AC Milan dibantai oleh Inter di laga Supercoppa Italia. Bermain di stadion King Fahd yang menggelar laga el clasico sebelumnya, anak asuh Simone Inzaghi berhasil membantai rossoneri dengan skor telak 3-0. Calhanoglu bilang kalau ini adalah karma untuk AC Milan.
Rossoneri sendiri hadir di Supercoppa Italia tidak dalam kondisi yang gemilang. Meskipun AC Milan berstatus sebagai juara Serie A musim sebelumnya, performa mereka akhir-akhir ini sedang tidak bagus. Anak buah Stefano Pioli hanya mampu menang di satu kali di empat pertandingan terakhir pada tahun 2023 ini.
Daftar Isi
Dua Tim yang Terpuruk
Rossoneri melanjutkan paruh musim 2022/23 dengan kemenangan 2-1 ketika bertandang ke markas Salernitana. Tapi mereka dibuat kesusahan di pertandingan tersebut padahal sudah memimpin dua gol sejak menit awal. Di pertandingan selanjutnya, Milan ditahan imbang oleh Roma dengan skor 2-2. Rossoneri juga tersingkir dari Coppa Italia setelah dikalahkan oleh 10 pemain Torino. Kemudian hanya bisa bermain imbang melawan Lecce.
Terlebih lagi, Milan sedang berhadapan dengan badai cedera. Ada lima pemain yang masih belum pulih dari cederanya. Yaitu Mike Maignan, Rade Krunic, Alessandro Florenzi, Fode Ballo-Toure, dan Zlatan Ibrahimovic.
Lawan mereka, Inter Milan juga tidak menelusuri musim 2022/23 dengan jalan yang mulus. Inter menjalani awal musim yang sulit dibawah Simone Inzaghi karena kalah empat kali dari delapan laga pembukaan. Inter saat ini duduk di peringkat keempat, berjarak hanya satu poin dari rival sekotanya yang duduk di peringkat kedua.
Meskipun begitu, berbanding terbalik dengan tetangganya, Inter punya catatan yang baik memasuki paruh musim 2022/23. Mereka mengawali tahun dengan kemenangan mengesankan 1-0 melawan Napoli. Mereka hanya mampu bermain imbang melawan Monza, tapi berhasil menang lawan Parma di Coppa Italia dan kembali menang lawan Hellas Verona di liga.
Inter Bantai Milan
Tren positif Inter itu nampaknya masih dibawa oleh Simone Inzaghi ke Arab Saudi. Bermain di stadion King Fahd, yang mana sebelumnya menggelar pertandingan el clasico, Inter sudah mendominasi jalannya pertandingan sejak menit awal.
Laga baru berjalan 10 menit, Inter sudah unggul lebih dulu lewat tendangan dari Federico Demarco. Tidak lama kemudian, tepatnya di menit ke 21, Inter mampu kembali mencetak gol. Kali ini Edin Dzeko yang jadi aktor utama. Ia menyepak bola masuk ke gawang Milan lewat sudut yang sempit. Kedudukan 2-0 pun tidak berubah sampai peluit babak pertama dibunyikan.
Masuk ke babak kedua, Milan mulai berusaha bangkit. Mereka melakukan penguasaan bola yang baik, tapi barisan pertahanan Inter terlalu sulit untuk ditembus. Rafael Leao sempat bisa masuk ke kotak penalti inter di menit ke-49. Namun tendangannya masih melambung diatas mistar gawang.
Di menit ke-77 Lautaro Martinez mampu memanfaatkan umpan panjang dengan mengecoh Tomori. Tendangan melengkung pun ia tembakan ke gawang Milan. Itu jadi gol penutup kemenangan Inter atas AC Milan. Dengan ini mereka berhak membawa pulang trofi Supercoppa kembali ke Italia. Sekaligus menandai kemenangan back-to-back di ajang Supercoppa Italia.
Karma Milan?
Kemenangan ini sekaligus menjadi balas dendam atas kekalahan mereka di pertemuan sebelumnya. Sebelumnya, Inter harus menelan kekalahan di pertandingan Serie A bulan september 2022. Di pertandingan itu, Inter kalah dengan skor 3-2 di San Siro.
Salah satu punggawa Inter, Hakan Calhanoglu justru tidak melihat ini sebagai pembalasan dendam. Melainkan karma yang memang pantas didapatkan oleh AC Milan. Tentu ini menyinggung kelakuan para pemain Milan di perayaan gelar scudetto mereka.
Sejumlah pemain Milan melantunkan nyanyian menghina kepada Calhanoglu, yang merupakan mantan rekan setim mereka. Hal tersebut sempat menimbulkan kontroversi dan membuat persaingan dua tim sekota itu makin panas. Calhanoglu bahkan terlihat ogah menyalami Theo Hernandez di Derby della Madonnina sebelumnya di bulan September.
“Tentu saja saya lebih memilih untuk diam. Saya merasa buruk karena melihat hal-hal yang seharusnya tidak terjadi. Tapi karma datang. Karma akhirnya datang. Kami lapar hari ini, kami kirim mereka pulang lebih cepat. Saya pikir kami melumat Milan hari ini, dan itu adalah yang terpenting.” Ungkap Calhanoglu dikutip dari Football Italia.
Pemain berdarah Turki itu juga mengatakan bahwa ini adalah trofi dan kemenangan yang penting. Ia juga percaya kalau Inter masih bisa mengejar Napoli di puncak klasemen Serie A.
“Ini adalah trofi yang sangat penting. Terlebih lagi bagi saya. Saya berterima kasih kepada rekan setim dan para fans. Kami menunjukkan dengan kemenangan 3-0, tidak ada yang perlu diperdebatkan lagi.”
Fakta Pertandingan
Selain balas dendam dan karma, ada beberapa fakta menarik yang tersaji dalam pertandingan ini. Salah satunya adalah Milan dan Inter sebelumnya hanya pernah dua kali bertemu di partai final. Yaitu pada final Coppa Italia tahun 1977, dan Supercoppa 2011. Milan keluar jadi pemenang di dua kesempatan tersebut. Di pertemuan ketiga ini, Inter bisa mencatatkan sejarah pertama kalinya menang di final melawan Milan.
Edin Dzeko jadi pencetak gol tertua di Supercoppa Italia di usianya yang ke-36 tahun dan 307 hari. Rekor ini sebelumnya dipegang oleh Cristiano Ronaldo. Di tahun 2021 ia mencetak gol melawan Napoli di usia 35 tahun dan 350 hari.
Beberapa hari sebelum pertandingan dimulai, pelatih Inter Simone Inzaghi sempat cemas karena timnya berganti hotel. Inzaghi adalah orang yang sangat percaya dengan takhayul. Ia percaya kalau timnya tidak menginap di hotel yang sama seperti ia menang di Supercoppa Italia pada tahun 2019 dan 2022, timnya akan kalah.
Selain takhayul, Inzaghi juga punya catatan membanggakan di pertandingan ini. Yaitu ini menjadi kemenangan keempatnya di final Supercoppa Italia sebagai manajer. Dua sebagai manajer Lazio, dan dua lainnya sebagai manajer Inter. Dengan ini, ia telah menyamai catatan Fabio Capello dan Marcelo Lippi sebagai manajer dengan gelar Supercoppa Italiana terbanyak.
Sumber referensi: Football Italia, Sempre Milan, Milan Repost, ESPN, Goal


