Andre Onana ke MU! Luka Lama dengan Ten Hag Menghantui

spot_img

Sir Alex Ferguson pernah berbuat kesalahan besar ketika tidak langsung membeli Edwin van der Sar saat Manchester United butuh kiper baru. Imbasnya United mesti bergonta-ganti penjaga gawang. Kesalahan semacam itulah yang mungkin saja tidak ingin diulangi Erik ten Hag, manajer United sekarang.

Setelah David De Gea mengakhiri kebersamaan selama 12 tahun, Ten Hag dengan cepat menemukan penggantinya. Andre Onana yang lama diincar tak dibiarkan lepas begitu saja. Biar bagaimanapun posisi kiper menjadi sangat krusial di Manchester United. Dan iya, akhirnya Setan Merah berhasil mendatangkan kiper bernama lengkap Andre Onana Onana itu.

Here We Go yang Lama

Tidak mudah Setan Merah merekrut Andre Onana. Ten Hag dan kolega harus melewati fase yang cukup rumit. Mengingat klub pemilik Onana, Internazionale tidak mudah untuk melepasnya. Apalagi ke Manchester United, klub yang sudah jamak dipahami sering membeli pemain dengan harga tinggi.

Namun, United di era Ten Hag sama sekali berbeda dengan United di masa lalu. Nerazzurri awalnya memasang harga 60 juta euro (Rp1 triliun) untuk Andre Onana. Harga yang bagi United sangat tinggi. Inter pun kemudian memberi ultimatum bahwa Onana bisa ditebus MU dengan minimal 50 juta euro (Rp842 miliar).

Setan Merah tidak langsung menebus Onana dengan harga segitu. Mula-mula Manchester United melayangkan tawaran 40 juta euro (Rp673,8 miliar). Inter jelas menolak tawaran tersebut. Diskusi pun berjalan. Ten Hag yang ngebet mendatangkan Onana akhirnya mengajukan tawaran baru lagi.

Manchester United mencoba merayu Inter lagi. Tawaran dinaikkan menjadi 45 juta euro (Rp758 miliar) plus 5 juta euro (Rp84,2 miliar). Total 50 juta euro. Inter dikabarkan sepakat dengan tawaran itu. Kedua tim menjalin kesepakatan verbal. Hanya saja, perlu pengurusan dokumen agar transfer tersebut benar-benar terwujud.

Akhirnya pada 17 Juli 2023, dilaporkan Fabrizio Romano, transfer Onana ke Manchester United pun berujung here we go. MU lega mendapatkan kiper baru. Karena itu artinya musim depan mereka tidak perlu memakai Matej Kovar sebagai kiper utama.

Pernah Kena Kasus Doping

Soal kualitas Andre Onana kita bahas nanti dulu. Onana adalah sosok penjaga gawang yang punya catatan hitam. Ia pernah dinyatakan bersalah karena menelan Lasimac, semacam obat-obatan yang berbahan Furosemide yang juga merupakan zat terlarang berdasarkan undang-undang doping.

Onana pun mendapatkan hukuman berupa larangan bermain selama 12 bulan. Namun hukumannya dikurangi menjadi hanya sembilan bulan. Akan tetapi setelah ditelusuri, Onana ternyata tidak sengaja melakukan itu. Nah, soal bagaimana kisah Onana terjerat kasus doping kamu bisa menonton video Starting Eleven Story sebelumnya.

Bermasalah dengan Ten Hag

Andre Onana mulai menjalani hukuman pada Februari 2021. Ia kembali ke Ajax pada November 2021. Sekembalinya dari hukuman itu, Onana merasa ada yang berubah dari Ajax. Pelatih Ajax kala itu, Erik ten Hag tidak memainkannya secara reguler setelah kembali dari masa hukuman.

Onana pun gusar. Ia frustrasi dengan Ten Hag. Bahkan pada waktu itu Onana sempat mengancam tidak akan memperpanjang kontraknya. Namun, Ten Hag tahu apa yang harus diperbuat. Manajer berkepala licin itu melihat penurunan drastis dari penampilan Onana.

Ten Hag juga kecewa karena kebugaran Onana tak kunjung meningkat. Onana juga tampil di bawah standarnya. Jadi Ten Hag mengambil sikap untuk tak memainkannya. Penampilan buruk Onana bahkan mendatangkan cemooh dari fans Ajax. Di sisi lain Onana justru memperkeruh suasana dengan mengatakan “tidak peduli” dengan ejekan itu.

Titik nadirnya, Ten Hag sama sekali tidak memasukkan Onana ke dalam skuat Ajax kala menghadapi PSV di final Piala KNVB April 2022. Di laga itu Ajax harus mengakui keunggulan PSV 2-1. Sementara Onana memutuskan untuk pindah ke Inter dengan status bebas transfer pada Juli 2022.

Mengapa MU Menginginkan Onana?

Manusia memang gampang berubah. Ten Hag yang melihat Onana tampil apik bersama La Beneamata kepincut untuk melatihnya lagi. Kiper yang membawa Inter ke final Liga Champions itu ingin dibawa Ten Hag ke MU untuk menggantikan De Gea. Kiper berbangsa Spanyol itu bukanlah kiper jelek.

Kemampuan De Gea dalam menjaga gawang Manchester United tetap bersih tidak dapat diragukan lagi. Hanya saja, peraih sarung tangan emas Premier League itu sama sekali bukan kiper yang cocok dengan gaya sepak bola modern. Pun bukan tipe kiper yang dimau Ten Hag.

Ten Hag butuh kiper yang bukan hanya cakap menghalau bola, melainkan juga memainkan bola. Istilahnya ball playing goalkeeper. De Gea berkali-kali mencoba belajar melakukan hal tersebut. Akan tetapi, hasilnya tidak memuaskan. Ten Hag pun memilih untuk mengarahkan pandangannya ke Onana yang sudah jelas seorang ball playing goalkeeper.

Kualitas Onana

Kecakapan teknis, nyaman ketika menguasai bola, serta distributor yang hebat adalah atribut Onana yang disukai Ten Hag. Di Serie A musim lalu, terbukti Onana memiliki rata-rata 36 operan per 90 menit. Tentu saja lebih baik dari De Gea yang hanya melakukan 27 umpan di Premier League musim lalu.

Akurasi umpannya juga lebih bagus dari De Gea. Menurut Fbref, akurasi umpan Onana mencapai 81,3%, sedangkan De Gea hanya 71,1%. Kualitas operan Onana akan sangat mendukung filosofi passing Ten Hag. Tidak hanya itu, kualitasnya dalam pendistribusian bola, terutama yang ia tunjukan di Liga Champions akan membuat United lebih tahan dari tekanan.

Kemampuan semacam itu bahkan membuat Josep Guardiola menyebut Onana seperti gelandang bertahan usai final Liga Champions. Terus terang Guardiola mengatakan, Onana bisa sangat berbahaya ketika menguasai bola. Ia bisa mengirim umpan langsung ke striker seperti apa yang dilakukannya di final Liga Champions.

“Ketika menguasai bola, Onana sangat sulit untuk ditekan. Jika Anda melihat Onana berada di United, bola panjangnya itu akan disambut oleh Rashford yang berlari,” Guardiola mengomentari Onana usai pertandingan final. Komentar itu sekaligus menunjukkan bahwa menurut Guardiola, umpan Onana itu bisa jadi gol kalau saja yang menyambut dan mengeksekusinya adalah Rashford.

Bagus Juga dalam Penyelamatan

Jika De Gea lemah dalam penguasaan bola, Onana kurang cakap menahan bola agar tidak masuk ke gawang. Musim lalu, menurut Fbref, Onana hanya melakukan 61 penyelamatan. Angkanya lebih sedikit dari De Gea yang melahirkan 99 penyelamatan. Soal clean sheets, Onana juga kalah dari kiper asal Spanyol itu.

De Gea yang meraih Golden Gloves menciptakan 17 clean sheets di Liga Inggris musim lalu. Onana hanya delapan kali clean sheets. Meski begitu, Onana ternyata memiliki persentase penyelamatan lebih baik dari De Gea, yaitu 76,4% berbanding 71,7% milik De Gea.

Onana adalah kiper yang tepat buat United. Namun luka lamanya dengan Ten Hag akan menghantui. Jika dulu ketika tampil jelek di Ajax saja Onana langsung tersisih dari skuat, bagaimana di MU nanti? Selain itu, pemain Kamerun terakhir yang berseragam MU justru gagal. Jadi, apakah Onana akan sukses atau malah akan terbuang sebagaimana Erik Djemba-Djemba?

https://youtu.be/mD7pl7Isl2E

Sumber: 90Min, Mirror, OneFootball, FourFourTwo, TheAnalyst, Fbref, Goal

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru