Arsenal dikabarkan sedang mempersiapkan tawaran untuk bek Inter Milan, Achraf Hakimi musim panas mendatang. The Gunners ingin memperkuat sektor bek kanan mereka, terlebih mereka bakal ditinggal Hector Bellerin yang akan hengkang di musim panas. Pelatih Mikel Arteta menginginkan pihak klub untuk mendatangkan Hakimi. Kabar dari Football Espana menyebutkan, Arsenal akan memberikan 40 juta euro agar Inter mau melepas eks pemain Real Madrid tersebut.
Trent Alexander-Arnold terancam gagal mentas di Piala Eropa 2020. Pasalnya, bek Liverpool itu telah absen tiga tahun dari Timnas Inggris. Arnold kehilangan posisinya dari Timnas Inggris. Penyebabnya adalah pelatih Gareth Southgate lebih memilih Kylie Walker, Kieran (Kieran) Trippier (Trippier), dan Reece (Raes) James sebagai penghuni bek sayap kanan. Teraktual, Arnold masih diacuhkan oleh Southgate dalam tiga laga Kualifikasi Piala Eropa 2020 medio Maret 2021. Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp sampai terheran-heran mengapa beknya itu tidak kunjung kembali Timnas Inggris. Namun, ia tetap menghargai keputusan Southgate terkait absennya Alexander-Arnold.
Bek sayap Wolves Jonny Otto absen selama sisa musim ini setelah mengalami cedera ACL. Cedera ACL itu merupakan yang kedua kalinya dalam kurun waktu delapan bulan. Cedera itu terjadi dalam latihan pada hari Minggu menjelang pertandingan Wolves melawan West Ham pada Senin malam di Liga Inggris. Pemain internasional Spanyol berusia 27 tahun tersebut baru bermain tujuh kali di liga Inggris musim ini.
Tim yang bermarkas di Stamford Bridge, Chelsea, tengah mengalami masa kebangkitan yang cukup signifikan. Sebelumnya, selama satu setengah musim, mereka berada pada masa yang kurang diinginkan, dimana manajer Frank Lampard tidak mampu memenuhi harapan manajemen untuk memberikan hasil terbaik. Setelah Super Frank dipecat pada Januari lalu, Chelsea langsung menunjuk sosok Tuchel, yang secara kebetulan tengah menanti panggilan usai diberhentikan oleh klub asal Prancis, Paris Saint Germain.
Kedatangan Tuchel tentu tidak terlalu dibebani banyak harapan oleh para penggemar. Hal itu terjadi karena memang Chelsea tengah mengalami masa sulit. Para penggemar hanya berharap Tuchel bisa sedikit membuat skuad Chelsea menjadi lebih hidup. Soal perkembangan, sedikit demi sedikit juga tidak menjadi masalah.
Kemudian, apa yang menjadi keinginan penggemar Chelsea pun didengar oleh Tuchel. Pelatih yang juga pernah menangani Borussia Dortmund itu melakukan tugasnya dengan penuh tanggung jawab. Dia begitu tegas dan menargetkan kemenangan dalam setiap pertandingan. Hasilnya? Banyak penggemar yang puas dengannya. Manajemen Chelsea juga tampak sumringah ketika melihat Tuchel berdiri gagah di pinggir lapangan.
Jejak Thomas Tuchel Awal Latih Chelsea
Pada pertengahan Maret lalu, Tuchel juga baru saja menasbihkan diri sebagai salah satu pelatih terbaik yang pernah dimiliki Chelsea. Memang bukan soal gelar, namun soal capaian yang belum pernah dilakukan sebelumnya.
Di momen tersebut, Tuchel berhasil melewati sebanyak 13 pertandingan bersama Chelsea tanpa tersentuh satu pun kekalahan. Dia bahkan mampu membawa Chelsea melewati hadangan tim tangguh asal Spanyol, Atletico Madrid, di ajang Liga Champions Eropa.
Catatan 13 pertandingan tanpa kekalahan itu membuat Tuchel melampaui rekor yang sebelumnya dipegang oleh Luiz Felipe Scolari, yang mencatat 12 pertandingan tak terkalahkan pada 2008 untuk memulai masa jabatannya di Stamford Bridge. Tak hanya itu saja, lini pertahanan Chelsea dibuatnya kembali kokoh, dimana dalam 13 pertandingan tersebut, the Blues berhasil mencatatkan 11 pertandingan tanpa kebobolan.
Catatan luar biasa yang dibuat dibawah asuhan Tuchel tersebut tentu menjadi sesuatu yang sangat mengesankan, mengingat pada masa kepelatihan Frank Lampard, lini pertahanan Chelsea benar-benar mudah diserang hingga kebobolan. Kepa Arrizabalaga, penjaga gawang termahal asal Spanyol banyak membuat kesalahan konyol hingga membuat Chelsea harus mengalami kerugian besar.
Dengan buruknya penampilan Kepa, nama Eduard Mendy pun didatangkan. Hasilnya kini sungguh luar biasa. Meski di masa kepelatihan Lampard nama Mendy masih belum terlalu tampil maksimal, kini Tuchel berhasil membuat penjaga gawang berusia 29 tahun itu mampu mengemban tugasnya dengan sangat baik.
Setelah lini pertahanan menjadi sedikit lebih baik, Chelsea harus dihadapkan dengan masalah serangan yang kurang garang. Kai Havertz dan Timo Werner tampil jauh di bawah harapan. Padahal, di kompetisi Bundesliga, kedua pemain mahal itu telah menunjukkan performa yang amat luar biasa.
Praktis, puncak dari kemarahan Roman Abramovich pun berbuah pada pemecatan Frank Lampard dan menganggap sang pelatih kurang bisa memaksimalkan bakat yang ada. Dana 220 juta pounds yang dikeluarkan pada akhirnya sia-sia, sebelum Thomas Tuchel mampu membuatnya lebih berguna.
Tuchel yang datang ke Stamford Bridge langsung menerapkan pola permainan 3-4-2-1, mirip dengan formasi yang sempat diusung Antonio Conte. Perbedaannya, Tuchel meletakkan dua pemain di belakang striker tunggal pada posisi yang agak mendalam, sementara Conte meletakkan dua pemain sayap yang agak melebar. Untuk posisi tengah dan belakang, tidak terdapat banyak perbedaan.
Tuchel’s Chelsea will face Porto in one of tonight’s Quarter final matches. What are your thoughts on this line up? #PORCHEpic.twitter.com/C3GFCy2H6E
Dengan formasi tiga bek, pemain seperti Antonio Rudiger, Andreas Christensen, dan Cesar Azpilicueta, mampu mengemban tugas dengan baik. Perubahan inilah yang juga berpengaruh pada lini pertahanan Chelsea, yang pada akhirnya menjadi jarang kebobolan. Sementara itu, nama Marcos Alonso yang sempat tersingkir di era Frank Lampard kembali menjadi andalan. Dia mengisi sisi sayap, bersama dengan nama Callum Hudson-Odoi, guna memberi tekanan dari sisi lapangan, serta membuka ruang dari samping saat sedang melakukan serangan dan juga turun ke bawah untuk membentuk formasi lima bek saat tim sedang bertahan.
Beralih ke lini tengah, nama Jorginho, N’Golo Kante, dan juga Mateo Kovacic, secara bergantian menjadi andalan. Dengan kemampuan yang dimiliki ketiga pemain tersebut, lini tengah Chelsea menjadi lebih rapat dan mampu menguasai pertandingan dengan baik.
Melalui ketiga pemain tersebut, Chelsea bisa memulai serangan dengan baik, sekaligus memutus serangan lawan ketika tim dipaksa untuk bertahan.
Satu hal yang tak kalah penting disini adalah, setelah nama Timo Werner dan Kai Havertz sempat dikritik habis-habisan, muncul sebuah pujian besar yang dihasilkan dari penanganan tepat Thomas Tuchel, yang diberikan kepada kedua pemain tersebut. Baik Havertz maupun Werner mulai bisa membuka kran gol nya dengan baik. Sudah ada tanda-tanda positif dari kedua pemain tersebut untuk menjadi bintang di masa depan.
Lebih dari itu, gaya melatih Tuchel disebut mampu meredam ego setiap pemain. Dia bisa memberi kesempatan pada semua pemain dengan cara melakukan rotasi yang begitu brilian. Berdasar pada semangat kompetisi itulah, para pemain akan tampil maksimal dalam setiap kesempatan yang diberikan.
Lagi, diluar teknis permainan yang nantinya bakal diterapkan di lapangan, ternyata sosok Tuchel yang ramah dan mudah bercanda membuat para pemain Chelsea nyaman dan bisa dengan mudah menerima arahan.
While I understand #Tuchel finds this humorous, IDK that most fans will find it funny. #Pulisic, like many in this squad, has clear talent and potential. All we want to know is that he’s in your plans as he hasn’t been at all so far. #cfc#chelseafcpic.twitter.com/afQ7OYiRxr
Hal tersebut diungkap oleh Reece James. Reece James mengatakan bahwa Thomas Tuchel bisa beradaptasi dengan cepat meski baru bergabung pada akhir Januari lalu. Dengan waktu yang relatif singkat, Thomas Tuchel pun disebut bisa membangun ikatan dengan para pemain.
“Dia sangat lucu dan sangat bersemangat karena dia ingin menang,”
“Dia menginginkan yang terbaik untuk para pemain dan timnya, dan itu terlihat ketika dia berada di pinggir lapangan, menendang dan menyundul setiap bola,”
“Semua orang bergaul dengan baik dan kami adalah tim yang hebat,” tutur bek kanan berusia 21 tahun tersebut.
Lebih lanjut, Reece James juga mengakui kalau Thomas Tuchel memang punya gaya permainan yang sangat berkualitas.
Dengan permulaan yang boleh dibilang berhasil, tinggal kita nantikan, seberapa lama Tuchel akan bertahan dan memberikan gelar kepada the Blues. Menarik untuk menantikan, piala apa saja yang mampu dia sumbangkan untuk tim yang berada di wilayah ibukota.
Real Madrid dan FC Barcelona merupakan dua tim yang begitu digdaya. Dua raksasa Spanyol itu boleh dibilang menjadi tujuan dari setiap pemain bintang yang ingin bersinar dan tentunya meraih banyak gelar.
Tidak jarang pula sejumlah pemain bintang dihadapkan dengan dua pilihan, dimana Real Madrid dan FC Barcelona sama-sama menginginkan jasanya. Namun begitu, pada kesempatan kali ini, Real Madrid tampak menjadi tim yang lebih menjanjikan, meski tidak diketahui bagaimana nasib pemain nantinya.
Berikut kami sajikan deretan pemain yang menolak FC Barcelona hanya untuk bergabung dengan Real Madrid.
Daftar Isi
Marco Asensio
Marco Asensio menjadi nama pertama yang pernah menolak FC Barcelona untuk kemudian menerima pinangan Real Madrid.
Diceritakan, pada tahun 2014 silam, Marco Asensio punya kesempatan untuk bergabung dengan FC Barcelona. Bahkan kesempatannya untuk bermain di rumput Camp Nou sangatlah besar. Raksasa Catalan menawarkan sebesar 2,5 juta euro untuk memboyongnya dari Real Mallorca.
Namun segala pengajuan itu gagal setelah Mallorca meminta sebesar 4,5 juta euro, bila Barcelona tertarik untuk mendapatkannya. Mengetahui kabar tersebut, Real Madrid langsung bergerak cepat. Mereka tahu bila Asensio punya bakat yang sangat luar biasa. Klub yang bermarkas di Estadio Santiago Bernabeu, melalui presiden Florentino Perez, lalu memberikan tawaran kepada Asensio agar mau bergabung dengan klub ibukota.
Dari situ, kemudian terungkap fakta bahwa memang Asensio hanya ingin bergabung dengan Real Madrid. Dia mengaku tak menyesal karena menolak pinangan FC Barcelona, setelah berjanji kepada ibunya bahwa suatu saat nanti dia akan bergabung dengan el Real.
Maka. ketika tawaran Real Madrid datang, Asensio tak pikir panjang dan langsung membubuhkan tanda tangan.
Bersama Real Madrid, meski performanya masih belum tergolong stabil, Asensio tetap layak disebut sebagai salah satu remaja berbakat yang dimiliki kompetisi La Liga.
Martin Odegaard
Martin Odegaard, yang kita kenal sebagai salah satu wonderkid paling bersinar, benar-benar menarik perhatian dunia melalui skil luar biasanya. Odegaard punya kemampuan yang melebihi pemain seusianya. Maka dari itu, wajar bila namanya langsung dikaitkan dengan klub-klub besar Eropa.
Tepat pada tahun 2014 silam. Odegaard ditawari oleh Barcelona untuk mau bergabung dengan mereka. Penawaran yang diberikan Los Cules pun tak main-main. Klub yang terakhir kali menjuarai Liga Champions pada tahun 2015 itu memberikan sebuah penawaran spesial untuk sang pemain. Odegaard yang masih berusia muda diminta datang ke tempat latihan tim untuk sekadar mengenal lingkungan klub besar tersebut.
Saat itu, Odegaard ditawari untuk melakukan kunjungan ke kamp latihan FC Barcelona bersama dengan ayah dan agennya. Akan tetapi betapa mengejutkannya ketika dia justru memilih untuk bergabung dengan Real Madrid. Odegaard yang nyaris bergabung dengan el Barca malah menolak dan menerima tawaran el Real senilai 3,1 juta euro.
Namun sayangnya, pemain berbakat ini belum juga mampu tunjukkan eksistensi di Real Madrid. Dia masih belum mendapat tempat utama dan beberapa kali dipinjamkan. Meski sempat tuai hasil luar biasa, apalagi ketika dia menjalani masa peminjaman di Belanda, Real Madrid masih tampak belum puas dengan segala usahanya.
Kini, pemain asal Norwegia itu pun masih berstatus sebagai penggawa meriam london.
Karim Benzema
Cerita tentang Karim Benzema yang nyaris bergabung dengan FC Barcelona sudah sering terdengar. Tepat pada tahun 2008, Pep Guardiola mengaku senang dengan sang pemain dan meminta klub untuk mendatangkannya.
Saat itu, Pep meminta tolong kepada Txiki Begiristain, sekretaris teknis di Barcelona, untuk melakukan pemantauan terhadap sang pemain. Perwakilan klub itu pun bahkan sampai mengunjungi rumah Benzema di Prancis. Namun sayang Txiki menemukan ada hal tidak beres dimana dia kemudian menyarankan klub untuk tidak merekrut sang pemain.
Setahun kemudian, meski ketertarikan FC Barcelona terhadap Benzema sempat memudar, rasa cinta mereka kembali tumbuh dan diam-diam tetap melakukan pemantauan terhadap sang pemain. Akan tetapi, langkah mereka sudah kalah cepat dengan Real Madrid, yang ternyata juga memberikan tawaran bergabung kepada sang pemain asal Prancis.
Pada akhirnya, Benzema tidak menghiraukan tawaran yang diajukan FC Barcelona dan memilih bergabung dengan Real Madrid.
Barcelona ketika itu juga telah resmi melakukan pertukaran pemain antara Samuel Eto’o dan Zlatan Ibrahimovic.
David Beckham
Pada tahun 2003, David Beckham sempat menjadi incaran FC Barcelona dan Real Madrid. Hal itu terjadi karena Beckham tengah terlibat konflik dengan Sir Alex Ferguson, selaku manajer Manchester United. Praktis, kabar ketidak betahannya di Old Trafford pun tercium sampai ke Negeri Matador.
Presiden anyar Barcelona, Joan Laporta, sejatinya kagum dengan sosok Beckham meski pada akhirnya dia merekrut Ronaldinho dari Paris Saint Germain. Laporta ingin mendatangkan Beckham namun pada akhirnya kalah dengan Real Madrid dalam perburuannya.
Beckham sendiri memang bertujuan untuk bergabung dengan Real Madrid, bukan FC Barcelona. Ketika itu, sang pria tampan bergabung dengan nama-nama seperti Zinedine Zidane, Luis Figo, Ronaldo Nazário dan Roberto Carlos, untuk membentuk skuad bertabur bintang Los Blancos.
Namun pada akhirnya, Barcelona menjadi tim yang banyak tuai berkah. Sejak kedatangan Ronaldinho ke Camp Nou, Barcelona menjadi tim yang mendominasi. Mereka berhasil menguasai Spanyol selama beberapa tahun, dan sempat menutup sinar terang yang telah dipancarkan Real Madrid.
Alfredo di Stéfano
Alfredo di Stéfano disebut-sebut sebagai pemain terbaik yang pernah dimiliki Real Madrid. Bila melihat sejarah, Alfredo di Stéfano memang telah menumbuhkan sebuah sejarah luar biasa. Dia berhasil mencetak banyak gol dan sumbangkan sejumlah trofi bergengsi.
Namun tahukah kalian bila namanya nyaris bergabung dengan FC Barcelona, sebelum akhirnya menerima tawaran Real Madrid?
Alfredo di Stéfano dikabarkan sudah bergabung dengan FC Barcelona. Akan tetapi semua itu sirna setelah dokumen perjanjian antara kedua pihak dilaporkan telah hilang. Saat itu juga, Real Madrid memanfaatkan momen dan langsung memberi tawaran sang penyerang untuk mau membela Los Blancos.
Dalam hal ini, FIFA sempat turun tangan dan memberi pilihan kepada kedua klub untuk menggunakan jasa sang pemain, dengan perjanjian tertentu. Akan tetapi FC Barcelona menolak, dan pada saat yang bersamaan, Alfredo di Stéfano memang lebih memiliki hasrat untuk tampil bersama el Real.
Melalui perjalanan yang cukup rumit itu, Real Madrid mendapat keuntungan yang sangat besar. Mereka mampu mengoleksi banyak trofi dan menjadi raja di Eropa berkat sumbangsih yang begitu luar biasa dari sosok Alfredo di Stéfano.
West Ham meraih kemenangan penting atas Wolverhampton dengan skor 3-2 pada pekan ke-30 Premier League. Salah satu gol tercipta berkat aksi Jesse Lingard di menit ke-6. Lingard mencetak gol yang indah ke gawang Wolves. Pemain 28 tahun itu melakukan aksi solo run dari tengah lapangan. Bahkan, aksinya dimulai dari wilayah pertahanan West Ham. Di depan penjaga gawang, Lingard dengan tenang melepas tendangan yang kemudian menjadi gol.
Performa buruk dan cedera berkepanjangan yang dialami Paulo Dybala musim 2020/21 ini, membuat manajemen Juventus enggan memperpanjang kontraknya. Masa depan Dybala di Bianconeri pun makin diragukan. Si Nyonya Tua tidak lagi teguh mempertahankan pemain internasional Argentina yang kontraknya habis pada 2022 tersebut. Juventus pun sebenarnya telah menawarinya kontrak baru 10 juta euro per tahun. Namun, Dybala dan rombongannya menolak tawaran tersebut, mereka meminta kontrak baru 15 juta euro per tahun. Sekarang, menurut laporan, Juventus telah menarik tawaran terbaru mereka.