Dongeng Atalanta Di Liga Champions Akhirnya Terhenti

spot_img

Romansa Atalanta dengan Liga Champions musim 2019/20 berakhir tragis. Klub berjuluk La Dea tersingkir secara menyakitkan dari wakil asal Prancis, Paris Saint Germain. Dalam laga yang digelar di Stadion Da Luz, Lisbon Portugal itu, Atalanta sebenarnya unggul terlebih dahulu saat Mario Pasalic menggetarkan jala Keylor Navas di menit 26.

Sampai dengan menit ke 89, skuad asuhan Gian Piero Gasperini masih mempertahankan keunggulan satu golnya itu. Namun, petaka datang buat Atalanta di menit-menit akhir pertandingan. Entah apa yang terjadi, para pemain Atalanta terlihat lengah dan membiarkan PSG mencuri dua gol untuk memastikan kemenangan.

Bek PSG, Marquinhos berhasil menyamakan kedudukan di menit 90. Berselang dua menit kemudian, Les Perisiens menambah satu gol lagi lewat sontekan Eric Maxim Choupo Moting di menit 92. Kekalahan itu membuyarkan mimpi Atalanta untuk melaju ke babak semifinal Liga Champions.

Sepanjang pertandingan, Atalanta hanya memiliki 37 persen penguasaan bola, berbanding 63 persen milik PSG. Selain itu, klub Paris melepaskan 17 tembakan dengan 6 tepat sasaran, sedangkan Atalanta hanya 9 dengan 4 tepat sasaran. Pada laga ini, penyerang PSG Neymar benar-benar menjadi bintang, tak hanya soal assist yang ia berikan. Tapi juga kemampuan olah bola di atas lapangan yang membuat para pemain Atalanta kewalahan. Neymar tercatat melakukan 20 dribel sepanjang permainan dengan 20 di antaranya sukses. Berkat performa gemilangnya ini, Neymar dinobatkan sebagai Man Of The Match.

Tersingkirnya Atalanta dari ajang Liga Champions sebenarnya bukan suatu hal yang mengejutkan. Sebelum laga digelar, banyak pihak yang menjagokan PSG untuk keluar sebagai pemenang, terlepas dari performa menawan Atalanta di Liga Champions musim ini.

Atalanta memang tersingkir, namun mereka tak perlu berkecil hati. Sebab, dengan lolos ke delapan besar saja sudah menjadi prestasi membanggakan bagi klub asal wilayah Bergamo Italia itu. Perlu diketahui bahwa pada musim ini Atalanta merupakan debutan di kompetisi paling bergengsi antar klub eropa itu. La Dea ke Liga Champions usai finis di peringkat ketiga klasemen akhir Serie A 2018/19.

Hasil undian fase grup menempatkan Atalanta bersama Manchester City, Shakhtar Donetsk, dan Dinamo Zagreb di Grup C. Di grup itu Atalanta merupakan non-unggulan, karena menempati pot keempat dalam pengundian. Meski begitu, mereka sukses membuat kejutan dengan berhasil lolos ke babak 16 besar.

Atalanta melaju ke babak 16 besar secara dramatis. Mereka meskipun lolos dari fase grup, harus menelan tiga kekalahan dalam tiga laga pertamanya. Atalanta kalah 0-4 dari Dinamo Zagreb di laga perdana. Setelah itu mereka takluk 1-2 dari Shakhtar Donetsk dan dihajar Manchester City 1-5.

Akibat tiga kekalahan itu, Atalanta diprediksi tidak akan bisa melangkah jauh. Penampilan awal Atalanta seperti orang yang mengalami demam panggung kala pertama naik pentas. Namun, demam panggung itu hanya mereka rasakan di tiga laga awal. Pada laga-laga berikutnya, Atalanta menunjukkan kelasnya sebagai kuda hitam yang patut diwaspadai.

Keajaiban mulai terjadi di laga keempat. Atalanta mampu menahan imbang Manchester City 1-1 di San Siro. Dalam dua laga pamungkas, Atalanta mampu merebut tiga poin. Mereka mengalahkan Zagreb 2-0 lalu menghajar tuan rumah Shakhtar 3-0. Atalanta pun lolos dari lubang jarum. Mereka melaju ke babak 16 besar sebagai runner up Grup C dengan 7 poin, menemani The Cityzen yang menjadi jawara grup dengan 14 angka.

Kejutan Atalanta tak hanya sampai disitu, pada babak 16 besar La Dea juga tampil begitu garang. Diperkuat sejumlah pemain seperti Mario Pasalic, Josip Ilicic, Robin Gosens, dan Papu Gomez, Atalanta secara tega menyingkirkan wakil Spanyol, Valencia.  Pada leg pertama di San Siro, Atalanta menang 4-1 atas Valencia. Mereka kemudian kembali mengalahkan Los Che pada laga leg kedua di Mestalla. Skornya adalah 4-3. Playmaker Josip Ilicic memborong empat gol dalam laga itu.

Hasil fantastis ini membuat Atalanta berhak lolos ke babak perempatfinal Liga Champions dengan kemenangan agregat 8-4. Josip Ilicic juga mencetak rekor usai membawa Atalanta ke perempat final. Ia jadi pemain tertua yang mencetak hattrick saat laga tandang di Liga Champions. Ilicic melakukannya di usia 32 tahun dan 41 hari. Rekor sebelumnya dipegang Ibrahimovic pada usia 32 tahun dan 20 hari saat membela PSG melawan Anderlecht pada oktober 2013.

Setelah laga melawan Valencia, kompetisi Liga Champions sempat dihentikan selama empat bulan karena pandemi. Pasca dilanjutkan kembali, Atalanta gagal melanjutkan dongeng indah mereka karena takluk dari PSG dengan skor 2-1 di babak perempat final. Meski tak mampu menembus empat besar, kiprah Atalanta di liga Champions pertamanya akan selalu dikenang sebagai salah satu yang terbaik.

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru