Kit atau jersey adalah hal yang tak boleh dilupakan dalam permainan sepak bola. Tanpa jersey, membedakan mana lawan mana kawan seperti mencari jarum di tumpukan jerami. Namun begitu, saat sepak bola modern pertama kali berkembang dan dimainkan, urusan jersey tak perlu dikhawatirkan.
Ketika pemuda-pemuda dari berbagai sekolah dan universitas di Inggris melakukan permainan yang kini disebut sepak bola itu, tidak ada aturan soal jersey. Meskipun kala itu sudah terbentuk klub-klub lokal di Britania Raya, salah satunya Sheffield FC yang terbentuk tahun 1857, dan menjadi klub sepak bola tertua di dunia. Selain itu, muncul klub-klub lain, seperti Hallam (1860) dan Notts County (1862).
The world’s 1st football club, Sheffield FC, was founded in England today in 1857. pic.twitter.com/wdtz0hQKZW
— Alex Jay (@AlexJayZA) October 24, 2014
Namun, belum ada aturan-aturan mengenai jersey kala itu. Yang ada hanya aturan yang dibikin Universitas Cambridge tahun 1848. Itu pun sudah hilang, yang tersisa hanya semacam duplikasinya. Duplikasi seperangkat aturan itu tersimpan rapi di Sekolah Shrewsbury sejak 1856.
Kalau begitu, bagaimana jersey yang dipakai para pemain kala itu? Mari kita membahasnya tanpa terburu-buru, dan dibikin santai saja.
Daftar Isi
Tahun 1800-an
Benar, di tahun 1800-an, para pemain sepak bola belum memakai jersey. Karena kala itu, klub masih belum mampu menyediakan seragam. Para pemain dibebaskan memakai baju, celana, perlengkapan, atau apa pun yang mereka punya ketika bertanding.
Lalu, apa yang membedakan satu tim dengan tim lainnya? Atribut. Ya, hanya atribut seperti gesper yang sama, syal yang berwarna sama, sampai topi yang memiliki warna senada. Soal ini kita bisa ambil contoh Sheffield FC itu sendiri.
Klub pertama di dunia itu mengizinkan semua pemainnya memakai apa saja yang mereka punya. Asal nggak mencuri, pokoknya dibolehkan. Namun, ada satu atribut yang wajib dipakai: flanel merah dan biru tua.
Baru ketika 1863, para pemain terkemuka akhirnya membentuk asosiasi sepak bola (FA) di Inggris. Usai pembentukan tersebut, dibuatlah aturan-aturan sepak bola yang mengikat. Aturan tersebut diilhami dari Peraturan Cambridge dan Peraturan Klub Sheffield yang awalnya untuk kalangan sendiri.
Akhirnya, dirasa sulit membedakan pemain-pemain dari masing-masing klub, dibuatlah aturan mengenai jersey atau seragam. Persis tahun 1870, aturan seragam pun mulai muncul. Salah satu klub yang memulainya adalah Blackburn Rovers. Para pemain Rovers memakai kaos putih berhias Salib Maltese Biru dari Sekolah Shrewsbury.
Hal itu juga diikuti klub-klub di Skotlandia pada 1873. Misalnya, Queen’s Park FC yang memakai kemeja warna biru laut bergaris-garis. Namun, pertandingan pertama dengan seragam yang berbeda terjadi di Final Piala FA tahun 1872. Ketika itu Wanderers memakai kaos warna pink, hitam, dan cerise. Sementara lawannya, The Royal Engineers bermain dengan kemeja merah tua dan biru tua.
Royal Engineers, the finalist of the first FA Cup 1872 pic.twitter.com/S4DANWaHgT
— FootballTime&Nations (@FCTimeNations) May 14, 2020
Tahun 1900-an
Sebelum era 1900-an, seragam sepak bola tampak sangat syar’i. Yaitu celana harus menutupi lutut. Tapi, setelah masuk tahun 1900-an, peraturan celana harus menutupi lutut dilonggarkan. Mulai tahun ini pula bahan-bahan seperti katun dan wol mulai dipakai.
Tahun 1904, Liverpool FC mengajukan agar klub yang berkompetisi memakai kemeja atau kaos merah dan celana putih jika bermain di markasnya. Sedangkan jika bermain sebagai tim tamu, klub mengenakan putih dan hitam, dengan celana ukuran tanggung. Sayangnya, proposal tersebut ditolak ramai-ramai dua kali, tahun 1904 dan 1906.
Waktu itu, sangat jarang klub di Inggris yang memakai warna serasi antara kemeja dan celana. Namun, klub seperti Swansea Town (Swansea City) pernah memakai seragam serba putih. Begitu pula tim yang sekarang mulai inkonsisten, Arsenal memakai baju ganti serba biru tua.
Jenis jersey pun kala itu di bagian leher bertali. Dan yang begituan populer di Inggris era 1900-an. Sementara di Skotlandia lebih populer dengan jersey berkancing di bagian atas, dan model berkerah. Di Skotlandia jersey atau kemeja bergaris-garis juga mulai populer. Selain Queen’s Park, ada East Stirlingshire hingga Celtic.
#OnThisDay 1909
Manchester United win their first ever #FACup beating Bristol City 1-0 at Crystal Palace.
Sandy Turnbull scored the only goal and Billy Meredith was man of the match.
We have a long and proud history – DO NOT ALLOW THE GLAZERS TO RUIN IT.#GlazersOut pic.twitter.com/Ydv8zS1umq
— 𝘾𝙖𝙣𝙩𝙤𝙣𝙖 𝘾𝙤𝙡𝙡𝙖𝙧𝙨 – 𝙖𝙠𝙖 𝙇𝙖𝙧𝙧𝙮 (@Cantona_Collars) April 24, 2021
Pada periode ini juga muncul alternatif desain jersey lain, seperti yang dikenakan Manchester United di Final Piala FA 1909. Ketika itu, MU tampil dengan desain bold “V” atau chevron di jersey-nya. Alternatif semacam ini kemudian ditiru Birmingham, Glossop, Clapton Orient, dan tentu saja Airdrieonians.
Ketika itu, penjaga gawang juga harus menggunakan outfit yang berbeda. Paling tidak dengan menggunakan atasan yang khas sehingga petugas pertandingan bisa membedakannya. Awalnya, di peraturan warnanya merah atau biru, tapi setelah itu diubah menjadi hijau. Dan warna hijau untuk kiper pun menjadi standar di Inggris.
Tahun 1960-an sampai 1970-an
Setelah setengah abad lebih, pakaian sepak bola selalu berevolusi. Menginjak tahun 1960, desain-desain jersey justru makin tidak menarik. Desain dibuat sangat sederhana seperti kurang inovasi. Namun begitu, ada perubahan yang teramat mencolok.
Kerah kemeja yang sudah mulai membentuk huruf “V”. Lalu, sudah mulai menggunakan bahan sintetis, sehingga baju jadi lebih ketat. Sementara celananya jadi makin pendek, dan kaos kakinya dipakai lebih ringan. Bajunya juga dibuat lengan panjang. Tapi bukan untuk digulung sampai siku.
Another devastating loss for the #LUFC family. Terry Cooper’s iconic goal against Arsenal in the League Cup final in 1968 secured Leeds’ first major trophy in the club’s history.
Icon. 🙌 #LUFC pic.twitter.com/lmfZxBDk2e
— LUFCDATA (@LUFCDATA) July 31, 2021
Salah satu contohnya adalah Manchester United yang memakai atasan warna merah, celana warna putih, dan kaos kaki warna merah tahun 1965. Kemeja dan celana serba putih juga cukup populer sekitar tahun 1968-1969.
Leeds United, Brighton, Crystal Palace, Bradford PA, Exeter semuanya memakai seragam serba putih seperti orang mau meninggal. Pada periode ini, klub juga sudah diperbolehkan menempelkan emblem atau logo ke jersey mereka.
Tahun 1970-an
Tahun 1970-an evolusi jersey sepak bola memang berubah cukup cepat. Di dekade ini, apparel sudah dibolehkan masuk. Itu tercetus setelah manajer Leeds, Don Revie pada 1973 membuat kesepakatan pada produsen jersey terbaru mereka, Admiral.
Tujuannya agar desain kit bisa menyebar luas. Jadi, Admiral diminta membuat jersey replika sedemikian rupa yang dilindungi hak cipta dan bisa dijual di masyarakat umum. Dan Admiral boleh menempelkan logo ke jersey Leeds.
Hal itu pun kemudian ditiru oleh klub-klub top Inggris. Proposal tersebut ternyata sangat menguntungkan bagi Admiral. Klub-klub seperti Manchester United (1975), West Ham (1976), dan Southampton (1976) pun akhirnya menggandeng Admiral sebagai produsen kit. Sukses membujuk klub-klub top, Admiral akhirnya menantang produsen lain untuk melakukan hal yang sama.
Bukta, salah satu apparel yang cukup populer menerima tantangan tersebut. Tahun 1977 apparel Bukta sudah menempel di jersey Hibernian. Jika kamu tanya, bagaimana dengan Adidas?
Apparel terkenal dari Jerman, yang hari ini nyaris memonopoli seluruh klub-klub Eropa mulai menggeliat tahun 1977. Klubnya Elkan Baggott, Ipswich Town, dan Middlesbrough adalah dua klub pertama yang memasok jersey dari Adidas. Yang mana ciri khasnya tiga garis yang ikonik.
Tahun 1980-an sampai 1990-an
Memulai tahun 1980-an, sponsor mulai diperbolehkan menaruh logo atau apa pun itu di jersey pemain. Meskipun perusahan penyiaran, BBC dan ITV pernah menolak menayangkan pertandingan yang menampilkan sponsor di kaos atau jersey pemain. Lalu, pada 1983, industri penyiaran termasuk keduanya pun takluk, dan tidak keberatan menayangkan pertandingan yang menampilkan sponsor di jersey.
Bahan katun tradisional untuk pembuatan jersey pun mulai ditanggalkan. Para produsen mulai menggunakan bahan polyester. Selain lebih murah, polyester digunakan karena kurang menyerap air, lebih ringan, dan bisa diproses lewat proses baru sublimasi pewarnaan. Produsen-produsen kenamaan juga sudah mulai bergerak, membuat pasar Umbro dan Bukta mulai tergusur.
OTD in 1986 – League Division One
ASTON VILLA 3
Stephen Hodge 22′, Gary Thompson 66′, Allan Evans 72′ (pen)
MANCHESTER UNITED 3
Peter Davenport 18′, 55′, Norman Whiteside 54′ pic.twitter.com/T9NbBbBRZh— One Norman Whiteside (@WhitesideOne) December 13, 2021
Produsen seperti Le Coq Sportif, Patrick, Matchwinner, Hobbot, sampai Adidas sudah mulai mengincar klub-klub besar. Kesuksesan Denmark di Piala Dunia 1986 pun justru berbuah manis pada apparel mereka: Hummel. Hummel akhirnya turut memasok jersey klub seperti Southampton, Aston Villa, dan Coventry.
Modern
Jersey makin berkembang dari masa ke masa. Tahun 1990-an, jersey pemain terlihat longgar, seperti bukan ukurannya. Beberapa pemain seperti anak SD, memasukkan bajunya ke dalam celana. Pemain-pemain top yang pernah mengalami fase ini antara lain Ronaldo Nazario, Zamorano dan Diego Simeone kala di Inter, dan Beppe Signori dari Lazio.
Ivan Zamorano wearing his famous ‘1+8’ shirt at Inter Milan. pic.twitter.com/J2iHMah4NZ
— 90s Football (@90sfootball) December 2, 2021
Sampai menginjak tahun 2000-an, perkembangan jersey makin canggih. Tahun 2000-2001, apparel Kappa memulai desain jersey yang lebih ketat dengan mengusung konsep kombat. Salah satunya Tottenham Hotspur yang di tahun 2002 bekerjasama dengan Kappa. Jersey model itu bukan hanya ketat dan lebih ramping, tapi juga elastis. Jadi ketika ditarik nggak gampang robek.
Setelah diperkenalkan Kappa, apparel lain pun ikut-ikutan mengusung konsep jersey yang sama. Misalnya, Diadora yang menjadi apparel AS Roma yang kala itu masih diperkuat Francesco Totti dan Hidetoshi Nakata.
Setelah itu makin ke sini, teknologi canggih di dunia per-jersey-an mulai digunakan. Bahan dri-fit dan lycra sudah mulai digunakan para apparel atau produsen kit. Ventilasi angin juga mulai dipikirkan.
Sumber referensi: historicalkits.co.uk, nssmag.com


