Bagi kebanyakan anak-anak di Eropa hingga Amerika, menjadi seorang pemain sepakbola mungkin merupakan cita-cita terbesar mereka. Menjadi seorang pemain hebat, punya banyak penggemar, dan mampu mengangkat derajat keluarga dengan penghasilan yang didapat.
Uang dan kekayaan memang tak jarang menjadi tujuan dari banyaknya anak-anak yang ingin menjadi pemain sepakbola. Bahkan, pemain-pemain profesional kini pun tidak menyangkal bila gaji besar dan popularitas menjadi salah satu tujuan mereka menjadi seorang pemain sepakbola. Sudah banyak juga contoh pemain saat ini yang berhasil mengangkat derajat keluarganya dengan menjadi seorang pemain profesional.
Misalnya saja Alexis Sanchez, Arturo Vidal, hingga sang mega bintang asal Portugal Cristiano Ronaldo. Dari sepakbola, mereka berhasil menjadi orang terkenal yang punya banyak uang, sekaligus berhasil mengangkat derajat keluarga.
Selain mendapat gaji langsung dari tim yang dibelanya, menjadi seorang pemain sepakbola juga lantas menjadi salah satu profesi yang diinginkan karena bisa meraup pundi-pundi dari sumber dana lainnya. Kira-kira, dari mana saja sumber penghasilan pemain sepakbola?
Menurut situs PSFA, para pemain Liga Primer Inggris rata-rata bisa mengantongi sekitar 60 ribu pounds atau setara dengan 1,1 miliar rupiah per pekan. Mereka setidaknya mampu meraup hingga 3 juta pounds selama setahun. Di kompetisi lebih bawah, atau divisi Championship, mereka rata-rata hanya mendapat gaji sebesar 4000 pounds atau setara dengan 76 juta rupiah selama sepekan.
Sementara itu untuk divisi yang lebih rendah, gaji senilai 750 pounds atau setara 14 juta rupiah per pekan sudah dianggap wajar.
Namun bila menyangkut tim nasional, apakah para pemain sepakbola juga mendapat bayaran?
BBC melaporkan bahwa FIFA, selaku badan tertinggi sepakbola menyerahkan segala keputusan tentang bayaran para pemainnya kepada federasi sepakbola masing-masing. Itu berarti para pemain tetap mendapat bayaran ketika membela tim nasional. Dalam hal ini, tidak ada ukuran pasti berapa setiap pemain dibayar kala membela negaranya. Namun sebuah laporan menyebut bila Kylian Mbappe mendapat bayaran sekitar 17 ribu pounds atau setara 324 juta rupiah pada setiap pertandingan Piala Dunia 2018 lalu yang dia jalani.
Ketika itu, Mbappe dilaporkan telah menyumbangkan seluruh dana yang dia dapat dari ajang Piala Dunia kepada sebuah yayasan anak-anak.
Dengan fakta tersebut, dua diantara sumber dana yang didapatkan oleh para pemain sepakbola adalah klub dan tim nasional.
Kemudian, sponsorship dan juga bentuk kolaborasi lainnya begitu berpengaruh terhadap pendapatan yang diperoleh para pemain sepakbola. Terlebih saat ini para pemain sudah sangat aktif menjelajah sosial media. Mereka menjadi lebih leluasa untuk memasarkan suatu produk yang merupakan bentuk kerjasama dengan pihak lain.
Di luar lapangan, para pemain sepakbola adalah selebritis. Mereka adalah tokoh terkenal yang bisa dimanfaatkan untuk memperkenalkan sebuah produk. Sudah banyak sekali contohnya, termasuk dari nama-nama yang mungkin baru saja naik daun.
Dalam hal ini, kita semua tahu bila para pemain sepakbola memiliki brand yang berdiri kokoh di belakang mereka. Seperti misalnya Nike yang telah mensponsori ratusan pesepakbola. Beberapa nama kuncinya adalah Wayne Rooney, Cristiano Ronaldo, Kingsley Coman, dan masih banyak lagi nama lainnya yang tersebar di seluruh Inggris, Eropa, dan dunia.
Lalu ada Adidas, yang selain mensponsori pemain-pemain ternama Eropa, juga turut melakukan kerjasama dengan sejumlah tim nasional seperti Brasil, Aljazair, Jepang, Hongkong, Cina, dan yang lainnya.
Bicara sponsor, para pemain bintang seperti Neymar Jr hingga Cristiano Ronaldo mendapatkan untung yang sangat besar. Neymar mendapat dana tambahan senilai 30 juta pounds atau setara 575 miliar rupiah yang dia dapat dari 13 sponsor. Sementara itu, Cristiano Ronaldo, yang bekerja sama dengan 12 sponsor mendapat jumlah yang sama dengan Neymar.
Dengan memiliki beberapa sumber penghasilan, kira-kira siapakah pesepakbola dengan pendapat terbesar saat ini?
Menurut laporan majalah Football France seperti dilansir situs insider pada 2020 lalu, status pesepakbola terkaya dipegang oleh bintang FC Barcelona, Lionel Messi. La Pulga diketahui mendapat pundi-pundi sebesar 141 juta dollar atau setara lebih dari 1,9 triliun rupiah dalam satu tahun. Dipercaya, itu belum termasuk dana yang dia dapat dari berbagai kerja sama dengan merk lain, termasuk dua nama besar yakni Adidas dan Pepsi.
Di posisi kedua ada nama Cristiano Ronaldo yang mampu meraup 127 juta dolar atau setara 1,7 triliun rupiah. Selain dari sponsor sebagai sumber tambahan, Ronaldo juga dipercaya mendapat untung yang sangat besar dari bisnis hotelnya. Lalu, di peringkat ketiga ada nama Neymar Jr yang mampu meraup 102 juta dollar selama setahun.
Pada posisi berikutnya ada tiga nama yang memiliki jumlah pendapatan yang sama selama setahun, yaitu Gareth Bale, Antoine Griezmann, dan Eden Hazard, dimana semua pemain itu mendapatkan dana senilai 41 juta dolar selama setahun.
Posisi ketujuh dan kedelapan ada nama Andres Iniesta dan Raheem Sterling yang masing-masing mendapatkan uang sebesar 36 dan 35 juta dollar dalam setahun. Sementara itu, dua posisi terakhir dalam daftar sepuluh besar pesepakbola dengan pendapatan tertinggi adalah Robert Lewandowski dan Kylian Mbappe. Penyerang FC Bayern mampu meraup pundi-pundi sebesar 31 juta dollar selama setahun, dan Kylian Mbappe mendapatkan sebesar 29 juta dollar.
Melihat banyaknya sumber dan besarnya pendapatan yang diperoleh para pemain sepakbola, timbul pertanyaan mengapa para pemain dibayar begitu banyak?
Yang jelas, status pesepakbola dunia saat ini adalah lebih dari sekadar aktor lapangan hijau. Mereka mampu memberi keuntungan kepada banyak pihak termasuk tim yang dibelanya, hak siar, tiket, dan berbagai pernak pernik yang terjual di luaran sana.
Para pemain sepakbola, apalagi yang berstatus bintang, mampu menarik atensi banyak orang. Para pemain banyak mendapat sorotan dan membuat semua orang rela mengeluarkan banyak uang hanya untuk mengikuti perkembangan mereka, baik di dalam maupun di luar lapangan.
Banyak hal yang saling berkesinambungan, yang mendapat banyak keuntungan, dari popularitas seorang pemain. Maka dari itu, ketika satu pihak membayar mahal para pemain, mereka sama sekali tidak merasa dirugikan, karena tujuan mereka juga berjalan dengan sangat baik.
Lalu apakah bayaran para pemain sepakbola yang terkenal besar, memiliki potensi untuk turun? Jawabannya adalah ya, namun bukan dalam waktu dekat. Salah satu ancaman terbesar menurunnya rata-rata bayaran pemain sepakbola adalah hilangnya minat orang-orang terhadap olahraga ini. Meski dirasa mustahil, hal itu bisa saja terjadi, mengingat harga tiket menonton pertandingan langsung ke stadion sudah mulai mahal. Hal itu jelas menjadi masalah bagi para penggemar muda yang kebanyakan belum memiliki sumber pendapatan.
Antusias mereka tidak berbanding lurus dengan harga tiket stadion. Terkadang, harga tiket yang tidak terjangkau, dalam hal ini khususnya bagi para penggemar muda yang tentunya tersebar luas di seluruh dunia, membuat mereka tidak sering hadir ke stadion, atau bahkan memilih untuk tidak hadir sama sekali ke stadion.
Bila hal yang dianggap mustahil itu benar-benar terjadi, maka antusias para penggemar hanya sebatas tontonan streaming, yang bahkan bisa mereka dapat secara ilegal. Hal tersebut pun dianggap tidak baik bagi perkembangan dunia sepakbola.
[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=sum5YBKDBlg[/embedyt]


