Beranda blog Halaman 286

UECL 2023/24, Saatnya Aston Villa Kembali Berjaya di Eropa!

Dua musim sudah turnamen UEFA Conference League berjalan. AS Roma dan West Ham telah menjadi juara di dua edisi tersebut. Kini musim ketiga akan segera dihelat. Beberapa tim akan saling sikut demi meraih mahkota pada akhir Mei nanti di Athena, Yunani.

Wakil Inggris, Aston Villa dianggap sebagai salah satu kandidat kuat peraih mahkota tersebut musim ini. Padahal kalau melihat keikutsertaannya di kompetisi Eropa, tim asal Kota Birmingham ini sudah lama absen. Lalu, apa sih yang menyebabkan Aston Villa diprediksi akan melangkah jauh di turnamen ini?

Aston Villa Dan Kompetisi Eropa

Klub berjuluk The Villans ini kalau dihitung-hitung terakhir kali merasakan atmosfer kompetisi Eropa itu yakni 15 tahun yang lalu. Karena terakhir kali mereka nongol di kompetisi Eropa yakni di Piala UEFA atau Europa League musim 2008/09.

Musim tersebut Villa masih dilatih oleh Martin O’neill, pelatih asal Irlandia dengan pemain seperti Gabriel Agbonlahor, James Milner, maupun Ashley Young. Mampu lolos dari fase grup, tapi kemudian mereka harus kandas di babak 32 besar oleh CSKA Moscow.

Setelah itu, mereka tak pernah bisa lagi masuk kompetisi Eropa. Dua musim beruntun dari 2009/10 dan 2010/11, mereka gagal sejak di babak playoff Europa League. Meski sering gagal, kalau bicara soal partisipasinya di kompetisi Eropa, Aston Villa ini ternyata sudah pernah mencicipi 17 kali tampil lho. Baik itu di Liga Champions, Piala UEFA, Piala Super Eropa, maupun Piala Intertoto.

Aston Villa dan Trofi Eropa

Dan tak disangka juga, mereka pernah mengoleksi trofi selama berpartisipasi di kompetisi Eropa tersebut. Tak kaleng-kaleng, trofi yang mereka raih adalah trofi Liga Champions dan Piala Super Eropa yang belum pernah diraih Arsenal.

Memang sih, trofi itu diraih sudah sangat lama. Tepatnya pada musim 1981/82. Ketika itu Aston Villa menciptakan sejarah bagi publik Villa Park ketika mengalahkan raksasa Jerman Bayern Munchen 1-0 di final yang berlangsung di Rotterdam, Belanda.

Yang unik, gol kemenangan Piala Champions satu-satunya bagi Aston Villa tersebut dicetak oleh striker mereka yang pernah menjadi pelatih Timnas Indonesia periode 2004 hingga 2007, Peter Withe.

Aston Villa kemudian di awal musim 1982/83, sukses melengkapi double winner-nya dengan gelar juara Piala Super Eropa. Ketika itu mereka mampu mengandaskan Barcelona dengan agregat 3-1.

Sawiris, Emery, dan Monchi

Namun sayangnya, masa kejayaan Aston Villa tersebut tak bisa berlanjut. Mereka tak pernah lagi bisa meraih trofi di kompetisi Eropa hingga sekarang. Jangankan meraihnya, tampil saja mereka sudah lama absen sejak 2008.

Apalagi nih, Aston Villa ini di era sekarang baru promosi lagi di Liga Inggris di musim 2018/19. Tak dipungkiri, yang membawa mereka promosi salah satunya adalah pemilik baru asal Mesir, Nasef Sawiris.

Salah satu taipan terkaya di benua Afrika tersebut mengambil alih Aston Villa di 2018 dari taipan Tiongkok, Tony Xia. Perubahan pun dilakukan, termasuk beberapa pembangunan fasilitas infrastruktur dan pergerakannya di bursa transfer.

Tak dipungkiri bertahannya Aston Villa di Liga Inggris hingga sekarang juga berkat kerja keras Sawiris dan tim. Baik dalam mendatangkan pemain baru, sampai penunjukan pelatih dan direktur teknik sekalipun.

Sejak kedatangan Unai Emery Oktober 2022 lalu, performa Aston Villa terbukti menanjak drastis. Hingga akhirnya, mereka bisa sampai tembus peringkat 7 Liga Inggris dan masuk zona Conference League.

Ketika sudah masuk Conference League, Sawiris tak hanya bersantai. Demi bisa bersaing di Eropa, musim baru ini Villa mendatangkan seorang direktur olahraga cerdas yakni Monchi dari Sevilla. Kita tahu Monchi ini sukses meraih berbagai prestasi di eropa ketika di Sevilla. Termasuk duetnya bersama Emery di Sevilla.

Babak Grup Conference League

Kekuatan uang dari pemilik, tuah racikan Unai Emery, serta kelihaian Monchi di bursa transfer, adalah tiga kekuatan besar yang dinilai dapat membuat The Villans mampu berbicara banyak di Conference League musim ini. Tapi kalau melihat lawannya, bagaimana sih peluang mereka?

Aston Villa setelah menang di babak playoff melawan Hibernian, masuk dalam Pot 2 drawing Conference League musim ini. Mereka akhirnya tergabung di Grup E bersama wakil Belanda AZ Alkmaar, wakil dari Polandia Legia Warsawa, dan wakil dari Bosnia Zrinjski Mostar.

Di atas kertas peluang Aston Villa lolos dari babak Grup E ini sangatlah besar. Yang bersaing di grup ini mungkin hanya AZ Alkmaar dan Aston Villa untuk memperebutkan posisi juara grup.

AZ Alkmaar ini tak dipungkiri adalah semifinalis Conference League musim lalu. Kekuatan mereka juga tak banyak berubah. Paling mereka hanya kehilangan Tijani Reijnders yang hengkang ke AC Milan.

Selebihnya seperti Jordy Clasie, Dany De Wit, maupun top skor mereka Vangelis Pavlidis masih berada dalam tim yang dibesut Pascal Janssen. Di Eredivisie musim ini, mereka masih memimpin klasemen dengan tiga laga tak terkalahkan sebelum jeda internasional

Beda dengan Aston Villa yang masih inkonsisten di awal musim ini meski sudah dihuni pemain baru seperti Pau Torres, Moussa Diaby, Youri Tielemans, maupun Nicolo Zaniolo. The Villans sudah menerima dua kali kekalahan besar di Liga Inggris melawan Newcastle dan Liverpool.

Peluang dan Pesaing Aston Villa

Jadi juara grup, ataupun runner up Grup E, adalah salah satu target yang menjadi harga mati pasukan Emery. Kalau jadi juara grup, mereka akan langsung masuk drawing babak 16 besar. Kalau jadi runner up, mereka harus berjuang ekstra keras dulu guna melaju ke 16 besar melawan tim lungsuran peringkat 3 dari Europa League.

Pertanyaannya, mampukah Emery menanamkan mental Eropanya seperti ketika ia di Sevilla maupun Villarreal? Hal itu mampu menjadi jawaban dari ilmu cocoklogi yang mengatakan bahwa klub yang ada kata “Villa”-nya pernah berprestasi ketika ditukangi Emery.

Selain Aston Villa, menurut prediksi dari Squawka yang jadi calon kandidat kuat meraih juara musim ini diantaranya Eintracht Frankfurt yang notabene juara Europa League 2021/22. Ada pula tim satu grup Aston Villa, AZ Alkmaar. Tim seperti Club Brugge, Lille, maupun Fenerbahce. Jangan dilupakan juga finalis musim lalu Fiorentina.

Nah selain tim-tim tersebut, menurut Squawka masih ada tim lain yang mungkin berpotensi menjadi kandidat berasal dari lungsuran Europa League. Melihat perkembangan Aston Villa seperti sekarang ini, ditambah sejarah panjang mental Eropanya, dan hubungan manis Emery dengan kompetisi Eropa, optimisme meraih trofi Eropa pun kembali membara. Ya, bagaimanapun publik Villa Park sudah sangat rindu masa kejayaannya meraih trofi Eropa. Inilah saatnya The Villans, rebut trofi itu di Athena tahun depan!

Sumber Referensi : mirror, sportingnews, squawka, livescore, transfermarkt

Maradona Datang, Napoli Juara, Italia Selatan Berjaya!

0

Era 80 hingga 90an adalah periode terbaik sepak bola Italia. Kala itu, Serie A jadi kiblat persepak bolaan dunia. Pemain terbaik mana yang bisa menolak tawaran AC Milan, Juventus, Inter Milan, hingga AS Roma, Fiorentina, bahkan Hellas Verona. Namun, tidak dengan Napoli.

Napoli tak punya DNA juara, bukan tergolong tim papan atas, dan lagi, mereka adalah tim Italia Selatan. Akan tetapi, semua berubah setelah Diego Armando Maradona datang ke Kota Naples. Percaya tidak percaya, Maradona datang sebagai juru selamat dan kemudian meninggalkan Naples sebagai seorang “dewa”.

Bagaimana kisahnya? Selengkapnya, hanya di Football Jack!

75 Ribu Penggemar Sambut Kedatangan Diego Maradona

Kisah dimulai dari sebuah presentasi pemain baru yang kelak menghasilkan salah satu foto paling ikonik dalam sejarah sepak bola. Pemandangan tersebut tercipta setelah di musim panas 1984, Napoli mengejutkan dunia dengan memecahkan rekor transfer pemain demi mendatangkan Diego Armando Maradona seharga 12 juta euro dari Barcelona.

Pada 5 Juli 1984, tak kurang dari 75 ribu pasang mata hadir di Stadio San Paolo untuk menyambut kedatangan “El Pibe de Oro” alias “Si Anak Emas”. Jumlah tersebut menjadi rekor dunia yang bertahan sangat lama dan baru pecah saat presentasi Cristiano Ronaldo sebagai pemain baru Real Madrid dihadiri 80 ribu penonton.

Namun, jika dipikir-pikir lagi, presentasi Diego Maradona saat itu terlampaui meriah untuk era tersebut. Histeria sudah nampak ketika para penggemar melihat helikopter yang membawa Maradona mendekat ke San Paolo. Teriakan “Ho Visto Maradona, Ho Visto Maradona” yang artinya “saya melihat Maradona” mulai terdengar nyaring.

Setelah turun dari mobil yang membawanya ke depan pintu masuk stadion, teriakan “Diego, Diego” sudah menggema dari dalam stadion. Maradona yang mengenakan kaus putih dan celana chino berwarna biru kemudian menaiki tangga bagian dalam stadion dan langsung sambut oleh ratusan wartawan dan juru kamera.

Maradona kemudian diberi syal Napoli, berdiri di tengah lapangan, membuat tendangan pertamanya untuk Napoli, dan diakhiri dengan memekikkan, “Forza Napoli”. Sebuah sambutan meriah yang jadi awal kisah cinta Napoli dengan Maradona.

Sisi Kelam Maradona di Napoli

Namun, seperti yang sudah disinggung di awal. Siapa yang mau datang ke Napoli?

Saat Maradona datang, prestasi Napoli tengah menurun setelah menjuarai Coppa Italia 1976. Meski konsisten berada di posisi 6 besar, tetapi semusim sebelum Si Anak Emas datang, Napoli nyaris terdegradasi dari Serie A.

Lebih daripada itu, Napoli adalah representasi dari wakil Italia Selatan di Serie A. Waktu itu, dominasi tim wilayah utara Italia sangatlah kental. Tidak ada tim Italia Selatan yang mampu juara Liga Italia, termasuk Napoli.

Maka dari itu, ada kecurigaan yang timbul di balik kepindahan Diego Maradona dari Barcelona yang kaya menuju Napoli yang miskin. Bagaimana bisa klub sekelas Napoli bisa memboyong mega bintang seperti Maradona.

Fans sepak bola sejati pasti sudah paham betul kalau Maradona punya passion yang tinggi dalam sepak bola. Bakatnya amat luar biasa. Sebelum ada Lionel Messi, dialah kandidat kuat “The Greatest of All Time” di dunia sepak bola.

Namun, di sisi lain, Maradona adalah seorang pecandu narkoba, pemabuk, dan pencinta pesta. Sebelum datang ke Napoli, perbuatan dosa itu sudah melekat dalam dirinya, tetapi makin menjadi-jadi ketika ia mendarat di Kota Naples. Beberapa orang menduga dan dugaan ini sangatlah kuat, bahwa penyebab dari itu semua adalah kedekatan Diego Maradona dengan keluarga mafia.

Sejak dulu, Italia memang sudah akrab dengan mafia. Terdapat empat sindikat mafia terbesar di Negeri Pizza, yakni Cossa Nostra dari Sisilia, Ndrangheta dari Calabria, Sacra Corona Unita dari Puglia, dan Camorra dari Naples. Nama terakhir itulah yang punya hubungan dekat dengan Diego Maradona.

Sejak tiba di Napoli, Maradona langsung amat dekat dengan mafia Camorra, utamanya dari klan Giuliano, keluarga kejam yang mengelola distrik Forcella yang miskin. Mereka tak hanya menyuplai Maradona dengan kokain, tetapi menyediakan wanita yang tak terbatas baginya. Maradona juga sering mendapat bermacam hadiah dan makin hari makin terlihat sering menghadiri berbagai macam pesta yang digelar oleh Camorra.

Mafia yang mencengkram Naples sejak abad ke-17 itu diduga membantu Napoli dengan memberi sokongan dana agar dapat menebus Maradona dari Barcelona. Tuduhan ini sulit dibuktikan, sebab presiden Napoli kala itu, Corrado Ferlaino akan langsung naik pitam jika ada jurnalis yang menanyakan kabar burung tersebut.

Camorra juga dituduh membantu Napoli merengkuh scudetto pertamanya di musim 1987 sekaligus menggagalkan scudetto beruntun Napoli semusim berikutnya. Pada musim 1987, Napoli dicurigai telah menyogok wasit setelah mendapat hadiah 10 penalti kontroversial. Dan Maradona jadi pihak yang dituduh memberi sogokan tersebut. Tentu sumber dananya dari mafia Camorra.

Semusim kemudian, Napoli punya peluang teramat besar untuk kembali merengkuh scudetto keduanya secara beruntun. Namun, ketika liga tinggal menyisakan 5 pertandingan, Napoli cuma imbang sekali dan sisanya menelan kekalahan, termasuk sebuah kekalahan dramatis 3-2 di kandang sendiri dari AC Milan yang membuat Napoli dikudeta dari puncak klasemen.

Lagi-lagi Camorra jadi pihak yang dituduh sebagai dalang di balik kegagalan Napoli meraih scudetto keduanya di musim 1988.

Selain narkoba, sumber pemasukan Camorra adalah “totonero”, judi bola ilegal di pasar gelap. Sebagai bandar, Camorra bakal rugi besar, bahkan salah satu sumber menyebut kalau Camorra bisa merugi hingga 200 miliar lira jika Napoli keluar sebagai juara. Oleh karena itu, mereka disinyalir menjegal kemenangan Napoli agar tebakan para penjudi di “totonero” tidak tepat.

Kegagalan Napoli meraih scudetto di musim tersebut jadi tuduhan terbesar yang melibatkan Camorra dan Maradona. Namun sekali lagi, tuduhan tersebut sulit dibuktikan.

Hingga hari ini, para pendukung Napoli yang sudah hidup sejak zaman tersebut masih dihantui rasa penasaran dan tanda tanya besar. Keterlibatan Diego Maradona dengan keluarga mafia Camorra jadi sisi paling kelam dari kehidupan romantis El Pibe bersama Napoli.

Namun tak hanya itu, keharmonisan Maradona dengan Napoli pernah diuji saat Piala Dunia 1990 digelar di Italia. Saat itu, Maradona pernah membuat Italia terpecah menjadi dua. Sial memang, sebab pada fase semifinal, Argentina bertemu dengan Italia di Stadio San Paolo.

Maradona adalah idola sekaligus simbol bagi Napoli dan wilayah selatan Italia yang sering ditindas oleh kaum ningrat dari wilayah utara Italia. Maka dari itu, pendukung Italia saat itu terpecah menjadi dua kubu. Sebagian masih setia dengan Gli Azzurri, sementara lainnya berbelok mendukung La Albiceleste karena faktor Maradona.

Sekadar intermezzo, Maradona adalah penyebab mengapa orang-orang Napoli ikut berpesta ketika Argentina juara Piala Dunia 2022.

Kembali ke semifinal Piala Dunia 1990. Sial bagi Italia, sebab Argentina yang keluar sebagai pemenang. Akibatnya, Maradona mulai mendapat ujaran pelecahan dan sebagai balasan, FIGC memaksa Maradona menjalani tes doping yang berujung larangan bermain selama 15 bulan karena kedapatan positif kokain.

Sejak saat itu pula, Maradona yang selama ini kebal hukum mulai dikorek aibnya. Mulai dari keterlibatannya dengan bisnis narkoba Camorra, perselingkuhan yang menghasilkan anak di luar nikah, hingga kecanduan kokain yang makin menjadi-jadi.

Sebelum meninggalkan Napoli dengan rasa malu pada tahun 1992, Maradona juga pernah dijatuhi hukuman denda 5 juta lira dan nyaris mendapat hukuman penjara 20 tahun.

Maradona Datang, Napoli Juara, Italia Selatan Berjaya!

Namun bagi pendukung Napoli, aib tersebut justru membuat mereka makin memuja Maradona. Mereka menemukan Maradona sebagai Neapolitan bajingan yang berhasil mewujudkan mimpi. Dan faktanya, hingga hari ini klub kesayangan mereka mengalami masa-masa keemasan saat masih diperkuat Diego Maradona.

Setelah diperkuat Maradona, kekuatan Napoli naik drastis. Saat itu, Napoli memang melakukan perombakan skuad dengan mendatangkan beberapa nama besar lain, seperti Bruno Giordano dan Careca, kawan duet Maradona di lini depan yang membuat trio “Ma-Gi-Ca”. Namun, Maradona jelas jadi faktor terbesarnya.

Tiga tahun setelah ia datang, Maradona berhasil membawa Napoli menjadi juara Italia di musim 1987. Di musim tersebut, Il Partenopei tak hanya merengkuh scudetto, tetapi juga Coppa Italia.

Perayaan scudetto Napoli musim lalu memang meriah, tapi jika dibandingkan dengan musim 1987 jelas kalah emosional. Sebab, itu merupakan gelar scudetto pertama Napoli dalam sejarah dan merupakan kali pertama wakil Italia selatan menjadi juara Serie A. Fakta ini yang kemudian membuat Diego Maradona dikultuskan oleh para Neapolitan sebagai ikon budaya, sosial, bahkan simbol agama.

Setelah musim yang bersejarah tersebut, Napoli kembali mencatat sejarah penting ketika keluar sebagai juara Piala UEFA 1989. Gelar tersebut jadi prestasi tertinggi Napoli dalam sejarah dan jadi satu-satunya trofi mayor di kancah Eropa yang dimiliki Napoli hingga hari ini.

Setelah itu, Napoli memenangi scudetto keduanya di musim 1990 dan menjadi kampiun Piala Super Italia 1991. Trofi tersebut jadi prestasi terakhir yang dipersembahkan Diego Maradona untuk Il Partenopei. Total selama 7 tahun kariernya di Napoli, ia berhasil mempersembahkan 5 trofi dan mencetak 115 gol. Maradona adalah top skor sepanjang masa Napoli sebelum rekornya dipecahkan Marek Hamsik di tahun 2017.

Periodenya bersama Napoli memang jadi masa terindah dalam karier El Pibe de Oro. Maradona meraih banyak gelar individu prestisius di masa tersebut, termasuk memenangi Piala Dunia 1986. Namun lebih dari itu, selama Maradona berkarier di Napoli, ia sempat membuat badan amal untuk membantu anak-anak kurang mampu di kota Naples.

Semua capaian tersebut adalah bukti betapa berjasanya Diego Maradona kepada Napoli. Seperti yang sudah disinggung, Maradona adalah sosok yang dikultuskan oleh penduduk kota Naples. Namun, tak hanya oleh para Neapolitan saja, tetapi juga oleh mereka yang berasal dari wilayah selatan Italia.

Maradona: Dewa Kota Naples

Diego Maradona dan Napoli memang seperti sepasang kekasih yang telah ditakdirkan bersama. Sejak hari pertama, Maradona langsung betah. Di Napoli, ia menemukan klub, kota, dan masyarakat yang sama seperti ia berasal.

Maradona dibesarkan dengan kemiskinan ekstrem di Villa Fiorito, sebuah kota kumuh padat penduduk di pinggiran Buenos Aires. Ini membuat Maradona selalu berpihak kepada orang miskin dan tertindas sepanjang hidupnya. Dan hal tersebut kembali ia temukan setelah pindah ke Napoli.

Sama seperti Buenos Aires, Naples yang letaknya di selatan Italia punya gairah yang tinggi terhadap sepak bola. Namun terlepas dari itu, Naples dan Italia Selatan dianggap sebagai noda bagi kaum ningrat Italia Utara. Ketimpangan sosial dan ekonomi antara dua kutub itu memang sangat besar. Kemiskinan, pengangguran, dan kejahatan diidentikkan dengan Italia Selatan.

Permusuhan dua kutub tersebut sampai di lapangan hijau dan Napoli jadi pihak yang paling banyak menderita pelecehan. Oleh karena itu, selama berkarier di Napoli, Maradona kerap menyuarakan dukungan dan hak-hak orang Italia Selatan sekaligus menjadi simbol perlawanan kepada Italia Utara.

Bukan kebetulan Maradona dan Napoli adalah pembenci terbesar Juventus yang dianggap sebagai representasi terbesar kekuasaan Italia Utara. Saat Napoli menggelar perayaan scudetto yang meriah di tahun 1987, warga Neapolitan tumpah ruah di seluruh jalanan, bernyanyi, berpesta, membunyian klakson, hingga yang paling epik menggelar pemakaman tiruan dengan membawa peti mati bertanda Juventus sebagai bentuk kegembiraan mereka karena telah menggulingkan kelas penguasa.

Maradona memang begitu berjasa bagi Napoli, sampai-sampai ia dan keluarganya bisa diperlakukan seperti dewa ketika berkunjung ke sana. Rasa cinta dan kasih sayang itu yang kemudian membuat warga Naples dan Italia Selatan begitu berkabung ketika Diego Maradona meninggal dunia pada 25 November 2020. Napoli dan seisinya adalah tempat kedua setelah Argentina yang paling banyak meneteskan air mata ketika Maradona berpulang.

Meski telah tiada, Diego Maradona akan tetap abadi di Napoli. Nomor 10 peninggalannya dipensiunkan, nama Stadio San Paolo diubah jadi Stadio Diego Armando Maradona, berbagai mural wajahnya masih banyak tergambar di berbagai tempat di Naples.

Maradona dihormati bahkan dianggap setara dengan San Gennaro, santo pelindung kota Naples. Sebab, bagi mereka, Maradona adalah “dewa” yang abadi di Napoli.


Referensi: Goal, CBS, The Guardian, Javad Ghorbani, Starting Eleven.

Momen Ajaib Galatasaray: Tim Turki Penakluk Kompetisi Eropa

0

Berjalan-jalan ke kota Istanbul. Ibu kota Negeri 1000 menara, Turki. Kemegahan arsitektural peninggalan kekaisaran Ottoman terpampang nyata di sudut-sudut kota tersebut. Namun keindahan kota Istanbul ternyata punya sisi lain yang berbeda di dunia sepakbola.

Kota tersebut punya tiga kesebelasan terbaik yang saling punya rivalitas, yakni Besiktas, Fenerbahce dan Galatasaray. Nama terakhir patut disorot. Klub ini punya salah satu julukan yakni “Avrupa Fatihi” yang artinya sang penakluk Eropa. Ya, faktanya memang Galatasaray telah lama menjadi wajah kemajuan sepakbola Turki di kompetisi Eropa.

Juara Piala UEFA

Klub yang didirikan oleh Ali Sami Yen tersebut adalah cerminan dari seberapa kuat sepakbola Turki di mata dunia. Pasalnya, klub inilah yang jadi satu-satunya klub Turki yang berhasil meraih trofi di kompetisi Eropa.

Tak dipungkiri cerita manis Galatasaray di musim 1999/00 jadi tonggak di mana sepakbola Turki makin terpandang di kancah Eropa. Anak asuh Fatih Terim ketika itu menghempas para lawannya di babak knockout Piala UEFA. Bologna, Dortmund, Mallorca, hingga Leeds United semua mereka kandaskan.

Pada 17 Mei 2000 di Kopenhagen, rakyat Turki yang berharap meraih mahkota Eropa dalam sejarah sepakbolanya diwakili oleh Galatasaray. Raksasa Inggris, Arsenal asuhan Wenger tak menjadi halangan bagi pasukan Terim. Bermain sama kuat di babak normal hingga perpanjangan waktu, mimpi Galatasaray dan rakyat Turki itu akhirnya terwujud di babak adu penalti.

Pilar Arsenal, Vieira dan Suker gagal jadi algojo penalti. Galatasaray unggul 4-1, dan berhak atas mahkota Piala UEFA. Euforia fans dan seluruh rakyat Turki pun tak terbendung merayakan peristiwa sejarah ini. Mereka tumpah ruah di Istanbul merayakan kesuksesan Galatasaray.

Juara Piala Super Eropa

Euforia Galatasaray menorehkan sejarah bagi sepakbola Turki tak sampai di situ. Sebagai juara Piala UEFA musim berikutnya mereka ditantang oleh juara Liga Champions Real Madrid di laga bertajuk final Piala Super Eropa tahun 2000.

Tak mudah bagi Galatasaray saat itu yang tak lagi diasuh oleh Fatih Terim yang hijrah ke Fiorentina. Pelatih Rumania, Mircea Lucescu adalah pelatih baru mereka. Tak mudah bagi Lucescu debut melawan skuad Galacticos El Real di bawah arahan Vicente Del Bosque. Selain bejubel bintang macam Roberto Carlos, Raul, hingga Morientes, mereka juga baru kedatangan pemain termahal yakni Luis Figo.

Sudah bergitu Galatasaray kehilangan striker haus golnya Hakan Sukur yang hengkang ke Inter. Mereka hanya mendapatkan gantinya, yakni pemain Brazil, Mario Jardel. Namun jangan salah, justru Jardel inilah yang kemudian menjadi mimpi buruk bagi skuad mahal El Real.

Bermain di Stade Louis II Monaco, Galatasaray dan Real Madrid sama kuat di babak normal 90 menit. Raul dan Mario Jardel sama-sama mencetak gol di waktu normal. Hasil 1-1 membuat laga berlanjut ke babak perpanjangan waktu. Masih menggunakan metode gol emas (Golden Goal) Galatasaray sukses memanfaatkannya.

Menerima umpan crossing dari Fatih Akyel dari sisi kanan, Mario Jardel sukses menjadi penentu kemenangan dengan menceploskan bola ke gawang Casillas di menit 103. Galatasaray berpesta di hadapan para skuad mahal El Real yang tertunduk lesu di lapangan. Sebuah catatan sejarah kembali ditorehkan Galatasaray di level Eropa.

Kembali Ke Liga Champions

Dua mahkota yang dibawa pulang Galatasaray ke Turki itu belum lagi diulangi oleh klub Turki lainnya, tak terkecuali Besiktas maupun Fenerbahce.

Lalu apakah kisah hebat Galatasaray tersebut berlanjut? Sayangnya, hal tersebut tak terulang lagi. Prestasi tertinggi berikutnya hanya mentok sampai perempat final Liga Champions. Itu terjadi pada musim 2000/01 dan 2012/13. Mereka kebetulan di dua musim tersebut, kandas di babak perempat final oleh Real Madrid. Tim yang disakitinya di Piala Super Eropa tahun 2000 silam.

Lalu di era sekarang bagaimana? Galatasaray ini sudah lama tak lagi nongol di Liga Champions. Terakhir kali mereka mentas di Liga champions itu adalah di musim 2019/20. Ketika itu mereka masih dilatih Fatih Terim. Namun prestasinya hanya sampai babak grup.

Nah di musim 2023/24 ini, akan menjadi saksi kembalinya Galatasaray ke Liga Champions. Dari keterpurukan mereka musim 2021/22 yang hanya finish di papan 13 Liga Turki, mereka telah bangkit musim lalu dengan menjadi juara Liga Turki lewat sentuhan pelatih baru mereka Okan Buruk.

Optimisme Galatasaray

Di masa Okan Buruk, Galatasaray bangkit dengan optimisme tinggi mengulangi kisah kehebatan mereka di masa lalu. Maklum, Okan ini adalah salah satu aktor dari kesuksesan Galatasaray dulu di pentas Eropa.

Skuad Galatasaray sejak musim lalu sudah dibangun dengan materi pemain yang tidak biasa.Nicolo Zaniolo, Mauro Icardi, Juan Mata, Dries Mertens, Sergio Oliveira, maupun Lucas Torreira sudah mewarnai kesolidan skuad mereka.

Musim ini Galatasaray juga sudah menambah amunisi baru macam Wilfried Zaha, Tete, Hakim Ziyech, Angelino, Kerem Demirbay, Davinson Sanchez, hingga Tanguy Ndombele. Bisa dikatakan, kedalaman skuad Galatasaray musim ini tak bisa dianggap remeh.

Persoalannya mereka harus berjibaku di sebuah grup yang berisi raksasa Jerman, Bayern Munchen dan raksasa Inggris, Manchester United. Namun dengan modal juara Liga Turki optimisme masih terpelihara di kubu Okan Buruk.

Stadion dan Fans

Ditambah keunggulan mereka kalau sudah bicara soal stadion dan fans. Stadion mereka yang dulu dikenal dengan Ali Sami Yen Stadium telah banyak memakan korban. Termasuk MU sekalipun di tahun 1993 silam. Galatasaray menjadikan stadion sebagai “neraka” bagi setiap klub yang bertandang.

Galatasaray tak dipungkiri telah menjadi klub dengan basis pendukung terbesar di Turki. Menurut These Football Times, pada tahun 2019 lalu sekitar 40% atau kurang lebih 30 juta fans sepakbola di Turki teridentifikasi sebagai pendukung Galatasaray. Itu baru dari Turki, belum lagi dari negara lain.

Tak heran jika Galatasaray bermain di kandang, stadion selalu penuh sesak. Tak jarang koreo, suara drum, nyanyian fans yang lantang, serta dan flare yang menyala, menjadi bumbu tersendiri yang siap menggetarkan setiap lawan yang datang.

Keberadaan Ultras mereka yang sering disebut Ultraslan, juga jadi bukti betapa sangar dan intimidatifnya pendukung mereka. Tak heran jika beberapa kerusuhan pun sempat mewarnai perjalanan Galatasaray.

Selain peristiwa 1993 dengan MU, di 2000 ketika menghadapi Leeds di Piala UEFA pun sama rusuhnya. Di tahun 2001 ketika menghadapi PSG di Liga Champions pun juga sama rusuhnya. Yang paling fenomenal lagi adalah ketika Galatasaray Derby melawan Fenerbahce yang terjadi di tahun 2012. Pasalnya, peristiwa kerusuhannya sampai merenggut nyawa.

Ya, bagaimanapun dengan catatan kelam para Ultras mereka, Galatasaray tetaplah yang terbaik di Turki. Mereka menjadi cerminan kesuksesan dan kemajuan sepakbola negaranya. “Avrupanin En İyisi” yang berarti, Kami tetap yang terbaik di Eropa.

https://youtu.be/kYXEBfFKURU

Sumber Referensi : thesefootballtimes, uefa.com, planetfootball, dailysabah.com

Berita Bola Terbaru 8 September 2023 – Starting Eleven News

0

HASIL PERTANDINGAN

Dalam laga lanjutan Grup B Kualifikasi EURO 2024,  Prancis tak mendapat perlawanan yang berarti kala menghadapi Republik Irlandia. Skuad Didier Deschamp berhasil menang 2-0 atas Jason Knight cs. Gol Les Bleus dicetak oleh Aurélien Tchouaméni menit 19 dan Marcus Thuram menit 48. Hasil ini membuat Prancis kian kokoh di puncak klasemen Grup B. Sedangkan Irlandia tertahan di peringkat empat klasemen sementara.

Di pertandingan lain, Belanda menang 3-0 atas Yunani. Gol De Oranje dicetak oleh Marten De Roon menit 17, Cody Gakpo menit 31, dan Wout Weghorst menit 39. Selain ketiga pemain tersebut, Denzel Dumfries jadi salah satu pemain paling berpengaruh dengan catatan dua assist-nya. Dengan tambahan tiga poin, Belanda tetap tertahan di peringkat kedua Grup B di bawah Prancis.

Di Grup E Polandia berhasil menang 2-0 atas Kepulauan Faroe. Robert Lewandowski jadi pemain paling berpengaruh setelah mencetak dua gol di menit 73 dan 83. Kemenangan ini membuat Polandia naik ke peringkat tiga klasemen sementara. Sedangkan Kepulauan Faroe masih tertahan di dasar klasemen Grup E.

Sementara di Grup H, San Marino jadi bulan-bulanan Denmark setelah Rasmus Hojlund cs memenangkan pertandingan dengan skor 4-0. Christian Eriksen jadi bintang lapangan setelah mencatatkan tiga assist di pertandingan tersebut. Kemenangan ini membuat Danish naik ke peringkat dua klasemen sementara Grup H. Sedangkan San Marino terdampar di dasar klasemen.

NEYMAR TOLAK PANGGILAN TIMNAS BRAZIL

Memasuki jeda internasional, Neymar yang kini bermain di Arab Saudi dikabarkan menolak panggilan dari Timnas Brazil. Namun, penolakan tersebut bukan tanpa alasan. Dilansir ESPN, bintang Al-Hilal itu menolak bermain untuk Brazil di pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2026 karena merasa belum fit 100%. Neymar merasa dirinya belum pulih dari cedera pergelangan kaki yang ia alami pada Februari lalu. Kabarnya, cedera itu pula yang membuat Neymar belum bisa bermain untuk Al-Hilal.

WADUH, GIROUD CEDERA SAAT BELA TIMNAS

Ada kabar buruk untuk AC Milan dari jeda internasional. Salah satu pemainnya, Olivier Giroud dikabarkan mengalami cedera saat membela Timnas Prancis. Dilansir Football Italia, Giroud yang mengalami gangguan di pergelangan kaki memaksakan diri untuk terus bermain. Akhirnya pada menit 26 ia ditarik keluar dengan menahan rasa sakit. Sang pemain langsung menerima perawatan, tapi belum tahu seberapa parah cederanya. Jika harus absen lama, itu jadi kerugian besar bagi Milan.

RESMI, NICOLAS PEPE GABUNG TRABZONSPOR

Sempat dirumorkan bakal bergabung dengan salah satu klub Arab Saudi, Nicolas Pepe justru pilih gabung klub Turki, Trabzonspor. Dilansir Daily Mail, mantan pemain Lille itu menolak tawaran gaji selangit agar tetap bisa bermain di Eropa. Belum jelas berapa durasi kontraknya, kabarnya Arsenal hanya menerima 3 juta pounds (Rp57 miliar) sebagai fee transfer Pepe.

AL-ETTIFAQ TERNYATA HAMPIR GAET SANCHO

Permasalahan yang dialami Jadon Sancho di Manchester United mendekatkannya dengan pintu keluar Old Trafford. Sebelum jendela transfer ditutup, ternyata Al-Ettifaq sempat mengajukan tawaran untuk mendatangkannya. Dilansir Daily Mail, Al-Ettifaq mengajukan tawaran di menit-menit terakhir bursa transfer Arab Saudi. Mereka berniat untuk meminjam sang pemain. United pun dikabarkan bersedia untuk melepas Sancho, tapi klausul wajib beli di akhir masa peminjaman tak disanggupi oleh Al-Ettifaq. Karena waktunya mepet, kesepakatan pun akhirnya batal.

HUGO LLORIS DIASINGKAN DARI SKUAD TOTTENHAM

Lama tak terlihat di bawah mistar gawang Tottenham, Hugo Lloris dikabarkan tengah berada di situasi sulit. Kabarnya, ia berpotensi diasingkan dari skuad utama Ange Postecoglou. Dilansir The Guardian, Spurs berniat untuk tidak lagi memainkan Lloris hingga Januari mendatang. Hal itu karena sang pemain tak bersikap tegas soal masa depannya di klub. Pemain internasional Prancis itu tidak menunjukan gelagat ingin pindah meski sudah banyak tawaran yang datang. 

MO SALAH RESMI BERTAHAN DI LIVERPOOL

Setelah santer dirumorkan bakal menyusul N’Golo Kante ke Al-Ittihad, Mohamed Salah dikabarkan resmi bertahan di Liverpool. Dilansir Sky Sport, kepastian ini didapat setelah Al-Ittihad tak mampu mencapai kata sepakat dengan Liverpool hingga tenggat waktu yang ditentukan. Bursa transfer Arab Saudi keburu ditutup dan Mo Salah pun dinyatakan tetap bertahan di Anfield.

PHIL JONES BALIK LAGI KE MU, NGAPAIN?

Usai kontraknya berakhir dengan Manchester United, Phil Jones belum memutuskan masa depannya. Namun, beberapa hari yang lalu ia terlihat kembali ke Carrington, markas latihan Manchester United. Dilansir Mundo Deportivo, ternyata Jones datang untuk melihat sesi latihan tim junior Manchester United. Kemunculannya ini mengisyaratkan kalau dirinya akan terjun ke dunia kepelatihan dan membuka peluang untuk melatih tim akademi Setan Merah.

SOMBONG AMAT! POTTER TOLAK LATIH LYON

Meski masih nganggur, tampaknya Graham Potter tak terburu-buru untuk mengambil pekerjaan melatih lagi. Itu dibuktikan dengan sikapnya yang menolak tawaran melatih dari salah satu klub Liga Prancis. Dilansir 90min, Potter dikabarkan telah menolak tawaran dari Lyon untuk menggantikan Laurent Blanc sebagai pelatih baru. Belum jelas alasannya apa, tapi dengan gagalnya Lyon menggaet Potter, mereka mengalihkan target ke manajer muda potensial, Will Still.

DAVID SILVA NAIK MEJA OPERASI

Mengalami cedera ACL di usia lanjut, David Silva yang baru-baru ini memutuskan pensiun dini akhirnya naik meja operasi. Dilansir Football Espana, ia melakukan operasi untuk memperbaiki ligamen anteriornya. Silva bahkan membagikan momen tersebut di akun X-nya. Foto tersebut sekaligus menandakan kalau operasi lututnya berjalan sukses.

RAUL GONZALEZ BAKAL LATIH VILLARREAL?

Villarreal dikabarkan tengah mencari pelatih baru setelah memecat Queue Setien di akhir pekan lalu. Dilansir Football Espana, Pelatih Real Madrid Castilla, Raul Gonzalez muncul sebagai kandidat terkuat. Real Madrid dikabarkan sudah mengizinkan Raul untuk melakukan pembicaraan dengan Villarreal. Tapi The Yellow Submarine juga akan melakukan negosiasi dengan beberapa nama lain, seperti Javi Garcia, Julen Lopetegui, dan Marcelo Gallardo.

NASSER AL-KHELAIFI MENERTAWAKAN IDE GILA MADRID DAN BARCA

Bos PSG, Nasser Al-Khelaifi kembali mengeluarkan pernyataan kontroversial. Kabarnya, ia menyindir Barcelona dan Real Madrid yang masih bertahan dengan proyek European Super League mereka. Dilansir AS, kedua tim tersebut menjadi dua tim tersisa yang kukuh ingin menggelar European Super League. Mendengar hal itu Nasser tergelitik. Karena menurutnya, Madrid dan Barca terlalu naif. Mereka Seharusnya sadar kalau tak ada yang tertarik dengan ide itu.

JORGE VILDA INGIN LATIH REAL MADRID

Usai dipecat dari Timnas Wanita Spanyol, Jorge Vilda menyampaikan rencananya selanjutnya. Dilansir Football Espana, ia masih ingin terus bergelut di dunia sepakbola dan ingin melatih klub top Eropa seperti Real Madrid. Klub La Liga itu memang tengah mencari manajer baru setelah Carlo Ancelotti dipastikan bakal hengkang akhir musim nanti. Tapi, akan sangat mengejutkan apabila manajemen El Real benar-benar mempertimbangkan mimpi Jorge Vilda.

TAYLOR SWIFT BAKAL JADI KUNCI BELLINGHAM RAIH GOLDEN BOY, KOK BISA?

Taylor Swift dikabarkan bakal jadi kunci kemenangan Jude Bellingham di penghargaan Golden Boy tahun 2023. Dilansir Mirror, itu disebabkan karena celotehan pemain muda Barcelona, Alejandro Balde yang mengaku tak menyukai musik dari Taylor. Fans yang tersinggung pun ramai-ramai akan memilih Bellingham di sesi pemungutan suara ajang penghargaan tersebut. Swifties, sebutan untuk  fans Taylor Swift merasa dikhianati Balde. Mengingat Barcelona disponsori oleh Spotify, salah satu aplikasi streaming musik paling besar di dunia.

JUVENTUS SIAPKAN PERPANJANGAN KONTRAK UNTUK CHIESA

Penyerang sayap Federico Chiesa akan mendapatkan perpanjangan kontrak dari Juventus. Penampilannya yang apik sejauh ini telah memberinya banyak pujian, dan Bianconeri dapat mengikat pemenang EURO 2020 itu selama dua tahun ke depan, memperpanjang masa tinggalnya hingga tahun 2027. Juventus tidak hanya mempersiapkan perpanjangan kontrak untuk Federico Chiesa, melainkan juga Federico Gatti, Wojciech Szczesny, dan Adrien Rabiot

BOJAN KRKIC BAKAL PUNYA PERAN BARU DI BARCELONA

Bojan Krkic merupakan pemain yang pernah membela Barcelona pada masa mudanya. Tahun ini dia mengejutkan banyak orang dengan pensiun pada usia 32 tahun setelah bermain bersama Vissel Kobe di Jepang. Di luar dugaan Bojan bakal kembali ke Barcelona. Football Espana melaporkan peran Bojan di Barca akan diumumkan minggu depan. Bojan telah bergabung dengan tim Direktur Olahraga Deco, yang dapat dijelaskan sebagai bagian dari reorganisasi struktur olahraga.

LAMINE YAMAL TAK PERNAH BERPIKIR PERKUAT TIMNAS MAROKO

Wonderkid Barcelona, Lamine Yamal dipanggil ke timnas senior Spanyol untuk pertama kalinya. Yamal menegaskan bahwa dirinya hanya ingin bermain untuk La Furia Roja. Meski Maroko, negara asal ayahnya, juga tertarik untuk memboyongnya. Yamal tak pernah berpikir untuk memperkuat Timnas yang tampil solid di Piala Dunia 2022 lalu itu. “Saya ingin memenangkan Euro, Piala Dunia, dan segalanya bersama Spanyol. Pemain favorit? Ada banyak pemain hebat di sini, tapi saya sudah mengikuti Marco Asensio sejak pertama kali bergabung dengan tim nasional,” kata Yamal.

BORUSSIA DORTMUND JUAL THORGAN HAZARD KE ANDERLECHT

Borussia Dortmund resmi melepas Thorgan Hazard ke Anderlecht pada Kamis (7/9) dini hari waktu setempat. Pemain asal Belgia itu diperkirakan dibeli seharga 4 juta Euro untuk kembali ke negaranya. Minimnya menit bermain yang diterima Hazard bersama Die Borussen jadi alasan utama sang pemain memutuskan menerima pinangan Anderlecht. Dengan kembali ke negara asalnya, Hazard berharap dapat menemukan kembali performa terbaiknya.

AFC AJAX REKRUT ANAK RAFAEL VAN DER VAART

Damian van der Vaart, anak legenda Belanda Rafael Van Der Vaart, meresmikan kepindahannya ke Ajax Amsterdam U-18 pada Rabu (6/9/23) lalu. Gelandang muda berusia 17 tahun asal Belanda yang sempat dihubungkan dengan Timnas Indonesia itu dikontrak setahun oleh De Godenzonen. Bergabung bersama Ajax tentunya membuat Damian berharap bisa mengikuti jejak sang ayah yang juga merupakan jebolan akademi Ajax dengan catatan 156 penampilan plus 61 gol juga 28 assist selama lima tahun di tim senior.

TERRY SEGERA SUSUL GERRARD LATIH KLUB SAUDI?

Menurut kabar dari Tribalfootball, John Terry bisa menjadi tokoh Inggris terbaru yang pindah ke Arab Saudi. Ia dilaporkan akan mengambil alih jabatan pelatih Al-Shabab. Negosiasi dimulai sekitar sebulan yang lalu dan akan berakhir dengan dia menandatangani kontrak setidaknya untuk dua tahun, meski ada kemungkinan durasi empat tahun. Terry yang saat ini bekerja sebagai konsultan di akademi Chelsea, akan berhadapan langsung dengan mantan rekan mainnya di Inggris, Steven Gerrard, yang membesut Al-Ettifaq.

AMRABAT: TEN HAG SOSOK PENTING DALAM KARIRKU

Sofyan Amrabat bereuni dengan Erik ten Hag di Manchester United. Ten Hag merupakan sosok yang mengorbitkan nama Amrabat di Utrecht delapan tahun yang lalu. Mereka bekerja sama di Utrecht hingga 2017. Ten Hag dan Amrabat kemudian memilih jalan karier yang berbeda sebelum waktu kembali mempertemukan keduanya setelah enam tahun di MU. Amrabat mengakui bahwa Ten Hag adalah sosok yang sangat penting untuk kariernya. Ia banyak berkembang sebagai pemain muda di bawah besutan Ten Hag.

PETINGGI BARCELONA TERTARIK GAET JORGINHO

Tribal Football melaporkan bahwa pelatih Barca, Xavi merasa skuadnya kekurangan gelandang dan dia serta Direktur Olahraga Deco sedang mempertimbangkan untuk merekrut Jorginho pada bursa Januari. Jorginho baru bergabung dengan Arsenal sejak Januari lalu saat bergabung dari Chelsea. Tapi dia bisa kembali pindah karena bukan lagi pilihan pertama setelah penandatanganan lini tengah senilai 105 juta pounds Declan Rice. 

JOSELU: JUDE BELLINGHAM AKAN BANJIR PRESTASI DI USIA MUDA

Awal karier Jude Bellingham di Real Madrid memang sungguh impresif. Ia rutin bikin gol di empat laga awal La Liga 2023/2024. Atas performanya, pemain 20 tahun ini diganjar penghargaan pemain terbaik La Liga bulan Agustus. Joselu yang juga merupakan rekrutan baru Real Madrid pun merasa Bellingham tengah menjalani momen terbaik dalam hidupnya. Joselu pun percaya Bellingham akan banjir prestasi sejak berusia muda. “Bellingham telah menarik perhatian bahkan di ruang ganti Madrid. Dengan usianya, dia akan mampu memenangkan apa pun yang dia inginkan,” kata Joselu kepada AS.

SABATINI MENYEBUT ROMELU LUKAKU TIDAK BERETIKA

Komentari drama transfer Romelu Lukaku, mantan direktur Inter Milan dan AS Roma, Walter Sabatini menilai jika apa yang terjadi hanya masalah etika. Lukaku awalnya sedang diupayakan untuk bergabung secara permanen dengan Inter Milan. Akan tetapi, di tengah upaya yang dilakukan, Lukaku malah diketahui negosiasi dengan Juventus. Dan di penghujung bursa transfer musim panas ini, dia malah merapat ke AS Roma. Menurut Sabatini, proses transfer Lukaku ini telah menjadi skandal tersendiri di Serie A.

Start Mengagumkan Bayer Leverkusen, Bisakah Bertahan di Papan Atas?

0

Kejadian menakjubkan terjadi pada musim 2001/02. Bayer Leverkusen melaju di tiga kompetisi utama yang bisa mereka lakoni. Ironisnya, Bayer Leverkusen justru tumbang di semua kompetisi itu. Di Liga Champions, Leverkusen ditaklukkan Real Madrid di partai final. Di DFB Pokal, Schalke menghancurkan mereka 4-2. Begitu pula di Bundesliga.

Borussia Dortmund merebut posisi mereka di puncak klasemen dalam tiga spieltag terakhir. Nasib ngenes Bayer Leverkusen ini bahkan sampai melahirkan julukan “Neverkusen”. Setelah kejadian mengenaskan itu, Die Werkself tidak lagi tim yang tangguh. Alih-alih demikian, Leverkusen justru menjadi tim yang medioker saja belum.

Namun, era sudah berganti. Bayer Leverkusen yang dulunya rumah bagi pemain-pemain hebat seperti Dimitar Berbatov, Gonzalo Castro, sampai Son Heung-min mulai ditata lagi. Di bawah asuhan Xabi Alonso, Bayer Leverkusen kembali menunjukkan kelasnya.

Start Musim 2023/24

Mengawali musim 2023/24, Bayer Leverkusen bermain sangat impresif, khususnya di Bundesliga. Die Werkself mengawali musim ini dengan tidak hanya menang, tapi menang besar. Di pra-musim pasukan Xabi Alonso bahkan sudah menggiling juara Liga Konferensi Eropa, West Ham 4-0.

Mereka yang memulai DFB Pokal dari putaran pertama menggilas tim amatiran FC Teutonia Ottensen delapan gol tanpa balas. Saat masuk pertandingan Bundesliga, lawan di partai pertama adalah RB Leipzig, penghuni empat besar musim lalu.

Die Roten Bullen asuhan Marco Rose bukan lawan mudah. Musim lalu saja Bayern Munchen tidak bisa mengalahkan mereka. Tapi Leverkusen nyatanya memenangkan laga itu. Dengan dukungan penuh publik BayArena, Die Werkself mengalahkan Leipzig 3-2. Tak diberi nafas sebentar, di laga kedua giliran Borussia Monchengladbach yang jadi lawan Florian Wirtz dan kolega.

Tapi pasukan Xabi menang bulat 3-0. Di laga berikutnya Bayer Leverkusen juga menghajar Darmstadt 5-1. Well, hingga spieltag ketiga, dengan tiga kali kemenangan beruntun, Bayer Leverkusen menduduki puncak klasemen Bundesliga mengoleksi sembilan poin.

Statistik Bagus di Awal Musim

Tidak hanya duduk di puncak klasemen, di awal musim Bayer Leverkusen menunjukkan statistik yang menawan. Mereka adalah satu di antara dua tim yang mencetak gol terbanyak di Bundesliga sejauh ini dengan 11 gol. Hanya Vfb Stuttgart yang menyamai gol Leverkusen. Bayern Munchen saja baru mencetak sembilan gol. 

Selain itu, Die Werkself juga baru kebobolan tiga gol sama dengan Dortmund dan hanya satu gol lebih banyak dari jumlah kebobolan Bayern dan Frankfurt (2 gol). Belum sampai di situ. Menurut data The Analyst, Bayer Leverkusen adalah tim dengan nilai expected goal tertinggi di Bundesliga sejauh ini, yaitu 6,30.

Angka tersebut lebih tinggi dari Bayern Munchen (5,88), Stuttgart (5,42), dan RB Leipzig (3,32). Dengan nilai expected goal tertinggi, rata-rata gol yang diciptakan Bayer Leverkusen otomatis juga tertinggi di Bundesliga. Menurut Fbref 3,67 per 90 menit. Rata-rata gol itu jauh lebih tinggi dari Bayern Munchen dengan 2,67 per laga.

Hanya Stuttgart yang bisa menyamai rata-rata gol Bayer Leverkusen sejauh ini. Menariknya, Die Werkself tidak hanya menciptakan gol melainkan juga asis. Jumlahnya 11 asis sejauh ini.

Kehilangan Pemain

Jika melihat sebelum musim dimulai, Leverkusen padahal kehilangan tidak sedikit pemain terbaiknya. Menurut data Transfermarkt, ada 14 pemain yang dilepas Bayer Leverkusen. Mereka di antaranya Sardar Azmoun, Callum Hudson-Odoi yang dikembalikan ke Chelsea, Karim Bellarabi, Kerem Demirbay, Paulinho, sampai Moussa Diaby.

Selain menjual para pemain, disadari atau tidak, Bayer Leverkusen juga lama kehilangan Patrik Schick. Striker fenomenal itu sempat menjadi mesin gol Die Werkself berkat 24 gol dari 27 laganya di Bundesliga selama musim 2021/22.

Sayangnya, pada musim lalu Schick benar-benar sick. Ia menderita cedera pangkal paha sejak Maret 2023, sehingga mesti menjalani operasi dan pemulihan. Pemain 27 tahun itu pun tidak bermain penuh satu musim. Golnya pun cuma tiga dalam 14 laga yang ia mainkan musim lalu.

Meski sempat dikabarkan bisa berlatih penuh pada 23 Juni 2023 lalu, tapi Schick nyatanya belum kembali ke skuad Xabi Alonso. Sang pemain diperkirakan baru akan bergabung pada awal Oktober 2023 mendatang.

Pemain Baru Tokcer

Kehilangan para pemain pilar dan absennya Patrik Schick nyatanya tidak berpengaruh besar dalam skuad Xabi Alonso. Toh, ia juga sudah mendatangkan pemain-pemain baru. Sebutlah misalnya Victor Boniface yang dibeli dari Union Saint-Gilloise seharga 20,5 juta euro (Rp337 miliar).

Pemain Nigeria itu adalah jawaban dari gersangnya lini depan Bayer Leverkusen. Ia sudah mencetak empat gol di Bundesliga sejauh ini. Golnya lebih banyak dari yang dicetak Harry Kane (3 gol). Boniface adalah pemain hebat yang tidak terlacak tim-tim besar.

Boniface telah memperlihatkan penampilan apiknya sejak berseragam tim Norwegia, FK Bodo/Glimt. Selain membawa tim itu juara dua kali di divisi teratas, Boniface sebelumnya sudah mencetak 23 gol dan delapan asis dalam 66 pertandingan bersama tim yang namanya sulit dieja itu. Di Union Saint-Gilloise pemain ini mengemas 17 gol dan 12 asis dari 51 pertandingan.

Kehadiran pemain lain seperti Alejandro Grimaldo, Jonas Hofmann, Nathan Tella, sampai Granit Xhaka juga membuat permainan Die Werkself kian solid. Khusus nama yang terakhir adalah ruh lini tengah.

Xhaka yang dibeli 15 juta euro (Rp246,6 miliar) dari Arsenal membuat penguasaan bola terus berjalan dan memberikan keseimbangan bagi tim. Sementara Grimaldo dan Hofmann menawarkan kekuatan di sektor sayap. Di posisi kiper Lukas Hradecky akan di-cover oleh mantan kiper Manchester United, Matej Kovar.

Peran Xabi Alonso

Tidak dapat dimungkiri permainan Bayer Leverkusen sejauh ini tak bisa lepas dari sosok Xabi Alonso. Bersama eks pemain Real Madrid itu, Leverkusen telah memenangkan setidaknya 21 laga, imbang 10 laga, dan hanya kalah dalam 10 pertandingan. Juga mencetak 88 gol dan kebobolan 52 gol.

Xabi membawa pendekatan yang sangat berbeda di Bayer Leverkusen. Ia mengintegrasikan “cara Spanyol” di tim Jerman itu. Xabi selalu memulai dengan formasi 3-4-2-1 lalu akan beralih ke formasi 4-2-4 yang lebih berani untuk memberi tekanan di lini depan.

Instruksi yang diberikan Xabi jelas. Ia ingin para pemainnya saling terhubung di atas lapangan dan tetap saling berdekatan. Ini dilakukan untuk menerapkan gaya permainan Spanyol yang berorientasi pada penguasaan bola. Umpan dari kaki ke kaki menjadi andalan Xabi dengan fluiditas posisi pemain.

Jadi, setiap pemain akan terus bergerak, tidak terpaku pada posisinya. Ini gunanya untuk menciptakan ruang di blok rendah pertahanan lawan dan mengeksploitasinya. Granit Xhaka, Florian Wirtz, dan Jeremie Frimpong punya peran krusial di sini.

Xhaka setidaknya mengemas 34 umpan progresif di Bundesliga sejauh ini, sedangkan Wirtz menjadi pemain yang paling banyak memberikan umpan ke area penalti di Bundesliga dengan 13 umpan. Kalau Frimpong ia memimpin perolehan asis dengan tiga asis.

Peluang Bayer Leverkusen

Melihat permainannya yang mengesankan,  Die Werkself sangat berpeluang finis di posisi teratas. Tak perlu menjadi juara, finis di posisi empat besar sudah lebih dari cukup buat Xabi. Menurut prediksi Superkomputer Opta, dilansir The Analyst, Bayer Leverkusen punya peluang untuk itu.

Die Werkself diprediksi akan finis di posisi keempat. Meski tidak diprediksi juara, Leverkusen bisa memberi perlawanan untuk Bayern Munchen yang akan mereka hadapi setelah jeda internasional.

Dengan Bayern Munchen yang masih meraba kekuatannya, plus masalah yang muncul antara Thomas Tuchel dan manajemen Die Roten, ini adalah kesempatan yang baik bagi Die Werkself untuk paling tidak, membuat Bayern Munchen tidak memenangkan laga.

Sumber: Stats24, KhelNow, SportsMonks,TheAnalyst, Sportstar, FootballTribe, Fbref, FootballTransfers

Mengapa Erling Haaland Pantas Meraih Ballon d’Or 2023?

Ballon d’Or 2023 segera dihelat. Sejumlah 30 pemain masuk nominasi. Ada sebuah pemandangan yang baru ketika diantara 30 nominasi tersebut, tak ada nama Cristiano Ronaldo untuk pertama kalinya. Lalu siapa yang terkuat meraih penghargaan prestisius itu tahun ini?

Nama Erling Haaland dan Lionel Messi mencuat sebagai dua kandidat terkuat. Tak kalah dengan Messi, Haaland sebagai pendatang baru juga punya beberapa hal yang membuatnya pantas jika di bulan Oktober nanti meraih penghargaan tersebut.

Adaptasi Cepat, Tim Baru, Liga Ketat

Haaland tiba di Inggris musim lalu dan sudah dikenal sebagai bomber haus gol baik di RB Salzburg maupun Borussia Dortmund. Namun, awalnya banyak orang mengira bahwa dia tak mampu mempertahankan kelebihannya itu di liga seketat Inggris.

Haaland baru berusia 22 tahun ketika menandatangani kontrak dengan City. Tapi, ia dengan cepat menjawab keraguan itu semua. Mencetak 9 gol dalam 5 pertandingan pembukaannya bersama City, termasuk hattrick-nya berturut-turut adalah sebuah hal yang patut untuk digarisbawahi sebagai pendatang baru.

Pada bulan Oktober 2022, Haaland sudah menjadi pemain tercepat yang mencetak tiga hattrick di Liga Inggris. Ia melakukannya hanya dalam 8 laga saja. Pemegang rekor sebelumnya adalah Michael Owen, yang butuh 48 laga untuk mencapainya ketika bersama Liverpool.

Pada akhir Februari 2023, Haaland tercatat telah mencetak 27 gol di Liga Inggris. Meski musim belum berakhir, torehan tersebut sudah memecahkan rekor milik Sergio Aguero sebagai pencetak gol terbanyak dalam satu musim di Liga Inggris untuk City.

Selain itu, Haaland juga mampu melampaui rekor Alan Shearer dan Andy Cole yang telah mencetak 34 gol di Liga Inggris dalam satu musim. Rekor tersebut susah dipecahkan dan telah bertahan selama 28 tahun. Halaand telah memecahkannya dengan raihan 36 gol dalam 35 laga di Liga Inggris. Padahal nih, ia hanya jadi starter di 32 laga saja lho.

Mengikuti Pola Permainannya

Haaland awalnya juga diperkirakan butuh waktu untuk beradaptasi dengan baik di City. Kita tahu City menghabiskan musim sebelumnya sebagian besar bermain dengan tanpa striker murni.

Muncul juga pertanyaan apakah Haaland bisa masuk dalam sistem yang dibuat Pep? Ada juga kekhawatiran saat Pep pernah memiliki hubungan yang buruk di dalam lapangan maupun luar lapangan dengan striker murni macam Zlatan Ibrahimovic ketika di Barca.

Namun justru beberapa kekhawatiran tersebut tidak terjadi. Haaland ternyata tidak harus beradaptasi sepenuhnya dengan rekan satu timnya. Justru merekalah yang beradaptasi dengan Haaland.

Pola tersebut tentu atas kehendak dari sang pelatih. Di sini terjawab, bahwa Pep ternyata tak egois memaksakan sistem yang tak sesuai dengan kehadiran Haaland. Pep mau tidak mau mengikuti pola yang dirasa tepat dengan kehadiran Haaland.

Jack Grealish terpaksa mengekang indivitualistisnya. Sementara itu, Kevin De Bruyne yang jadi pencetak gol terbanyak City musim sebelumnya, didorong untuk terus melayani Haaland. Cara kerja seperti itu ternyata berjalan lancar. Terbukti assist-nya musim lalu kepada Haaland, sebanyak 13 kali. Ya, satu tim City di musim lalu memakai strategi fokus mengalirkan bola kepada Haaland sebagai tujuan akhir.

Tipe Berbeda

Memang benar City sudah menjadi tim yang hebat duluan sebelum Haaland datang. Mereka telah memenangkan 4 dari 5 gelar Liga Inggris sebelumnya. Namun tak dipungkiri juga kedatangan Haaland mampu membuat City makin tangguh. Variasi serangannya semakin sulit ditebak oleh lawan.

Berbeda dengan musim sebelumnya, yang tak ada striker model “Big Man” seperti dirinya. Dulu, Pep juga sebenarnya pernah menggunakan strategi striker murni seperti Aguero. Namun, secara fisik dan gaya main sangat berbeda dengan Haaland.

Kehadiran Haaland yang bertubuh tinggi besar di kotak penalti lawan, tak jarang membuat lawan ketar-ketir duluan. Meski ia tinggi besar, namun kecepatannya masih terjaga. Kecepatannya terkadang sering membuat tim lawan enggan memainkan garis pertahanan tinggi.

Membuat Sejarah Untuk Timnya

The Citizens sebelumnya belum pernah memenangkan tiga gelar Liga Inggris secara berturut-turut. Tetapi nyatanya ketika Haaland datang, City bisa mencapai tonggak sejarah tersebut. City tercatat menjadi tim berikutnya yang bisa melakukan hattrick juara di Liga Inggris setelah MU.

Haaland juga menjadi bagian penting dari rasa penasaran City untuk bisa memenangkan trofi Liga Champions. Pep telah memenangi trofi tertinggi Eropa itu 2 kali dalam 3 tahun pertamanya sebagai pelatih di Barcelona.

Namun setelah itu gelar tersebut terus lepas dari genggamannya. Pep telah gagal di semifinal tiga kali bersama Bayern Munchen dan sekali bersama City. Selain itu, Pep juga pernah merasakan final sekali bersama City, namun kembali harus gagal meraih trofi.

Lalu, ketika Haaland datang, Pep bisa mewujudkannya di City. Kemenangan City di Istanbul Turki melawan Inter, juga membuat City menjadi tim kedua di sepak bola Inggris yang meraih treble winner. Torehan itu menyamai pencapaian MU pada tahun 1999 silam.

Musim Yang Lebih Baik Dari Messi

Meski menjalani musim nyaris sempurna, Haaland memang menghadapi lawan tangguh untuk perebutan Ballon d’Or tahun ini. Tidak ada yang bisa membantah bahwa Messi, sebagai pemenang 7 kali Ballon d’Or, adalah pemain terhebat yang pernah ada di muka bumi ini.

Tahun 2022 lalu, Messi telah mendapatkan trofi Piala Dunia. Satu-satunya gelar prestisius yang sudah lama diincarnya. Tak dipungkiri juga saingan Haaland ini sangat berperan penting dalam menggendong kemenangan Argentina.

Tapi, selain aksi heroiknya di Qatar itu, apalagi sih yang dilakukan Messi di musim lalu? Di PSG nyatanya ia tertatih-tatih dalam perburuan gelar juara Ligue 1. Poin PSG di akhir musim pun juga hanya terpaut satu dengan peringkat RC Lens.

PSG musim lalu sudah tersingkir di babak 16 besar Coupe de France. Selain itu, mereka juga kembali mengalami kegagalan di Liga Champions. Ditambah, masa-masa terakhirnya di PSG juga meninggalkan mimpi buruk baginya. Dia dicemooh oleh para penggemar PSG.

Haaland Adalah Masa Depan Sepakbola Dunia

Messi memang pemain terbaik di ajang Piala Dunia 2022. Penghargaan Bola Emas serta The Best FIFA telah jadi bukti. Tapi masa-masa indah Messi itu sudah hampir berlangsung setahun.

Kini, Messi di usia senjanya telah menjalani karirnya di luar liga-liga Eropa. Ia bergabung ke klub MLS, Inter Miami. Sementara itu, Haaland masih berada di puncak karirnya sebagai pesepakbola pada usia 23 tahun. Selain itu, Haaland juga masih bermain untuk salah satu tim terbaik di dunia, di liga terbaik di dunia, dan bersama salah satu manajer terbaik di dunia.

Prestasi Haaland yang memecahkan rekor dan meraih treble winner, juga masih segar dalam ingatan. Ditambah, ia juga mengawali musim baru 2023/24 dengan baik. Ia mencetak 6 gol dalam 4 pertandingan pertamanya di Liga Inggris, termasuk hattrick kala melawan Fulham. Toh, dia juga baru saja dinobatkan sebagai Pemain Terbaik UEFA serta Pemain Terbaik PFA.

Jujur ​​saja, masa indah Messi meraih sebuah kejayaan di level tertinggi sudah berakhir. Messi bisa diibaratkan adalah masa lalu sepakbola, begitupun CR7. Kini, sepakbola adalah tentang masa depan. Dan Haaland adalah sosok yang tepat untuk mewakilinya.

Sumber Referensi : talksport, goal.com, sportsopera

Sedih! Cristiano Ronaldo Untuk Pertama Kalinya Dalam 20 Tahun Gak Masuk Ballon d’Or?

Nominasi Ballon d’Or telah diumumkan pada Rabu malam. Terungkap ada total 60 nama pemain yang ikut serta. 60 pemain itu dibagi jadi 30 nominasi putra dan 30 nominasi putri. Diantara pemain pria, kita bisa melihat banyak nama besar yang hadir. Seperti contohnya Erling Haaland, Jude Bellingham, Mohamed Salah, Kylian Mbappe, dan lainnya.

Setelah secara heroik menjuarai Piala Dunia 2022 kemarin, nama Lionel Messi juga hadir dalam daftar peserta nominasi. Harry Kane yang baru pindah ke Bayern Munchen juga masuk daftar. Sementara itu, wakil Arsenal Martin Odegaard dan Bukayo Saka juga hadir.

Namun ada satu nama besar yang hilang. Ia adalah bintang Al Nassr Cristiano Ronaldo. Untuk pertama kalinya dalam 20 tahun, Ronaldo tidak menghiasi panggung Ballon d’Or. Ia telah masuk daftar shortlist sejak tahun 2004. Umurnya masih 19 tahun saat itu. Dan mengingat usianya kini sudah 38 tahun, mungkinkah ini jadi penanda berakhirnya sebuah era Ronaldo di Ballon d’Or?

Pantaskah Ronaldo Tak Masuk Daftar Tahun Ini?

Sudah dua dekade Ronaldo menghiasi panggung sepak bola. Sejak kepindahannya ke Manchester United di tahun 2003, Ronaldo selalu jadi sorotan publik pecinta sepak bola di seluruh dunia. Namanya selalu konstan disebut dalam perdebatan pemain terbaik sepanjang masa.

Namun, gemerlap cahaya itu mulai redup dan menghilang di musim 2022/23. Ia mengalami awal musim yang buruk bersama Manchester United. Ronaldo terlibat konflik dengan manajernya, dan akhirnya memutuskan untuk mengucapkan selamat tinggal pada sepak bola Eropa.

Dengan meninggalkan rasa pahit, Ronaldo pindah ke Liga Pro Arab Saudi untuk bergabung bersama Al Nassr. Saat itu keputusannya sangat kontroversial karena dianggap pindah ke liga antah berantah. Setelah itu juga, Ronaldo mengalami kekecewaan bersama timnas Portugal di Piala Dunia 2022. Peristiwa-peristiwa tersebut lah yang diyakini menjadi alasan Ronaldo sudah tidak relevan lagi untuk Ballon d’Or.

Tapi nyatanya, bagaimanapun juga pengaruh Ronaldo masih terasa meskipun ia tidak bermain di Eropa. Ronaldo adalah kunci yang membuka pintu para pemain top Eropa lainnya pindah ke Arab Saudi. Ia juga meningkatkan pamor Liga Arab di mata dunia.

Di atas lapangan, Ronaldo juga masih bisa tunjukkan kebolehan meski usianya hampir kepala empat. Ronaldo telah mencetak 20 gol dan 7 assist dari 24 pertandingan bersama Al Nassr. Termasuk 6 gol dan 5 assist nya musim ini, yang dicatatkan hanya dari 5 pertandingan.

Akhir Dari Persaingan Messi Dan Ronaldo di Ballon d’Or

Bisa dibilang ini adalah penanda akhir dari masa-masa Ronaldo dalam gemerlap jajaran pemain terbaik. Ia telah mendapat 5 Ballon d’Or sepanjang karirnya di Eropa. Yang mana terakhir kali ia dapatkan di tahun 2017.

Dia adalah pemain yang punya koleksi Ballon d’Or terbanyak kedua dalam sejarah setelah Lionel Messi. Juara Piala Dunia itu telah memenangkan trofi ini sebanyak 7 kali. Membantu dominasi pasangan Messi dan Ronaldo di Ballon d’Or.

Ronaldo mengatakan kalau rivalitas seperti itu sudah tidak ada lagi dalam dunia sepak bola. Padahal menurutnya rivalitas itu lah yang disukai para penonton.

“Saya tidak melihat hal seperti itu lagi sekarang. Rivalitas telah hilang. Padahal itu bagus, penonton menyukainya” Ucap Ronaldo yang sekarang sedang bersama timnas Portugal.

Dikutip dari ESPN, Ronaldo melanjutkan kalau persaingannya dengan Messi telah mengubah sejarah sepak bola. Dan yang terpenting baginya adalah ia dan Messi masih bisa saling menghormati.

“Yang suka dengan Cristiano Ronaldo tidak perlu membenci orang yang menyukai Messi, begitu pula sebaliknya. Kami telah melakukannya dengan baik dan mengubah sejarah sepak bola. Kami dihormati di seluruh dunia, dan itu hal yang terpenting.”

Terakhir, Ronaldo menyinggung soal mereka yang sudah tidak bermain di Eropa lagi. Menurutnya meskipun sudah bermain di luar Eropa, warisan mereka akan tetap ada.

“Dia mengikuti jalannya sendiri dan saya mengikuti jalan sya sendiri, meskipun kami sudah tidak bermain di Eropa. Dari apa yang saya lihat, dia masih bermain dengan sangat baik begitu pula dengan saya. Warisannya akan tetap ada. Kami telah berbagi panggung selama 15 tahun lebih.” Ucap Ronaldo.

Bukan Pertama Kali Terjadi di Ballon d’Or

Ini memang kali pertama Ronaldo tidak masuk nominasi Ballon d’Or. Tapi nyatanya bukan pertama kali persaingan Ronaldo dan Messi absen dalam ajang penghargaan paling bergengsi ini. Hanya setahun lalu, Messi juga tidak masuk dalam shortlist 30 pemain Ballon d’Or. Dan malah Ronaldo yang masuk daftar.

Saat itu tak kalah kontroversialnya. Bahkan lebih kontroversial sampai-sampai majalah L’equipe menerbitkan artikel berjudul “Mengapa Messi Absen Sementara Ronaldo Hadir di Daftar Nominasi Ballon d’Or 2022”. Artikel itu menjelaskan kriteria yang membuat Messi tidak masuk daftar meski masih bermain di Eropa bersama PSG.

Itu tak lepas dari perubahan kriteria penilaian Ballon d’Or. Perubahan itu yang tadinya pemain dinilai berdasarkan performa selama periode satu tahun kalender, menjadi periode satu musim kompetisi.

L’equipe menjelaskan kalau musim itu Messi mengalami penurunan performa sangat drastis bersama PSG. Ia hanya mencetak enam gol di Liga Prancis, dan PSG tersingkir di babak 16 besar Liga Champions setelah kalah lawan Madrid. Well, bisa dibilang saat itu Messi kena sial karena PSG juga tampil buruk di bawah kepemimpinan Mauricio Pochettino

Sementara itu Ronaldo masih tampil bagus bersama Manchester United musim itu. Enam golnya di babak penyisihan grup membawa United lolos ke 16 besar Champions League. Selain itu Ronaldo juga masih bisa mencetak 32 gol dalam 49 pertandingan di semua kompetisi.

Messi Jadi Unggulan Pemenang Ballon d’Or Musim Ini

Meskipun menjalani musim yang mengecewakan di PSG, tapi Messi bisa comeback ke Ballon d’Or musim ini. Messi masih bisa menjalani musim yang sangat baik. Bahkan ia jadi unggulan sebagai calon pemenang.

Salah satu alasan yang membuat ia sangat pantas dapat Ballon d’Or adalah, tentu saja karena ia adalah juara Piala Dunia 2022. Tapi bukan hanya juara, Messi adalah orang yang menggendong Argentina ke puncak tertinggi mereka.

Di turnamen itu ia mencetak tujuh gol, hanya satu gol lebih sedikit dari Kylian Mbappe yang jadi top skorer. Ia juga mencatatkan namanya sebagai pencetak assist terbanyak dan pencipta peluang terbanyak di turnamen itu. Juga mencatatkan tembakan tepat sasaran paling banyak dibanding pemain lainnya.

Messi bahkan mendapatkan pengakuan dari lawannya. Tepat setelah mengalahkan Kroasia di semifinal, Luka Modric mengatakan kalau ia kagum dengan Messi di pertandingan itu. Ia juga berharap Messi bisa menjuarai Piala Dunia pada akhirnya.

“Saya berharap Lionel Messi memenangkan Piala Dunia ini. Dia adalah pemain terhebat dalam sejarah sepak bola. Dia pantas mendapatkannya”

Di tingkat klub, Messi juga tampil sangat baik. Bersama PSG ia mencetak 12 gol di semua kompetisi. Ia juga mencetak 14 assist, jumlah itu lebih banyak dari pemain manapun di Eropa.

Erling Haaland Jadi Penantang Serius

Soal seberapa pantas Messi mendapat predikat pemain terbaik musim ini memang tidak bisa dibantah. Tapi ada penantang serius untuk menjegalnya jadi juara Ballon d’Or. Orang itu adalah si monster gol, Erling Haaland.

Haaland memang tidak berpartisipasi di Piala Dunia. Tapi bagaimana ia mendominasi lapangan hijau musim ini tidak bisa diganggu gugat. Dia mencetak 52 gol dari 53 pertandingan sekaligus menjuarai semua kompetisi bergengsi bersama Manchester City.

Bersama Haaland, City bisa mengejar Arsenal yang memimpin sebagian besar klasemen Premier League musim kemarin. Juga membantu City mengalahkan Manchester United di final Piala FA. Tak lupa juga Haaland membawa Manchester City menjuarai Liga Champions. Yang merupakan trofi dambaan the cityzen.

Erling Haaland adalah pembuat rekor. Ia pencetak hattrick tercepat di Premier League. Haaland hanya membutuhkan delapan pertandingan. Sedangkan pemegang rekor sebelumnya, Michael Owen butuh 48 pertandingan. Dan masih banyak lai rekor yang Haaland catatkan.

Haaland juga pembuat sejarah. Sebelumnya Manchester City tidak pernah menjuarai Premier League tiga kali berturut-turut. Manchester City juga tidak pernah menjuarai Champions League, apalagi jadi treble winner sebelumnya. Dan itu semua Haaland lakukan di musim pertamanya di Liga Inggris. Jadi, siapa yang pantas dapat Ballon d’Or musim ini?

Sumber referensi: ESPN, ESPN 2, Goal, Goal 2, Marca, Daily

Berita Bola Terbaru 7 September 2023 – Starting Eleven News

BERITA BOLA TERBARU DAN TERKINI

DAFTAR LENGKAP NOMINASI BALLON D’OR 2023

France Football merilis daftar 30 besar calon pemenang Ballon d’Or 2023. Beberapa nama populer tetap masuk dalam daftar kandidat peraih Ballon d’Or. Diantaranya adalah Lionel Messi, Mohamed Salah, Erling Haaland, Kylian Mbappe, Antoine Griezmann, Robert Lewandowski, hingga Harry Kane. Tak hanya itu, beberapa nama baru juga muncul ke permukaan seperti Randal Kolo Muani, Nicolo Barella, Julian Alvarez, Kim Min Jae, dan Victor Osimhen. Dari 30 nama nanti akan dikerucutkan lagi menjadi 3 nama. Dan malam Gala atau pengumuman peraih gelar Ballon d’Or 2023 akan diumumkan pada 30 Oktober mendatang.

PERTAMA KALINYA DALAM 20 TAHUN, CR7 TAK MASUK NOMINASI BALLON D’OR

Sejak pertama kali namanya dikenal di Manchester United, yaitu pada tahun 2003 silam, Cristiano Ronaldo selalu masuk dalam daftar nominasi peraih Ballon d’Or. Sayangnya, rekor puluhan tahun itu terputus. Tahun ini, nama CR7 tak tercantum dalam daftar 30 pemain calon peraih Ballon d’Or. Ronaldo mungkin gagal masuk nominasi final karena dia menghabiskan separuh musim bersama MU, separuh bersama Al-Nassr. Nah, untuk Ballon d’Or 2023 ini, yang dihitung adalah performa pemain selama semusim 2022/23.

SATU DEKADE UBAH SEPAKBOLA, RIVALITAS RONALDO-MESSI USAI

Dikutip ESPN, Bintang Al-Nassr, Cristiano Ronaldo, mengatakan rivalitas dengan Lionel Messi sudah hilang. Eks pemain Manchester United dan Real Madrid itu meminta kepada penggemarnya untuk tidak membenci Lionel Messi. Menurut Ronaldo, dia dan Messi sudah berjasa dengan mengubah sejarah sepak bola dunia. Penyerang Portugal berusia 38 tahun itu juga mengatakan warisannya dan Messi tetap hidup kendati sudah tak lagi bermain di Eropa.

CR7 KEMBALI TEGASKAN LIGA SAUDI LEBIH BAIK KETIMBANG LIGA PORTUGAL DAN MLS

Banyak bintang papan atas yang mengikuti jejak Cristiano Ronaldo hingga ke Timur Tengah dan beberapa dikritik karena tergiur godaan uang Arab Saudi. Ronaldo, bagaimanapun menegaskan Liga Saudi lebih baik ketimbang Liga Primeira di tanah airnya dan berpendapat bahwa semua liga dan negara tidak bisa lepas dari kritik. “Saya adalah pionir dan saya merasa bangga karenanya. Apa yang paling saya inginkan adalah untuk terus berkembang, sehingga saya bisa menjadi yang teratas,” ujar Ronaldo

MIKE MAIGNAN MASUK NOMINASI YACHINE TROPHY

Penjaga gawang AC Milan, Mike Maignan masuk nominasi Yachine Trophy 2023, bersaing dengan sejumlah kiper top lainnya. Selain dia yang tampil bagus bersama AC Milan, ada pula Ederson dari Manchester City, Thibaut Courtois dari Real Madrid dan Marc-André Ter Stegen dari Barcelona, serta mantan kiper Inter Milan, Andre Onana. Yachine Trophy sendiri adalah ajang tahunan yang diberikan France Football kepada penjaga gawang dengan performa terbaik.

TRIO BARCELONA MASUK NOMINASI KOPA TROPHY

Tiga pemain Barcelona masuk dalam nominasi penghargaan Kopa Trophy 2023. Dua diantaranya, Pedri dan Gavi, adalah pemenang pada dua edisi sebelumnya, tahun 2021 dan 2022. Tahun ini, mereka kembali masuk nominasi bersama rekan setimnya di Barcelona, ​​Alejandro Balde. Selain trio Barcelona, pemain muda lain yang masuk nominasi adalah Jude Bellingham, Rasmus Hojlund, Jamal Musiala, dan Eduardo Camavinga.

TANGISAN SERGIO RAMOS DI SEVILLA

Sevilla secara resmi mengumumkan Sergio Ramos menjadi bagian dari tim untuk musim 2023/24. Ramos terlihat melambaikan tangan kepada suporter Sevilla dalam acara penyambutan dirinya di Stadion Ramon Sanchez Pizjuan, Sevilla, Spanyol, Rabu (6/9/2023). Dalam foto-foto yang beredar di media, pemenang empat kali Liga Champions itu sangat terharu dengan kepulangannya ke Sevilla.

PERNYATAAN RESMI MU SOAL KASUS KDRT ANTONY

Melalui situs resminya, Manchester United menyebut paham betul dengan situasi terkini Antony. Termasuk pelaporan yang dilakukan terhadap sang pemain. “Manchester United menyadari tuduhan yang ditujukan terhadap Antony dan kami juga paham bahwa Polisi sedang melakukan penyelidikan,” buka rilis resmi MU. Namun, MU masih belum berani melakukan tindakan apapun. Termasuk melakukan pencoretan pemain seperti yang dilakukan oleh Timnas Brasil. MU akan terus melihat perkembangan kasus dugaan KDRT itu dan baru akan melakukan tindakan nyata setelah adanya titik terang.

JENNI HERMOSO GUGAT RUBIALES KE MEJA HIJAU

Penyerang Tim Nasional Putri Spanyol, Jenni Hermoso mengambil langkah hukum atas kontroversi ciuman yang dilakukan Presiden RFEF, Luis Rubiales, terhadapnya. Pengaduan Hermoso berarti pula Luis Rubiales berpotensi menghadapi tuduhan kriminal. Luis Rubiales sendiri saat ini sudah diskors oleh FIFA, setidaknya selama 90 hari, dalam posisinya sebagai Presiden RFEF.

JANJI SOFYAN AMRABAT UNTUK FANS MU

Sofyan Amrabat, gelandang yang direkrut dari Fiorentina, memberikan sebuah janji untuk para fans Manchester United saat ini. Janji yang ia berikan adalah ia tidak akan menyia nyiakan kesempatan untuk bermain di MU. Dan dia akan memberikan semua kemampuan terbaiknya setiap turun untuk bertanding membela panji Setan Merah. Kedatangan Amrabat ke MU sendiri memang sudah dinantikan oleh banyak fans, terutama karena ia direkrut menjelang deadline transfer kemarin.

SOAL KONTROVERSI ANDRE ONANA, KEPALA WASIT AKUI ADA KESALAHAN

Audio percakapan VAR soal beberapa insiden di Premier League dirilis. Terkait kontroversi Andre Onana dalam laga MU vs Wolves, kepala wasit Howard Webb mengakui ada kesalahan. Howard Webb, yang kini menjabat sebagai Kepala Wasit Sepakbola Profesional di Inggris (PGMOL), mengakui insiden Andre Onana yang menjatuhkan Sasa Kaladzic dalam duel udara harusnya berbuah penalti. Ia pun berjanji akan mendorong penggunaan VAR lebih baik lagi.

CARA UNIK KIPER MAKEDONIA UTARA BERI PENGHORMATAN KE BUFFON

Ada hal menarik di markas latihan Timnas Makedonia Utara. Sang kiper Makedonia Utara, Stole Dimitrievski datang ke markas latihan dengan memakai jersey lawas Gianluigi Buffon. Rupanya, Dimitrievski ingin memberikan pesan khusus kepada Buffon yang belum lama ini pensiun. Perlu diketahui Makedonia Utara akan menghadapi Timnas Italia dalam laga Kualifikasi EURO 2024 Grup C, Minggu dini hari WIB, 10 September 2023 di Tose Proeski Arena, Skopje.

GRIEZMANN SUSUL LIONEL MESSI GABUNG INTER MIAMI?

Menurut media Spanyol, Sport, penyerang Atletico Madrid Antoine Griezmann bisa terbang ke MLS dan bergabung dengan Inter Miami pada akhir musim ini, karena ia lebih memilih liga dengan tekanan yang lebih sedikit. Meski terikat kontrak dengan Atletico hingga 2026, Los Rojiblancos mungkin mengizinkannya pergi jika menerima tawaran yang sesuai. Griezmann sebelumnya pernah menyatakan keinginannya untuk berkiprah di MLS sebelum pensiun dari sepakbola.

PSSI UNGKAP 2 WAJAH SENIOR YANG PERKUAT TIMNAS ASIAN GAMES

Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Endri Erawan mengungkapkan dua wajah senior yang masuk dalam daftar pemain Timnas Indonesia U-24 untuk Asian Games 2022. Keduanya yaitu Jordi Amat dan Rachmat Irianto. Seperti diketahui, di Asian Games, tim sepakbola U24 bisa diperkuat oleh 3 pemain senior atau pemain berusia di atas 24 tahun. Lebih lanjut, Endri Erawan bicara kans Asnawi Mangkualam, Pratama Arhan, dan Saddil Ramdani tampil di Asian Games 2022. Ia berharap ketiganya diizinkan oleh klubnya masing-masing.

PSSI KEJAR PROSES NATURALISASI JAY IDZES

Ketua PSSI, Erick Thohir mengumumkan bahwa pihaknya akan menaturalisasi bek asal Belanda, Jay Idzes. Pemain yang kini berlaga di Liga Italia, Serie B bersama Venezia itu sudah berada di Indonesia untuk melakukan proses administrasi. Bek berusia 23 tahun itu nantinya akan memperkuat Timnas Indonesia senior. Jay Idzes sendiri lahir di Mierlo, Belanda, pada 2 Juni 2000. Ia memiliki darah Indonesia dari kakek dan neneknya.

KEPA TETAP PILIH MADRID MESKI DIRAYU TUCHEL DAN POCHETTINO

Kepa Arrizabalaga tak berpikir panjang untuk menerima tawaran Real Madrid. Padahal ia sempat dirayu Bayern Munchen dan dirayu agar tetap bertahan di Chelsea. Kepa membenarkan bahwa dirinya sempat akan pindah ke Bayern sebelum tawaran Madrid datang. Pemain 28 tahun ini memang sudah membulatkan tekad untuk meninggalkan Chelsea musim panas ini. “Saat Real Madrid menelepon Anda, Anda tidak perlu berpikir dua kali. Merupakan kebahagiaan besar (berada di sini) dan tantangan yang menarik,” jelasnya.

HORMATI ARAB SAUDI, HENDERSON TOLAK BAN KAPTEN PELANGI

Jordan Henderson mengatakan tidak akan mengenakan ban kapten pelangi yang identik dengan simbol LGBT saat memimpin Al-Ettifaq. Hal ini demi menghormati kebudayaan dan agama di Arab Saudi. Henderson pun meminta maaf atas segala kerugian yang ditimbulkan terhadap komunitas LGBTQ+ setelah kepindahan dirinya dari Liverpool ke Al-Ettifaq. Gelandang 33 tahun ini sempat dikritik oleh komunitas LGBT karena dinilai dirinya sudah tidak bisa membantu memperjuangkan komunitas homoseksual setelah pindah klub dari Inggris ke Arab Saudi.

TIMNAS ITALIA AMAN MESKI TANPA DONNARUMMA

Puji kualitas kiper Italia, Gianluigi Buffon sebut jika Timnas Italia akan tetap aman, meski Gianluigi Donnarumma tidak bermain karena flu, cedera atau alasan lainnya. Selain Donnarumma, pelatih Luciano Spalletti juga memanggil Alex Meret, Ivan Provedel dan Guglielmo Vicario untuk dua pertandingan berikutnya melawan Makedonia Utara dan Ukraina. Terkait hal ini, Gianluigi Buffon menilai jika timnas Italia kini punya banyak kiper dengan kualitas yang sama.

GACOR DI JUVE, CHIESA KIAN MIRIP DENGAN VAN PERSIE DAN HENRY

Kualitas Federico Chiesa bersama Juventus dibandingkan dengan Thierry Henry dan Robin van Persie. Chiesa memiliki kemiripan dengan Thierry Henry dan Robin van Persie dalam perjalanan karirnya sebagai pemain sepak bola. Hal tersebut dikarenakan Federico Chiesa dilaporkan sebagai pemain yang memulai karirnya sebagai pemain sayap,. Lebih lanjut, menurut La Gazzetta Dello Sport, Federico Chiesa diprediksi bisa memiliki nasib yang sama dengan Thierry Henry dan Robin van Persie dalam produktivitas golnya.

TONALI BISA DILARANG BERMAIN SELAMA 10 BULAN JIKA DILATIH SIR ALEX

Penampilan Sandro Tonali saat membela Newcastle United menghadapi Brighton and Hove Albion mendapat sorotan. Ia dianggap berperan atas gol pembuka Brighton yang akhirnya keluar sebagai pemenang dengan skor 3-1. Mantan pemain MU di era Sir Alex Ferguson, Owen Hargreaves, mengomentari penampilan Tonali. Menurutnya, jika ia bertindak seperti yang dilakukan Tonali, saat masih aktif bermain, bisa berakibat fatal. Fergie akan memberinya hukuman selama sebulan tidak boleh bermain.

ERIC BAILLY MERAPAT KE BESIKTAS

Eric Bailly resmi bergabung dengan Besiktas. Kedatangan eks Manchester United itu diharapkan mampu mengisi lubang skuad klub Liga Super Turki yang tengah dilanda cedera. Tercatat ada empat pemain Besiktas yang menderita cedera. Mereka adalah Daniel Amartey, Tayyip Talha Sanuc, Emrecan Uzunhan, dan Arthur Masuaku. Sebelum bergabung dengan Besiktas, Manchester United sempat meminjamkan Bailly ke Marseille. Namun, klub Liga Prancis itu tidak mempermanenkan pemain tersebut.

VILLARREAL PECAT QUIQUE SETIEN, INI ALASANNYA

Quique Setien menjadi pelatih pertama di La Liga 2023/24 yang kehilangan pekerjaannya. Setien dipecat Villarreal pada Selasa (5/9) malam WIB. Setien didepak karena The Yellow Submarine tidak berhasil mengawali musim dengan maksimal. Dalam empat pertandingan, Dani Parejo dan kolega cuma meraih satu kemenangan dan telah tiga kali kalah. Direktur sepak bola, Miguel Angel Tena akan menggantikannya sementara dan memimpin sesi latihan di lapangan latihan Jose Manuel Llaneza.

GAVI PAKAI HELM SAAT LATIHAN, KENAPA?

Ada pemandangan yang tak biasa di sesi latihan timnas Spanyol, Selasa (5/9). Bintang muda Spanyol Gavi terlihat mengenakan helm selama sesi latihan hari Selasa, meski bukan untuk bersenang-senang, melainkan untuk melindungi dari cedera. Seperti diketahui, pemain berusia 19 tahun itu mengalami cedera telinga saat kemenangan Barcelona atas Osasuna Minggu. Staples diperlukan untuk mengatasi luka ini, dan untuk mencegah masalah ini keluar, Gavi mengenakan helm.

TERUNGKAP, INILAH ALASAN LEONARDO PINDAH DARI AC MILAN MENJADI PELATIH INTER

Kepindahan salah satu legenda AC Milan, Leonardo ke Inter Milan sebagai pelatih pada Desember 2010 lalu, mengundang banyak tanda tanya. Pasalnya, AC Milan dan Inter merupakan rival sekota, sementara Leonardo sendiri sudah bersama Rossoneri sejak tahun 1997. Dalam wawancara yang telah dilansir Football-Italia, Leonardo mengaku meninggalkan AC Milan karena memiliki masalah dengan Silvio Berlusconi selaku Presiden klub. Terkait Inter Milan, Leonardo mengaku terus menerus dirayu oleh Massimo Moratti untuk menggantikan Rafael Benitez.

THOMAS PARTEY CEDERA ENAM PEKAN

Daftar cedera Arsenal di awal musim ini dipastikan bertambah parah. Kini gelandang andalan mereka, Thomas Partey diyakini harus menepi selama enam pekan karena cedera pangkal paha. Dan Federasi Sepak Bola Ghana mencoret Partey dari skuat karena diyakini cedera yang dialami Partey bukan cedera ringan. Selain Partey, Arsenal juga kehilangan dua pemainnya karena cedera yang bahkan lebih parah dari eks pemain Atletico Madrid itu. Yakni Jurrien Timber dan Mohamed Elneny.