Kalahkan Chelsea, Pep Gak Pede Bisa Susul Arsenal?

spot_img

Manchester City berhasil memperkecil jarak poin mereka dengan pemuncak klasemen, Arsenal. Dengan kemenangan ini, the citizen memiliki jarak lima poin dari Arsenal yang imbang melawan Newcastle di pertandingan sebelumnya. Meskipun City punya catatan yang baik sampai sekarang, Pep Guardiola masih belum pede akan bisa mengkudeta tahta Arsenal.

City vs Chelsea

Bertandang ke London, Guardiola menjadikan Kyle Walker, Joao Cancelo, dan Phil Foden sebagai starter. Itu pertama kalinya mereka dijadikan starter sejak Piala Dunia. Namun, daripada kembali sebagai bek kiri, Cancelo malah dipasang lebih kedepan sebagai sayap kanan. Ia bermain di depan Kyle Walker. Sementara Pep memasang tiga bek tengah yaitu Walker, John Stone, dan Nathan Ake.

Disisi lain, Chelsea kehilangan Mason Mount yang menderita cedera. Raheem Sterling dan Christian Pulisic pun ditarik keluar di menit-menit awal pertandingan karena cedera. Ini tentu bakal jadi masalah untuk Graham Potter kedepannya. Meskipun begitu, Chelsea masih mampu menguasai pertandingan di babak pertama. Mereka jadi tim yang lebih mengancam dibandingkan City. Tapi babak pertama harus berakhir tanpa gol.

Masuk ke babak kedua, Pep melakukan beberapa perubahan. Khususnya di sayap kanan. Pep menarik keluar Walker dan Cancelo untuk digantikan dengan Manuel Akanji dan pemain muda yang sedang naik daun, Rico Lewis. Pergantian pemain iin tidak merubah sistem, tapi jelas meningkatkan Manchester City.

Baru enam menit laga berjalan di babak kedua, City mulai tampil mengancam. Kevin De Bruyne, Haaland, Ake, dan Bernardo secara bergantian menguji kehebatan Kepa. Tapi ancaman sesungguhnya tercipta ketika Grealish dan Mahrez masuk menggantikan Bernardo Silva dan Foden di menit ke-60.

Baru tiga menit berselang, kedua pemain pengganti itu sudah bekerja sama untuk menciptakan gol. Grealish memberikan umpan matang ke Mahrez. Meskipun umpan itu sepertinya bisa dihentikan kepa, tapi itu tidak terjadi. Mahrez pun dengan mudah menyarangkan bola ke gawang.

Itu jadi gol satu-satunya di pertandingan ini. Meskipun Denis Zakaria sempat mempertontonkan skill olah bola bak Ronaldinho di menit ke-88, tidak ada lagi gol yang tercipta. Hanya percobaan gagal dari pemain berusia 18 tahun Chelsea, Lewis Hall di penghujung laga jadi aksi terakhir di pertandingan tersebut.

Fakta Pertandingan

Kekalahan ini membuat pasukan Graham Potter makin terpuruk. Chelsea terdampar di peringkat ke-10 liga, sesuatu yang jarang terjadi di era modern ini. Meskipun begitu, 10 sepertinya jadi angka keberuntungan Chelsea minggu ini. Mereka berada di peringkat 10, dengan 10 poin di bawah zona Champions, dan 10 poin di atas zona degradasi.

Terlebih lagi, saat ini Chelsea berada di tengah badai cedera. Ada 9 pemain dari london biru yang mengalami cedera musim ini. Yaitu N’golo Kante, Reece James, Edouard Mendy, Wesley Fofana, Armano Broja, Mason Mount, Ruben Loftus-Cheek, dan yang terakhir Raheem Sterling dan Christian Pulisic.

Disisi lain, Grealish menunjukan peningkatan performa di musim ini bersama City. Ia telah mencatatkan tiga assist dari tiga penampilan terakhir di Premier League. Sementara Riyad Mahrez telah mencetak 40 gol untuk Man City di Premier League. Itu artinya ia sudah mengungguli catatan 39 golnya untuk Leicester, klub lamanya.

Mahrez juga punya catatan menarik lainnya di pertandingan ini. Ia telah mencetak sembilan gol sebagai pemain pengganti di Man City. Menjadikannya sebagai pemain pengganti dengan gol terbanyak di City semenjak kepindahannya di musim 2018/19. Kalau total, ia masih kalah dengan Edin Dzeko dengan 13 gol dan Sergio Aguero dengan 12 gol.

Ini tren positif untuk Manchester City. Apalagi mereka semakin dekat dengan pemuncak klasemen, Arsenal Meskipun begitu, Pep Guardiola malah mengatakan sebaliknya. Pelatih asal Spanyol itu mengatakan bahwa mengejar Arsenal lebih mudah dikatakan daripada dilakukan.

Permainan Pikiran Pep

Dikutip dari Mirror, Pep berkata bahwa satu-satunya cara adalah dengan selalu memainkan permainan yang bagus. Itupun sambil berharap Arsenal terpeleset suatu saat nanti. Tapi kenyataanya Arsenal sedang dalam kondisi terbaik mereka. Pep bahkan percaya kalau Arteta dan anak asuhnya bisa meraup 100 poin di musim ini.

“Cara untuk memangkas jarak adalah dengan memainkan permainan bagus dan memenangkannya. Tapi mereka, Arsenal akan meraih 100 poin atau lebih jika dilihat performa mereka sejauh ini. Jika mereka terus seperti ini, maka kami tidak akan mampu mengejarnya.”

Pep Guardiola juga memuji permainan Arsenal di pertandingan mereka melawan Newcastle. Dan karena itu, ia menuntut timnya untuk bisa nyaris sempurna agar bisa mengejar Arteta.

“Kami harus bisa nyaris sempurna, itu kata saya, dari sekarang sampai ke akhir musim nanti. Dan kami berharap performa mereka bisa turun sedikit, karena yang mereka mainkan kemarin sangatlah bagus. Kita lihat nanti apa yang akan terjadi.”

Guardiola memang memuji Arsenal dalam ucapannya itu. Ia juga dengan rendah hati mengakui kehebatan Arteta dalam menangani Arsenal. Namun, seolah sedang memainkan permainan pikiran, Pep kemudian mengatakan kalau Manchester City memiliki tekanan yang lebih besar daripada tim lain, termasuk Arsenal.

Pep mengklaim bahwa Arsenal dan tim seperti Manchester United punya keuntungan yang lebih besar. Dan itu dikarenakan mereka tidak punya tekanan sebagai juara bertahan. Tekanan yang dimaksudkan Pep adalah tekanan dimana timnya diharapkan saat ini sudah memuncaki klasemen musim ini.

“Keuntungan Arsenal dan Manchester United adalah mereka tidak diharapkan memenangi Liga Inggris dengan keunggulan 20 poin. Manchester City punya tekanan itu, dimana kita diharapkan sudah memuncaki klasemen sejak bulan November lalu. Terkadang itu memberatkan. Tapi melihat cara Arsenal bermain, saya rasa mereka pantas berada di puncak.”

Selanjutnya Untuk City

Manchester City akan bertemu kembali dengan Chelsea dalam ajang FA Cup pada hari Minggu waktu setempat. Untuk pertandingan Liga Inggris selanjutnya, mereka akan menghadapi derby Manchester. Pep harus berhati-hati, setan merah akhir-akhir ini sedang dalam kekuatan penuhnya. Jika tidak, mereka bisa ketinggalan lebih jauh lagi dengan Arsenal.

Arsenal juga menghadapi musuh yang tidak kalah kuat. Mereka juga menjalani laga derby di pertandingan Liga Inggris selanjutnya. Yaitu North London Derby melawan tim se-kota, Tottenham.

Manchester City memang tidak sebagus mereka di musim lalu. Tapi mereka tetaplah Manchester City yang dikepalai Pep Guardiola. Tim yang telah memenangkan empat gelar liga dalam waktu lima tahun. Sedangkan Arsenal belum mengangkat piala Liga Inggris selama dua dekade terakhir.

Arteta telah bekerja untuk Guardiola selama tiga tahun sebelum mengambil peran sebagai pelatih di mantan klubnya. Hanya waktu lah yang akan memberi tahu apakah Arteta dapat membuktikan kelasnya dengan memberikan gelar juara yang bahkan tidak ia dapat ketika jadi pemain.

 

Sumber referensi: MEN, Sky, ESPN, Mirror

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru