Sebuah malam yang luar biasa di Old Trafford. Tidak hanya pasukan Erik Ten Hag melanjutkan rekor tak terkalahkan di theatre of dream. Tapi juga mereka bisa mengalahkan pemuncak klasemen La Liga saat ini, Barcelona. Kemenangan melawan blaugrana membuat setan merah berhak melaju ke babak selanjutnya. Namun, bagaimana peluang MU di Europa League?
Comeback Lawan Barca
Ten Hag membuat satu perubahan pada skuadnya yang bermain di leg pertama. Yaitu dimasukkannya Lisandro Martinez memperkuat lini pertahanan united. Sedangkan ada empat perubahan yang dilakukan Xavi. Marcos Alonso dan Jordi Alba duduk di bangku cadangan. Sedangkan Pedri dan Gavi harus absen karena cedera.
Bermain di kandang sendiri, MU sudah tampil mengancam sejak menit awal. Dibuka dari peluang yang didapatkan Burno dari sisi kanan. Namun tembakannya masih bisa ditepis oleh Ter Stegen. Setan merah justru tertinggal lebih dulu.
Kapten united malam itu terlihat menjatuhkan Alejandro Balde tepat di pojokan kotak penalti. Lewandowski yang menjadi eksekutor mampu mengkonversinya menjadi gol, meskipun De Gea sudah tepat membaca arah bola. Anak asuh Xavi bisa mempertahankan keunggulan sampai babak pertama selesai.
Tanpa menunggu waktu lama, memasuki babak kedua MU melakukan perubahan. Wout Weghorst ditarik keluar dan digantikan oleh Antony untuk menambah daya serang. Hasilnya langsung terasa. MU semakin bisa menekan Barca.
Di menit ke-46, Fred tampil sebagai bintang dengan mencetak gol penyeimbang. Skor pun berubah jadi satu sama. Barca berusaha untuk mengembalikan keunggulan. Tapi De Gea tampil sangat gemilang di bawah mistar gawang. Sampai akhirnya di menit ke-73 Antony mencetak gol kemenangan bagi united. Skor 2-1 pun bertahan sampai peluit panjang dibunyikan.
Cermat Mengganti Pemain
Salah satu yang bisa kita lihat dari pertandingan itu adalah cermatnya Ten Hag dalam melakukan pergantian pemain. Tugas Weghorst memang bukan mencetak gol. Tapi melakukan pressing di barisan paling depan MU. Pergerakan tanpa bolanya juga membuat rekan setimnya bisa mencari ruang. Khususnya Fernandes yang bermain di sisi kanan.
Tapi gol penalti di menit awal dari Lewandowski membuat Ten Hag harus putar otak. Serta dominasi Barca di babak pertama itu mengharuskan MU untuk mencetak gol balasan. Digantilah dia dengan Antony. Itu memungkinkan Fernandes kembali ke posisi tengah sebagai gelandang nomor 10.
Skema itu terbukti menciptakan gol pertama United yang dicetak oleh Fred. Antony juga bisa membuktikan dirinya sendiri setelah paceklik gol di beberapa waktu terakhir. Ia menjadi pencetak gol pamungkas di laga itu.
Data dari Optajoe mengatakan Manchester United telah mencetak 19 gol di semua kompetisi musim ini dari pemain pengganti. Itu adalah yang terbanyak dari pada tim di Eropa lainnya. Menandakan dua hal. Setan merah punya kedalaman skuad yang baik, juga Ten Hag selalu cermat dalam melakukan pergantian pemain.
Bagaimana Peluang MU?
Dua leg yang melelahkan ini seolah membuat kita lupa kalau ini hanyalah pertandingan play off fase gugur. Ini bukan laga final, MU hanya memastikan tempat di 16 besar. Tapi menang melawan pemuncak La Liga membuat Ten Hag bisa yakin. Arsenal mungkin akan jadi penghalang utama United untuk bisa mengulangi kejayaan di tahun 2017.
Namun, Europa League sudah terkenal jadi kompetisi para underdog yang sulit diprediksi. Real Sociedad dan Bayern Leverkusen diperkirakan akan berikan kejutan musim ini. Freiburg yang menduduki peringkat empat Bundesliga juga tidak bisa diremehkan. Belum lagi Sevilla, yang sudah jadi langganan juara Europa League.
Sumber referensi:


