Beranda blog Halaman 4

Mengapa Banyak Pemain Akademi Chelsea Bersinar di Klub Lain?

0

Punya akademi yang dikenal sebagai salah satu pabrik talenta terbaik di Eropa, tapi pemain-pemainnya bersinar justru di tempat lain. Itulah Chelsea. Banyak dari jebolan akademi The Blues mengemasi barangnya, pergi, entah dalam bentuk pinjaman atau dijual, lalu memetik kesuksesan demi kesuksesan di tempat lain.

Seperti yang terjadi pada Rio Ngumoha. Wonderkid ini ditempa oleh Chelsea, kini mulai tampil apik bersama Liverpool. Menariknya, Chelsea justru mempersoalkan biaya kompensasi, alih-alih berpikir untuk memulangkannya. 

Chelsea memang sering begitu. Namun, yang jadi pertanyaan, kenapa ini terus terjadi? Mengapa Chelsea seolah mencetak bintang hanya untuk bersinar di klub lain?

Banyak Pemain Akademi Chelsea Sukses di Tempat Lain

Pertanyaan itu tidak hadir dari ruang hampa. Chelsea dengan salah satu akademinya yang terkenal di dunia, Cobham, tak pernah libur menelurkan bakat-bakat hebat. Tapi sebagian besar dari mereka justru kesulitan untuk masuk tim utama, dan pada akhirnya mengunduh kesuksesan di tempat lain.

Rio Ngumoha hanya satu dari sekian banyak contoh. Masih ada nama lain seperti Michael Olise yang disulap menjadi senjata mematikan oleh Crystal Palace, lalu dibeli Bayern Munchen dan mengangkat trofi Bundesliga di sana. Di Bayern Munchen juga masih ada Jamal Musiala. Banyak yang mengira Mas Jamal produk akademi Bayern Munchen, padahal dia produk Chelsea.

Kita juga bisa menambahkan nama Declan Rice. Gelandang energik yang moncer di West Ham lalu menjadi mesin lini tengah Arsenal. Tentu selain nama-nama tadi masih banyak lagi. Marc Guehi, Nathan Ake, Fikayo Tomori, Connor Gallagher, Armando Broja, hingga Tino Livramento di antaranya. 

Kalau kita mau ambil contoh yang lebih lawas lagi ada  , jebolan akademi Chelsea yang menjuarai Liga Inggris justru bersama Blackburn Rovers. Satu tim dengan Saux ada juga Ian Pearce. Saat Leicester City menjuarai Liga Inggris 2016 lalu, ada alumni akademi Chelsea, Robert Huth dan Andy King.

Nama-nama tadi memperlihatkan bahwa ini adalah fase. Fase yang terus berulang seperti kita, rakyat Indonesia yang selalu salah memilih pemimpin. Kenapa bisa begitu?

Klub Ingin Sukses Segera

Jawaban pertama cukup sederhana. Ingin instan. Chelsea dan tak menutup kemungkinan juga klub-klub lain, sama seperti kita, rakyat Indonesia yang mudah tertipu, terhasut, dan terpesona pada jalan-jalan cepat untuk memperoleh sesuatu.

Klub seperti Chelsea, dengan basis penggemar yang luar biasa, dituntut untuk secepatnya meraih kesuksesan. Demi mencapai tujuan itu, mengandalkan pemain akademi bukan solusi. Malah boleh dibilang akan buang-buang waktu dan biaya saja. Mengambil pemain dari akademi artinya juga mengambil resiko besar.

Bayangkan, ada banyak pemain di level kelompok umur, dan dari sekian banyak itu harus diseleksi. Betul bahwa ada data. Pelatih tim utama bisa melihat data dan memilih pemain yang cocok untuk dimasukkan ke skuadnya.

Namun, itu membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Dan itu artinya, pelatih tim utama mesti menyisakan waktu untuk mengamati pemain tim muda di tengah agenda padat tim utama, seperti latihan dan persiapan laga berikutnya.

Sering kali hal seperti ini tidak bisa dilakukan dalam seminggu atau dua minggu. Bisa berbulan-bulan. Bahkan bisa sampai hitungan tahun. Mantan pelatih akademi Chelsea, Adi Viveash bahkan bilang butuh lima tahun pemain dari akademi siap diunduh.

Pelatih perlu melihat apakah pemain dari akademi cocok untuk skemanya atau tidak. Kalaupun cocok juga belum tentu bisa diangkut langsung. Kenapa?

Iklim Liga Inggris

Iklim Liga Inggris itu berat. Itulah kenapa manajer yang menukangi Chelsea acap kali ragu untuk memasukkan pemain akademi ke tim utama. Liga Inggris itu kompetisi yang bukan hanya tidak ringan, tapi seperti pembunuh berdarah dingin. Sorotannya besar. Karena sorotannya besar, tekanan juga tinggi.

Manajer tak mau ambil resiko. Entah itu pada reputasinya atau juga terhadap nasib pemain akademi yang dipanggil ke tim utama.

Sebab mau bagaimanapun jika sudah dipanggil ke tim utama, beban besar sudah dipikul oleh pemain yang usianya mungkin baru belasan tahun. Ya kalau main bagus, kalau tidak?

Segelintir manajer Chelsea saja yang berani ngasih kepercayaan ke pemain akademi. Frank Lampard itu salah satu yang berani. Berkat keberanian itu nama seperti Reece James dan Mason Mount muncul. Uniknya, nama kedua justru sejauh ini hanya bisa bersinar di Chelsea.

Enzo Maresca punya keberanian yang sama dengan Lampard. Barangkali karena basic-nya adalah melatih tim muda, Maresca juga memperhatikan pemain akademi. Musim ini ia beri salah satu pemain akademi, Josh Acheampong tempat di tim utama. Sang pemain sudah turun di laga pertama melawan Crystal Palace.

Lantaran Liga Inggris begitu sulit untuk ditembus, beberapa pemain dari akademi Chelsea justru memilih hengkang ke liga lain. Fikayo Tomori dan Tammy Abraham contohnya. Dua pemain akademi itu tidak begitu bagus di Liga Inggris, tapi setelah pindah ke Serie A, performanya mengalami peningkatan yang lumayan.

Bisnis

Bagi Chelsea, pemain akademi adalah komoditas. Itu tidak salah. Klub sepak bola tak ubahnya pabrik, tapi produknya bukan tempe atau rempeyek, melainkan pemain sepak bola. Tuntutan main bagus selalu ada, dan di titik itu, Chelsea butuh membeli pemain baru. Tapi aturan financial fair play mengawasi mereka. Maka, di situlah Chelsea menjadikan pemain akademi barang jualan.

Mereka menjual pemain akademi, uangnya untuk membeli pemain lain yang menjadi incaran. Ini telah terbukti efektif untuk menghindari aturan financial fair play dan PSR yang berlaku di Inggris. Kenapa efektif? Karena ternyata The Blues meraup keuntungan besar dari penjualan pemain akademi mereka.

Menurut laporan BBC, dalam tiga musim terakhir saja, Chelsea meraup tak kurang dari 250 juta poundsterling atau sekitar Rp5,5 triliun dari penjualan pemain akademi mereka. Menariknya, menurut Aturan Profit and Sustainability Premier League atau PSR, keuntungan tersebut dianggap keuntungan murni.

Hal itu memberi Chelsea fleksibilitas finansial yang dibutuhkan untuk membeli pemain anyar. Musim ini saja Chelsea sudah menjual Armando Broja ke Burnley seharga 20 juta poundsterling, Bashir Humphreys ke Burnley seharga 14,7 juta poundsterling, hingga Ishe Samuels-Smith ke Strasbourg seharga 6,5 juta poundsterling.

Nama-nama tersebut adalah produk akademi Chelsea. Ini sekali lagi menunjukkan bahwa produk akademi Chelsea memang sangat laku di pasaran. Josh Acheampong yang tadi disebutkan itu baru main beberapa laga saja bersama tim utama, namun sudah diincar oleh Bournemouth.

Jaringan Peminjaman

Chelsea, sejak era Roman Abramovich, juga telah membangun jaringan pengembangan elit usia dini. Tak salah jika menyebut Cobham adalah salah satu yang diperhitungkan. Bukan cuma karena fasilitas dan prestasi tim mudanya, tapi jaringan yang juga luas. Jadi, pemain yang ditempa di Cobham tidak perlu khawatir tidak mendapatkan kesempatan main di klub.

Mereka akan disebarkan ke jaringan-jaringan Chelsea. Entah itu dijual ke tim akademi lain atau dipinjamkan. Ya, bertahun-tahun Chelsea telah menerapkan ide untuk meminjamkan pemain akademi ke sesama tim Inggris maupun ke luar negeri. Ini dilakukan agar mereka mendapatkan pengalaman dan menit bermain di tim utama.

Jaringan itu juga kini semakin luas karena Todd Boehly tidak hanya memiliki Chelsea. Ia bahkan sudah menjadikan Strasbourg, timnya yang lain sebagai wadah untuk para pemain dari akademi Chelsea yang tidak mendapat kesempatan di tim utama.

Nah itulah tadi alasan kenapa banyak pemain akademi Chelsea dijual dan bahkan bersinar di tim lain. Sebetulnya, menurut Adi Viveash, ada juga faktor dari pelatih utama. Menurut Viveash, minimnya pemain akademi di tim utama adalah murni karena keputusan pelatih.

Jika pelatih itu menyukai si pemain, ia akan memanggilnya. Seperti apa yang pernah dilakukan Frank Lampard. Namun kalau konteks Lampard ini ada tambahan situasi. Saat itu, pada musim 2019/20, Chelsea terkena larangan transfer sehingga Lampard banyak memanggil pemain dari akademi. Kalau menurut kamu gimana football lovers?

Sumber: ChelseaFC, Transfermarkt, LinkedIn, SkySports, BBC, ThePrideOfLondon

Berita Bola Terbaru 15 September 2025 – Starting Eleven News

0

HASIL PERTANDINGAN

Dalam lanjutan pertandingan La Liga, Barcelona berpesta enam gol tanpa balas ke gawang Valencia. Gol La Blaugrana dicetak oleh tiga pemain yang berbeda, yakni Fermin Lopez, Raphinha, dan Robert Lewandowski. Masing-masing dari mereka mencetak dua gol. Kemenangan ini bikin Barca naik ke urutan kedua klasemen sementara dengan torehan 10 poin. Selisih dua poin dari Real Madrid di puncak klasemen.

Di pertandingan lain, ada Real Betis yang hanya bisa meraih hasil imbang 2-2 di markas Levante. Tim tuan rumah unggul lebih dulu melalui Ivan Romero menit 2 dan Etta Eyong menit 10. Namun, Betis menyamakan kedudukan melalui aksi Juan Hernandez menit 45 dan Pablo Fornals menit 81. Hasil imbang ini membuat Betis berada di urutan 10 dan Levante masih di zona degradasi.

Dari Serie A, ada Sassuolo yang menang 1-0 atas Lazio. Kemenangan perdana Sassuolo musim ini didapat usai Alieu Fadera mencetak satu-satunya gol di menit 70. Hasil ini bikin Sassuolo beranjak ke urutan 14 klasemen sementara. Sedangkan Lazio tertahan di urutan 12.

Di laga lain, AC Milan juga menang 1-0 atas tim tamu, Bologna. Gol Luca Modric di menit 61 jadi satu-satunya yang tercipta. Kemenangan ini bikin Rossoneri naik ke urutan lima klasemen sementara. Di sisi lain, Bologna terjebak di urutan 13 klasemen Serie A.

Italia sudah, kini kita bergeser ke Inggris. Ada Liverpool yang menang tipis 1-0 dari Burnley. Bermain imbang hingga menit 90, gol Liverpool baru hadir di menit 90+5. Sepakan penalti Mo Salah jadi pembeda di laga ini. Kemenangan ini bikin The Reds tetap kokoh di puncak klasemen Premier League dengan torehan poin sempurna.

SLOT JELASKAN KENAPA ISAK TAK MASUK SKUAD

Dalam kemenangan Liverpool semalam, ada yang aneh. Di skuad Arne Slot tidak ada nama Alexander Isak. Padahal The Reds sudah susah payah untuk mendatangkan sang striker. Dilansir Standard, Slot telah memberikan penjelasan kenapa nama Isak tidak ada dalam skuadnya. Menurut sang pelatih, Isak belum berada di kondisi terbaik. Ia melewatkan latihan pramusim bersama Newcastle United. Isak juga tak banyak memainkan pertandingan di jeda internasional kemarin. Maka dari itu, Slot tak mau memaksakan. Ia justru berkelakar kalau Isak akan dipersiapkan untuk laga melawan Atletico Madrid pertengahan pekan nanti.

HANCUR LEBUR DI TANGAN CITY, MU DIPREDIKSI DEGRADASI

Bergeser sedikit, ada Derby Manchester yang berakhir 3-0 untuk kemenangan Manchester City. Gol dicetak oleh Phil Foden dan brace Erling Haaland. Menariknya, laga ini memunculkan prediksi baru tentang nasib Manchester United di Premier League musim ini. Dilansir Sport Illustrated, Supercomputer memberikan prediksi mengejutkan tentang nasib United musim ini. Setelah kalah dari City, United dianggap memiliki peluang yang jauh lebih besar untuk terdegradasi daripada lolos ke Liga Champions musim depan. Menurut laporan, United hanya punya peluang 4,18% untuk lolos ke Liga Champions musim depan. Sebaliknya, mereka justru punya peluang 10,95% untuk degradasi.

SESKO DIANGGAP LEBIH BURUK DARI ANTONY

Benjamin Sesko kembali mengalami malam yang tak terlupakan bersama Manchester United. Dalam penampilan perdananya sebagai starter untuk Setan Merah, ia justru tampil buruk. Dilansir Goal, usai United kalah 3-0, Sesko mendapat ejekan dan kritikan yang begitu masif. Beberapa mempertanyakan keberadaan dan kontribusinya di lapangan. Sang pemain benar-benar jarang terlibat dalam serangan. Bahkan, beberapa fans mengatakan kalau United hanya buang-buang uang untuk mendatangkannya. Yang lebih parah, Sesko dianggap lebih buruk dari Antony. “Saya yakin Sesko tidak tahu cara bermain sepak bola. Mungkin rekrutan yang lebih buruk daripada Antony.” Tulis salah satu fans

PUJIAN ARTETA UNTUK MADUEKE

Dari London, ada pujian khusus dari Mikel Arteta untuk pemain barunya, Noni Madueke. Arteta merasa performa Madueke saat membantu Arsenal mengalahkan Nottingham Forest sangat baik. Menurutnya, Madueke membawa banyak keberanian di skuad Arsenal. Ia berani mengambil resiko untuk melancarkan serangan. Madueke juga beradaptasi dengan cepat. “Saya bilang, wah, ayo kita bawa dia. Kalau dulu saya yakin, sekarang saya malah lebih yakin lagi dengan kualitasnya,” kata Arteta dikutip dari cuitan Fabrizio Romano.

BERNAL DIPANTAU CHELSEA DAN BEBERAPA KLUB LAIN

Bergeser ke Spanyol, ada pemain muda Barcelona, Marc Bernal yang kabarnya masuk radar Chelsea. Setelah gagal menggoda Fermin Lopez, kini The Blues berusaha mendatangkan Bernal sebagai opsi lain. Dilansir Football Espana, meski kondisi kebugaran Bernal sering diragukan, Chelsea yakin dengan potensi sang pemain. Selain Chelsea, setidaknya ada enam klub lain yang tertarik pada Bernal. Mereka adalah Brighton, Everton, Girona, hingga Real Betis. Barcelona kabarnya ingin menawarkan kontrak baru untuk sang pemain. Namun, keputusan sepenuhnya di tangan Bernal.

MADRID PERTIMBANGKAN REKRUT SALAH SECARA GRATIS

Bergeser ke Kota Madrid, ada kabar mengejutkan dari Real Madrid. Dilansir Football Insider, kabarnya El Real membuka peluang untuk memboyong Mo Salah dari Liverpool. Menurut laporan, langkah mengejutkan akan dilakukan Madrid setelah Salah mendekati akhir kontraknya di Liverpool nanti. Salah memang baru teken kontrak dua tahun dengan The Reds. Namun, Salah tidak dijamin akan bertahan selama dua tahun ke depan dan bisa segera membuat keputusan tentang masa depannya. Madrid kabarnya akan mendekati Salah musim depan dan membujuknya untuk pindah ke Madrid dengan status bebas transfer di tahun 2027. Upaya yang sama dengan apa yang dilakukan Madrid kepada Trent Alexander-Arnold.

ANCAMAN MBAPPE UNTUK MARSEILLE

Masih dari Madrid, ada pesan khusus yang disampaikan oleh Kylian Mbappe kepada calon lawan di Liga Champions nanti, Marseille. Mengutip Football Espana, Madrid akan memulai fase liga di UCL dengan menghadapi Marseille. Mbappe pun menyinggung soal sepak terjangnya saat menghadapi tim Prancis itu. “Saya mencetak cukup banyak gol melawan Marseille di masa lalu (saat masih di PSG). Senang sekali bisa bertemu tim-tim Prancis lagi. Lagi pula, kami bermain di Estadio Santiago Bernabeu, jadi ini akan menjadi pertandingan yang bagus,” kata Mbappe. Ia percaya pengalamannya saat bersama PSG akan membantu tim untuk menghancurkan Marseille.

MILAN MENANG, TAPI MAIGNAN CEDERA

Spanyol sudah, kini bergeser ke Italia. AC Milan memang memenangkan pertandingan. Namun, ada kekhawatiran soal kondisi sang penjaga gawang, Mike Maignan. Kiper asal Prancis itu terpaksa keluar lapangan pada babak kedua. Menurut Football Italia, mengabarkan kalau Maignan mengalami cedera di bagian betis kanan. Ini adalah cedera kambuhan. Karena ini adalah cedera yang sudah dideritanya sejak awal bergabung dengan Milan. Kini dibutuhkan pemeriksaan lebih lanjut agar klub tahu separah apa cedera yang diderita Maignan. Sementara, posisinya bisa digantikan oleh Pietro Terracciano.

KALAH DARI SASSUOLO, SARRI LANGSUNG KABUR

Ada yang menarik dari laga antara Sassuolo dan Lazio. Saat Lazio kalah, banyak media yang menunggu kehadiran Maurizio Sarri di sesi jumpa pers pasca laga. Namun, sang pelatih justru tak menampakan batang hidungnya. Ternyata, sang pelatih dikabarkan langsung meninggalkan stadion usai peluit panjang dibunyikan. Sebagian media pun beranggapan kalau Sarri kabur atau menghindari pertanyaan-pertanyaan wartawan. Tapi, menurut Football Italia, Sarri tidak kabur karena takut. Ia buru-buru meninggalkan stadion karena alasan kepentingan keluarga. Alhasil, sang asisten, Marco Ianni menggantikannya. Marco meminta maaf karena sudah mengecewakan penggemar.

SUDAKOV TETEP MAIN MESKI APARTEMENNYA DIBOM RUSIA

Mampir sebentar ke Portugal, ada kabar kurang mengenakan yang menimpa pemain baru Benfica asal Ukraina, Georgiy Sudakov. Dilansir BBC, apartemennya di Kyiv baru saja diserang pesawat tak berawak milik Rusia pada tanggal 8 September. Sudakov bahkan sudah membagikan foto dan video kondisi apartemennya yang hancur itu. Meski sedang diselimuti perasaan duka dan was-was karena seluruh keluarganya berada di Kyiv, Sudakov tetap profesional. Sudakov tetap menjalani debutnya bersama Benfica melawan Santa Clara, Sabtu lalu.

AL-NASSR SIAPKAN 130 JUTA EURO UNTUK FODEN

Bergeser ke Asia, ada Al-Nassr yang kabarnya menyiapkan dana besar untuk membujuk bintang Manchester City, Phil Foden. Dilansir Fichajes, klub yang juga dibela Cristiano Ronaldo itu telah menyiapkan proposal senilai 130 juta euro untuk memboyong Foden. Ketertarikan Al-Nassr bukanlah suatu kebetulan. Tim Arab Saudi ini telah lama berupaya memperkuat skuadnya dengan pemain-pemain papan atas. Mereka ingin menghadirkan pemain-pemain top yang akan menunjang performa sang mega bintang, Cristiano Ronaldo. Foden salah satunya. Kini, keputusan ada di tangan Foden.

RIDHO CARI KLUB LUAR NEGERI, BAKAL KEMANA?

Dari Indonesia, ada kode abroad yang dikeluarkan oleh Rizky Ridho. Mengutip dari Merdeka, secara terbuka, Ridho menyatakan tidak menutup kemungkinan untuk berkarier di luar negeri. Ridho menegaskan bahwa komunikasi dengan agennya tengah berjalan intensif untuk membahas klausul-klausul penting yang berkaitan dengan masa depannya. “Benar ada komunikasi dengan agen saya. Saya sedang urus klausul-klausul yang orang-orang tunggu, yaitu saya bisa main abroad. Jadi tunggu saja,” kata kapten Macan Kemayoran tersebut. Sejauh ini, FC Tokyo jadi salah satu klub yang konon sudah berkomunikasi dengan pihak Ridho. Kira-kira kemana ya?

NEWCASTLE SIAPKAN DANA UNTUK VAN HECKE

Newcastle United dikabarkan tengah mempersiapkan tawaran untuk mendatangkan bek Brighton, Jan Paul van Hecke paling cepat Januari nanti. Melansir dari Football Insider, Eddie Howe sudah memetakan bek asal Belanda itu sebagai pendukung Dan Burn di sektor pertahanan. Howe juga menyebut kalau Van Hecke adalah salah satu bek tengah terbaik di Premier League saat ini. Van Hecke sendiri berpotensi tergoda untuk pindah, terutama jika ada kesempatan tampil di Liga Champions. Apalagi Brighton belum memberikan tanda-tanda memperpanjang kontraknya. 

DEMI BEK PALMEIRAS INI, ARSENAL GELUT SAMA BARCA

Demi mendapatkan tenaga bek Palmeiras, Luis Benedetti Arsenal harus bergelut dengan tim besar Eropa lainnya. Menurut Tribal Football, Meriam London menghadapi persaingan dari Barcelona yang juga menyatakan minat pada Benedetti. Palmeiras meminta bayaran 15 juta euro untuk Benedetti, sementara Barcelona bersedia menawarkan sekitar 12 juta euro. Los Cules melihat bek 19 tahun itu sebagai pengganti jangka panjang Iñigo Martínez. Sementara Arsenal juga butuh bek muda setelah melepas Jakub Kiwior ke Porto. 

WONDERKID LILLE YANG BIKIN RAKSASA INGGRIS KESENGSEM

Gelandang muda berbakat milik Lille ini ternyata sukses membuat dua raksasa Liga Inggris tergoda dengan pesona dan skillnya. Mengutip dari Caughtoffside, Liverpool dan Arsenal dikabarkan tertarik merekrut Ayyoub Bouaddi yang baru berusia 17 tahun itu. Keduanya sudah mulai mengirim perwakilan scouting untuk memantau permainan Ayyoub di Lille. Saat ini, harga pemuda asal Prancis itu berada di kisaran 40 juta pounds. Liverpool dan Arsenal langsung bergerak karena Ayyoub mendekati tahun terakhir kontraknya di Lille. 

MARESCA: TIDAK ADA TEMPAT DI CHELSEA UNTUK STERLING DAN DISASI

Manajer Chelsea, Enzo Maresca telah dengan tegas mengatakan bahwa para pemain yang gagal dijual di bursa musim panas tidak memiliki masa depan di timnya. Melaporkan dari Daily Mail, Maresca menyebut tidak tempat yang tersedia bagi mereka di dalam skuad asuhannya. Nama-nama yang dimaksud adalah Raheem Sterling dan Axel Disasi yang gagal pindah klub. Sterling sebelumnya tak mencapai kesepakatan dengan Fulham, sementara Disasi menolak tawaran pinjaman ke klub lain karena harapannya kembali ke AS Monaco. 

LEWAT DOKUMENTER, MADRID LAPORKAN WASIT LA LIGA KE FIFA

Inggris sudah, saatnya mampir ke Spanyol. Setelah wasit memberikan kartu merah langsung kepada Dean Huijsen di laga melawan Sociedad, Real Madrid menjadi naik pitam. Mengabarkan dari Diario AS, Madrid akan mengajukan keluhan resmi ke FIFA atas keputusan wasit yang dianggap merugikan. Mereka mengirimkan keluhan berupa video dokumenter yang berisi cuplikan keputusan kontroversial wasit dari musim lalu hingga yang terbaru. Video tersebut akan diunggah juga di kanal Madrid TV. Menurut Madrid, wasit dan VAR telah salah menafsirkan situasi dan sengaja memanipulasi hasil. 

KALAU DIBERHENTIKAN, DON CARLO CUMA MAU BALIK KE MADRID

Dalam sebuah wawancara terbaru, Carlo Ancelotti mengungkapkan tim mana yang ingin latih setelah memimpin Timnas Brazil di Piala Dunia 2026. Melansir dari Mundo Deportivo, Don Carlo menyebut jika ia diberhentikan jadi pelatih Brazil, satu-satunya klub yang akan dilatih adalah Real Madrid. Manajer senior asal Italia itu ingin balik ke Madrid karena menyimpan kenangan indah selama dua periode di sana. Ancelotti sudah memikirkannya dengan matang untuk hanya ingin menerima tawaran dari Los Galacticos bila kontraknya tak diperbarui Brazil. 

SARRI MINTA KALENDER SEPAK BOLA GLOBAL DIREVISI

Bergeser ke Italia. Maurizio Sarri mendesak adanya perubahan dalam kalender pertandingan sepak bola global karena banyaknya jeda internasional dalam satu musim. Mengutip dari Football Italia, Sarri mengatakan bahwa para pemain hanya bersama klub sekitar setengah tahun dan sisanya digunakan untuk tugas internasional. Sebab itulah, Sarri selalu mendapati pemainnya yang pulang dari tugas negara kembali dengan cedera ringan. Mantan pelatih Chelsea itu mengatakan cedera itulah yang mengganggu persiapan klub. 

MOTTA MAU LANJUT MELATIH DI ITALIA AJA

Usai dipecat dari jabatannya sebagai manajer Juventus Maret lalu, Thiago Motta berujar bahwa ia hanya ingin lanjut melatih di Italia saja. Menurut Foot Italia, Motta kini berambisi kembali melatih dengan mengambil tawaran dari klub Serie-A. Keputusan itu diambil karena Motta masih nyaman dengan atmosfer Italia dan belum berpikir mengambil job di luar negeri. Agen Motta menyebut kliennya telah mendapat beberapa tawaran, termasuk dari luar negeri. Tapi, pria 43 tahun itu belum berminat dan ingin tetap di Italia. 

HOENESS SUKA IKUT CAMPUR, SAMMER BELA EBERL

Mampir sebentar ke Jerman. Matthias Sammer menanggapi ketegangan internal di Bayern Munchen dengan membela Max Eberl sebagai Direktur olahraga. Melaporkan dari Get Football News Germany, Sammer mendorong agar Eberl tak tinggal diam jika mendapat kritik dari Uli Hoeness. Mantan pemain Borussia Dortmund itu meminta agar Eberl berani melawan Hoeness yang sudah kelewatan ikut campur dalam pekerjaannya . Diketahui, Hoeness sebagai presiden kehormatan Munchen dianggap suka mengkritik Eberl dalam hal transfer jual beli pemain. 

NETIZEN BILANG NOVA LEBIH BAGUS DARI VANENBURG

Pulang ke sepak bola Indonesia. Meskipun Timnas Indonesia U-17 kalah dari Makedonia Utara dalam laga uji coba, netizen Indonesia memberikan tanggapan positif untuk Nova Arianto. Mengabarkan dari TvOne News, netizen ramai mengapresiasi permainan anak asuh Nova yang dianggap lebih rapi dan terstruktur. Selain itu, netizen bahkan membandingkan taktik yang digunakan Nova dengan gaya kepelatihan Gerald Vanenburg di timnas U-23. Menurut netizen, taktik Nova dinilai lebih menarik dan game plan yang diperagakan lebih atraktif. 

Lucunya Liga Inggris: Pelatih yang Bawa Timnya ke Eropa Dipecat Duluan, Sementara….

0

Hari yang indah, tapi tidak buat Nuno Espirito Santo. Pelatih yang membawa Nottingham Forest ke kancah Eropa setelah sekian purnama ini justru menjadi manajer pertama Liga Inggris yang dipecat musim ini. Alih-alih diberi kesempatan sebagai bentuk penghargaan, Nuno justru dipaksa mengepak koper dan angkat kaki dari City Ground.

Yang bikin keputusan ini terasa janggal, ada beberapa pelatih yang lebih layak dipecat lebih dulu musim ini. Graham Potter di West Ham, misalnya, yang tak kunjung membawa tim ke level terbaik. Atau, Ruben Amorim, pelatih Portugal lainnya yang punya reputasi mentereng, tapi makin menenggelamkan Manchester United.

Lantas, kenapa Nuno Espirito Santo yang jadi “tumbal” pertama? Kenapa Nottingham Forest tega memecatnya? Apa intrik yang ada di dalam tubuh Forest sehingga mengambil keputusan yang boleh jadi, akan merugikan mereka sendiri di masa depan?

Penyelamat Forest, Membawa ke Eropa

Nuno Espirito Santo tiba di Nottingham Forest pada Desember 2023 lalu. Eks manajer Tottenham Hotspur ini menggantikan Steve Cooper, pelatih mengembalikan The Tricky Trees ke Liga Primer Inggris. Saat Nuno datang, Forest seperti kapal yang hampir karam dengan mendekat ke mulut degradasi.

Beban berat pun ditaruh di pundak Nuno. Pelatih yang tak punya prestasi jempolan ini mesti menghindarkan klub yang saat itu berada di peringkat 17, dan kalah lima kali dari enam pertandingan, dari degradasi. Langkah Nuno terasa berat lantaran Nottingham juga mendapat pengurangan empat poin akibat melanggar aturan PSR di Liga Inggris.

Tidak mudah bagi Forest mentas dari posisi 17. Yang dilakukan Nuno akhirnya bikin Forest bertahan di posisi itu hingga musim berakhir. Peringkat 17 adalah zona aman. Nuno menyelamatkan Nottingham Forest lewat enam kemenangan di akhir musim 2023/24. Dua kemenangan di antaranya saat menghadapi Newcastle dan Manchester United.

Sukses menyelamatkan The Tricky Trees dari degradasi, kepercayaan diri Nuno meningkat. Dengan transfer impresif di awal musim 2024/25, Nuno mengerek posisi Nottingham Forest. Tak tanggung-tanggung, dari yang sebelumnya ada di posisi 17, naik ke posisi tujuh di akhir musim 2024/25.

Jika kita melempar ingatan ke musim itu, Forest meyakinkan sejak pekan-pekan awal. Mereka mengalahkan Liverpool di pekan keempat. Kekalahan itu menjadi satu-satunya kekalahan Liverpool musim lalu, sebelum kalah di tangan Fulham pada pekan ke-31.

Finis di peringkat tujuh, Nottingham Forest berhak tampil di Eropa untuk pertama kalinya sejak 1996. Awalnya Forest akan bermain di Liga Konferensi Eropa, namun dipromosikan ke Liga Eropa menggantikan Crystal Palace.

Jatah Liga Eropa Palace dianulir lantaran kasus multi club ownership, di mana dua atau lebih klub yang dimiliki orang yang sama tidak boleh bermain di satu kompetisi yang sama. Pemilik Olympique Lyon yang juga lolos ke Liga Eropa adalah orang yang sama dengan pemilik Crystal Palace.

Awal Musim yang Tidak Begitu Buruk

Selain mengantarkan Nottingham Forest ke turnamen Eropa setelah 29 tahun absen, kinerja Nuno juga sebetulnya belum bisa dinilai buruk di awal musim ini. Forest memang dicincang West Ham di markas sendiri. Tapi paling tidak, itu satu-satunya kekalahan Forest di tiga pekan pertama musim ini.

Betul bahwa Forest tersingkir di Carabao Cup, tapi di Liga Primer Inggris, poin yang diraih Nottingham di tiga laga awal bahkan mengungguli tim seperti Newcastle United dan Manchester City.

Pemecatan ini bukan hanya terasa janggal, tapi lucu sekaligus ironis. Ada beberapa pelatih di Liga Inggris yang mestinya dipecat lebih dulu. Graham Potter, misalnya. Fans West Ham berkali-kali mendesak Potter supaya angkat kaki dari Stadion Olimpiade London. Kenapa?

Performa Buruk West Ham di Tangan Potter

Eks manajer Chelsea ini tak becus melatih West Ham. Dengan pemain seperti Lucas Paqueta, Jarrod Bowen, James Ward-Prowse, hingga Niclas Fullkrug, West Ham justru kian ambruk di tangan Potter. Bekas manajer Brighton ini datang pada Januari 2025.

Semula The Hammers mendatangkannya agar performa membaik dari ketika ditukangi Julen Lopetegui. Namun, Potter gagal memenuhi tuntutan itu. The Hammers cuma finis di posisi 14. Satu-satunya yang bisa dibanggakan Potter musim lalu sekadar lebih baik dari Manchester United.

Periode melatih West Ham juga menjadi catatan buruk bagi Potter sendiri. Graham Potter hanya mendapatkan rata-rata 1 poin per pertandingan kala menukangi West Ham. Lebih buruk dari saat di Chelsea maupun Brighton. Kendati kita juga perlu memahami, waktunya melatih West Ham masih belum selama waktu melatih Chelsea atau The Seagulls.

Tapi melihat reaksi fans yang tak yakin pada Potter, cukup menjadi alasan kenapa ia layak untuk segera dipecat. West Ham, secara permainan maupun secara tim, seakan-akan tidak mempertontonkan arah yang benar. Pertanyaannya, kenapa Potter tak kunjung dipecat?

West Ham Bimbang

Usai dihajar Chelsea 5-1, gaung pemecatan Potter terdengar. Akan tetapi, pihak manajemen masih berbelas kasih pada manajer kelahiran Solihull ini. Apa bentuk belas kasihnya? Potter diberi kesempatan dua pertandingan lagi, melawan Wolves dan Nottingham Forest. West Ham bertekuk lutut di hadapan Wolverhampton Wanderers di Carabao Cup.

Kekalahan ini mengakibatkan The Hammers tersingkir dari Carabao Cup. Ajaibnya, di laga menghadapi Nottingham Forest, West Ham mengamuk. Bowen, Paqueta, dan Callum Wilson bergantian memaksa Matz Sels memungut bola dari gawangnya.

Kemenangan tersebut meredam isu Potter akan dipecat. West Ham pun sejatinya masih ragu memecat Potter. Mereka masih mikir-mikir soal biaya kompensasi yang nilainya mungkin menyentuh 3,3 juta poundsterling, mirip yang dikeluarkan untuk Lopetegui.

West Ham juga sedang berhemat. Tidak hanya itu, West Ham kabarnya akan dijual oleh David Sullivan dan kolega. Mereka sedang mencari pemilik baru yang mau membeli klub asal London itu 800 juta poundsterling. Jadi tak ada waktu untuk mencari pelatih baru.

Ruben Amorim Juga Tak Kunjung Dipecat

Satu lagi pelatih yang lebih layak dipecat duluan ketimbang Nuno Espirito Santo. Orang itu adalah Ruben Amorim. Mungkin betul, mau dipecat maupun tidak, pengaruhnya tak signifikan pada Manchester United. Selama mereka belum sungguh-sungguh menemukan sumber penyakitnya.

Namun, dilihat dari segi mana pun Mas Ruben memenuhi kriteria untuk dipecat. United kalah di final Liga Eropa musim lalu. Kemudian dilatih Ruben Amorim, Manchester United hanya finis di posisi 15. Ruben Amorim juga menjadi pelatih dengan persentase kemenangan terburuk dari seluruh manajer yang pernah membesut United setelah Sir Alex Ferguson, yakni 36,4%.

Apa lagi coba? Musim ini? Ruben Amorim gagal membawa Setan Merah melangkah lebih jauh di Carabao Cup. MU kalah dari Grimsby Town di putaran kedua. Kurang apa lagi?

Namun, Amorim tak kunjung dipecat. Manajemen United seperti belum kepikiran untuk mendepaknya. Sementara Amorim yakin akan bertahan lebih lama. Ia yakin pemilik MU akan mendukungnya. Hanya media yang getol memberitakan isu pemecatan Amorim.

Konflik dengan Marinakis

Kalian pun bertanya-tanya, lha terus kenapa Nuno Espírito Santo dipecat Nottingham Forest saat Ruben Amorim dan Graham Potter belum dipecat klubnya masing-masing? Soal penampilan dan performa, Nuno menceklis itu semua. Tapi pemecatan manajer atau pelatih tidak hanya dan tidak mesti karena itu.

Apa yang dialami pelatih gundul ini hampir mirip dengan pelatih gundul lainnya di Bundesliga. Ya, ini soal konflik kepentingan. Hubungan Nuno dan pemilik Nottingham Forest, Evangelos Marinakis ambyar. Padahal sebelumnya baik-baik saja.

Musim lalu, Marinakis pernah memprotes Nuno karena Taiwo Awoniyi terus dimainkan padahal sedang cedera. Nuno berdalih itu bukan masalah besar. Hubungannya dengan Marinakis baik-baik saja. Hingga pada musim baru, datang Edu Gaspar sebagai direktur olahraga global baru yang menangani klub-klub milik Marinakis, termasuk Nottingham Forest.

Kehadiran orang yang pernah bekerja di Arsenal ini disinyalir memicu keretakan hubungan Nuno dan Marinakis. Nuno sering menyindir Nottingham Forest yang tidak benar-benar menyiapkan diri untuk bursa transfer. Mungkin Nuno tidak diajak rembukan oleh Edu.

Awal musim ini, Nuno sampai ketakutan akan pekerjaannya. Forest memang mengeluarkan 180 juta poundsterling musim ini. Namun, pelatih asal Portugal itu sulit mengintegrasikan para pemain baru dengan skemanya. Selain itu, Nuno dipaksa putar otak akibat kehilangan pemain seperti Anthony Elanga dan Danilo yang jadi kunci musim lalu.

Pemecatan Nuno Espirito Santo oleh Nottingham Forest ini memberi kita pelajaran. Bahwa tidak masalah bekerja dengan buruk. Selama tidak mengkritik bos dan selalu memujinya, kamu akan aman dari layoff. Ruben Amorim dan, ehm, Bahlil Lahadalia buktinya.

Sumber: BBC, TBRFootball, MEN, SkySports, Transfermarkt, TheGuardian

Ada Jagoanmu? Update Tim yang Sudah Lolos ke Piala Dunia 2026

0

Setelah jeda internasional September selesai, beberapa tim yang bermain di Kualifikasi Piala Dunia 2026 akhirnya memastikan satu tiket ke Amerika Serikat. Khusus Benua Eropa belum, karena mereka baru memulai babak kualifikasi. 

Sementara CONCACAF sudah mengirim Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada lewat jalur tuan rumah. Selain tiga negara ini ada 15 negara lainnya dari berbagai konfederasi telah memastikan diri ke Piala Dunia 2026. Siapa saja kelimabelas negara tersebut?

AFC

Kita mulai dari konfederasi yang menaungi negara kita. Indonesia sendiri belum memastikan tiket ke Piala Dunia 2026. Anak asuh Patrick Kluivert masih harus berjuang di putaran keempat menghadapi Irak dan Arab Saudi. Namun, AFC telah mengirim enam wakilnya ke Amerika Serikat. Keenam wakil itu runner-up dan juara di masing-masing grup di putaran ketiga. Siapa saja?

Pertama, Australia. Sempat diambang tidak lolos langsung sebelum menghadapi Indonesia di Sydney, Socceroos kembali menjawab bahwa mereka ahlinya ke Piala Dunia. Pergantian pelatih dari Graham Arnold ke Tony Popovic berpengaruh besar.

Saat dilatih Arnold, Australia gagal menang di GBK. Tapi ditukangi Popovic, mengamuk kala menjamu Indonesia di Sydney. Setelah menggebuk Indonesia, Australia makin ganas. China, Jepang, dan Arab Saudi takluk di tangan Martin Boyle cs.

Kedua, Jepang. Meski mimin taruh setelah Aussie, Jepang adalah tim pertama yang lolos dari zona Asia. Asuhan Hajime Moriyasu lolos ke Piala Dunia 2026 dengan poin nyaris sempurna, andai tak keok dari Australia.

Ketiga, ada Iran. Team Melli begitu perkasa di Grup A. Tak ada tim yang bisa mengalahkan pasukan Amir Ghalenoei di putaran ketiga, kecuali Qatar. Iran lolos ke Piala Dunia usai mengumpulkan 23 poin. Keempat, tim yang satu grup sama Iran, Uzbekistan.

Klub berjuluk Serigala Putih ini memastikan tiket ke Amerika Serikat setelah menahan imbang Uni Emirat Arab. Ini adalah pencapaian yang lebih dari luar biasa bagi Uzbekistan. Sebab ini adalah kali pertama negara Asia Tengah itu lolos ke Piala Dunia.

Lolosnya Uzbek ke Piala Dunia sekaligus menjadi bukti bahwa negara ini tidak hanya piawai menelurkan ulama pilih tanding macam Imam Bukhari, Imam Tirmidzi, hingga Ibnu Sina, tapi juga bakat-bakat hebat di dunia sepak bola. Abdukodir Khusanov, Eldor Shomurodov, sampai Abbosbek Fayzullaev bukti bahwa Uzbekistan tak butuh negara lain untuk mengembangkan bakat.

Kelima, ada Yordania yang juga untuk kali pertama lolos ke Piala Dunia. Saat Indonesia masih berdebat soal pentingnya naturalisasi dan penguasaan bola, Yordania telah menghasilkan tim nasional yang mampu bersaing di level Asia. Lolos ke final Piala Asia 2023 ternyata sinyal bahwa negara yang terhimpit konflik Timur Tengah itu siap terbang lebih tinggi.

Menariknya, timnas yang terbentuk jauh belakangan setelah Timnas Indonesia ada ini, lolos ke Piala Dunia tanpa mencomot bakat dari Eropa dan tanpa perlu unggul penguasaan bola. Lihat saja statistiknya saat mengalahkan Oman dan Palestina, serta menahan imbang Korea Selatan di putaran ketiga. Ali Olwan dan kolega lolos sebagai runner-up Grup A dengan 16 poin.

Keenam, juara Grup A, Korea Selatan. Gonjang-ganjing di tubuh federas, di mana Hong Myung-bo ditunjuk konon lewat cara kotor, tak membuat Korsel lunglai. Sempat meragukan tatkala ditahan imbang Yordania dan Palestina, tapi Taeguk Warriors akhirnya lolos ke Piala Dunia berbekal enam kemenangan dan empat seri di putaran ketiga.

CONMEBOL

Setelah dari Asia, kita akan menyeberangi Samudera Pasifik dan Atlantik menuju Amerika Latin. Konfederasi Sepak Bola Amerika Latin alias CONMEBOL baru saja menyelesaikan babak kualifikasi. Perlu diketahui, Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona CONMEBOL diikuti oleh 10 tim. Tidak memakai sistem grup, tapi 10 negara dijadikan satu grup, semacam liga.

Peringkat satu sampai enam akan otomatis ke Piala Dunia, sedangkan tim yang finis di posisi tujuh akan dikirim ke play-off antarkonfederasi. Nah, Argentina sukses memuncaki klasemen dengan 38 poin. Anak asuh Lionel Scaloni mengantongi 12 kemenangan, dua hasil seri, dan empat kekalahan.

Kendati memuncaki klasemen, Argentina bukan tim yang menarik perhatian di kualifikasi zona CONMEBOL, melainkan Ekuador. Finis di bawah Albiceleste, Ekuador menelan dua kekalahan saja. Tentu kalian tahu siapa yang mengalahkan mereka.

Meski kalah dari Argentina di Buenos Aires dan gagal revans dari Brasil, tim yang diperkuat Enner Valencia ini mengalahkan Argentina di pertemuan kedua. Ekuador juga mengalahkan Uruguay. Ekuador mestinya mendapat 32 poin, tapi karena dokumen palsu salah satu pemainnya, mereka dikurangi tiga poin.

Terlepas dari kasus itu, performa Ekuador luar biasa setahun terakhir ini. Terutama setelah Sebastian Beccacece menggantikan Felix Sanchez. Pelatih asal Argentina ini memimpin Ekuador dalam 10 pertandingan, tanpa satu pun menelan kekalahan. Ini merupakan rekor tak terkalahkan terpanjang dalam sejarah Ekuador.

Jumlah kekalahan Ekuador tak cuma lebih sedikit dari Argentina, namun juga dari Kolombia, Uruguay, Brasil, dan Paraguay yang lolos setelah mengamankan peringkat tiga, empat, lima, dan enam. Kebetulan poin keempat negara tersebut sama, yakni 28 poin.

Piala Dunia 2026 nanti juga akan menjadi ajang comeback-nya Paraguay setelah absen kurang lebih 15 tahun lamanya. Tim yang diperkuat “Raditya Dika” itu lolos setelah susah payah menahan imbang Ekuador. Walau cuma imbang, poin itu krusial karena memastikan tempat Paraguay di Piala Dunia 2026.

Lolosnya La Albirroja menjadi semacam penebusan dosa bagi generasi sebelumnya. Generasi baru yang dipimpin Miguel Almiron dan Julio Enciso akan menulis sejarah baru dalam persepakbolaan Paraguay. Saking bangganya, Presiden Paraguay, Santiago Pena sampai menetapkan hari kelolosan negaranya ke Piala Dunia sebagai hari libur nasional.

Sementara itu, meski lolos ke Piala Dunia, Brasil mencatatkan rekor terburuk dalam sejarah. Anak asuh Carlo Ancelotti kalah dari Bolivia di laga pamungkas. Brasil cuma mengumpulkan 28 poin di babak kualifikasi.

Ini pertama kalinya Selecao mengemas poin kurang dari 30 di babak Kualifikasi Piala Dunia zona Amerika Latin sejak 1996. Lolos dengan finis di posisi kelima juga menjadi yang terburuk buat Brasil. Jika memakai format lama, anak asuh Carlo Ancelotti akan terlempar ke babak play-off antarkonfederasi.

CAF

Dari Amerika Latin kita terbang ke Afrika. Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona CAF memang belum selesai. Namun, sudah mengirim dua wakilnya. Semifinalis musim lalu adalah yang pertama lolos dari Benua Afrika.

Maroko begitu superior di babak kualifikasi zona CAF. Betapa tidak? Pasukan Walid Regragui tak tersentuh satu pun hasil imbang maupun kekalahan. Tujuh laga, tujuh kemenangan. Singa Atlas bahkan cuma kebobolan dua gol. Kepastian lolos ke Piala Dunia 2026 didapat setelah mencukur Niger lima gol tanpa balas. 

Perkembangan Timnas Maroko mungkin tidak banyak dibicarakan setelah Piala Dunia Qatar. Namun, Maroko ternyata telah diperkuat darah-darah baru. Sebutlah seperti Eliesse Ben Seghir yang memperkuat AS Monaco. Ia pemain yang berebut sorotan di Liga Prancis bersama Desire Doue.

Selain itu ada Hamza Igamane, bomber tak terlacak yang berhasil didapatkan Lille. Sebelum di Lille, Igamane telah mencetak 13 gol bersama Rangers musim lalu. Lalu, Bilal El Khannouss, pemain Leicester City yang jadi rebutan Arsenal dan Tottenham Hotspur, namun justru merapat ke Stuttgart.

Ada juga Ismail Saibari, pemuda 24 tahun yang mencetak 14 gol bersama PSV Eindhoven musim lalu. Nama-nama tadi menunjukkan bahwa Maroko sekarang bukan hanya soal Hakimi, Amrabat, En-Nesyri, atau Hakim Ziyech saja.

Tim kedua dari Afrika yang lolos adalah Tunisia. Kepastian itu dapat setelah mengalahkan Guinea Ekuatorial lewat gol telat Ali Ben Romdhane. Ini adalah keikutsertaan ketiga secara beruntun bagi Tunisia di Piala Dunia. Mereka lolos setelah mengumpulkan 22 poin dan tak tersentuh satu pun kekalahan.

Oseania

Terakhir di daftar ini berasal dari Benua Oseania. Siapa lagi kalau bukan New Zealand. Selandia Baru lolos ke Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Kaledonia Baru di babak final putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia zona OFC. Walaupun bermain tanpa striker andalan Chris Wood yang sedang cedera.

Pencapaian ini membuat Selandia Baru akan merasakan kembali atmosfer Piala Dunia setelah tiga edisi sebelumnya absen. Selandia Baru selalu tersingkir di babak play-off di 2014, 2018, dan 2022. Kini setelah Australia pindah ke AFC dan FIFA menambah jumlah peserta Piala Dunia, mudah bagi Selandia Baru untuk lolos.

Itu tadi negara-negara yang sudah memesan tiket ke Piala Dunia 2026. Yang belum lolos, tenang, masih ada kesempatan edisi berikutnya. Buat negara yang masih berjuang di babak kualifikasi, ganbatte! Mudah-mudahan lolos, ya. Kalau nggak ya, nggak apa-apa, masih ada turnamen sub konfederasi.

Sumber: BBC, CAFOnline, YahooSports, Al-Jazeera, TNTSports, CNN, YahooSports, ESPN, TheAthletic

Mengapa Timnas Brasil Sekarang Dianggap Terburuk Sepanjang Sejarah?

0

Brasil kalah dari Bolivia di laga terakhir Kualifikasi Piala Dunia 2026. Kekalahan ini, walau cuma 1-0, terasa menyakitkan. Carlo Ancelotti dan sang presiden federasi, Samir Xaud marah-marah karena merasa dicurangi wasit, polisi, dan… ball boy. Agak lucu memang. Meskipun bisa dipahami kenapa mereka sampai menyalahkan pihak lain atas kekalahan itu.

Namun, Timnas Brasil, termasuk segala yang terlibat di dalamnya, malah semestinya menyadari diri sendiri. Betapa mereka sekarang dicap sebagai Timnas Brasil terburuk sepanjang sejarah. Kamu pasti bingung, kenapa kok sampai ada anggapan semacam itu?

Bagaimana mungkin Selecao asuhan Carlo Ancelotti yang belum lama ini melatih, sudah dicap sebagai yang terburuk sepanjang sejarah? Ketimbang menerka-nerka, yuk kita lihat apa yang terjadi pada Selecao sekarang.

Lolos ke Piala Dunia 2026, Namun….

Brasil bukannya tidak lolos ke Piala Dunia 2026. Dan untungnya itu tidak terjadi. Carletto masih menyelamatkan muka Selecao di Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona CONMEBOL. Tiket ke Amerika Serikat pun digenggam, walaupun kalah dari Bolivia di laga pamungkas.

Bersama Argentina, Ekuador, Kolombia, Uruguay, dan Paraguay, Brasil mewakili Amerika Latin di turnamen empat tahunan itu. Sebetulnya masih ada satu lagi calon wakil dari benua ini. Ia adalah Bolivia. Namun tim nasional yang berjuluk La Verde ini hanya finis di posisi tujuh, dan mesti melakoni babak play-off antarkonfederasi.

Lalu, apa yang salah? Toh Timnas Brasil tetap lolos ke Piala Dunia 2026. Betul. Itu berarti Selecao tak pernah absen bermain di Piala Dunia sejak pertama kali diadakan pada 1930. Namun, yang jadi soal bukan lolos atau tidak, melainkan hasilnya di babak kualifikasi. Memangnya ada yang salah dari kualifikasi yang dilakoni Brasil?

Kualifikasi Terburuk Timnas Brasil

Jawabannya ada. Kualifikasi Piala Dunia edisi kali ini menjadi Kualifikasi Piala Dunia terburuk yang pernah dilakoni Timnas Brasil. Ada banyak faktor yang mendasari hal itu. Pertama, mari kita lihat pada poin yang diperoleh pasukan Carlo Ancelotti.

Selecao meraih 28 poin di babak kualifikasi. Angka itu saja menjadi yang terburuk sepanjang sejarah Timnas Brasil di babak Kualifikasi Piala Dunia sejak 1996. Poin yang didapat Brasil itu juga sama dengan poin Paraguay yang finis di belakangnya.

Tak perlu jauh-jauh untuk melihat bahwa Brasil mengalami kemerosotan. Pada Kualifikasi Piala Dunia Qatar lalu saja, Brasil finis dengan meraih 45 poin, 17 poin lebih banyak dari yang mereka dapatkan di kualifikasi yang baru saja berakhir. Poin yang didapat Brasil ini bahkan lebih buruk saat mereka melakoni babak Kualifikasi Piala Dunia 2002 lalu.

Brasil memang juara di edisi itu, tapi di babak kualifikasi hanya sanggup mengumpulkan 30 poin. Ini poin terendah sepanjang sejarah, hingga poin terendah ini lalu dipecahkan pada Kualifikasi Piala Dunia 2026. Akibat poin yang rendah, Brasil cuma finis di posisi kelima. Negara-negara seperti Uruguay, Ekuador, bahkan Kolombia berada di atas Brasil.

Jika ada satu tim besar yang diuntungkan atas penambahan kuota peserta Piala Dunia menjadi 48 negara, itu adalah Brasil. Betapa tidak? Sang juara lima kali ini hanya finis di posisi kelima dan di format lama, posisi tersebut tak akan membuat Brasil langsung lolos ke Piala Dunia.

Mereka harus melakoni babak play-off antarkonfederasi terlebih dahulu. Coba bayangkan itu yang terjadi. Ancelotti akan dirujak. Timnas Brasil yang semula kebanggaan Amerika Latin akan dicibir banyak orang. Selecao benar-benar akan menjadi aib bagi warga Brasil itu sendiri.

Banyak Wajah Baru, Andalan Tidak Dipanggil

Saat datang ke Brasil, Carlo Ancelotti sedikit bereksperimen pada pemanggilan pemain. Sejumlah nama baru masuk. Nama-nama seperti Douglas Santos, Wesley Franca, Hugo Souza, Estevao, Samuel Lino, hingga Vitinho yang hampir tidak pernah dipanggil atau bahkan tak pernah dipanggil sama sekali, justru dipanggil oleh Carletto.

Sebaliknya, pemain-pemain yang biasa mengisi skuad Brasil malah tak dipanggil. Ambil contoh Neymar. Ancelotti beralasan tak memanggil Neymar karena cedera minor. Selain Neymar, Ancelotti juga tak memanggil barang satu saja pemain Real Madrid ke Timnas Brasil. Apa alasannya?

Endrick Felipe dan Eder Militao tak dipanggil karena menurut Ancelotti, keduanya sedang cedera. Oke, nama-nama tadi tidak dipanggil karena alasan cedera. Namun, bagaimana dengan Vinicius Junior dan Rodrygo Goes? Ancelotti tak bisa memakai alasan cedera untuk kedua pemain. Inilah yang bikin publik terkejut.

Kedua pemain terlibat dalam kemenangan 3-0 Real Madrid atas Real Oviedo. Vinicius Junior bahkan mencetak satu gol di laga tersebut. Tapi Ancelotti tak memasukkan keduanya dalam daftar 23 pemain di Kualifikasi Piala Dunia zona CONMEBOL bulan September ini.

Apakah ini berarti Ancelotti sinis sama Real Madrid? Ah, berlebihan itu mah. Yang dikatakan Ancelotti hanyalah ia ingin bertemu dengan pemain-pemain baru di Timnas Brasil. Don Carlo ingin mengenal pemain lain yang bisa membantu Timnas Brasil meraih hasil lebih baik.

Buat Vini, sebenarnya juga karena ia kena skorsing. Tapi bagaimana dengan Rodrygo? Ada makna lain di balik itu. Barangkali Ancelotti punya masalah sama pemain yang satu ini. Tapi pada intinya, memanggil pemain baru memang bisa membuka peluang bagi pemain yang belum pernah memperkuat timnas.

Hanya saja ini bisa berisiko. Pemain yang belum punya caps di tim nasional lalu dipanggil ke ajang sebesar Kualifikasi Piala Dunia akan sedikit kikuk. Don Carlo boleh jadi telah menimbang betul akibatnya. Mau tak mau, ia pun harus menyadari, dengan kualifikasi yang buruk, itu berarti dirinya kini mendapat tekanan besar.

Bukan Salah Ancelotti

Sejujurnya apa yang terjadi pada Brasil sekarang bukan salah Ancelotti. Mantan manajer Chelsea ini baru melatih dalam empat pertandingan. Selecao sudah terpuruk sejak sebelum Carletto datang. Ingat bagaimana mereka kalah 4-1 atas rivalnya, Argentina, pada Maret 2025 lalu?

Waktu itu Brasil masih dilatih Dorival Junior. Tim Samba tak bisa menguasai permainan. Justru Albiceleste yang dimotori Enzo Fernandez dan bermain tanpa Lionel Messi, sekali lagi, tanpa Lionel Messi, justru menguasai permainan hingga membombardir gawang Brasil empat kali.

Dalam beberapa hal, kekalahan ini disebut lebih buruk dari kekalahan 7-1 atas Jerman di semifinal Piala Dunia 2014. Tidak cukup sampai di sana, kekalahan itu juga merupakan kekalahan terburuk Brasil dari sang rival sejak 1964. Kekalahan ini memperpanjang rekor Brasil yang tak pernah menang atas Albiceleste dalam lima pertemuan terakhir.

Kehilangan Identitas

Fakta lainnya, Selecao telah kehilangan identitasnya. Orang-orang Brasil biasanya menganggap bola sebagai teman dansa, bukan masalah yang harus dipecahkan. Maka dari itu muncul jogo bonito. Visi itu tak hilang, tapi bergeser. Kenapa bisa terjadi?

Banyak talenta Brasil keburu pergi dari tanah kelahirannya sebelum benar-benar menyadari dirinya sebagai “orang Brasil”. Tim-tim Eropa sekarang dengan cepat kepincut pada talenta Brasil, meski usianya masih jauh dari kata matang. Lihat apa yang terjadi pada Vitor Roque dan Endrick Felipe, misalnya.

Karena para talenta keburu pergi dari tanah kelahiran, mereka tidak lagi memperlakukan bola sebagai teman dansa. Semangat semacam itu terkikis oleh kebakuan taktik khas sepak bola Eropa. Sejak usia muda, para talenta Brasil ini sudah dicekoki latihan ala Eropa yang tidak mengedepankan kualitas individu, melainkan kolektivitas tim.

Nah, Don Carlo sebetulnya datang untuk mengembalikan identitas itu. Ia tipe pelatih yang percaya pada kualitas individu dan tidak terpaku pada taktik. Kebiasaan Ancelotti yang memberi kebebasan ke pemain, seperti pada Kaka di AC Milan atau Vinicius di Real Madrid, dipercaya bisa mengembalikan identitas jogo bonito.

Barangkali karena itu pula sekarang di Timnas Brasil tak sedikit diisi oleh mereka yang bermain di Liga Brasil. Kita tunggu, apakah Selecao bisa membalikkan rekor terburuk di babak kualifikasi menjadi sebuah trofi Piala Dunia seperti yang pernah dilakukan pada lebih dari dua dasawarsa lalu?

Sumber: Mirror, TheGuardian, DailyMail, YahooSports, AS, SI, ESPN, TheWiderPitch

Andre Onana Pergi dari MU: Kabar Buruk atau Bahagia?

0

Kiper-kiper Manchester United itu seperti awak kapal yang tak punya keahlian apa pun. Jangankan menjala ikan, masak mi instan aja harus buka Youtube terlebih dahulu. Tak mengherankan jika Manchester United akhirnya mendatangkan kiper baru. Harapannya sih bisa lebih berguna dari yang sudah ada.

Beberapa hari setelah mendatangkan Senne Lammens, United melepas salah satu kipernya. Andre Onana yang telah dijajakan ke sejumlah klub sejak negara Kepulauan Solomon belum terbentuk, akhirnya mendapat peminat.

Klub asal Turki, Trabzonspor muncul sebagai pahlawan yang berani memboyong Onana. Kendati hanya dalam bentuk kesepakatan peminjaman. Bagi fans United ini kabar bahagia. Tapi bagi entitas lain di luar itu?

Andre Onana Dipinjam Trabzonspor

Di Minggu yang tenang, Fabrizio Romano mengabarkan bahwa Andre Onana telah ‘here we go’ ke Trabzonspor. Kiper asal Kamerun itu setuju setelah kedua tim lebih dulu menjalin kesepakatan sebelum bursa transfer Liga Turki ditutup pada 12 September. Onana merapat dengan status pinjaman berdurasi satu musim.

Trabzonspor akan membayar penuh gaji Onana. United pun lega karena tak perlu membayar komedian yang tampil di panggung lain. Namun, klub berjuluk Claret-Blues ini tidak akan mengeluarkan sepeser pun biaya peminjaman. Juga tidak punya kewajiban untuk mempermanenkan Onana di akhir musim.

Barangkali Trabzonspor mengerti bahwa Onana punya ikatan batin yang kuat dengan fans Manchester United. Jadi mereka tak tega untuk memasukkan klausul wajib beli di akhir musim. Siapa tahu fans Setan Merah musim depan sudah kangen sama Yang Mulia Dipertuan Agung Andre Onana.

Pemain asal Kamerun ini tidak hanya akan mendapat gaji penuh dari Trabzonspor, tapi gajinya juga akan naik. Membaca laporan dari The Sun, Onana memiliki gaji pokok sekitar 120 ribu poundsterling per pekan. Namun gaji tersebut dipotong 25% oleh MU karena gagal ke kancah Eropa. Nah, Onana tidak cuma mendapat gaji di Turki.

Trabzonspor akan memberinya sejumlah bonus menggiurkan. Bonus-bonus itu akan membuat penghasilan Onana meningkat hampir dua kali lipat dari yang didapatkan saat bermain di Old Trafford. Hmmm…. pantesan doi akhirnya mengiyakan transfer Trabzonspor. In this economy, uang adalah segalanya bos.

Keuntungan Buat United

Peminjaman ini tidak cuma menguntungkan Onana, tapi juga Manchester United. Jika Onana akan mendapat menit bermain dan penghasilan lebih tinggi, United diuntungkan karena ruang gaji menjadi lebih longgar. Selain itu, Andre Onana sebenarnya memang ingin dijual oleh Setan Merah jelang bursa transfer ditutup.

Selain fans yang kepalang muak pada Onana dan berharap sang kiper angkat kaki, Ruben Amorim juga sebetulnya sama. Hanya saja, Mas Amorim menunggu momen yang tepat. Kebetulan menjelang musim baru dimulai, Onana mengalami masalah pada otot paha belakangnya. Situasi inilah yang jadi kesempatan Amorim untuk mencoba Altay Bayindir sebagai kiper utama.

Onana tak masuk skuad melawan Arsenal di laga pertama Premier League, kendati saat itu sudah fit. Onana juga tak turun di dua laga setelahnya, melawan Fulham dan Burnley. Kiper 29 tahun ini baru diturunkan Amorim di laga melawan Grimsby Town di Carabao Cup. Kamu pasti tahu gimana ujung ceritanya.

Well, meskipun tindakan untuk menyingkirkan Onana dari skuad United baru dilakukan akhir-akhir ini, benih ketidaksukaan Amorim pada sang kiper sejatinya sudah muncul dari musim lalu. Misalnya di pertandingan Liga Inggris terakhir melawan Aston Villa. Bayindir turun sebagai kiper utama dan penggantinya adalah Tom Heaton.

Di situ Onana diabaikan oleh Amorim akibat penampilan buruknya di final Liga Eropa. Sempat ada harapan bahwa Onana akan kembali mengisi posisi kiper utama di sejumlah media. Tapi kabar itu fatamorgana belaka. Onana tidak lagi diinginkan, dan ia tahu betul posisinya. Oleh karena itu, Onana menerima tawaran Trabzonspor.

Fans United Bahagia, Tapi Fans Klub Lain?

Perginya Onana ke Turki jelas membuat fans tenang dan bahagia. Walaupun harus menanggung utang dari bank plecit dan negara, minimal para fans tidak akan melihat Onana di sisa musim ini. Tidak di Premier League, tidak pula di FA Cup. Hati menjadi sedikit tenang karena opsi penjaga gawang lumayan, ada Senne Lammens dan Altay Bayindir.

Bukan apa-apa. Onana sering melakukan kesalahan yang sangat elementer. Tangan yang nggak sampai, tepisan yang kelewat, membiarkan Haaland menendang ke ruang kosong, dan silakan kamu mendaftar sendiri kekonyolan-kekonyolan Onana di kolom komentar. Tapi itu bagi fans MU, bagaimana dengan yang bukan fans Setan Merah?

Jelas kita akan kehilangan sosok yang menghibur di tiap akhir pekan. Para produsen meme sepak bola terancam gulung tikar. Sebab kalaupun Onana bertingkah comel di Liga Turki, tidak cukup menarik perhatian daripada saat ia melakukannya di Manchester United. Engagement-nya pasti akan lebih sedikit.

Lagi pula Trabzonspor bukan tim besar di Turki. Ia tidak seperti Besiktas, Fenerbahce, atau Galatasaray. Meskipun saat narasi ini ditulis, Trabzonspor berada di peringkat kedua. Selain itu, Claret-Blues juga tak bermain di kompetisi Eropa mana pun musim ini, karena mereka cuma finis di peringkat ketujuh musim lalu.

Mirip-mirip lah sama Manchester United. Hanya saja Trabzonspor lebih baik karena finis di peringkat 10 besar, sedangkan Setan Merah mengakhiri musim lalu di peringkat 15 besar. Sampai sini kamu mungkin penasaran, kenapa Trabzonspor meminjam Onana? Apa mereka nggak punya kiper bagus?

Kebutuhan Mendesak

Trabzonspor bukan United. Mereka jelas punya kiper bagus. Awal musim ini gawang Claret-Blues dijaga oleh Ugurcan Cakir. Trabzonspor bahkan baru kebobolan satu gol di empat laga pertama musim ini saat Cakir berada di bawah mistar. Sementara Onana di awal musim sudah kebobolan dua gol dalam satu pertandingan.

Sayangnya, kiper Timnas Turki itu dibajak oleh Galatasaray. Cimbom Aslan sampai mengeluarkan uang hingga 36 juta euro untuk membajak Cakir dari Trabzonspor. Cakir pergi setelah Trabzonspor ditahan imbang Samsunpor pada 1 September kemarin.

Kehilangan Cakir bikin Trabzonspor kelimpungan. Mereka butuh kiper berpengalaman segera. Pasalnya pada 15 September 2025 atau setelah jeda internasional, Trabzonspor akan menghadapi Fenerbahce. Mereka pun mengincar kesepakatan kiper sebelum bursa transfer ditutup dan bisa didaftarkan pada pertandingan tersebut.

Tidak banyak opsi yang tersedia. Namun, Trabzonspor berhasil mengidentifikasi dua nama yang cocok menggantikan Cakir. Dua nama itu berasal dari dua tim Manchester: Andre Onana dan Stefan Ortega. Trabzonspor akhirnya menjajaki kemungkinan transfer kedua kiper tersebut. Akan tetapi untuk Ortega, Trabzonspor tak kunjung mengirim tawaran.

Di sisi lain, Ortega juga masih mengevaluasi beberapa tawaran yang masuk. Sementara untuk Onana, Trabzonspor dengan cepat mendapat persetujuan dari United dan sang pemain. Tidak ada alasan pasti kenapa Claret-Blues memutuskan ambil Onana ketimbang Ortega.

Mungkin karena kiper Kamerun itu punya kaps lebih banyak dari Ortega. Kalau melihat kesepakatan yang terjalin adalah peminjaman dan bukan pembelian, ini adalah langkah cerdas yang diambil Trabzonspor. Artinya sangat mungkin Trabzonspor tidak melihat Onana sebagai opsi jangka panjang.

Kesempatan buat Sanne Lemmens

Kepergian Onana lewat jalur peminjaman ini juga menjadi kesempatan emas buat kiper baru United, Senne Lammens. Kiper Belgia itu hanya perlu bersaing dengan Syekh Bayindir di posisi penjaga gawang. Lupakan Tom Heaton, karena ia sudah paten menjadi kiper ketiga di Old Trafford.

Walaupun mungkin masih belum akan menjadi kiper utama, tapi melihat performa Bayindir yang juga tak begitu mengesankan, Lammens bisa lebih cepat menjadi kiper utama. Mudah-mudahan kesempatan ini bisa dimanfaatkan dengan baik oleh Lammens.

Jika ia menjadi kiper utama United, pelatih Timnas Belgia, Rudi Garcia akan segera melihatnya sebagai pengganti Thibaut Courtois. Anyway, buat yang ingin melihat Onana lagi, tenang saja. Beliau hanya pergi semusim saja kok. Simpan rindu kalian pada kiper yang satu ini untuk musim depan. Semoga sukses, Mas Onana. Njenengan beruntung pindah sebelum diadili.

Sumber: Goal, TheSun, TheAthletic, GiveMeSport, Cumhuriyet, Yenisafak, TRTSpor, Reuters

Mungkinkah Persib Bandung Ketemu Al-Nassr di Liga Champions Asia Dua?

0

Berjumpa bintang sepak bola dunia barangkali menjadi mimpi seluruh pemain. Tak terkecuali para pemain di Liga Indonesia. Tapi sesuatu yang hanya bisa menjadi bunga tidur itu, sekarang ada di depan mata. Ya, para pemain Persib Bandung punya kesempatan untuk bertemu bintang sepak bola dunia.

Siapa lagi kalau bukan Cristiano Ronaldo. Pertemuan itu bahkan tidak terjadi di pertandingan persahabatan atau karena Persib mengundang klub yang dibela Ronaldo, melainkan di sebuah kompetisi resmi bertajuk Liga Champions Asia Dua. Seberapa besar peluang Persib bertemu klub yang juga diperkuat Joao Felix tersebut?

Hasil Kurang Menyenangkan Al-Nassr

Kita mulai dulu dari Al-Nassr. Kenapa klub yang diperkuat Abangda Ronaldo ini bermain di kompetisi kasta kedua, alih-alih di Liga Champions Elite? Pertanyaan itu akan terjawab dengan menengok kiprah mereka musim lalu.

Penampilan Al-Nassr jauh dari kata trengginas. Meski diperkuat pemain seperti Sadio Mane, Al-Nassr menjalani musim dengan tergopoh-gopoh. Mereka bahkan dihajar kekalahan tak disangka saat melawan Al-Qadsiah, Al-Ettifaq, hingga Al-Fateh.

Klub berjuluk Faris Najd itu pun cuma mengumpulkan 70 poin, hasil dari 21 kali menang, 7 bermain seri, dan enam kali menelan kekalahan. Alhasil Ronaldo CS cuma bertengger di posisi tiga di Saudi Pro League musim lalu, berada di bawah sang jawara Al-Ittihad dan peringkat kedua, Al-Hilal.

Karena cuma finis di peringkat ketiga, Al-Nassr cuma mendapat tiket ke fase grup AFC Champions League Two. Mereka sebetulnya bisa bermain di AFC Champions League Elite apabila musim lalu menjuarainya. Tapi kan tidak. Al-Nassr tersingkir di babak semifinal oleh wakil Jepang, Kawasaki Frontale.

Persib Bandung Lolos Lewat Jalur Play-Off

Jika Al-Nassr lolos langsung ke fase grup, Persib Bandung tidak. Koefisien liga yang buruk mengharuskan juara Liga 1 musim lalu mesti menjalani play-off Liga Champions Asia Dua. Persib bertemu Manila Digger, runner-up Liga Filipina.

Pertandingan berlangsung di Gelora Bandung Lautan Api. Laga berjalan alot. Maung Bandung unggul di babak pertama melalui gol bunuh diri kiper Manila Digger, Michael Asong. Berawal dari tendangan Luciano Guayochea, bola gagal ditangkap sang kiper yang justru masuk ke gawang sendiri.

Sayangnya di babak kedua, gawang Teja Paku Alam dijebol Modou Joof pada menit ke-66. Namun di sekitar 20 menit jelang laga usai, tepatnya menit 73, Persib berhasil mengamankan kemenangan lewat gol Uilliam Barros yang menerima umpan silang dari Beckham Putra.

Kemenangan ini membawa Persib ke putaran final alias fase grup Liga Champions Asia Dua. Ini adalah kali kedua secara beruntun Persib akan bermain di kasta kedua kompetisi Asia tersebut. Bertambah spesial karena musim ini Al-Nassr juga bermain di Liga Champions Asia Dua. Jadi, inikah kesempatan Teja Paku Alam menguji seberapa kuat tendangan CR7?

Beda Wilayah

Ya. Tapi Persib perlu bersabar. Regulasi Liga Champions Asia Dua tidak menakdirkan mereka bertemu Al-Nassr lebih awal. Kompetisi ini dibagi menjadi dua wilayah, yakni barat dan timur. Pasukan Jorge Jesus bersama dengan sejumlah klub Timur Tengah lainnya masuk wilayah barat.

Al-Nassr sendiri tergabung di Grup D Wilayah Barat. Mereka satu grup dengan wakil Irak, Al-Zawraa; wakil Tajikistan, Istiklol; dan wakil India yang lolos dari babak play-off, FC Goa. Lalu, bagaimana dengan pasukan Bojan Hodak?

Beckham Putra dan kolega tergabung bersama tim Malaysia, Selangor FC; tim dari Singapura, Lion City Sailors; dan True Bangkok United di Grup G Wilayah Timur. Perbedaan wilayah ini membuat Persib dan Al-Nassr sulit bertemu di babak-babak awal. Tak terkecuali ketika masuk ke fase gugur.

Sesuai regulasi AFC, dua tim teratas masing-masing grup akan melaju ke fase gugur atau 16 besar. Berkaca pada musim lalu, babak 16 besar, perempat final, hingga semifinal akan memakai sistem home and away. Itu artinya, tim dari kedua wilayah tidak akan saling bentrok, kecuali di partai pamungkas alias pertandingan final.

Final sendiri tidak memakai sistem home and away. Ini mirip dengan format Liga Champions Eropa. Dengan kata lain, Maung Bandung baru bisa ketemu Al-Nassr jika berhasil melangkah hingga partai final. Sulit nggak menurut kamu football lovers? Marc Klok saja hanya tersenyum ketika ditanya peluang menghadapi Al-Nassr.

Mungkinkah Persib Melaju Jauh?

Melihat kembali kiprah di Liga Champions Asia Dua musim lalu, Persib kesulitan untuk lolos ke fase gugur. Berada di Grup F Wilayah Timur bersama Lion City Sailors, Port FC, dan Zhejiang, Persib cuma jadi juru kunci. Maung Bandung hanya memetik lima poin, buah dari satu kemenangan, dua kali imbang, dan tiga kali menelan kekalahan.

Bagaimana dengan musim ini? Sebetulnya peluang Persib untuk lolos ke fase gugur lebih terbuka. Apalagi musim ini teman satu grup Persib semuanya berasal dari Asia Tenggara. Pertama, mari kita bahas soal Lion City Sailors. Benar bahwa musim lalu, klub asal Singapura ini mampu melaju hingga final. Meski akhirnya kalah dari Sharjah FC.

Namun Lion City Sailors musim lalu tak sekali pun memetik kemenangan atas Persib. Justru sebaliknya, Persib lah yang mengalahkan tim yang diperkuat mantan pemain Preston North End, Bailey Wright itu. Saat menjamu di Si Jalak Harupat, Persib menahan imbang Lion City Sailors berkat gol Tyronne Del Pino.

Sementara ketika bertamu ke markasnya Lion, Persib sukses memetik kemenangan dengan skor 3-2. Tyronne Del Pino mencetak gol lagi ke gawang Lion City Sailors. Itu wakil Singapura, bagaimana dengan Selangor FC dan Bangkok United?

Ejekan Fans Selangor FC

Satu tim dengan Persib, membuat media Malaysia, OneFootball.my mengungkit kekalahan memalukan tim tanah Priangan itu atas Selangor lima tahun lalu. Ya, di ajang Asian Challenge Cup 2020 lalu, tim Malaysia ini berhasil menggebuk Persib Bandung dengan skor amat mencolok, yakni 3-0.

Memori tersebut bisa merusak mental atau, bisa jadi justru mempertebal mental petarung Persib. Maung Bandung jelas akan menjadikan laga melawan Selangor nanti ajang balas dendam yang sudah disimpan lima tahun lamanya. Terlebih Persib kini ditukangi Bojan Hodak yang paham betul sepak bola Malaysia, karena lebih dari satu dekade berkecimpung di sana.

Lagi pula meski kalah lima tahun lalu, secara head to head menghadapi Selangor, Persib masih unggul. Persib setidaknya memetik tiga kemenangan, sedangkan Selangor cuma dua. Ya meskipun kemenangan yang diraih Persib bukan di ajang level Asia, melainkan partai uji coba dan turnamen persahabatan.

Anyway terakhir kali Persib menang atas Selangor tahun 2015. Kala itu Persib mengalahkan Selangor 4-2 di laga persahabatan. Rasa-rasanya ada kans lah ya untuk mengalahkan wakil Malaysia tersebut. Lalu, bagaimana dengan wakil Thailand, Bangkok United?

Bangkok United Lawan yang Sulit

True Bangkok United jelas akan menjadi lawan tersulit Persib. Klub yang diperkuat Pratama Arhan ini salah satu kekuatan Asia Tenggara. Musim lalu, Bangkok United finis di peringkat kedua Liga Thailand. Sedangkan di turnamen yang sedang kita bahas ini, Bangkok United bisa melaju ke babak 16 besar musim lalu. Meski akhirnya kalah dramatis dari Sydney FC.

Tidak ada catatan pertemuan Bangkok United dan Persib. Jadi, keduanya belum begitu mengenal kekuatan satu sama lain. Tapi Persib setidaknya bisa memperkirakan bagaimana kekuatan sepak bola Thailand karena musim lalu sudah menjajal kekuatan Port FC.

Persib tak perlu takut menghadapi Bangkok United. Apalagi mereka sudah ketambahan amunisi baru. Dua pemain timnas berlabel Eropa, Eliano Reijnders dan Thom Haye akan menambah daya gedor Persib Bandung. Itu belum termasuk Federico Barba, eks pemain Como yang juga baru saja didatangkan.

Barba akan menambah ketangguhan di lini belakang. Eliano menambah determinasi di sektor sayap. Sementara Thom Haye jantung kreativitas di lini tengah. Lini depan Persib punya Uilliam Barros yang gacor di play-off kemarin. Itu belum dengan kehadiran Beckham Putra. Jadi, gimana nih para bobotoh, optimis nggak Persib bisa melangkah lebih jauh?

Sumber: Bolanet, Liputan6, Tempo, PosKota, Detik

Berita Bola Terbaru 12 September 2025 – Starting Eleven News

0

ONANA DISAMBUT BAK MEGA BINTANG OLEH FANS TRABZONSPOR

Setelah mencapai kesepakatan dan menghabiskan beberapa hari untuk mengurus dokumen, akhirnya Andre Onana diperkenalkan oleh Trabzonspor sebagai pemain baru musim 2025/26. Yang menarik, meski reputasi Onana kerap dicap buruk, sambutan fans Trabzonspor sangat meriah. Dilansir The Sun, Onana disambut bak mega bintang oleh fans. Dirinya dikerumuni dan berdansa bersama fans. Onana bahkan kedapatan sempat menyanyikan salah satu chant bersama fans. Pemain pinjaman dari Manchester United itu pun terlihat sumringah dengan adanya sambutan ini.

BARU DIPERKENALKAN, DONNARUMMA TAK SABAR HADAPI MU

H-2 menghadapi Manchester United, Manchester City justru baru mengumumkan penandatanganan kiper baru, Gianluigi Donnarumma. Dilansir The Guardian, Donnarumma sangat bersemangat. Ia merasa terhormat bisa dilatih oleh pelatih sekaliber Pep Guardiola. Ia juga merasa tertantang bisa bersaing dengan James Trafford. Namun, dirinya juga memberikan beberapa komentar terhadap laga selanjutnya yang menghadapi Manchester United. Ia mengaku tak sabar untuk segera menghadapi MU. Ia ingin memberikan kesan positif jika ia diberikan kesempatan untuk tampil langsung minggu ini.

CHELSEA RESMI DIJATUHI 74 DAKWAAN KASUS PELANGGARAN OLEH FA

Kabar mengejutkan justru datang dari Chelsea. Mengutip dari laporan ESPN, Chelsea resmi didakwa oleh Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) atas 74 dugaan pelanggaran aturan terkait agen, perantara, dan investasi pihak ketiga dalam pemain. Tuduhan ini mencakup periode panjang dari 2009 hingga 2022, dengan fokus utama pada musim 2010/11 hingga 2015/16, saat klub masih dimiliki oleh miliarder Rusia Roman Abramovich. Kabarnya Chelsea diberi waktu hingga 19 September untuk memberikan tanggapan resmi atas dakwaan ini. Pelanggaran yang diduga ini terutama berkaitan dengan pelaporan keuangan yang tidak lengkap terkait transaksi agen, termasuk pembelian pemain seperti Eden Hazard, Samuel Eto’o, dan Willian. Ini adalah investigasi lanjutan setelah manajemen baru di era Todd Boehly secara sukarela melaporkan kekeliruan ini.

LIVERPOOL PANTAU BEK JUVENTUS

Mengantisipasi kepergian Ibrahima Konate musim depan, Liverpool sudah pasang ancang-ancang untuk mencari bek baru. Dilansir Team Talk, nama Gleison Bremer dari Juventus telah masuk radar Liverpool. Bahkan, ada laporan yang mengatakan bahwa Liverpool sudah mengadakan komunikasi awal dengan pihak Juventus untuk mempelajari kemungkinan mendatangkan bek Brazil itu pada musim panas lalu. Namun, negosiasi tak dilanjutkan. The Reds lebih memilih Giovanni Leoni dari Parma. Namun, nama Bremer belum keluar dari daftar. Liverpool akan kembali ke Turin untuk mendekati sang pemain musim depan.

AKHIRNYA FIFA PERBOLEHKAN LAPORTE PULANG KE BILBAO

Dari Inggris, kita bergeser ke Spanyol. Ada kabar baik dari mantan pemain Manchester City, Aymeric Laporte. Dilansir The Athletic, beberapa hari lalu sempat dikabarkan bahwa kepindahannya ke Athletic Bilbao gagal. Transfernya tak direstui oleh FIFA. Karena pengajuan sertifikasi transfer internasional dari Federasi Sepakbola Spanyol ke Arab Saudi tak diizinkan oleh FIFA. Namun, kemarin Bilbao meluncurkan pernyataan bahwa setelah negosiasi panjang, FIFA akhirnya mengizinkan RFEF untuk mendapatkan ITC dari Federasi Sepak Bola Arab Saudi. Alhasil, kepindahan pun tetap terjadi. Karena kesepakatan sudah tercapai sebelumnya.

GAVI HARUS JALANI OPERASI LUTUT

Dari pemain Barcelona, ada update soal kondisi kebugaran Gavi. Pelatih Timnas Spanyol, Luis de la Fuente mengabarkan bahwa Gavi kembali bermasalah dengan lututnya. Dikutip dari Tribalfootball, setelah pulih dari cedera ACL yang diderita tahun lalu, Gavi saat ini tengah berjuang melawan masalah lutut lagi. De la Fuente pun mengusulkan kepada Barca untuk segera mengatur jadwal operasi untuk lutut Gavi. Sang pelatih sudah berbicara dengan Gavi. Kondisinya akan semakin parah jika Barca tak mengambil tindakan. Kata sang pelatih, saat ini Gavi sedih karena tak kunjung menjalani operasi pada meniskusnya.

CELTA VIGO PANTAU KONDISI ENDRICK

Masih berhubungan dengan Real Madrid, ada Celta Vigo yang kabarnya ikut mengantre untuk mendapatkan tanda tangan talenta muda Santiago Bernabeu, Endrick. Dilansir Defense Central, Celta Vigo bergabung dengan Valencia untuk mengantri tanda tangan pemain Brazil itu. Mereka ingin mengajukan proposal pinjaman pada Januari mendatang. Kabarnya, pihak Celta sudah berkomunikasi pada perwakilan Madrid soal ini. Namun, masih terlalu dini untuk mengambil keputusan. Madrid hanya mau bernegosiasi secara resmi di bursa transfer Januari nanti.

BETIS TERANCAM KEHILANGAN ANTONY, JIKA…

Meski sudah mendapatkan Antony secara permanen, Real Betis kabarnya belum bisa tidur tenang. Sebab, ada klausul yang bisa menyebabkan Antony pindah dengan mudah. Dilansir El Nacional, Antony meminta Betis untuk mengizinkannya pergi kapan pun ia mau. Apalagi jika Betis tidak berhasil lolos ke kompetisi Eropa di musim-musim berikutnya. Itu akan jadi faktor kuat bagi Antony untuk hengkang. Antony cukup percaya diri dengan klausul itu, mengingat AC Milan dan Bayern Munchen juga meminati talentanya.

KENAN YILDIZ MASUK RADAR CHELSEA

Spanyol sudah, kini kita bergeser ke Italia. Bintang muda Juventus, Kenan Yildiz dikabarkan jadi target selanjutnya dari Chelsea. Dilansir Caught Offside, Chelsea akan menjadikan gelandang serang sebagai prioritas di bursa transfer tahun depan setelah gagal mendatangkan Xavi Simons di musim panas kemarin. Nama Yildiz pun muncul sebagai opsi teratas. Manajemen Chelsea mengakui bahwa Yildiz memiliki bakat dan potensi yang sangat besar. Chelsea diperkirakan baru akan bergerak pada Januari mendatang. Namun, Yildiz bukan satu-satunya. Chelsea juga mengantongi nama-nama lain, seperti Morgan Rogers.

SERIE A BISA JADI DESTINASI NUNO ESPIRITO

Setelah didepak dari Nottingham Forest, Nuno Espirito Santo kabarnya langsung mencari pekerjaan baru. Pintu Arab Saudi kabarnya masih terbuka lebar jika Nuno ingin kembali. Namun, melatih di Eropa tetap jadi opsi menarik baginya. Dilansir Foot Italia, kabarnya, Nuno cukup mempertimbangkan jika ada tawaran dari Serie A. Namun, jika Serie A adalah tujuannya, maka Nuno harus sedikit lebih bersabar. Karena kebanyakan tim sudah mendapatkan pelatih baru.

JUVE BANTAH LAGI ADA MASALAH SAMA NASSER AL KHELAIFI

Dari Juventus, Damien Comolli selaku direktur umum memberikan klarifikasi terkait rumor yang mengatakan kalau hubungan klub dengan Presiden PSG, Nasser Al Khelaifi sedang memburuk. Dilansir PSG Talk, pemberitaan ini muncul karena Randal Kolo Muani gagal gabung Juventus musim panas ini. Media-media luar mengatakan kalau Nasser jadi biang kerok kegagalan dan pihak Juve murka padanya. Namun, Comolli menekankan bahwa hubungannya dengan Nasser baik-baik saja. “Laporan tentang masalah dengan Nasser Al Khelaifi akibat kesepakatan Randal Kolo Muani sepenuhnya palsu,” kata Comolli.

NAINGGOLAN SEBUT MCTOMINAY OVERRATED

Masih dari Italia, Radja Nainggolan dikabarkan tak senang ketika publik membanding-bandingkannya dengan gelandang Napoli, Scott McTominay. Dikutip dari Football Italia, beberapa media mengatakan kalau McTominay memiliki gaya bermain yang sama dengannya. Seorang gelandang serba bisa, petarung, dan punya naluri gol yang baik. Namun, Nainggolan justru sedikit kesal dengan anggapan itu. Menurutnya, McTominay overrated. “Saya tidak suka perbandingan itu, karena saya berbeda di masa jaya saya, ayolah! McTominay bahkan tidak mendapat kesempatan bermain reguler di Manchester United, karena dia bukan pengumpan bola yang baik, dan secara teknis juga tidak begitu bagus,” kata Nainggolan

KEJUTAN, MARTIAL BAKAL SATU TIM SAMA RAMOS

Mampir sebentar ke Yunani, ada kabar mengejutkan dimana Anthony Martial memutuskan untuk berpisah dengan AEK Athens. Dilansir Daily Mail, Athens mengizinkan Martial untuk hengkang dan bergabung dengan klub Meksiko, Monterrey. Kabarnya, Martial dan Monterrey sudah mencapai kesepakatan. Awalnya, Martial akan bergabung Pumas. Namun, Pumas keberatan dengan gajinya. Monterrey akhirnya menikung kesepakatan. Kini, sang pemain sedang menjalani tes medis guna merampungkan kepindahan. Itu artinya, Martial akan berada dalam tim yang sama dengan Sergio Ramos.

NISTELROOY BAKAL LATIH HILGERS DI TWENTE

Masih dari Eropa, tapi kali ini berhubungan dengan pemain Timnas Indonesia, Mees Hilgers. Dilansir Tribalfootball, Ruud Van Nistelrooy dikaitkan dengan posisi kepelatihan di FC Twente. Setelah hengkang dari Leicester City, Ruud belum menemukan klub baru. Dan kini, media-media Belanda mulai mengaitkannya dengan Twente. Kabarnya, ini bisa saja mengubah nasib Hilgers. Sejauh ini, Hilgers tak masuk dalam daftar pemain Twente. Tapi, karena akan terjadi pergantian pelatih, peluang Hilgers untuk kembali bermain di skuad utama semakin besar. 

BATAL ABROAD? RIDHO BAKAL STAY 3 TAHUN LAGI DI PERSIJA

Dari Indonesia, Direktur Olahraga Persija Jakarta Bambang Pamungkas mengungkap nasib sang kapten, Rizky Ridho, yang kontraknya habis tahun depan. Dilansir CNN Indonesia, kontrak Ridho akan berakhir pada 2026 mendatang. Bambang menyebut pihaknya berupaya mempertahankan bintang Timnas Indonesia itu. “Yang bisa saya sampaikan saat ini bahwa Rizky Ridho tidak akan ke mana-mana. Dalam waktu dekat kami, agen, dan Ridho akan membicarakan hal yang bisa jadi pegangan untuk masa depannya [di Persija],” kata Bambang. Jika kesepakatan benar tercapai, peluang Ridho untuk menjajal karir di luar negeri bisa saja tertutup.

GACOR DI TIMNAS, MERINO MASIH SUSAH TEMBUS STARTING ARSENAL

Seorang pakar sepak bola di Inggris, Charles Watts mengakui ada perbedaan yang kentara dari penampilan Mikel Merino di Arsenal dan Timnas Spanyol. Melansir dari Caughtoffside, Watts menyebut Merino terbilang gacor saat mengenakan jersey Spanyol. Bukti sahihnya, Merino sanggup mengemas hattrick ke gawang Turki. Namun, saat bersama Arsenal, Watts melihat Merino masih susah menembus skuad utama. Terlebih dengan datangnya pemain baru, Merino diprediksi makin susah dapat menit bermain bersama Arsenal. 

BALLACK SPILL CURHATAN WIRTZ SOAL PINDAH KE INGGRIS

Beberapa bulan setelah Florian Wirtz diperkenalkan sebagai pemain Liverpool, Michael Ballack membongkar alasan Wirtz pilih pindah ke Inggris. Menurut Tribal Football, Wirtz ternyata pernah curhat ke legenda Timnas Jerman itu soal pilihannya keluar dari Jerman. Ternyata, Wirtz memilih hengkang karena sudah tak tertarik lagi dengan Bundesliga. Bagi Wirtz, Bundesliga sudah kehilangan daya tarik karena dominasi Bayern Munchen. Mendengar curhatan itu, Ballack pun setuju kalau Bundesliga tidak lagi menarik, sehingga pemain memilih liga lain untuk perkembangan karirnya. 

KALAU MASIH DIABAIKAN, MAINOO MINTA KE NAPOLI JANUARI

Manchester United memang berhasil mempertahankan Kobbie Mainoo di bursa transfer musim panas. Namun, sang pemain kini memberikan pesan khusus kepada Setan Merah. Mengutip dari Goal, Mainoo mengatakan kalau dirinya akan pergi Napoli ke Januari nanti. Mainoo benar-benar akan hijrah ke Italia jika dirinya masih saja diabaikan oleh Ruben Amorim. Ultimatum itu dilontarkan Mainoo dengan harapan Amorim dapat memainkannya kembali secara reguler. MU sendiri belum memberi tanggapan apapun terkait pesan dari Mainoo itu. 

BEKAS WASIT EPL TERSANGKA KASUS VIDEO VULGAR

Sudah dipecat karena terbukti menggunakan obat-obatan terlarang, mantan wasit Premier League kembali tersandung kasus tindak pidana. Melaporkan dari Sport Bible, David Coote didakwa membuat video tidak senonoh yang melibatkan anak-anak di bawah umur. Pihak kepolisian telah menemukan file video tersebut yang direkam pada Januari 2020 lalu. Atas kasus ini, Coote akan hadir di Pengadilan Nottingham untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya itu. Coote sebelumnya dipecat sebagai wasit karena komentar negatif terhadap Jurgen Klopp dan penggunaan zat narkotika. 

MADRID TERBESIT TUKAR CEBALLOS DENGAN GUERRA

Selanjutnya dari Liga Spanyol. Real Madrid mulai terbesit ide untuk menukar Dani Ceballos dengan Javi Guerra yang bersinar bersama Valencia. Mengabarkan dari Fichajes,  Madrid mengajukan penawaran tukar pemain kepada Valencia karena melihat Guerra sebagai aset masa depan dengan potensi besar. Jika tak ada halangan, pertukaran bisa dilakukan Januari nanti. Namun, Valencia tampaknya menolak keras ide pertukaran itu dan menegaskan hanya akan melepas Guerra dengan harga yang mereka minta. Di sisi lain, Ceballos masih coba untuk dipertahankan Xabi Alonso. 

YAMAL: CUMA SATU? GUE BISA DAPAT BANYAK BALLON D’OR

Tumbuh menjadi wonderkid yang sukses di sepak bola Eropa, Lamine Yamal punya mimpi besar untuk mengoleksi Ballon d’Or. Melansir dari Tribal Football, jebolan La Masia itu menyebut kalau dirinya berambisi untuk tak hanya mendapat satu Ballon d’Or. Yamal sangat percaya diri kalau selama masih bisa bermain, ia ingin mengumpulkan lebih banyak penghargaan pemain terbaik dunia itu. Pemuda berdarah Maroko itu yakin bahwa dirinya memiliki kemampuan untuk meraih banyak gelar bergengsi itu sebelum pensiun. 

TIFOSI NAPOLI SIAP BOIKOT AWAY LAWAN FIORENTINA

Bergeser ke Italia. Jelang laga away ke kandang Fiorentina, kelompok suporter Napoli memilih enggan datang mendukung tim kesayangannya. Menurut Football Italia, Ultras Napoli memutuskan memboikot pertandingan melawan Fiorentina setelah hanya  menerima 380 lembar tiket. Mereka semakin naik pitam karena panitia Fiorentina menerapkan sistem lotre untuk menentukan siapa saja yang bisa dapat tiket. Jumlah tiket yang sangat minim dianggap tidak adil dan diskriminatif oleh Ultras Napoli. Mereka juga menuding Napoli bersikap pasif dalam memperjuangkan hak-hak pendukung setianya. 

PARA LEGENDA DALAM HALL OF FAME JUVENTUS

Juventus resmi meluncurkan Hall of Fame di Juventus Museum sebagai penghormatan kepada para legenda yang berjasa bagi klub. Mengutip dari Calciomercato, Hall of Fame itu disiapkan atas permintaan dari pemilik Juve untuk mengabadikan pengabdian mantan pemain Bianconeri. Dalam Hall of Fame itu, ada 50 legenda Juve yang namanya disematkan. Mulai dari Giorgio Chiellini, Zinedine Zidane, Gianluigi Buffon, hingga Alessandro del Piero. Juventus tak menutup kemungkinan untuk menambah para legenda yang berhak masuk dalam Hall of Fame. 

GAGAL LOLOS PLAYOFF, PRESIDEN VENEZUELA MINTA PECAT PELATIH TIMNAS

Terbang ke Amerika latin. Seusai Timnas Venezuela gagal lolos ke playoff kualifikasi Piala Dunia 2026, Presiden Nicolas Maduro meminta agar dilakukan restrukturisasi secara menyeluruh. Melaporkan dari Marca, Maduro meminta agar pelatih Timnas Venezuela, Fernando Batista dipecat dari posisinya. Permintaan itu buntut dari kekecewaan Maduro setelah Venezuela kalah telak 3-6 dari Kolombia. Tak butuh waktu lama, Federasi Sepakbola Venezuela memutuskan untuk memecat Batista beserta seluruh stafnya atas perintah Maduro. Batista sendiri menyampaikan permintaan maaf karena kegagalan itu. 

VANENBURG: JANGAN PERNAH SAMAKAN SAYA DENGAN STY!

Kita pulang ke Indonesia. Berulang kali disamakan dengan Shin Tae-Yong oleh warganet Indonesia, Gerard Vanenburg naik pitam dan tidak terima. Mengabarkan dari Superball, Vanenburg menyatakan bahwa membandingkan dirinya dengan STY sangat tidak adil. Ia menunjukkan bahwa materi pemain era pelatih asal Korea Selatan itu lebih unggul, dibanding dengan skuadnya.  Selain itu, Vanenburg hanya memiliki waktu sekitar lima hari untuk persiapan menjelang turnamen, sementara waktu persiapan STY mencapai dua hingga tiga bulan. Untuk itu, ia memohon untuk stop membandingkan dirinya dengan STY.