Kompetisi Liga Champions memang merupakan kompetisi yang sangat ketat. Menjadi tim besar tidak bisa jadi jaminan bakal sukses di Liga Champions. Buktinya, untuk klub-klub sekelas La Liga, kesusahan untuk bisa lolos fase grup. Dari empat klub perwakilan La Liga hanya Real Madrid yang bisa lolos sampai babak 16 besar. Ini adalah pertama kalinya sejak Liga Champions tahun 1998. Tiga klub Spanyol lainnya, Barcelona, Atletico Madrid dan Sevilla gagal dan harus turun kasta ke liga malam Jumat. Bagaimana mereka bisa gagal?
Barcelona vs Bayern Munchen
Barcelona menjalani misi yang tidak mungkin ketika melawan Bayern Munchen. Apalagi ketika Inter Milan sudah membantai Viktoria Plzen dengan skor 4-0. Hasil itu membuat nasib Barca sudah ditentukan bahkan sebelum pertandingan melawan Munchen dimulai. Di pertandingan ini pun, mereka dibantai di rumah sendiri dengan skor 3-0.
Full Time #BarçaBayern pic.twitter.com/G6MSMaaEAd
— FC Barcelona (@FCBarcelona) October 26, 2022
Gol pertama tercipta ketika pertandingan baru berjalan 10 menit. Laju Sadio Mane terlalu cepat bagi Hector Bellerin untuk mengejar sebelum akhirnya melepaskan tembakan ke gawang Barca. Di menit ke-30 Munchen bisa menggandakan keunggulan setelah menendang bola melewati kedua kaki Ter Stegen yang tidak berdaya. Gnabry bisa menjadi pencetak gol ketiga Munchen kalau saja tidak dianulir oleh wasit.
Gol pamungkas akhirnya tercipta tepat sebelum wasit meniup peluit panjang. Pavard menjadi mencetak gol setelah bisa berada di tempat yang tepat dan dengan mudah memasukan bola ke gawang. Pertandingan pun berakhir dengan skor 3-0. Pupus harapan Barcelona untuk melaju lebih jauh. Sekaligus memperpanjang catatan buruk ketika berhadapan dengan bayern Munchen. Dari enam pertemuan mereka, skor agregat menjadi 19-2 untuk Munchen.
Atletico Madrid vs Bayern Leverkusen
Selain Barcelona, tim spanyol lain yang takluk dengan perwakilan dari Jerman adalah Atletico Madrid ketika menghadapi Bayern Leverkusen. Atletico Madrid terlalu banyak membuang peluang emas di pertandingan itu. Hasilnya Atletico hanya mampu meraih hasil imbang dengan skor 2-2. Hasil ini tidak cukup untuk membuat mereka melangkah ke fase gugur. Apalagi dengan Porto yang bisa menekuk pemuncak klasemen Club Brugge dengan skor 4-0.
Full-time. pic.twitter.com/GCPECQNnRn
— Atlético de Madrid (@atletienglish) October 26, 2022
Leverkusen langsung membuka serangan di menit-menit awal pertandingan. Hasilnya hanya butuh waktu sembilan menit untuk Moussa Diaby membuat Leverkusen unggul sementara. Atletico bisa menyamai keunggulan di menit ke-22 melalui tembakan Belgia Carrasco. Tapi tidak lama berselang, di menit ke-29 Hudson Odoi mencetak gol keunggulan Leverkusen. Lima menit setelah babak kedua dimulai, Atletico bisa kembali menyamakan kedudukan lewat gol impresif dari Rodrigo de Paul. Pertandingan pun berakhir hanya dengan hasil imbang. Atletico pun tersingkir dari Liga Champions untuk kedua kalinya sejak 10 tahun terakhir.
Sevilla Menang tapi Tetap Tidak Lolos
Berbeda dengan kompatriotnya, Sevilla sebenarnya meraih kemenangan di Pertandingan melawan Copenhagen kemarin. Dan mereka bisa menang dengan skor telak 3-0. Youssef En Nesyri, Isco, dan Gonzalo Montiel jadi pencetak gol di laga itu. Tapi itu adalah kemenangan satu-satunya Sevilla di Liga Champions. mereka hanya mampu mengemas 5 poin dari 5 pertandingan.
Sevilla masih punya sisa satu pertandingan melawan Manchester City, namun laga itu tidak penting bagi mereka karena Sevilla sudah dipastikan terjun ke liga malam Jum’at. Dan Manchester City, sudah dipastikan lolos ke fase 16 besar bersama dengan Dortmund setelah mereka meraih hasil imbang di pertandingan sebelumnya.


