Cristano Ronaldo Datang, Al-Nassr Justru Malang

spot_img

Al-Nassr dalam bahasa arab berarti kemenangan. Cocok dan seirama dengan apa yang diharapkan pada nama klub sepakbola Arab Saudi bernama Al-Nassr. Arti kemenangan dalam klub itu semakin dikuatkan dengan didatangkannya seseorang megabintang yang dikenal sebagai pemenang yakni Cristiano Ronaldo.

Performa Al-Nassr Sebelum Ronaldo Datang

Didatangkannya Ronaldo selain efek ekonomi dan industri sepakbola di Arab Saudi, tentu untuk meningkatkan prestasi klub itu sendiri. FYI aja, klub baru CR7 itu masih memasang target menjadi kampiun di beberapa kompetisi musim ini di tanah Arab, termasuk Liga Pro Arab Saudi yang telah lama hilang. Karena terakhir kali Al-Nassr meraihnya pada musim 2018/19. Ketika itu gelar juara diraih di zaman pelatih Rui Vitoria dan top skorer asal Maroko, Abderrazak Hamdalah.

Al-Nassr ini bukan klub sembarangan di Arab Saudi. Mereka telah mengoleksi gelar juara liga sebanyak sembilan kali. Hanya kalah dari Al-Hilal yang telah mengoleksi 18 gelar juara liga. Beberapa tahun terakhir pun Al-Nassr terus menguasai papan atas Liga Arab Saudi. Cuma yang menjadi masalah, musim lalu Al-Nassr tertatih sampai akhirnya hanya finish di posisi ke-3 klasemen dan nirgelar.

Padahal kalau dilihat pada musim-musim sebelumnya, klub berjuluk Al-Aalami itu paling tidak meraih satu trofi. Seperti di musim 2019/20 dan 2020/21 ketika meraih gelar Saudi Super Cup.

Nah sejak musim lalu, mereka mengalami masalah inkonsistensi. Pelatih mereka sempat berganti-ganti sampai tiga kali dalam semusim. Atas dasar itulah evaluasi mendalam dilakukan manajemen jelang musim baru. Pelatih baru pun didatangkan musim ini yakni Rudi Garcia. Mantan pelatih yang pernah sukses kala membesut Lille.

Tak hanya pelatih, pemain asing pun banyak yang didatangkan seperti kiper Kolombia David Ospina, bek Alvaro Gonzalez, gelandang Luiz Gustavo dan tentu saja CR7. Namun kedatangan CR7 selain menambah optimisme publik, juga ternyata memakan korban. Striker asing mereka musim lalu Vincent Aboubakar akhirnya hengkang ke Besiktas.

Efek Kedatangan Ronaldo Di Dalam Lapangan

Kembali lagi, perlu diingat kedatangan Ronaldo ke Al-Nassr selain untuk mendokrak nilai komersial, juga yang utama untuk mendongkrak performa klub. Akan tetapi harapan tinggi publik akan imbas CR7 di dalam lapangan kini mulai dipertanyakan.

Tentu tak semudah membalikan telapak tangan. CR7 adalah satu orang saja. Sedangkan sepakbola adalah sebelas orang. Artinya, kekompakan serta kesolidan tim menjadi kunci. Toh, kalau dilihat dari track record, dengan umur dan fisiknya yang tak muda lagi, bisa saja menjadi faktor penyebab kenapa CR7 tak mampu menanggung beban untuk mendongkrak tim sendirian.

Peran CR7 di Al-Nassr

Oke, mari kita lihat perannya dalam lapangan sejak ia datang ke King Fahd International Stadium. Debutnya melawan Al-Ettifaq ia sudah menyihir para penonton dengan aksi-aksinya sebagai seorang striker tunggal. Namun, golnya baru terjadi di pertandingan melawan Al-Fateh, itupun lewat titik putih.

Dalam perjalanannya, pencapaian 11 gol dan 2 assist dari 11 pertandingan Liga Arab Saudi menjadi sebuah kewajaran bagi seorang megabintang seperti dirinya. Namun di sisi lain, justru torehannya itu ternyata tak berarti apa-apa bagi klub.

Karena Al-Nassr kini sedang mengalami fase penurunan secara performa tim. Lalu apa penyebabnya? Tim ini dari awal musim dipegang oleh Rudi Garcia dengan format permainan andalannya 4-2-3-1. Kerangka per lini pun sudah dibangun sejak awal musim.

Ospina sebagai komando di bawah mistar, Alvaro Gonzalez sebagai komando lini belakang, Luiz Gustavo jadi jenderal lini tengah, serta di depan yang menjadi pusat permainan serta sumber gol dikomandoi oleh CR7 yang dibantu Talisca sebagai seorang gelandang serang maupun second striker.

Awalnya komposisi racikan Rudi Garcia itu manjur sebelum adanya CR7. Di mana posisi striker ditempati Vincent Aboubakar yang kini sudah hengkang. Al-Nassr ketika CR7 pertama datang pada Januari 2023 sempat memimpin klasemen Liga Arab Saudi.

Namun ketika hasil seri melawan Al-Fateh dan Al-Feiha, serta kalah dari pesaing mereka Al-Ittihad dan Al-Hilal membuat Al-Nassr harus puas merelakan posisi puncaknya kini pada Al-Ittihad asuhan Nuno Espirito Santo.

Pelatih Dipecat, Dua Gelar Lepas

Sayang seribu sayang, bukan hanya disalip di liga, dua gelar yang terbuka untuk diraih musim ini harus raib. Di Piala Super Saudi mereka harus takluk oleh Al-Ittihad 3-1. Serta yang terbaru takluk oleh Al-Wahda di semifinal Piala Raja Arab Saudi 0-1. Namun apakah semua kegagalan itu harus disalahkan karena kedatangan CR7?

Nampaknya kita harus fair, ketika melihat semua kesatuan tim Al-Nassr ini dalam keadaan kurang stabil. Terutama yang terjadi akhir-akhir ini ketika mereka ditinggal pelatihnya Rudi Garcia karena dipecat, serta di paruh musim ditinggal kipernya David Ospina karena cedera parah.

Usut punya usut, ada yang mengatakan bahwa Rudi Garcia dipecat karena kedapatan mempunyai friksi dengan CR7. Namun semua itu dibantah oleh pihak klub yang mengatakan bahwa pemecatan itu murni karena sang pelatih tak bisa perform.

Namun demikian hal itu menjadi pertanda bahaya bagi tim. Kehilangan Rudi Garcia dan digantikan oleh pelatih interim Dinko Jelecic tak serta-merta membuat transisi permainan Al-Nassr menjadi mulus. Dua kekalahan atas Al-Hilal dan Al-Wahda menjadi bukti.

Sikap Ronaldo Yang Tak Berubah

Itu baru soal pelatih, belum lagi sikap CR7 lainnya di dalam lapangan. CR7 tentu dijadikan sebagai role model para rekan-rekannya maupun publik Al-Nassr. Namun justru sikapnya yang tertangkap kamera menunjukkan lain.

Kita tahu, sebelumnya di MU maupun timnas Portugal, CR7 punya sikap yang dianggap negatif bagi kondusifitas tim. Sikap seenaknya sendiri, tak menghargai klub, dan merasa paling besar di klub membuat kondisi tim menjadi keruh. Apakah itu juga masih terjadi ketika di Al-Nassr? Kalau melihat indikasinya, tentu sudah banyak yang terkuak.

Seperti apa yang dilakukannya ketika ngamuk pasca laga melawan Al-Feiha. CR7 terlihat cekcok dengan pemain lawan. Kemudian apa yang terjadi ketika kalah atas Al-Ittihad. CR7 kedapatan frustrasi dengan menendang botol di pinggir lapangan dan coba ditenangkan rekan-rekannya.

Ada juga ketika ia kedapatan kamera melakukan aksi “smackdown” dalam duelnya dengan pemain Al-Hilal ketika Al-Nassr takluk 2-0. Atau ketika kalah atas Al-Wahda di Piala Raja Arab Saudi, CR7 seperti dilansir Mirror, kedapatan menyemprot staf kepelatihan Al-Nassr atas performa buruk timnya.

Gelar Juara Liga Arab Saudi Jadi Harga Mati

Beberapa sikap itu menjadi akumulasi yang menyebabkan kondisi tim tidak sepenuhnya baik-baik saja. Kedatangan CR7 selain ada positifnya, ternyata ada juga sisi negatifnya. Kini tinggal menunggu saja kebangkitan Al-Nassr di liga. Karena liga jadi gelar satu-satunya yang mungkin masih bisa diraih oleh Al-Nassr dan CR7.

Ketinggalan tiga poin atas Al-Ittihad di sisa laga musim ini, semuanya masih bisa terjadi. Gelar Saudi Pro League ini akan menjadi harga mati bagi karir seorang CR7. Kalau tidak bisa diraih, apa kata dunia?

https://youtu.be/nIYdoa0JkwM

Sumber Referensi : theathletic, transfermarket, mirror

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru