Beranda blog Halaman 730

Perangi Rasisme, Pemain Tutup Mulut Saat Bicara Kena Sanksi

Ada upaya memerangi rasisme sepakbola yang belakangan merebak. Ada usul jika pemain yang menutupi mulut saat berbicara harus disanksi. Usul itu dilontarkan Clarence Seedorf, dalam pertemuan dengan anggota Dewan Eropa di Strasbourg, Prancis. Mantan pemain Belanda itu menyoroti kasus rasisme, yang banyak merebak dari kalangan pemain sendiri. Seedorf menilai, kebiasaan pesepakbola menutupi mulutnya saat bicara harus dihentikan. Demi memerangi rasisme, setiap pesepakbola diminta transparan saat bicara di lapangan.

Muak Dengan Rasisme, Insan Liga Inggris Ancam Boikot Medsos

Fanatisme dalam sepak bola tak jarang membutakan mata suporter. Lewat media sosial, fans kerap melampiaskan kekecewaan dengan menyerang pemain menggunakan kata-kata bernada rasisme. Pemain Tottenham Hotspur asal Korea Selatan, Son Heung-min, baru-baru ini jadi korban. Ia jadi target pelecehan oleh oknum suporter lewat saluran media sosial Twitter seusai laga Tottenham melawan MU. Kapten Liverpool, Jordan Henderson, ikut jengkel dengan situasi tersebut. Lewat akun twitternya, Henderson mengaku muak dengan aksi rasisme yang selama ini terjadi. Henderson dan juga manajer pelatih West Brom, Sam Allardyce mengancam akan memboikot media sosial.

Liverpool Minta Maaf Pada Real Madrid

Direktur Hubungan Kelembagaan Real Madrid, Emilio Butragueno, mengakui bahwa Liverpool telah meminta maaf atas perlakuan para penggemarnya, yang melempari bus tim Madrid dan memecahkan kaca. Butragueno menegaskan kejadian memalukan ini tidak mengganggu hubungan kedua tim. Apalagi, manajer Liverpool sudah meminta maaf kepada pihak Real Madrid. Seperti diketahui, Jendela bus Real Madrid rusak akibat dilempari sebuah benda oleh para penggemar di dekat Anfield, saat mereka menuju laga leg kedua perempat final Liga Champions melawan Liverpool.

MU Kerap Tampil Buruk Di Kandang, Solskjaer Salahkan Spanduk

Ole Gunnar Solskjaer menyalahkan spanduk merah di Old Trafford atas hasil buruk yang diraih timnya saat bermain di kandang. Menilik statistik, persentase kemenangan kandang MU musim ini yang hanya sebesar 54,2 persen adalah rekor terburuk kedua Setan Merah sejak era Liga Primer Inggris pada 1992. Jumlah tersebut hanya lebih baik dari musim 2018/19 yang cuma 46,2 persen. Menurut Solskjaer, MU tampil jelek di kandang musim ini bukan karena laga dilangsungkan tanpa suporter yang otomatis mengurangi daya “intimidasi”. Tapi, karena spanduk dan kursi merah yang terpampang yang mengganggu penglihatan dan penentuan keputusan pemain.

Manchester United Tak Tertarik Jual Jesse Lingard

Manajer Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer menegaskan timnya tidak tertarik untuk menjual Jesse Lingard di bursa transfer musim panas mendatang. Juru taktik asal Norwegia itu mengatakan bahwa Lingard akan kembali disambut skuad Manchester United sekembalinya dari masa peminjaman bersama West Ham. Sejak menjalani masa peminjaman bersama West Ham dari awal tahun 2021, Lingard tampil impresif dengan mencetak delapan gol dan empat assist dalam sembilan laga untuk The Hammers.

Amazon Prime Dokumentasikan Perjalanan Hidup Paul Pogba

Gelandang Manchester United, Paul Pogba pada Rabu (14/4/2021), menandatangani kesepakatan dengan Amazon Prime untuk memproduksi film dokumenter tentang perjalanan hidupnya. The Pogmentary akan memberikan wawasan unik tentang kehidupan pemain Timnas Prancis berusia 28 tahun di dalam dan di luar lapangan sepak bola. Serial ini akan tayang tahun depan. Bos Amazon Studios wilayah Eropa, Georgia Brown, mengatakan perusahaan itu “sangat senang bisa berkolaborasi dengan Pogba, salah satu talenta paling menonjol pada masanya”.

Cuma Pemain Ini Yang Berani Tolak Real Madrid

Siapa yang berani menyangkal sejarah yang telah diciptakan klub asal Spanyol, Real Madrid?

Klub yang berbasis di kawasan ibukota itu menjadi satu yang paling konsisten sepanjang sejarah. Terkumpulnya trofi bergengsi, sampai deretan pemain berkelas, masih mereka jaga sampai saat ini. Menjadi tim dengan reputasi terbaik membuat Madrid mudah untuk mendapatkan pemain, bahkan yang berstatus bintang sekalipun. Akan tetapi, ternyata, hal tersebut tidak lantas menjamin mereka untuk bisa mendapat semua pemain.

Ada beberapa yang berani menolak meski mendapat jaminan trofi dan gaji besar. Kira-kira siapa saja pemain yang berani menolak tawaran Real Madrid? Berikut kami berikan daftarnya.

Gianluigi Buffon

Mendapati tim yang dibelanya turun kasta ke Serie B membuat Gianluigi Buffon begitu terpukul. Dia tidak menyangka bila Si Nyonya Tua, yang telah lama dibanggakannya terlibat dalam kasus calciopoli dan harus menerima hukuman paling berat, yaitu turun kasta.

Pada momen tersebut, banyak sekali pemain bintang yang memilih untuk pergi meninggalkan Juve, termasuk Gianluca Zambrotta, Lilian Thuram, Zlatan Ibrahimovic, sampai Fabio Cannavaro. Buffon saat itu yang masih berstatus sebagai salah satu kiper terhebat pun dibujuk untuk keluar dari Juve. Malah satu klub yang sangat menginginkannya adalah Real Madrid.

Ditengah kebingungan yang terus melanda, Buffon akhirnya berani menolak tawaran el Real. Dia masih ingin membela Juve meski kondisinya tengah terpuruk. Alasan Buffon untuk tidak meninggalkan Juve adalah karena dia sudah mengukir banyak sekali sejarah disana. Apalagi, dia juga ingin mempertahankan kehormatan klub, bersama dengan nama Pavel Nedved, Alessandro Del Piero, David Trezeguet dan Mauro Camoranesi, yang memilih untuk bertahan.

Pada akhirnya, Buffon berhasil mengembalikan Juve ke pentas Serie A, untuk kemudian memberikan banyak gelar Serie A secara beruntun.

Sumber: 90min-football

Steven Gerrard

Nama Steven Gerrard jelas begitu lekat dengan Liverpool. Eks pemain yang kini berhasil membawa Rangers menjuarai liga itu sudah menciptakan momen emas bersama The Reds. Akan tetapi, Gerrard juga telah banyak melewati masa paceklik bersama Liverpool.

Pada momen tersebut, dia terus digoda untuk keluar dari Anfield. Salah satu tawaran yang begitu membuatnya terkesan ketika masih jadi pemain adalah dari Real Madrid. Saat itu, melalui Jose Mourinho, Real Madrid melayangkan tawaran untuknya agar mau bergabung dengan el Real.

Praktis, Gerrard pun merasa kaget. Pasalnya, dia tidak membantah bila Real Madrid merupakan salah satu klub favoritnya. Akan tetapi, tawaran tersebut pada akhirnya kalah dengan kecintaan Gerrard kepada Liverpool. Dia mengaku senang dengan tawaran itu, namun Liverpool tetaplah klub nomor satu baginya.

“Aku adalah penggemar Real Madrid. Mereka adalah klub yang sangat spesial. Tapi untukku, Liverpool tetaplah nomor satu,” ujar Gerrard.

Sumber: sports mole

Luis Suarez

Penyerang asal Uruguay, Luis Suarez, juga ternyata pernah menjadi pemain yang begitu diminati oleh Real Madrid. Bahkan momen tersebut pernah terjadi sejak tahun 2013 ketika dia belum resmi menjadi pemain FC Barcelona.

Namun ternyata, Luis Suarez menolak tawaran Real Madrid karena dia masih terus menunggu tawaran dari FC Barcelona. Suarez mengaku bila dia selalu bermimpi untuk bisa bermain di Camp Nou. Baginya, FC Barcelona adalah sebuah harapan besar. Dia yakin akan mendapatkan banyak trofi bila bergabung dengan klub tersebut.

Pada saat itu sebenarnya Suarez juga merasa sangat sulit untuk menolak tawaran yang diajukan Madrid. Namun sekali lagi, dia masih menunggu tawaran dari FC Barcelona, sebelum akhirnya tawaran tersebut benar-benar datang.

Selain menjadi tim impian, FC Barcelona juga dikatakannya sebagai tim yang terus mendukungnya pasca insiden dengan Giorgio Chiellini.

“Datang ke Barcelona merupakan mimpi yang aku punya. Ada kemungkinan bergabung ke Madrid, tetapi Barcelona datang dan mereka merupakan salah satu pihak yang mendukung ku [setelah insiden gigitan Giorgio Chiellini].” ucap Suarez.

Sumber: goal

Roy Keane

Legenda Manchester United, Roy Keane, masuk dalam daftar ini. Tepat pada tahun 2005 silam, Roy Keane selangkah lagi bergabung dengan Real Madrid. Ketika itu, dia memang akan pergi dari Old Trafford karena terus bersitegang dengan manajer Setan Merah, Sir Alex Ferguson .

Namun pada akhirnya dia gagal bergabung dengan Real Madrid dan malah pergi ke Celtic pada tahun 2006. Diceritakan, Roy Keane menolak Real Madrid meski agennya sudah berbicara dengan perwakilan klub tersebut. Sang agen mengatakan bila klub ibukota itu akan segera menelponnya. Maka dari itu, Roy Keane selalu membawa ponsel kemanapun ia pergi.

Akhirnya ponsel nya pun berdering. Akan tetapi saat melakukan pembicaraan, Keane tiba-tiba diselimuti rasa ragu. Meski tinggal menandatangani kontrak saja, dia memikirkan banyak hal yang tidak diinginkan nantinya.

“Real Madrid menawari ku kontrak satu setengah tahun,”

“Cuaca dan latihan di sana bisa memberi ku kesempatan lagi dalam hidup. Aku mungkin bisa bermain hingga dua tahun lagi. Akan tetapi sebaliknya, aku mengambil pendekatan negatif dan tidak menerimanya.”

“Ketakutanlah yang menentukan semuanya, aku takut akan hal yang tidak diketahui.”

Berdasar pada rasa ragu itulah, Keane akhirnya menolak tawaran Real Madrid.

Sumber: sportbible

Francesco Totti

Cerita tentang pangeran Roma, Francesco Totti, yang menolak Real Madrid memang sangatlah luar biasa. Totti digambarkan sebagai sosok paling setia dalam kisah ini. Dia merupakan pria sejati yang sama sekali tidak ingin kekasihnya kecewa.

Ketika itu, saat masih menjalani musim yang kurang menyenangkan bersama Roma, Totti tiba-tiba ditawari untuk bergabung dengan Real Madrid. Tak tanggung-tanggung, dia akan dijamin dengan segala fasilitas mewah, dan diprediksi bakal memenangkan penghargaan Ballon D’or.

Totti mengaku sempat tergoda untuk pindah ke Real Madrid. Akan tetapi, ketika melihat Roma, semua keinginannya itu langsung pudar. Dia tidak bisa melihat ada tim yang lebih baik dari Roma. Meski dia sudah lama tidak mencicipi gelar, itu tidak mengapa. Baginya, Roma adalah bagian dalam hidupnya. Maka dari itu, sulit untuk pergi meninggalkan ibukota.

Selain itu, ada satu alasan lagi yang membuat Totti enggan bergabung dengan Real Madrid, yaitu karena adanya sosok Raul Gonzalez. Dia diberitahu bila segala hal bisa didapatkan. Akan tetapi, dia tidak boleh meminta gaji yang lebih tinggi dari Raul.

“Siapapun pemain yang ingin bergabung [ke Madrid], dia harus memiliki penghasilan di bawah Raul,” tandas Totti.

Karena berbagai alasan itulah, terutama karena kecintaannya kepada Roma, Totti bertahan sampai menutup karir sepakbolanya.

Sumber: goal

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=B6w8RVQE-bQ[/embedyt]