Fabio Capello dan 11 Pemain Terbaik Pilihannya

spot_img

Italia adalah salah satu produsen pelatih handal di dunia sepak bola. Tengok saja Claudio Ranieri, Antonio Conte, Roberto Mancini atau Carlo Ancelotti. Para allenatore lulusan Coverciano itu sudah membuktikan kualitasnya lewat banyaknya trofi juara yang berhasil mereka menangkan.

Namun, rasanya sungguh tak adil bila tak menyebut nama Fabio Capello dalam jajaran pelatih terbaik dari Negeri Pizza. Memang, di era sekarang nama Fabio Capello jelas kalah tenar. Namun, pria yang kini berusia 76 tahun itu adalah salah salah satu manajer top yang paling disegani di dunia sepak bola, khususnya di tahun 90-an dan awal 2000-an.

Meski tak terlalu sukses dengan timnas Inggris dan Rusia, tetapi Fabio Capello punya rekam jejak mentereng ketika menukangi tim-tim besar Eropa semacam AC Milan, AS Roma, Juventus, hingga Real Madrid.

Faktanya, selama hampir 16 tahun kariernya sebagai pelatih, Capello secara teori sudah memenangkan 15 trofi bergengsi, termasuk di antaranya 2 trofi scudetto bersama Juventus yang kemudian dicabut karena skandal calciopoli.

Dengan rekam jejak seperti itu, tentu sudah banyak pemain hebat dunia yang pernah merasakan tangan dingin Fabio Capello. Namun, siapa saja para pemain terbaik dunia yang pernah dilatih Capello?

Kebetulan, dalam sebuah video bersama channel Laureus pada tahun 2017 silam, Fabio Capello mengungkap 11 pemain terbaik pilihannya. Lalu, bagaimana susunan starting eleven terbaik pilihan Fabio Capello? Siapa saja mantan anak asuhnya yang masuk dalam starting eleven pilihannya? Berikut daftarnya!

 

Kiper: Gianluigi Buffon

Kita mulai dari kiper. Pilihan Capello jatuh kepada mantan kiper timnas Italia, Gianluigi Buffon. Capello pernah melatih Buffon semasa menjadi allenatore Juventus. Menurutnya, Buffon yang pernah merasakan jadi juara Piala Dunia merupakan kiper terbaik dalam 15 tahun terakhir.

 

Bek Kiri: Robero Carlos

Berikutnya posisi bek kiri. Pilihan Capello jatuh kepada mantan anak asuhnya di Real Madrid, Roberto Carlos. Capello memang punya hubungan khusus dengan bek kiri asal Brasil itu.

Faktanya, sosok yang membawa Roberto Carlos ke Santiago Bernabeu adalah Fabio Capello. Bahkan, Capello tak butuh waktu lama untuk meyakinkan petinggi Madrid untuk segera mengangkutnya dari Inter Milan.

“Saya membelinya untuk Real Madrid. Kami menandatangani Roberto Carlos dalam 12 jam. Ini rekor menurut saya”, ujar Capello dikutip dari The Statesman.

Kita perlu berterima kasih kepada Capello. Pasalnya, dialah yang mengubah posisi Roberto Carlos dari seorang winger kiri menjadi bek kiri atau bek sayap. Bersama Capello, 2 trofi La Liga pernah Roberto Carlos cicipi.

 

Bek Tengah: Franco Baresi dan Paolo Maldini

Beralih ke posisi sentral di lini belakang, yakni bek tengah. Pilihan Capello untuk mengisi posisi ini jatuh kepada dua mantan kapten AC Milan, Franco Baresi dan Paolo Maldini. Soal kualitas, kita tak perlu mempertanyakannya lagi. Sebab, sudah banyak pengamat dan legenda sepak bola dunia yang mengakui duo tersebut sebagai bek terbaik dalam sejarah sepak bola.

Salah satu periode terbaik keduanya bersama Capello terjadi di tahun 1991 hingga 1993. Baresi dan Maldini adalah dua sosok vital dalam skuad “Gli invincibili” AC Milan yang tak terkalahkan selama 58 pertandingan liga dari 19 Mei 1991 hingga 21 Maret 1993.

Berkat Franco Baresi dan Paolo Maldini, AC Milan juga hanya kebobolan 15 gol dalam 34 pertandingan saat mereka memenangkan Serie A pada musim 1993/94. Di musim tersebut, Milan dan Capello juga memenangkan Liga Champions dan berkat duo Baresi dan Maldini, mereka hanya kebobolan 2 gol sepanjang turnamen.

 

Bek Kanan: Cafu

Untuk melengkapi kuartet di lini pertahanan, Fabio Capello menjatuhkan pilihannya kepada mantan kapten timnas Brasil, Cafu sebagai bek kanan. Capello bekerja sama dengan Cafu semasa menjadi allenatore AS Roma di musim 1999 hingga 2004.

Di bawah asuhan Capello, Cafu dipasang sebagai wingbacks kanan dalam formasi 3-4-1-2. Saat itu, keduanya sukses mempersembahkan scudetto ketiga untuk AS Roma di musim 2000/2001.

“Dia bagus sebagai bek, fantastis saat menyerang. Juara dunia seperti Buffon, saya suka profesional”, ujar Capello dikutip dari The Statesman.

 

Gelandang Tengah: Fernando Redondo dan Frank Rijkaard

Beralih ke lini tengah. Dua gelandang yang dipilih Fabio Capello untuk mengisi lini tengah dalam formasi 4-2-3-1 pilihannya adalah Fernando Redondo dan Frank Rijkaard. Rijkaard yang merupakan mantan anak asuhnya di AC Milan merupakan seorang gelandang tengah yang mampu bermain sebagai deep-lying playmaker.

Sementara itu, Fernando Redondo bakal mengisi posisi holding midfielder. Capello pernah bekerja sama dengan Redondo semasa melatih Real Madrid di musim 1996/1997.

Dijuluki “El Principe”, Redondo adalah salah satu gelandang terbaik di masanya dan sosok yang merevolusi seorang gelandang bertahan. Selain jadi perusak irama serangan lawan, Redondo juga punya kemampuan sebagai playmaker meski dirinya beroperasi dekat dengan garis pertahanan.

Keluwesannya dalam menggiring bola sungguh menyenangkan untuk ditonton. Inilah yang jadi sebab Capello memasukkannya dalam daftar Best XI pilihannya. Capello berujar bahwa ia membutuhkannya untuk bertahan dan Redondo adalah sosok pemain yang disukai semua manajer.

 

Sayap Kiri: Raul

Beralih ke lini depan. Secara mengejutkan, pilihan Capello untuk menempati posisi sayap kiri jatuh kepada mantan kapten Real Madrid, Raul. Penempatan Raul sebagai seorang sayap kiri tentu membuat generasi sekarang bertanya-tanya. Sebab, posisi asli dari Raul adalah penyerang murni.

Namun faktanya, di periode pertamanya melatih Madrid di era 1996, Capello memang menurunkan Raul sebagai seorang sayap kiri. Keputusan tersebut dibuat karena pada masa tersebut Los Blancos bermain dengan tiga penyerang sekaligus, yakni Predrag Mijatovic, Davor Suker, dan Raul.

Meski ide tersebut tidaklah populer di kalangan media dan mendapat kritik tajam dari para fans, termasuk ketua Real Madrid saat itu, Lorenzo Sanz yang akhirnya memecat Capello, tetapi taktik dan keputusannya saat itu berbuah trofi La Liga di musim 1996/1997.

 

Sayap Kanan: Dejan Savicevic

Beralih ke sisi kanan, pemain pilihan Capello untuk menempati sayap kanan jatuh kepada Dejan Savicevic. “Salah satu pemain dengan imajinasi yang fantastis”, begitulah Capello menggambarkan mantan anak asuhnya semasa di AC Milan.

Capello melatih Savicevic di periode pertamanya melatih rossoneri pada 1991 hingga 1996. Di bawah asuhan Capello, Savicevic berhasil memenangkan 7 trofi prestisius bersama Milan. Savicevic adalah salah satu pencetak gol dalam kemenangan bersejarah Milan atas Barcelona di final Liga Champions 1994.

 

Gelandang Serang: Ruud Gullit

Untuk mengisi pos gelandang serang, pilihan Fabio Capello jatuh kepada Ruud Gullit. Playmaker yang dulu terkenal akan rambut gimbal ala Bob Marley itu pernah bekerja sama dengan Capello di AC Milan pada periode 1991 hingga 1994. Pada periode tersebut, Gullit sukses mempersembahkan 2 trofi scudetto dan 2 trofi Supercoppa.

 

Penyerang tengah: Marco van Basten

Pernah menukangi AC Milan, AS Roma, Juventus, dan Real Madrid di periode terbaiknya, tentu membuat Fabio Capello pernah bekerja sama dengan banyak penyerang hebat. Namun, untuk melengkapi susunan Best XI pilihannya, Capello memilih Marco van Basten untuk mengisi posisi penyerang tengah.

“Sangat kuat sebagai pemain, sangat kuat sebagai manajer, pemain yang sangat profesional”, kata Capello dikutip dari The Statesman.

Kualitas dan kesuburan mantan striker dan pelatih timnas Belanda itu tak perlu diragukan. Van Basten pernah 4 kali meraih titel top skor Eredivise secara beruntun dan menjadi Cappocanieri 2 kali. Yang penting lagi, ia adalah peraih 3 kali Ballon d’Or.

Itulah tadi susunan 11 pemain terbaik pilihan Fabio Capello. Selain memilih Best XI, Fabio Capello juga melengkapi susunan pemain terbaiknya dengan memilih dua pemain tambahan. Dua pemain tambahan tersebut adalah “Il Fenomeno” Ronaldo Luis Nazario de Lima dan “Il Capitano” Francesco Totti.

“Ronaldo tidak banyak bermain dengan saya tetapi jika saya harus memilih satu pemain yang luar biasa, saya harus memasukkannya”, kata Capello dikutip dari The Statesman.

Sementara itu, pertimbangan utama Fabio Capello memilih Totti adalah kemampuan “Pangeran Roma” itu untuk bermain di berbagai posisi di lini depan.

Itulah susunan lengkap pemain terbaik pilihan Fabio Capello. Bagaimana football lovers, apakah Best XI pilihan Capello ini ada lawan?
***
Referensi: The Statesman, 90min, Talksport, These Football Times, Forza Italian Football.

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru