tengah lapangan.
Saat Arsenal menyerang, Timber sempat terlihat ikut maju ke depan. Memberikan opsi umpan di area kotak penalti. Pemain serbaguna seperti ini sangat membantu Arteta dalam meningkatkan kualitas skuadnya.
Declan Rice adalah contoh lainnya. Uang 105 juta pounds yang dibayarkan Arsenal membuat Rice harus membuktikan kualitas individunya. Di laga ini, ia tidak terlalu mencuri perhatian di babak pertama. Tapi permainannya meningkat di babak kedua. Ia juga menunjukkan stamina yang luar biasa.
Rice sangat efektif dalam melakukan high pressing. Ia sering menantang Rodri yang ingin membangun serangan City. Dalam penguasaan bola, Rice turun diantara bek tengah Arsenal. Ini memungkinkan bek sayap untuk maju.
Yang terpenting dari Rice untuk Arsenal adalah, ia bisa menawarkan lebih banyak variasi permainan. Rice sebelumnya bermain untuk West Ham, juga jadi punggawa timnas Inggris. West Ham dan timnas Inggris tidak bermain dengan cara yang sama. Tapi ia bisa sukses di kedua tim itu dengan cara yang berbeda. Dan sekarang, ia masih bisa mengikuti level permainan Arsenal yang juga berbeda.
Kai Havertz Bukan Penyerang
Salah satu keputusan Arteta di laga ini yang patut jadi pertanyaan adalah, mengapa dia lebih memilih Havertz jadi ujung tombak ketimbang Eddie Nketiah. Banyak fans memprediksi dengan cederanya Gabriel Jesus, Nketiah akan jadi ujung tombak utama Arsenal.
Tapi tampaknya Arteta punya rencana lain. Dan melihat hasil di laga ini, rencana itu patut dievaluasi. Havertz menyia-nyiakan dua peluang di babak pertama. Ia juga tak bekerja sama dengan efektif dengan Odegaard yang bermain di belakangnya.
Namun, apakah itu menjadikan Havertz adalah pemain yang buruk? Tidak juga. Ia dibeli Arteta bukan sebagai striker, tapi sebagai gelandang. Dan jika kita mengingat hal itu, penampilan Havertz sebagai striker di laga ini tidak terlalu buruk.
Havertz masih bisa memperlihatkan kemampuan teknisnya dan kecerdikannya dalam menciptakan peluang. Havertz tidak akan pernah bisa mengisi peran pencetak gol utama. Tapi ia menunjukkan keserbagunaannya di skuad. Dan itu memang yang Arteta butuhkan di Arsenal musim ini.
Perjuangan Ramsdale Pertahankan Tempat Utama
Beberapa minggu terakhir bukan waktu yang menyenangkan untuk Ramsdale. Sebab Arsenal terang-terangan mengungkapkan ketertarikannya dengan David Raya. Dan bukan rahasia lagi kalau Arsenal ingin membeli kiper Brentford itu.
Ini tentu membuat posisi Ramsdale sebagai nomor satu di Arsenal terancam. Apalagi David raya khusus dibeli untuk mengatasi kelemahan Ramsdale. Yaitu distribusi bola. Tapi Penjaga gawang asal Inggris itu tidak mau dengan mudah menyerah. Di laga ini, ia membuktikan dirinya masih bisa diandalkan.
City memang tidak tampil terlalu bagus di laga ini. Jadi Ramsdale tidak perlu menghadapi badai serangan yang biasa City tunjukkan. Tapi, ia masih bisa menciptakan beberapa penyelamatan gemilang. Selain itu juga, Ramsdale menunjukkan distribusi bola yang bagus. Khususnya di babak kedua.
Ramsdale adalah kiper dengan kualitas yang luar biasa. Jika Raya jadi ke Arsenal musim ini, ia tidak akan diam saja menyaksikan tempatnya diambil. Ramsdale akan melakukan perlawanan dengan meningkatkan kualitasnya lagi.
Kemenangan Yang Penting Untuk Arsenal
Melihat Arsenal musim ini, bisa disimpulkan para pemain yang dibeli Arteta musim panas ini memberikan satu hal yang penting. Itu adalah fleksibilitas. Arsenal bermain dengan formasi 4-3-3 sepanjang musim kemarin. Arteta sangat jarang mengubah formasi tersebut. Dengan bala bantuan baru, formasi Arsenal akan lebih tak terduga.
Di laga ini Arsenal menggunakan formasi 4-2-3-1. Declan Rice berduet dengan Thomas Partey di tengah. Memungkinkan Odegaard bermain di posisi favoritnya, gelandang serang tengah. Havertz bisa bermain di depan maupun sebagai gelandang. Timber tidak hanya beroperasi sebagai bek kiri tradisional, tapi juga ikut masuk ke tengah atau maju ke depan.
Community Shield memang tidak selalu dianggap sebagai kompetisi yang terlalu bergengsi. Tapi para fans Arsenal patut bangga. Ini juga jadi pukulan psikologis untuk Manchester City. Arsenal adalah rival mereka di musim lalu, dan sekarang Arsenal bisa mengalahkan mereka.
Perubahan-perubahan yang sudah ditunjukkan ini memberikan rasa optimis. The Gunners masih belum habis. Masih ada harapan untuk jadi penantang gelar Premier League musim ini.
Sumber referensi: Brief, Sky, Athletic, Sportskeeda, Standard, Mirror


