Dusan Vlahovic Frustrasi dan Menyesal Pindah ke Juventus?

spot_img

Musim 2022/2023 sepertinya kurang bersahabat bagi raksasa Italia, Juventus. Di pertengahan awal tahun 2023, Si Nyonya Tua mendapat hukuman pengurangan 15 poin atas pelanggaran capital gain atau yang lebih dikenal sebagai skandal plusvalenza. Akibatnya, posisi Juventus di papan klasemen Serie A melorot hingga keluar dari zona Liga Champions.

Akan tetapi, di luar kasus hukum tersebut, penampilan pasukan Massimiliano Allegri memang kurang memuaskan, khususnya bagaimana lini serang mereka menghasilkan gol. Dan salah satu yang paling disorot saat ini adalah Dusan Vlahovic.

Sepanjang musim ini, penampilan Vlahovic sebagai juru gedor Si Nyonya Tua sangat tidak sesuai dengan harga belinya. Lebih daripada itu, semenjak diboyong dari Fiorentina, performa Vlahovic justru kian menurun.

Performanya Menurun, Dusan Vlahovic Tutup Akun IG

Musim ini seperti menjadi puncak eskalasi dari merosotnya performa Dusan Vlahovic. Bomber Serbia itu tercatat baru mengemas 8 gol dan 2 asis dari 20 penampilannya di Serie A. Secara total, dari 31 penampilan di semua kompetisi, Vlahovic baru mengemas 11 gol dan 4 asis.

Torehan golnya itu mungkin tidak akan jadi masalah bila Vlahovic mampu menjaga performanya di tiap pekan. Masalahnya, itu tidak terjadi. Pada Oktober tahun lalu, Vlahovic terkena cedera aduktor. Belum sempat merumput, cedera pubalgia yang sempat ia derita musim lalu kembali kambuh.

Berdasarkan catatan transfermarkt, akibat dua cedera tersebut, Dusan Vlahovic telah melewatkan 11 pertandingan bersama Juventus. Setelah sembuh dari cedera, keran gol Vlahovic malah terhenti. Alih-alih menemukan kembali ketajamannya, Vlahovic justru tampil mandul.

Pasca Piala Dunia 2022, Vlahovic baru mengemas 2 gol dan 1 asis dalam 10 penampilan terakhirnya di Serie A. Yang membuat prihatin, bomber Serbia itu telah gagal menghasilkan satu pun gol dan asis dalam 8 penampilan terakhirnya di Liga Italia.

Vlahovic memang sempat mencetak 1 gol ke gawang Freiburg di Liga Europa, tetapi jika catatan ini dikesampingkan, ia tercatat telah mandul dalam 10 laga terakhirnya di kompetisi domestik Italia. Vlahovic terakhir kali mencatatkan namanya di papan skor pada 7 Februari 2023 saat Juve bertandang ke Salerno.

Salah satu penampilan terburuk bomber Serbia itu terjadi saat Juventus menjamu Sampdoria, 12 Maret lalu. Di laga yang berakhir 4-2 untuk Juve tersebut, Vlahovic tampil mengecewakan. 8 sepakannya gagal berbuah gol. Di laga tersebut, Vlahovic juga gagal mengeksekusi sepakan penalti.

Bagi seorang striker, mencetak gol adalah tugas utamanya. Seiring dengan berkembangnya taktik, menyumbang asis juga jadi salah satu peran dari striker modern. Maka dari itu, kualitas seorang striker patut dipertanyakan jika kedua tugas tersebut gagal dilaksanakan.

Itulah sekarang yang dirasakan oleh Dusan Vlahovic. Beban dan tekanan berat sepertinya tengah membuat striker berusia 23 tahun itu tampil buruk. Ini bukan spekulasi belaka. Pasalnya, usai kembali gagal mencatatkan namanya di papan skor saat Juventus takluk dari Lazio, Dusan Vlahovic kedapatan menghapus akun Instagramnya.

Akun instagram bernama @vlahovicdusan dengan jumlah follower sekitar 2 juta diketahui sudah raib. Masih belum diketahui apakah keputusan tersebut berkaitan langsung dengan performa buruknya di lapangan. Selain itu, belum dapat dikonfirmasi apakah keputusan tersebut sifatnya hanya sementara atau permanen. Namun, cara seperti ini sudah pernah ia lakukan saat tampil buruk bersama Fiorentina.

Lagipula, tak bisa dipungkiri kalau gestur Dusan Vlahovic di atas lapangan dan keputusannya menghapus akun IG menunjukkan kalau dirinya memang frustrasi. Penampilan terakhirnya di laga melawan Lazio jadi buktinya.

Di laga tandang tersebut, Vlahovic merana. Ia tak banyak menghasilkan aksi. Dari 14 kali sentuhan, Vlahovic dua kali melepas sepakan off target. Di laga tersebut, Vlahovic juga hanya bermain selama 63 menit. Cedera di pergelangan kaki membuatnya ditarik keluar dan digantikan Arkadiusz Milik.

Cedera tak sekadar timbul dari faktor eksternal saja, tetapi juga bisa karena faktor internal, seperti kurangnya konsentrasi hingga kondisi mental yang lemah. Bisa jadi, inilah yang tengah jadi beban Dusan Vlahovic. Mantan pemain Fiorentina, Franck Ribery juga mengamini kalau terdapat tekanan besar pada pundak Dusan Vlahovic.

“Federico dan Dusan adalah adik laki-laki saya. Di Juve mereka menghadapi lebih banyak tekanan. Dimulai dengan selalu harus menang dan mencetak gol,” kata Franck Ribery dikutip dari Football Italia.

Beban dan Ekspektasi Tinggi Dusan Vlahovic di Juventus

Sudah sewajarnya Vlahovic merasa tertekan. Sebab, ia dibajak Juventus dari Fiorentina dengan harga yang tak murah. Dengan banderol €81,6 juta, Dusan Vlahovic adalah rekrutan termahal keempat dalam sejarah Juventus. Ia juga merupakan rekrutan musim dingin termahal keempat dalam sejarah sepak bola.

Belum lagi, ia dilabeli sebagai calon pesaing Erling Haaland di masa depan. Dengan label semacam itu dan harga tebusnya yang selangit, sudah sewajarnya Vlahovic diberi ekspektasi tinggi. Apalagi, sebelum hijrah ke Turin, ia tengah tajam-tajamnya di Firenze.

Di dua musim terakhir di Fiorentina, Dusan Vlahovic sukses mencetak dua digit gol. 21 gol di musim 2020/2021 dan 16 gol bersama Fiorentina di musim 2021/2022 sebelum dirinya pindah ke Juve di musim dingin. Vlahovic juga merupakan peraih penghargaan pemain muda terbaik Serie A di musim 2020/2021. Musim lalu, ia juga masuk dalam jajaran tim terbaik Serie A.

Namun, kini performanya justru kian merosot. Alih-alih menjadi pesaing Erling Haaland, Dusan Vlahovic justru tampil bak bomber yang kehilangan jati dirinya. Maka tak mengherankan jika fans Juventus sampai bertanya-tanya, kemana perginya Dusan Vlahovic yang asli?

Sekali lagi, tekanan dan ekspektasi tinggi memang membebaninya. Mantan bomber Juve, Alessandro Del Piero juga mengamini fakta tersebut.

“Seragam Juventus datang dengan banyak tekanan. Pertandingan-pertandingan ketika Anda tidak mencetak gol sangat membebani Anda,” kata Del Piero dikutip dari Goal.

Namun, berbeda dengan Del Piero, mantan allenatore Fiorentina, Cesare Prandelli punya pandangan lain. Menurutnya, ini bukan semata kesalahan Vlahovic, tetapi akibat dari ketidaksesuaian dengan taktik dan gaya main Juve di bawah asuhan Massimiliano Allegri.

“Saya minta maaf untuk mengatakannya, tetapi rekan setimnya harus memberinya lebih banyak layanan dan tidak hanya membuatnya melakukan pekerjaan kotor. Pemain lain seharusnya melakukan hal tersebut dan bukan striker yang memiliki kemampuan mencetak gol,” kata Cesare Prandelli dikutip dari Goal.

Jika melihat kembali penampilannya di Fiorentina, Vlahovic memang cenderung dimanjakan dan bukan dituntut bekerja keras di luar kapasitasnya seperti bersama Juventus musim ini.

Terlebih lagi, gaya taktik Allegri terlihat pragmatis dan usang. Kemenangan Juve musim ini kebanyakan juga tergolong “ugly win”. Mereka kerap mengurung diri setelah unggul 1 gol. Gaya seperti tentu tidak bagus bagi seorang penyerang haus gol seperti Vlahovic.

Sebagai perbandingan, performa Dusan Vlahovic bersama timnas Serbia terlihat baik-baik saja. Di dua laga pertama kualifikasi Piala Eropa 2024, Vlahovic malah tampil gacor. Ia mencetak 1 gol saat membantu Serbia menang 2-0 atas Lituania dan mencetak 2 gol saat membantu Serbia menang 2-0 atas Montenegro.

Catatan tersebut jadi bukti kalau penurunan performa yang terjadi bukan salah Vlahovic seorang, tetapi juga andil dari taktik dan gaya main tim yang ia bela. Seperti kata Christian Vieri kepada Gazzetta dello Sport, “Jika kamu bermain di tim yang bermain buruk, kamu akan bermain buruk juga.”

Mandul di Juventus, Dusan Vlahovic Jajaki Kepindahan

Kini, muncul spekualasi kalau Dusan Vlahovic menyesali keputusannya gabung ke Juventus. Corrierre dello Sport bahkan menyebut kalau Vlahovic yang frustrasi tengah mencari kebahagiaannya di Juventus yang nyatanya tak kunjung datang.

Rumor transfer pun mencuat. Mau bagaimana lagi, buntut dari mandulnya Vlahovic membuat harga jualnya menurun. Karena hal inilah, Vlahovic kembali jadi incaran beberapa klub top Eropa, meskipun yang bersangkutan tengah mengalami penurunan performa.

Arsenal yang tahun lalu gagal mendaratkan Vlahovic santer dikabarkan kembali tertarik memboyongnya di musim panas nanti. The Gunners tak sendirian, Chelsea juga dikabarkan mengincar Vlahovic. Begitu juga dengan Bayern Munchen yang masih mencari sosok pengganti sepadan Robert Lewandowski. Belakangan, Real Madrid juga dirumorkan meminati Vlahovic.

Juventus tentu saja tak ingin menyerah dengan Vlahovic. Mereka tengah mencari cara untuk mengembalikan performa strikernya. Selain menaruh kepercayaan kepada Vlahovic, Juve dan Allegri mencoba membantu mengurangi tekanan Vlahovic dengan memainkannya sebagai pemain pengganti.

Upaya ini sudah dicoba saat Juve berhadapan dengan Sporting CP di Liga Europa. Vlahovic baru masuk di menit ke-62. Namun, hasilnya malah lebih buruk. Selama 28 menit, Vlahovic cuma 6 kali menyentuh bola. Melewatkan 1 peluang besar dan gagal memenangkan satu pun duel.

Mungkin memang benar kalau masalah mandulnya Dusan Vlahovic adalah karena Juventus yang gagal memaksimalkannya. Kalau sudah begini, opsi paling baik memang pindah. Namun, semua kembali lagi kepada Dusan Vlahovic. Apakah ia sudah menyerah dengan Juventus? Atau masih ingin menantang diri di bawah arahan taktik Allegri?


https://youtu.be/OZWHnbb9UxY

Referensi: Fotmob, Football Italia 1, Football Italia 2, Football Italia 3, Goal, Mirror.

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru