Demi Uang, Jose Mourinho Sengaja Cari Masalah Biar Dipecat

spot_img

Jika mendengar nama Jose Mourinho, apa memori yang akan terekam di kepala kalian? Trofi? Pelatih terbaik sepanjang masa? Atau mungkin sosok paling kontroversial di dunia sepakbola? Semuanya bisa digunakan untuk menggambarkan pelatih asal Portugal itu. Tapi apakah kalian pernah mendengar tentang sisi lain dari kontroversi yang diciptakannya selama ini?

Jadi begini ceritanya. Ada rumor yang beredar di masyarakat bahwa seluruh kontroversi yang melibatkan Mourinho adalah sebuah kesengajaan. Konon, dirinya sengaja cari masalah dan bertengkar dengan pemain-pemainnya biar dapet uang kompensasi dari pihak klub yang mempekerjakannya. Benarkah demikian?

Kontroversi Melekat Padanya

Selayaknya manusia pada umumnya, Jose Mourinho bukanlah sosok yang sempurna. Cerdas, berkarisma, dan memiliki kepribadian yang menyenangkan tidak bisa menghindarkan Mourinho dari berbagai macam masalah baik di dalam maupun di luar lapangan. Kontroversi dan drama seakan terus mengikuti kemanapun Jose Mourinho pergi.

Salah satu sensasi yang paling diingat tentangnya adalah saat Jose Mourinho menyebut dirinya sebagai manajer terbaik di dunia saat diperkenalkan Chelsea beberapa tahun lalu. Bahkan Mourinho tak segan menjuluki dirinya The Special One, atau jika diartikan ke bahasa Indonesia, Mourinho menyebut dirinya adalah sosok yang spesial.

Itu hanya satu dari sekian banyaknya sensasi yang dibuat Mourinho. Saking banyaknya, salah satu media ternama, yakni Mirror sampai merangkum mana saja insiden yang dianggap paling kontroversial. Di artikel itu, Mirror menuliskan bahwa Mourinho pernah berseteru dengan fans Liverpool, bermasalah dengan beberapa tokoh sepakbola macam Arsene Wenger, Frank Rijkaard, dan almarhum Tito Vilanova. 

Jumlahnya ada sepuluh, tapi itu terlampau sedikit dibandingkan dengan seluruh tindak tanduk sang pelatih yang selalu bikin heboh. Sekian tahun berselang, muncul rumor-rumor baru tentang Jose Mourinho dan segala kegaduhan yang dibuatnya. Beberapa media meyakini bahwa serangkaian masalah yang melibatkannya ternyata mengarah pada satu tujuan yang pasti, yakni uang.

Mourinho dan Jorge Mendes

Menariknya, Mourinho tak perlu menagih kepada klub untuk mendapatkan uang tersebut. Uang itu akan datang sendiri karena konon Mourinho punya cara yang lebih licik dalam memeras keuangan klub. Apa itu? Mourinho kabarnya selalu memasang “klausul pemecatan” di setiap kontraknya.

Akal-akalan ini muncul saat dirinya bekerjasama dengan sang agen, Jorge Mendes. Kedua tokoh sepakbola itu pertama kali bekerja sama pada tahun 2004. Kala itu, Jose Mourinho yang ingin meningkatkan karirnya menggandeng sang super agen agar bisa membantunya. Kala itu, Inggris jadi salah satu tujuannya dan Mendes sudah terbiasa berhubungan dengan klub-klub Inggris.

Saat itu, yang sangat berminat pada Mourinho adalah Chelsea. Mereka ingin membawa DNA Eropa Jose Mourinho ke Stamford Bridge. Nah, berada dalam manajemen super agen seperti Jorge Mendes, Mourinho tidak bisa asal menerima pekerjaan saja. Dirinya dituntut untuk mempertimbangkan segala kemungkinan. Dari yang terbaik, hingga yang terburuk sekalipun.

Tahu bahwa Chelsea dimiliki oleh pengusaha yang ambisius macam Roman Abramovich, Mendes pun mengatur siasat. Meski sangat mengenal kualitas Mourinho, Mendes tetap khawatir kalau kesuksesan sang pelatih di Porto tidak bisa terulang saat menangani The Blues. Maka dari itu, agen dari Leny Yoro tersebut memberikan klausul khusus sebagai “parasut keselamatan” manakala Mourinho dipecat suatu saat nanti.

Sejauh ini, tidak ada contoh pasti bagaimana bunyi klausul tersebut. Intinya, dengan menambahkan satu pasal khusus itu, Jose Mourinho akan mendapat sejumlah uang pesangon jika Chelsea memecatnya sebelum durasi kontraknya habis. Itu akan membuat klub berpikir dua kali untuk memecat Mourinho. Tapi klausul ini justru jadi celah yang dimanfaatkan Mourinho untuk meraup pundi-pundi uang. 

Chelsea Jadi Korban Pertama

Ketika negosiasi antara Jorge Mendes dan Chelsea berjalan baik, Jose Mourinho pun sepakat untuk merantau ke Inggris. Chelsea mengikat pelatih asal Portugal itu dengan kontrak empat tahun.

Di luar dugaan sang agen, Jose Mourinho langsung membuktikan kualitasnya dalam mengelola sebuah tim. Mourinho langsung membawa Chelsea meraih double winner dengan memenangkan Premier League dan Piala Liga di musim perdananya. Menghadirkan gelar membuat Mourinho langsung dipuja-puja oleh publik London.

Karena sebelum dirinya datang, Chelsea selayaknya tim gurem biasa. Mereka tidak dikenal sebagai penantang gelar Liga Inggris macam Arsenal atau Manchester United. Gelar Liga Inggris musim 2004/05 jadi gelar liga pertama bagi Chelsea setelah terakhir kali meraihnya pada tahun 1955.

Di musim keduanya, Mourinho kembali menuai prestasi yang sama dengan mengantarkan The Blues back to back juara Premier League musim 2005/06. Tapi setelah itu Mourinho langsung memulai rencananya. Di awal musim ketiganya bersama Chelsea, Mourinho mulai cari-cari perkara. 

Performa Chelsea mulai angin-anginan. Gagal di Liga Champions tiga musim beruntun dan ketidakmampuan Mourinho mempertahankan gelar Liga Inggris untuk ketiga kalinya jadi awal permasalahan. Roman Abramovich menuntut Mourinho untuk menghadirkan trofi UCL. Dirinya merasa telah mengeluarkan banyak uang untuk Mou.

Tapi Mourinho tak kunjung memenuhi syarat itu. Bibit perselisihan pun mulai muncul di antara Roman dan Mourinho. Di tengah perselisihan, performa Chelsea semakin merosot. Roman pun akhirnya memutuskan untuk memecat sang pelatih. Mourinho mendapat paket kompensasi 18 juta pound karena kontraknya masih tersisa kurang lebih satu tahun.

Berlanjut ke Madrid

Semenjak itu, Jose Mourinho tak lupa memasukan klausul pemecatan itu di setiap kontraknya. Begitu pun kala Jose Mourinho berlabuh ke Italia guna bekerja di Inter Milan. Sayangnya, Mourinho tidak mendapat untung dari klausul tersebut. 

Karena Jose langsung diangkut Real Madrid selepas membawa Inter Milan menjuarai Liga Champions musim 2009/10. Kala itu, Madrid lah yang membayar kompensasi kepada Inter bukan Mourinhonya yang dipecat. Nah, di ibukota Spanyol itulah Mourinho kembali mencari keuntungan sebelum kontraknya berakhir.

Seperti biasa, di musim ketiga Jose Mourinho mulai menyusun siasat biar dirinya dipecat. Setelah musim yang luar biasa itu, Real Madrid justru anjlok di musim 2012/13. Musim ketiga Mourinho di Madrid sebagian besar diwarnai masalah di luar lapangan dan perselisihan dengan para pemain bintang.

Salah satu yang bersinggungan adalah Iker Casillas. Kala itu Mourinho memutuskan mencopot ban kapten Casillas, bahkan mencadangkannya. Hingga saat ini, tak ada yang tahu pasti alasan Mourinho melakukannya. Ada yang bilang, itu karena Casillas terlalu dekat dengan pemain-pemain Barca. Tapi, alasan itu seakan cuma jadi alasan yang dibuat-buat. 

Respons Casillas pun tak terkontrol. Dia cukup kecewa dan marah dengan keputusan Mourinho. Alhasil pelatih berkebangsaan Portugal itu kehilangan rasa hormat dari kapten Real Madrid tersebut. Hubungan keduanya pun memanas hingga terendus oleh media-media Spanyol dan Internasional. 

Meski terus dikritik oleh fans dan pemain-pemain yang lain, Mourinho tetap teguh pada pendirian. Oleh karena itu, ruang ganti El Real pun terpecah. Kebanyakan pemain Spanyol jelas berada di pihak Casillas. Keadaan kian memburuk saat Mourinho berselisih dengan sang mega bintang, Cristiano Ronaldo. 

Mourinho menuduh rekan senegaranya itu tidak mau menerima kritik yang membangun. Selain itu, Mourinho juga sempat bermasalah dengan Florentino Perez, media spanyol, dan bahkan fans. Pokoknya banyak deh permasalahan di luar lapangan yang dihadapi Mourinho di musim ketiganya di Madrid. 

Karena situasi sudah tak kondusif, pada pertengahan tahun 2013 Madrid harus memecat Mourinho. 17 juta pound jadi kompensasi karena memutus kerjasama lebih awal dari kontrak semula yaitu empat musim. 

Untung Besar di Chelsea

Tak butuh waktu lama bagi Mourinho untuk menemukan klub baru. Satu hari setelah dipecat Madrid, ia langsung kembali dikontrak oleh Chelsea. Meski banyak masalah, The Blues percaya akan kemampuan sang pelatih. Tapi, periode kedua Mourinho di Chelsea tak kalah berantakan dari yang pertama. The Special One mulai dibenci oleh pemainnya sendiri setelah menimbulkan perpecahan di ruang ganti.

Akhirnya, sebelum kontraknya habis Mourinho sepakat untuk berpisah dengan Chelsea pada Desember 2015. Karena kontraknya masih tersisa enam bulan lagi, Chelsea lagi-lagi harus merelakan uang sebesar 12,5 juta pound untuk kompensasi. Dari sini, Jose Mourinho menang banyak.

Sengaja Biar Dipecat Manchester United

Enam bulan menganggur, dengan mengejutkan Jose Mourinho memutuskan untuk menerima pinangan Manchester United tahun 2016. Musim pertama Mourinho di Old Trafford bisa dibilang cukup sukses. Performa liga yang buruk bisa terobati dengan hadirnya tiga trofi, yakni Piala Liga, Community Shield dan Europa League musim 2016/17. 

Musim keduanya di United, Jose Mourinho mulai banyak nuntut. Mourinho selalu mengeluhkan komposisi skuad karena anggarannya dibatasi oleh mantan wakil ketua eksekutif klub, Ed Woodward. Di depan media, ia mengaku iri pada Manchester City dan Liverpool yang sukses dengan pembeliannya. 

Tentu kita masih ingat dengan wawancaranya yang menyebut Kevin De Bruyne, Niclas Otamendi, Sergio Aguero dan Rahem Sterling yang kala itu jadi pilar utama Manchester City adalah contoh investasi yang baik. Tidak seperti MU yang membeli pemain mahal tapi tidak berdampak signifikan.

Mulut lemes Mourinho di hadapan media bikin manajemen naik pitam. Alhasil, Mourinho dipecat pada tahun 2018. Tapi keputusan ini justru jadi hal yang menguntungkan bagi Mourinho. Ia mendapat pesangon sebesar 15 juta euro karena kontraknya masih menyisakan satu tahun di Manchester.

Rangkaian pemecatan Jose Mourinho menimbulkan kecurigaan oleh beberapa pengamat sepakbola. Salah satu yang mengemukakan pendapatnya adalah Chris Sutton. Dilansir Independent, mantan pemain Chelsea itu menyebut Jose Mourinho seperti sengaja mencari masalah agar dipecat oleh klub yang mempekerjakannya. 

Sutton menilai bahwa semua komentar-komentar pedas yang dikeluarkan Mourinho di depan media adalah sebuah pola. Sikap yang cenderung seperti anak-anak itu bak senjata bagi Mourinho. Kalau udah mulai uring-uringan di depan media, itu tandanya Mourinho sudah mulai jenuh berada di klub tersebut.

Spurs

Selepas dari MU, Jose Mourinho memutuskan untuk tetap berkarir di Liga Inggris. Pada tahun 2019 Jose Mourinho bergabung dengan Tottenham. Di London, dirinya juga mengalami pemecatan. Polanya pun masih sama. Ketika apa yang diinginkannya tidak terpenuhi, maka Mourinho akan mencari-cari masalah.

Alhasil dirinya dipecat setelah kurang lebih satu tahun setengah menangani Spurs. Banyak berita simpang siur soal kronologi pemecatan Jose Mourinho. Tapi yang lucunya, ada rumor yang mengatakan bahwa Mourinho berselisih dengan bos Spurs, Daniel Levy. Masalahnya pun sepele, yakni soal komposisi pemain.

Gosip perseteruan Mourinho vs Levy ini disampaikan oleh analis Premier League, Duncan Castles. Kabarnya, Mourinho berencana mengistirahatkan beberapa pemain dalam duel kontra Southampton, supaya skuadnya lebih bugar saat menghadapi Manchester City di final Carabao Cup.

Gagasan Mourinho itu ternyata ditolak mentah-mentah oleh Levy. Namun, menurut kabar yang beredar, Levy dan Mourinho memang sengaja mencari masalah untuk segera berpisah. Karena sebelumnya, Mourinho juga sudah mencari masalah dan bertengkar dengan beberapa pemainnya di ruang ganti. 

Tapi sang pelatih tak menyangka bahwa pemecatannya datang lebih awal. Mourinho dipecat beberapa hari sebelum laga final Carabao Cup 2021. Walau sedikit kecewa karena batal memberikan gelar pertama untuk Spurs, Mourinho meninggalkan London dengan kantong penuh uang. Ia mengantongi uang kompensasi sebesar 16 juta pound.

AS Roma

Dengan uang segitu, Mourinho tak terburu-buru dalam mencari klub baru. Ia memanfaatkan masa nganggurnya untuk liburan dan happy-happy bareng keluarganya. Terhitung, Mourinho nganggur selama tiga bulan sebelum akhirnya dipinang oleh AS Roma pada awal musim 2021/22.

Di musim pertamanya, Mourinho tak mampu membawa Roma menembus empat besar Serie A. Chris Smalling dan kawan-kawan hanya finis peringkat enam. Namun, The Special One sukses mengakhiri puasa gelar 14 tahun Giallorossi dengan trofi Conference League musim tersebut.

Di musim berikutnya, Jose Mourinho menuntut manajemen Roma untuk menambah beberapa pemain baru. Semua itu dilakukan demi memenuhi target Dan Friedkin, pemilik Roma yang ingin timnya tampil di Liga Champions. Tapi, permintaan Mourinho tidak diindahkan oleh manajemen. Mourinho dipaksa meningkatkan performa tim dengan pemain seadanya.

Mourinho pun enggan menggaransi performa Giallorossi. Di musim-musim berikutnya, Roma mengalami penurunan performa. Mereka semakin menjauh dari peringkat empat besar Serie A pada musim 2023/24. Penyakit kambuhan ini bak siklus kehidupan bagi Mourinho. Sebelum kontraknya habis di akhir musim, Mourinho akhirnya sepakat untuk meninggalkan Italia.

Karena masih menyisakan lima bulan dalam kontraknya, Roma harus membayar uang pesangon sebesar 5,5 juta pound. Ini jadi angka yang kecil apabila dibandingkan dengan pesangon dari klub-klub lain. Tapi sekecil apa pun uang tetaplah barang berharga. Dengan tambahan 5,5 juta pound, total Mourinho mendapatkan 84 juta pound hanya dari pesangon. Itu bukan nilai yang kecil. Dengan uang segitu, Mourinho bisa hidup tenang di masa tuanya.

Sumber: Mirror, Independent, Eurosport, CNN Indonesia, Goal, ESPN

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru