Timnas Italia berhasil memastikan diri lolos ke final Piala Eropa setelah mereka terakhir kali melakukannya pada nyaris sepuluh tahun silam. Kepastian ini didapat setelah skuad asuhan Roberto Mancini mampu meredam perlawanan Spanyol lewat drama adu penalti.
Di paruh pertama, Gli Azzurri dan Tim Matador bermain imbang sama kuat.
Spanyol sejatinya menjadi tim yang menguasai pertandingan. Namun, Italia mampu membuka kran gol lebih dulu pada menit ke 60 lewat aksi brilian Federico Chiesa. Anak dari legenda Enrico Chiesa itu mampu memanfaatkan situasi dengan melepas tendangan melengkung yang membuat Unai Simon melongo.
GOAL! Italy 1-0 Spain (Chiesa 60′).#EURO2020 pic.twitter.com/ZiGrkAXxgH
— UEFA EURO 2020 (@EURO2020) July 6, 2021
Sayangnya, kebahagiaan Italia tak bertahan lama. Hanya 20 menit berselang, Alvaro Morata yang masuk menggantikan Ferran Torres memaksa Gianluigi Donnarumma memungut bola dari gawangnya, usai tendangan datar yang dilepas tak mampu dihadang oleh kiper 22 tahun tersebut.
Dalam hal ini, Alvaro Morata berhasil menempatkan namanya sebagai pemain yang sukses mencetak setidaknya tiga gol dalam dua ajang Piala Eropa secara beruntun. Sesuatu yang bahkan tidak bisa dilakukan oleh Fernando Torres maupun David Villa.
6 – Alvaro Morata (6 goals) has scored more goals at the European Championships than any other Spain player, overtaking Fernando Torres’ five goals. Answer. #EURO2020 #ITA #ESP https://t.co/5nhgllTGBS
— OptaJoe (@OptaJoe) July 6, 2021
Setelah Morata mencetak gol di laga itu, tidak ada lagi gol yang tercipta hingga membuat pertandingan harus dilanjutkan ke babak tambahan. Usai dilakukan babak tambahan, kedua tim juga masih belum mampu kembali ciptakan gol. Praktis, dalam partai yang berjalan ketat ini, pemenang harus ditentukan lewat babak adu penalti.
Dalam babak yang tidak bisa ditebak alurnya ini, para penendang pertama dari masing-masing tim gagal tunaikan tugasnya dengan baik. Namun berikutnya seluruh pemain mampu mampu membuat semua penggemar lega, sebelum Spanyol menempatkan Alvaro Morata sebagai salah satu penendang penalti mereka.
Morata yang sebelumnya jadi penyambung nafas seluruh penggawa Spanyol, justru bertindak sebagai pemain yang membunuh impian semua warga Matador. Skuad asuhan Luis Enrique tengah berjuang melawan badai di kapal yang sama. Namun Morata, justru bertindak sebagai karang yang menghancurkan semua.
Tendangannya gagal menjebol gawang Italia, setelah ditepis Gianluigi Donnarumma.
Olmo and Morata combined and bring Spain back into the game🔥
Olmo and Morata combined and send Spain out of the Euros
No be juju be that 😂 pic.twitter.com/iI951Xq0WB
— NUNGUA SHATTA WALE🙏 (@ShattaChelsea) July 6, 2021
Italia yang menempatkan Jorginho sebagai penendang terakhirnya pun bersorak kegirangan, usai pemenang trofi Liga Champions bersama Chelsea itu berhasil membuka jalan Italia ke final melalui sontekan sempurna.
Perjalanan Mulus Timnas Italia di Euro 2020
Italia sejatinya menjadi yang tidak begitu diunggulkan dalam gelaran ini. Akan tetapi secara mengejutkan ada banyak tim favorit juara yang justru tumbang oleh tim-tim yang diprediksi bakal mengangkat koper lebih cepat.
Italia, melalui persiapan yang matang, berhasil melangkahkan kaki dengan perlahan namun pasti. Di babak grup, mereka tidak menemui kesulitan berarti. Tidak ada gol yang masuk ke jala Donnarumma. Dalam dua laga pertama, Italia bahkan sukses menjebol gawang lawan sebanyak tiga kali, sebelum akhirnya, Wales sebagai penantang terakhir juga berhasil ditaklukkan dengan skor tipis 1-0.
Melawan Turki, tim yang diprediksi bakal sulitkan Italia, mereka justru mampu memetik kemenangan dengan begitu mudah. Pada laga pembuka yang digelar di Stadion Olimpiade Roma itu, Demiral yang bertindak ceroboh mampu membuka keunggulan Italia menjadi 1-0. Berikutnya, para pemain Italia mampu tuntaskan tugasnya sendiri. Ciro Immobile dan Lorenzo Insigne bertindak sebagai bintang dengan masing-masing gol yang dicetak.
Di pertandingan kedua, Italia yang saat ini menampilkan permainan atraktif juga sukses kembali menebar ancaman. Seperti yang sudah dijelaskan, sebanyak tiga gol berhasil mereka sarangkan. Kali ini, Manuel Locatelli menjadi bintangnya. Dua golnya pada menit ke 26 dan 52 mampu disempurnakan oleh Ciro Immobile semenit jelang bubaran.
Kemudian pada laga penutup grup A, Italia yang masih sempurna dengan poin yang didapat kembali memetika kemenangan lewat sebiji gol yang dilesatkan Pessina pada menit ke 39.
Lolos ke fase gugur sebagai juara grup, Italia harus berhadapan dengan Austria yang tampil mengejutkan. Benar saja, runner up grup C ini mampu memberi perlawanan yang cukup sengit kepada para penggawa Gli Azzurri. Di pertandingan ini, gawang Italia untuk pertama kalinya bobol. Bahkan, skuad Negeri Pizza harus menunggu sampai babak tambahan selesai untuk memastikan kemenangan 2-1.
Adalah Federico Chiesa dan juga Pessina yang berhasil mencetak gol, sebelum Austria hanya mampu membalas satu gol lewat Kalajdzic.
Masuk ke babak perempat final, Italia mulai sedikit rapatkan barisan. Pasalnya, lawan yang dihadapi adalah Belgia, salah satu negara unggulan di turnamen kali ini.
Beruntung, Italia unggul melalui gol-gol Nicolo Barella pada menit ke-31 dan Lorenzo Insigne pada menit ke-44. Sementara Belgia hanya mampu membalasnya dengan satu gol lewat penalti Romelu Lukaku.
In #EURO2020, Italy equalled the most goals they had scored in a single edition of the tournament.
They’re the first team to win all three group games without conceding a goal.
They set a new record of minutes without conceding a goal.
No wonder they’ve impressed Mertens. 😉 pic.twitter.com/guXLAosIJ9
— Squawka Football (@Squawka) July 2, 2021
Dengan kemenangan itu, Italia berhasil catatkan 32 pertandingan terakhir mereka tanpa kekalahan.
Berhasil melibas perlawanan Belgia membuat Italia melaju ke partai semifinal, dimana disana sudah ada nama Spanyol yang menunggu usai tuntaskan perlawanan Swiss lewat babak adu penalti.
Italy’s defensive performances at Euro 2020 (xG conceded):
0.60 (0⚽️) vs Turkey 🇹🇷
0.23 (0⚽️) vs Switzerland 🇨🇭
0.56 (0⚽️) vs Wales 🏴
0.45 (0⚽️) vs Austria 🇦🇹
1.90 (1⚽️) vs Belgium 🇧🇪— The xG Philosophy (@xGPhilosophy) July 6, 2021
Seperti yang sudah disinggung di awal, langkah Gli Azzurri kini sukses menapaki partai final usai mereka berhasil kalahkan Spanyol lewat babak adu penalti.
Italia Harus Belajar Dari Memori Kelam Euro 2000
Namun meski memiliki perjalanan yang boleh dibilang sempurna, Italia harus belajar dari memori masa lalu. Perjalanan mulus mereka saat ini pernah terjadi sebelumnya, yaitu pada tahun 2000, ketika mereka berpartisipasi di ajang Piala Eropa yang digelar di Belanda dan Belgia.
Di gelaran tersebut, Italia yang ikut masuk di dalamnya memiliki perjalanan yang mentereng. Mereka berhasil membuktikan diri sebagai tim yang sangat solid. Barisan pemain berkualitas mengisi setiap lini. Sejumlah pertandingan yang dijalani juga sukses ditebas tanpa menyisakan luka.
Bergabung dengan Turki, Belgia, dan juga Swedia di grup B, Italia muncul sebagai juara grup dengan koleksi poin sempurna. Di laga melawan Turki yang berjalan cukup ketat, Italia berhasil lepas dari jeratan usai Conte dan Inzaghi berhasil mencetak gol, meski Turki sempat memberi perlawanan lewat Okan Buruk.
When Italy faced Turkey at Euro 2000, Antonio Conte did this! pic.twitter.com/cc7zM26kpZ
— 90s Football (@90sfootball) June 11, 2021
Di pertandingan kedua, giliran Totti dan Fiore yang jadi bintang. Mereka kandaskan perlawanan tuan rumah lewat lesatan dua gol tanpa balas. Kemudian pada pertandingan penutup grup B, Italia juga mampu tuntaskan perlawanan sengit timnas Swedia dengan skor 2-1.
Di babak perempat final, langkah Italia juga masih terbilang mulus usai mereka mampu meredam serangan Rumania dengan skor 2-0. Barulah pada babak semifinal, mereka mulai temui kendala. Lawan yang dihadapi adalah Belanda, salah satu tim tuan rumah yang keluar sebagai pemuncak grup D, dengan mengungguli Prancis yang hanya duduk di tangga kedua. Bahkan, Negeri Kincir Angin juga sukses mengalahkan pemenang Piala Dunia 1998 itu di fase grup dengan skor 3-2.
Dengan begitu, partai semifinal ini membuat Italia harus lebih kencangkan ikat pinggang, guna bertahan dalam segala guncangan.
21 years ago, Francesco Totti told a horrified Di Biagio and Maldini “Mo je faccio er cucchiaio” and chipped his penalty past Van der Sar and in front of a sea of orange as Italy defeated the Netherlands on penalties in an epic semifinal at Euro 2000.
pic.twitter.com/F8VU0lv86Z— Francesco (@FRANCESCalciO_) June 29, 2021
Di waktu normal, pertandingan yang digelar di Amsterdam dan dihadiri oleh sebanyak 50 ribu penonton itu hanya berakhir imbang 0-0. Tidak ada tim yang mampu mencetak gol hingga membuat babak adu penalti harus dilakukan untuk tentukan pemenang.
Tiga penendang timnas Belanda yang gagal melakukan tugasnya dengan baik pun harus menyerahkan laga ini kepada Italia. Gli Azzurri yang hanya menempatkan Paolo Maldini sebagai satu-satunya penendang gagal sukses mengakhiri drama dengan skor 3-1.
Italia lolos ke final dan berhadapan dengan Prancis yang berhasil tumbangkan Portugal di babak semifinal.
Disinilah petaka itu datang. Prancis mendulang berkah, sementara Italia harus menimba petaka.
Tidak ada yang menyangka bila Prancis bakal memenangi pertandingan. Betapa tidak, dalam perjalanannya saja, Italia menjadi tim yang tak pernah tersentuh kekalahan. Selain itu, mereka juga hanya kebobolan dua gol di waktu normal.
Italia berhasil unggul dengan skor 1-0 sampai pada menit ke 94 berkat gol Marco Delvecchio pada menit ke-55. Namun ternyata, kebahagiaan Italia yang hanya berjarak sepersekian detik langsung buyar lewat gol dramatis yang tercipta pada menit ke 94.
Adalah Sylvian Wiltord, yang mampu mencetak gol penyama kedudukan, sekaligus memaksa Italia memainkan babak tambahan.
Di babak tambahan, Prancis berhasil malah unggul setelah golden goal David Trezeguet pada menit ke 103 merobek jala Francesco Toldo. Umpan silang Robert Pires dituntaskan dengan tendangan keras Trezeguet untuk menghasilkan gol emas yang membuahkan gelar juara bagi Les Bleus.
#OTD in 2000, France beat Italy 2-1 with a golden goal from substitute David Trezeguet in the final of Euro 2000 🏆🇫🇷 pic.twitter.com/xcNqDlC9qw
— TEAMtalk (@TEAMtalk) July 2, 2021
Italia yang memiliki perjalanan sempurna, plus sudah diambang meraih gelar juara di partai final, harus merasakan sakit yang begitu dalam. Mereka tidak akan lupa bagaimana selebrasi Trezeguet menggambarkan itu semua.
Gelaran Eropa kala itu bisa menjadi peringatan bagi Italia yang juga memiliki perjalanan sempurna pada gelaran Piala Eropa 2020 kali ini. Sebelum mereka benar-benar memastikan gelar juara, ada baiknya untuk merenungi memori kelam yang telah didapat, guna terhindar dari perasaan jemawa yang berakhir pada penyesalan mendalam.


