Ikuti Jalan Indonesia, Singapura Ingin Ulangi Kejayaanya dengan Pemain Keturunan

spot_img

Timnas Singapura dikabarkan kedatangan dua pemain anyar di pusat pelatihan mereka bulan September ini. Dua pemain tersebut adalah Perry Ng dan Kyogo Nakamura. Mereka sepertinya tertarik untuk mengikuti jalan Indonesia yang sukses dengan pemain keturunannya.

Selain itu, sebenarnya Singapura merupakan salah satu negara pertama yang memulai tren naturalisasi di Asia Tenggara. Mereka pernah menjadi raja Asia Tenggara dengan pemain keturunan seperti Noh Alam Shah dan naturalisasi seperti Agu Casmir. Nampaknya, mereka juga ingin mengulangi kejayaannya di masa lalu. Lantas, siapa saja pemain keturunan di skuad Singapura?

 

Fandi Bersaudara

Anak-anak Fandi Ahmad, yakni Irfan Fandi, Ikhsan Fandi, dan Ilhan Fandi, merupakan salah satu tulang punggung dari Timnas Singapura saat ini. Ketiga pemain tersebut sebenarnya bukan pemain yang memiliki 100% darah Singapura. Buyut mereka dari jalur sang ayah adalah orang Pacitan.

“Indonesia berjasa melegendakan nama saya, tapi lebih dari itu kebetulan kakek dan nenek saya orang Pacitan. Dulu ketika masih bermain di Niac Mitra saya pernah berkunjung kesana” ucap Fandi Ahmad dikutip dari Halo Pacitan.

Fakta tersebut secara tidak langsung membuat Fandi bersaudara sebagai pemain keturunan bagi Timnas Singapura. Layaknya Ronaldo Kwateh bagi Indonesia. Tak hanya itu, ketiganya juga memiliki darah Afrika Selatan dari ibunya, Wendy Jacobs, yang merupakan model asal Afrika Selatan.

Saat ini, ketiganya sedang bermain di Thai League 1. Kakak tertua, Irfan Fandi, saat ini bermain di Port FC atau satu tim dengan Asnawi Mangkualam. Sementara
kedua adiknya, Ikhsan dan Ilhan, musim ini bermain bersama di BG Pathum United. Musim lalu, Ilhan malah sempat bermain bersama Marsenilo Ferdinan di KMSK Deinze.

 

Taufik Suparno

Sayap kanan The Lions, Mohamad Taufik bin Suparno, ternyata juga tergolong sebagai pemain keturunan karena sang ayah, Suparno, merupakan pria berdarah Indonesia. Dari namanya saja sudah ketahuan bukan?

Pemain yang tahun ini akan berusia 29 tahun tersebut baru mendapatkan debut di tim nasional 2 tahun yang lalu pada Maret 2022. Terakhir, Tsutomu Ogura memainkannya pada kualifikasi Piala Dunia 2026 bulan Juni lalu melawan Korea Selatan dan Thailand. Kini, pria keturunan Jawa tersebut bermain di Tampines Rovers.

 

Amy Recha

Singapura masih punya seorang berdarah Jawa lain dalam diri Amy Recha. Pria yang sudah berusia 32 tahun tersebut bahkan terlahir di Surabaya pada 13 Mei 1992. Meski dirinya sudah bermain di Liga Singapura sejak tahun 2013 bersama Geylang, lelaki bernama lengkap Amy Recha Pristifana bin Samion ini baru mendapat debut pada November 2021. Sayangnya, pada jeda internasional Bulan Juni lalu, namanya tak dipanggil oleh Tsutomu Ogura.

 

Song Ui-young

Motor lini tengah Singapura kali ini merupakan pemain naturalisasi asal Korea Selatan bernama Song Ui-young. Ia mendapatkan naturalisasi setelah berhasil tinggal selama 5 tahun berturut-turut di pulau yang dahulu dikenal dengan nama Temasik.

Song sendiri dinaturalisasi pada tahun 2021. Ia dinaturalisasi guna memperkuat Singapura pada ajang Piala AFF 2020 yang diadakan pada Desember 2021 yang mana ia juga berhasil menjebol gawang Indonesia di babak semifinal. Meski baru bermain sejak November 2021, hingga saat ini Song sudah memiliki 25 caps dan mencetak 4 gol untuk Timnas Singapura.

Selain itu, musim lalu Song juga sempat bermain di Liga 1 bersama Persebaya. Di Surabaya, Song berhasil bermain sebanyak 17 kali dan mencetak sebuah gol dan 2 assist. Sayangnya, kebersamaan Song bersama Bajul Ijo tak bisa berjalan lama. Song mengalami cedera sehingga Persebaya tak meneruskan jasanya.

“Itu adalah pengalaman yang luar biasa bagi saya. Saya mendapat kesempatan untuk belajar dari para pemain dan pelatih dari budaya yang sangat berbeda dibandingkan dengan Singapura,” kata Song mengenai pengalamannya di Indonesia, via Bola.

Setelah bermain di Indonesia, Song memilih kembali ke Singapura dan bergabung dengan klub lamanya, Lion City Sailors. Bersama klub yang dahulu bernama Home United tersebut, Song pernah meraih sebuah trofi Liga Singapura.

 

Jacob Mahler

Singapura juga memiliki pemain keturunan dari Eropa bernama Jacob William Mahler. Pemain bertinggi 182 cm tersebut merupakan penggawa The Lions yang memiliki darah Denmark. Ia lahir di Kopenhagen pada 10 April 2000.

Darah Singapura mengalir dari Ibunya. Ia pun sempat tinggal di Jakarta karena kedua orang tuanya bekerja di sana. Mahler langsung diberi debut di Timnas Singapura kala usianya baru menginjak 18 tahun oleh Fandi Ahmad.

Sama seperti rekan setimnya di tim nasional, musim lalu Mahler juga merumput di Liga Indonesia. Ia bergabung bersama finalis Liga 1 2024/25, Madura United. Performanya bersama Sape Kerrab juga tergolong impresif. Ia tampil di hampir semua laga yang Madura United mainkan musim lalu. Ia pun berhasil mengejutkan publik dengan lolosnya Madura United ke babak final.

“Ada banyak orang bilang Borneo FC pasti di final sama Persib. Jadi buat kami ini penghargaan yang luar biasa. Saya sangat senang, kita di final sekarang. Kita masih ada 1 pertandingan lagi ” ucap Jacob Mahler, dikutip dari RRI.

Setelah semusim bermain untuk Sape Kerrab, musim ini Mahler bergabung bersama Fandi Bersaudara di Thai League 1. Mahler bergabung ke salah satu klub terkuat di Thailand, Muangthong United.

 

Harhys Stewart

Selain Mahler, keturunan Eropa lain yang Singapura miliki adalah Harhys Stewart. Pemain bernama lengkap Harhys Rizal Gareth Stewart bin Muhammad Ian Stewart tersebut merupakan pemain yang memiliki darah Wales. Ayahnya merupakan seorang ekspatriat asal Wales dan ibunya merupakan warga lokal Singapura.

Haryhs baru mendapatkan debut pada bulan Maret 2024 lalu. Tsutomu Ogura memberinya debut pada Singapura menghadapi Tiongkok yang berakhir imbang 2-2. Pemain berusia 23 tahun tersebut musim ini juga bermain di Thailand, mengikuti jejak para rekannya di tim nasional. Ia bergabung ke klub di utara Thailand, Chiangrai United.

 

Perry Ng

Terbaru, Singapura dikabarkan berhasil menarik bek serba bisa kelahiran Liverpool, Perry Tian Hee Ng. Pemain yang kini berusia 28 tahun tersebut sejak Januari 2021 bermain untuk Cardiff City di Championship. Performnya bersama The Dragon pun cukup oke sehingga ia hampir tak pernah absen menjaga lini belakang klub asal Wales tersebut.

Darah Singapuranya didapat melalui kakeknya dari jalur ayah. Pada jeda internasional kali ini, ia ikut dipanggil ke Timnas Singapura dan menerimanya. “Berjalan keluar di Stadion Nasional akan seperti mimpi menjadi kenyataan. Itu akan menjadi momen membanggakan bagi saya dan keluarga,” ujar Perry dikutip dari Skor.

 

Kyogo Nakamura

Selain Perry, Singapura juga berhasil mendapatkan amunisi baru dalam diri Kyogo Nakamura. Sama kasusnya seperti Song Ui-young, Kyogo merupakan salah satu pemain asing Liga Singapura yang dinaturalisasi karena performanya yang impresif.

Kyogo sendiri berposisi sebagai pemain tengah. Pemain berusia 28 tahun tersebut pertama kali datang ke Singapura pada Januari 2019 dan sejak saat itu ia tak pernah berpindah dari sana. Oleh karena itu, Kyogo bisa dinaturalisasi karena sudah tinggal selama 5 tahun di sana. Di Singapura, ia bermain untuk Tampines Rovers.

Sumber: Halo Pacitan, One Football, Bola, RRI, dan Skor

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru