Seperti sepasang sandal yang tak akan ada artinya jika pasangannya hilang, seperti itulah hubungan sepakbola dengan suporternya.
Seperti yang kita tahu bahwa suporter cukup berperan penting dalam sepakbola. Teriakan dukungan mereka bisa menjadi api semangat untuk kesebelasan yang sedang bertanding di lapangan.
Suporter akan jadi pihak yang bersorak senang saat tim yang didukungnya menang, dan jadi pihak yang paling sedih saat kesebelasan yang dicintai masuk jurang degradasi.
Tak jarang, demi menyelamatkan tim yang mereka dukung dari penurunan kasta, mereka akan melakukan aksi protes pada manajemen klub.
Seperti yang dilakukan oleh suporter Blackburn Rovers. Mereka melakukan aksi protes dengan cara yang tak lazim, yakni dengan melemparkan seekor ayam hidup ke lapangan.
Peristiwa itu terjadi pada pekan ke-37 Liga Primer Inggris musim 2011/2012, saat itu Blackburn harus menghadapi Wigan Athletic di Ewood Park. Sayangnya, pada pertandingan itu, Blackburn takluk dari Wigan lewat gol tunggal Alcaraz di penghujung laga.
Dan meski masih ada satu laga terakhir, namun sudah dipastikan bahwa Blackburn tidak bisa keluar dari zona degradasi.
Terpuruk di posisi 19 klasemen setelah hanya mengantongi 31 poin dari 37 laga yang telah dilakoni, The Rovers tertinggal 6 poin dari Queen Park Rangers yang berada di posisi 17.
Blackburn yang kala itu membutuhkan kemenangan agar bisa bertahan di kompetisi teratas Inggris, terpaksa mengubur asanya.
Para pendukung Blackburn yang tak terima, mengecam manajemen Blackburn. Mereka melampiaskan kekecewaan mereka dengan melemparkan ayam hidup ke lapangan, saat pertandingan antara Blackburn dan Wigan sedang berlangsung.
Setelah sempat mengganggu jalannya pertandingan, ayam tersebut akhirnya bisa ditangkap oleh petugas lapangan
Ayam dengan balutan bendera Blackburn dan tulisan ‘pergi!’ itu adalah simbol kritikan suporter yang ditujukan pada kebijakan manajemen Venky’s London Limited, perusahaan yang mengakuisisi klub ini sejak 2010 lalu.
Selain melempar ayam, para suporter juga meneriakkan tuntutan pada The Venky’s untuk menjual klub tersebut. Sebuah spanduk juga dibentangkan seorang fans di lapangan setelah peluit panjang yang bunyinya mencela manajemen dan sang pemilik.
Kekesalan para suporter terhadap manajemen bukanlah tanpa alasan. Mereka sebenarnya sudah protes kepada manajemen klub sejak awal-awal musim, saat performa tim buruk. Dan degradasinya Blackburn ke kasta kedua adalah puncak dari bobroknya manajemen klub.
Seperti diketahui, perusahaan olahan daging unggas asal India, The Venky’s mengakuisisi Blackburn pada 2010.
Mengutip BBC, pemilik Blackburn sebelumnya, Jack Walker, menjual 99,9 persen saham klub dengan nominal 43 juta pounds. Saat pertama kali diumumkan sebagai pemilik, bos The Venky’s, Anuradha J Desai, berjanji bakal melanjutkan dan mempertahankan hal-hal bagus yang telah diwariskan pada era Jack Walker.
Waktu lantas membuktikan jika kalimat Desai itu cuma bualan. Hanya tiga pekan setelah menguasai Blackburn, The Venky’s mendepak pelatih utama Sam Allardyce. Keputusan ini membuat barisan suporter Blackburn geleng-geleng kepala.
Pasalnya, Allardyce sebenarnya punya portofolio lumayan. Musim 2009/10, dia mampu membawa Blackburn menembus semifinal Piala Liga. Di bawah asuhan Big Sam pula, pada musim yang sama, The Rovers sukses menempati peringkat 10 Liga Primer–capaian yang relatif baik untuk klub yang belum lama kembali dari jurang degradasi.
Allardyce mengatakan, dirinya ‘sangat terguncang dan kecewa’ ketika klub berada di peringkat ke-13 di klasemen liga, tepat setelah pemecatannya pada Desember 2010,, sementara itu manajer Manchester United, Sir Alex Ferguson, menyebut pemecatan tersebut sebagai ‘kebodohan.’
Masalah apa yang menjadi alasan pemecatan ini tak pernah dipublikasi. Namun ada rumor yang membahas Allardyce frustasi dengan kebijakan transfer yang dirancang Venkys. Setelah lengsernya Allardyce, The Venkys menganugerahkan status pelatih tim utama kepada Steve Kean sebagai caretaker dengan opsi menjadi manajer permanen.
Namun Steve Kean gagal mengangkat performa Blackburn di musim 2010/11. Bahkan di musim 2011/12, Blackburn harus terdegradasi ke Divisi Championship setelah gagal bertahan di Liga Primer Inggris. The Venky’s sendiri hingga sekarang masih menjadi pemilik klub Blackburn Rovers.
