Liga baru mulai, rumput stadion masih hijau bau pupuk, tapi para penyerang anyar ini langsung bikin gol. Biasanya seorang pemain itu butuh adaptasi, tapi para striker ini langsung mencetak gol seperti orang lokal yang sudah hafal jalur kereta bawah tanah.
Kalau kata pepatah lama “tak kenal maka tak sayang”. Namun, di dunia sepak bola terkadang tak perlu kenal untuk bisa langsung sayang. Fans baru bertemu kemarin sore sama si penyerang, tapi sudah cinta mampus gara-gara satu gol yang dia buat.
Berikut ini penyerang baru tim-tim Liga Inggris yang sudah mencetak gol saat musim baru dimulai. Siapa saja mereka? Eh, tapi disclaimer dulu, kamu jangan cari yang nggak ada ya.
Daftar Isi
Callum Wilson (West Ham)
Kita mulai dari Callum Wilson. Namanya tidak asing di telinga penggemar Liga Inggris. Musim lalu adalah musim terakhirnya di Newcastle United. Wilson tidak memperpanjang kontrak dan memilih pergi secara gratis ke West Ham United. West Ham butuh penyerang baru.
Niclas Fullkrug yang ompong giginya ternyata juga ompong dalam mencetak gol. Sementara, keuangan The Hammers sedang tidak baik-baik saja. Ditambah aturan FFP dan PSR yang ada seperti petugas bank plecit. Akhirnya, Wilson jadi opsi karena gratis.
Wilson datang dengan keraguan yang besar. Penggemar tidak yakin melihatnya sebagai mesin gol. Terlebih Wilson tak mencetak sebiji gol pun musim lalu. Namun, keraguan itu keliru. Wilson membuktikan kapasitasnya di Premier League saat West Ham meraih kemenangan pertama di liga musim ini. Ia menyumbang satu gol saat melawan Nottingham Forest.
West Ham sudah unggul 2-0 atas Forest hingga memasuki menit ke-90. Mereka mendapat kesempatan melakukan serangan balik, dan di situ, El Hadji Malick Diouf menyisir sisi kiri, lalu melepas umpan diagonal ke kotak penalti lawan. Umpan itu disambut Callum Wilson.
Viktor Gyokeres (Arsenal)
Masih dari kawasan London. Arsenal memulai Liga Inggris musim ini menghadapi lawan paling sulit umat manusia di dunia. Ya, setan. Tepatnya setan berwarna merah. Di laga ini, fans MU bangga karena timnya udah main cantik, padahal yang beneran cantik, Laura Basuki. Fans MU bangga banget karena timnya bisa menyulitkan Arsenal.
Ini ibarat Timnas Indonesia bertemu Prancis. Main apik dan bisa menyulitkan lawan saja, rakyatnya udah seneng pol. Padahal selain cuma bisa main apik, MU cuma bisa menahan Viktor Gyokeres biar tidak mencetak gol debutnya ke gawang mereka. Kalau sampai Gyo mencetak gol debutnya di Liga Inggris dan itu ke gawang MU, bisa malu 10 turunan fansnya!
Di laga tersebut Gyo lebih sibuk benerin rambut ketimbang mengancam gawang Altay Bayindir. Arsenal memang menang, tapi gol tidak berasal dari kaki pemain Swedia tersebut. Karena ini Gary Neville punya bahan untuk mengkritik striker baru Arsenal itu. Tapi kritik Neville hanya bertahan sepekan.
Brace Gyokeres ke gawang Leeds United berhasil menyumpal mulut sosok yang tak becus melatih Valencia itu. Gyokeres lalu mencetak gol lagi di laga melawan Nottingham Forest.
Joao Pedro (Chelsea)
Berbeda dengan dua nama sebelumnya, Joao Pedro tidak datang di jendela transfer musim panas. Pemain Brighton itu merapat ke Chelsea sewaktu jendela transfer khusus jelang Piala Dunia Antarklub. Tepatnya 2 Juli lalu, Joao Pedro menandatangani kontrak senilai 55 juta poundsterling, yang akan membuatnya bertahan hingga 2033.
Enzo Maresca memainkan Pedro di perempat final di Piala Dunia Antarklub, saat Chelsea menang atas Palmeiras. Lalu tak butuh waktu lama Joped mencetak gol pertamanya untuk The Blues, ketika Chelsea mengalahkan wakil Brasil lainnya, Fluminense di semifinal.
Chelsea menang 3-0. Joped mencetak gol terakhir ke gawang Fluminense. Itu gol pertamanya buat Chelsea, namun Joped tidak melakukan selebrasi. Fluminense adalah tim masa kecilnya. Tim yang turut menempanya. Tidak elok rasanya merayakan golnya ke gawang tim masa kecilnya itu.
Ia baru merayakan golnya ketika menjebol gawang Gianluigi Donnarumma di final. Sejak itu, Maresca tak mengabaikan Joao Pedro. Bukan hanya karena insting mencetak gol, tapi juga fisik dan pergerakannya yang berani. Di Liga Inggris musim ini, dua gol sudah ia ciptakan.
Dominic Calvert-Lewin (Leeds United)
Masih ingat nama Dominic Calvert-Lewin? Pemain yang akan sungkem wolak-walik kalau ketemu sama Carlo Ancelotti. Sebab pelatih Italia itulah yang membuat kian tajam sebagai penyerang. Calvert-Lewin identik sama Everton, tapi musim ini menyeberang ke Leeds United.
Agak jauh ya nyebrangnya? Tapi begitulah sepak bola. Penyerang 28 tahun ini pindah dengan status bebas transfer. Ia memberi opsi Daniel Farke di lini depan. Penyerang kelahiran Sheffield ini diturunkan saat melawat ke markas Wolverhampton Wanderers.
Di situlah ia mencetak gol debutnya untuk Leeds United. Calvert-Lewin menyundul umpan silang yang dikirim Jayden Bogle. Ini juga gol pertamanya di Liga Primer sejak Januari. Dengan kata lain, sudah sekitar delapan bulan Lewin tidak mencetak gol di Liga Primer.
Leeds pun mengakhiri laga dengan kemenangan 3-1. Selain Calvert-Lewin, Anton Stach dan Noah Okafor juga mencetak gol pertamanya untuk Leeds United di laga tersebut.
Hugo Ekitike (Liverpool)
Demi mendapat penyerang baru, Liverpool merogoh kocek dalam-dalam, seperti kuli bongkok yang memecahkan celengan untuk membeli motor N-Max. Penyerang pertama yang dibeli, Hugo Ekitike. Sang pemain semula mengaku fans Manchester United dan akan menerima pinangan Setan Merah. Tapi lain di hati, lain di bibir.
Bukan ke MU, Ekitike malah menerima tawaran 79 juta poundsterling yang disodorkan sang rival. Banyak yang sinis pada transfer ini. Tak sedikit pula yang bilang Ekitike kemahalan. Liverpool cuma dikadalin Eintracht Frankfurt yang terkenal hobi bersilat lidah. Tapi…. Ekitike secepat mungkin menjawab keraguan itu.
Bahkan cuma butuh 228 detik buatnya untuk mencetak gol debut, dan bikin fans The Reds jatuh cinta setengah mampus. Gol itu tercipta bukan di Liga Inggris, melainkan di Community Shield menghadapi Crystal Palace. Ini membuktikan bahwa Ekitike merupakan pemain yang luar bisa buat The Reds.
Usai itu, Ekitike hanya tidak membobol gawang Burnley dan Arsenal di kancah domestik. Bournemouth, Newcastle, dan Southampton menjadi korban. Ditambah Ekitike juga berhasil untuk pertama kalinya mencetak gol ke gawang Everton di Derby Merseyside. Ngeri kali bah pemain ini. MU mana punya?
Alexander Isak (Liverpool)
Sudahlah punya penyerang lincah macam Ekitike, Liverpool membeli “pemburu gelap” di kotak penalti yang dipelihara Newcastle, Alexander Isak. Semua mengira, setelah punya Ekitike, The Reds tidak lagi mengejar Isak. Mau sang pemain ngambek, nggak peduli. Eh, lha kok ternyata, 125 juta poundsterling dikeluarkan untuk Isak.
Arne Slot tidak langsung memainkannya. Isak baru turun di laga melawan Atletico Madrid. Sayang, Isak yang turun di babak kedua, gagal mencetak gol. Walau begitu, Pak Arne maklum. Lagi pula Isak bukan Benjamin Sesko.
Benar saja, tak butuh menunggu berminggu-minggu, Isak sudah mencetak gol debutnya bersama Liverpool. Itu terjadi di Carabao Cup. Tak seperti dua laga sebelumnya, Isak bermain sejak menit awal, sementara Ekitike diparkir. Berawal dari kesalahan pemain belakang Soton, Chiesa sukses merebut bola. Mantan pemain Fiorentina ini lalu memberikan umpan pada Isak yang tinggal tap in.
Menariknya, Ekitike yang menggantikan Isak di babak kedua juga mencetak gol. Pusing… pusing dah tuh Arne Slot. Eh, malah mungkin nggak pusing, wong punya dua penyerang sama tajamnya kok bingung? Yang pantas pusing Ruben Amorim, punya pemain kok ngablu semua.
Nick Woltemade (Newcastle)
Terakhir, pengganti Isak di Newcastle, Nick Woltemade. Kehadirannya ke St. James Park cukup mengejutkan. Stuttgart sebelumnya ogah melepas pemain Jerman itu setelah tiga kali menolak tawaran Bayern Munchen. Tapi Eddie Howe ngebet mendatangkan striker baru, dan Nick salah satu yang memikatnya.
Nick dianggap sebagai pemain ideal yang dapat dibentuk Howe. Ia bukan hanya memiliki kemampuan finishing yang baik, tapi juga cerdas secara taktis. Harga yang menyentuh 75 juta euro pun tak jadi halangan. Uang sebanyak itu toh cuma separuh lebih sedikit, dari uang penjualan Isak ke Liverpool.
Tapi, banyak pengamat menilai Nick Woltemade kemahalan. Die Roten saja cuma mentok menawar 60 juta euro. Namun, buat Newcastle yang baru menciptakan rekor penjualan pemain, Nick tidaklah kemahalan. Alih-alih, pemain 23 tahun itu justru membuktikan dirinya kapabel dengan sistem Eddie Howe.
Betapa tidak? Nick mencetak gol pertamanya di Premier League di laga debutnya di kompetisi tersebut. Ngeri kan? Setelah mencetak gol itu, Nick malah disebut-sebut sebagai penandatanganan yang lebih baik dari Benjamin Sesko. Lah! MU lagi yang kena ini?
Mau gimana lagi, dari banyaknya penyerang baru yang didatangkan tim-tim Liga Inggris, terutama di tim besar, cuma Sesko yang belum nyetak gol. Sesko bahkan kalah dari Jaidon Anthony, penyerang baru Burnley yang bersaing di papan top skor. Mari doakan Sesko segera mencetak gol debutnya. Kalau dia sudah nyetak gol, bilang di kolom komentar yaaa….
Sumber: WestHamZone, SportBible, Yahoo, beinSPORTS, SkySports, Goal, ESPN, TheAthletic


