Sekitar satu batalion lebih fans Manchester United menyemut di Old Trafford untuk menonton laga kedua United melawan Barcelona di semifinal UEFA Champions League musim 2007/08. Gairah mereka menimbulkan atmosfer yang menyeramkan di atas langit-langit Old Trafford.
Atmosfer itulah yang kemudian menyengat ke para pemain. MU yang terus digempur pasukan Frank Rijkaard masih sangat solid menjaga pertahanan mereka. Semangat publik Old Trafford membuat kobaran api si setan menyala.
Para fans Manchester United mengobarkan semangat yang menjadi-jadi kala itu. Pertahanan MU sangat solid, sampai akhirnya justru memecah kebuntuan menit ke-14.
Atmosfer Old Trafford tampaknya membuat pemain-pemain Barca justru salah tingkah. Gianluca Zambrotta yang mampu memutus langkah Cristiano Ronaldo malah memberikan umpan sedekah pada Paul Scholes yang berdiri bebas 18 meter dari gawang Blaugrana.
🔴 A spectacular strike by Paul Scholes sends Manchester United into the final #OTD in 2008 🎯#UCL | #OnThisDay | @ManUtd pic.twitter.com/5U6ZkxES55
— UEFA Champions League (@ChampionsLeague) April 29, 2020
Scholes pun langsung melepaskan tembakan roket ke gawang Barcelona. Gol Scholes itu membuktikan bila Old Trafford adalah neraka, dan di dalamnya tidak ada yang bisa lebih hebat kecuali setan.
Keangkeran Old Trafford memang bukan rahasia umum lagi. Tapi 13 tahun setelah semifinal itu, satu batalion penghuni Old Trafford justru berduyun-duyun keluar meninggalkannya.
Gara-garanya Manchester United remuk atas Liverpool 5-0. Meski angker, nyatanya liver bird sanggup untuk mengobrak-abrik kandangnya setan.
Namun itu bukan kali pertama kandang setan dirusak makhluk lain. Armada Manchester City juga sudah menaklukkan Old Trafford, bahkan klub seperti Wolverhampton juga. Old Trafford seketika kehilangan keangkerannya.
Namun, benarkah Old Trafford tak lagi angker? Benarkah setan yang tersulut api di rumahnya sudah bisa dipadamkan, bahkan oleh sekali semburan air dari mulut seorang dukun?
Daftar Isi
Sepeninggal Sir Alex Ferguson
Saat Sir Alex Ferguson masih melatih Manchester United, Old Trafford sebetulnya menjelma sebagai neraka bagi tim tamu. Siapa pun yang datang, pasti akan remuk di Old Trafford. Total dari 1992-2013, MU sudah menang 50 kali di kandang dan kalah 34 kali atau rata-rata tak sampai dua kali kalah dalam semusim.
Setelah Sir Alex pensiun, rekor kemenangan MU di kandang kian menyusut. Selama lima musim dari tahun 2013-2018 saja, MU sudah kalah 16 kali, yang artinya rata-rata kekalahan United sampai tiga kali per musim.
Kini, Old Trafford sungguh-sungguh hilang daya magisnya. Selain Wolves yang untuk pertama kalinya menang di Old Trafford sejak 42 tahun lalu, MU juga terjungkal di rumahnya sendiri atas Middlesbrough baru-baru ini di piala domestik.
Mereka juga gagal memetik kemenangan atas Southampton di Old Trafford . Jadi sekalipun MU dicibir sebagai klub yang tak becus menang di kandang, itu adalah cibiran yang tepat dan tidak mengada-ada.
Sebab semenjak Sir Alex Ferguson tak lagi melatih MU, daya magis Old Trafford lenyap. Sekalipun salah satu tribunnya dinamai “Sir Alex Ferguson Stand”, itu tidak mengubah fakta kalau Manchester United bukanlah klub yang garang lagi ketika bermain di kandang.
The Red Devils sudah mengemas 40 kali kekalahan di Old Trafford sejak 2013/14. Kekalahan itu belum termasuk adu penalti. Jadi, rata-rata MU menelan 4 kali kekalahan dalam semusim!
9 years ago today, the Sir Alex Ferguson stand was unveilled in celebration of his 25 year managerial reign at the club.
The boss 👑♥ #MUFC pic.twitter.com/q8nAgyF2de
— UnitedReds (@UnitedRedscom) November 4, 2020
Sering Gonta-ganti Manajer
Setelah Sir Alex tak lagi menangani Manchester United, Old Trafford bukan lagi neraka bagi klub-klub lain. Tapi neraka bagi Manchester United itu sendiri. Terlebih setelah Fergie pergi, permainan MU makin konsisten untuk tidak konsisten.
Setan Merah kehilangan filosofi permainan seiring bergonta-ganti manajer. Setiap manajer punya visinya sendiri, jadi itu yang membuat MU sulit berkembang, sedangkan rival-rivalnya justru makin kuat.
Dari sekian manajer yang singgah di Old Trafford, ada dua manajer yang turut berperan mengubah markas MU itu seperti panggung pertunjukan ketoprak. Mereka adalah David Moyes dan manajer kesayangan kita, Ole Gunnar Solskjaer.
Moyes sudah mengemas 8 kali kekalahan di Old Trafford musim 2013/14, sedangkan Ole juga mencatatkan angka yang sama pada musim 2020/21. Namun, Ole patut berbangga karena urusan membuat MU kalah di Old Trafford, ia lebih unggul.
Musim 2021/22, saat masih bermesraan dengan Ole, kekalahan demi kekalahan menimpa United di rumahnya sendiri. Seperti kalah dari West Ham, Aston Villa, Manchester City, sampai tentu saja Liverpool. Akan tetapi, jangan buru-buru menyebut Ole adalah guru penjas yang nyasar jadi manajer MU.
Sekalipun lebih sering membawa MU kalah di Old Trafford, tapi Ole memulai musim 2021/22 dengan catatan apik. MU menghajar Everton, Leeds United, dan Newcastle United di pertandingan awal Premier League di Old Trafford.
Ole Gunnar Solskjaer had you lot demanding a title and competing for top four wasn’t enough. Now you have a manager in hope of making top four. Should have appreciated what you had and supported him instead you backed the glazers. Well done #MUFC #BURMUN pic.twitter.com/tkWXcOwS3K
— Unofficial Pundit (@UnofficialPund1) February 9, 2022
Kesimpulannya, Ole sudah berusaha untuk memulai menghapus tren kekalahan di Old Trafford musim lalu. Ya sayangnya, manajer asal Norwegia itu cuma bisa memulai, sedangkan konsisten itu soal lain. Cahaya Old Trafford pun terang di awal musim, lalu temaram setelahnya.
City Paling Sering Mengalahkan MU di Old Trafford
Siapa yang paling sering mengalahkan MU di Old Trafford? Jawabannya, Manchester City. Si tetangga berisik itu malah jadi klub yang paling sering mengalahkan MU di Old Trafford sepanjang gelaran Premier League, yaitu 8 kali.
Tentu ini preseden buruk sebab City adalah rival United. Bagaimana mungkin Old Trafford malah sulit membumihanguskan rival sekota?
Jelas ini tidak ada kaitannya dengan logo City yang berupa kapal dan air, sehingga api yang diciptakan setan gampang padam. Tetapi karena setannya sendiri yang sudah loyo dan Old Trafford yang kehilangan bahan bakarnya.
⭐️ Man of the Match, @ManCity‘s David Silva @21LVA
First opposition player to win 6 PL games at Old Trafford
93 touches
Completed 70/79 passes
4 chances created pic.twitter.com/oARXMN6yCu— Sky Sports Statto (@SkySportsStatto) April 24, 2019
“Di Old Trafford, kami selalu menghasilkan performa yang baik,” tegas Pep Guardiola kepada Sky Sports.
City makin kuat di tangan Pep Guardiola, sedangkan United masih harus membenahi permainannya dengan gonta-ganti manajer. Padahal yang bermasalah internal MU itu sendiri. Singkatnya, MU lah yang membuat dirinya makin tertinggal dari Manchester City.
Pendapat Roy Keane
Mantan kapten Manchester United, Roy Keane merasa bahwa Old Trafford tidak lagi seperti dulu. Ketika ia yang kini seorang pandit melintas di Old Trafford itu tidak merasakan atmosfer hebat dari stadion yang memberinya banyak kenangan manis.
Saat mengemudi dan melewati Old Trafford pria 50 tahunan itu mengatakan, “Saya tidak merasakan apa-apa,” seperti dikutip The Times.
Dari apa yang dikatakan Roy Keane itu, bisa ditangkap kalau ada suasana berbeda dari Old Trafford kini dengan saat dirinya dulu berkiprah di Manchester United. Entah ini karena Setan Merah yang kehilangan cara untuk memegang piala atau karena faktor lain.
Roy Keane watching NFL players dancing after every single big play pic.twitter.com/onnhlWb021
— SPORTbible (@sportbible) February 14, 2022
Apakah Karena Mental?
Mungkinkah Old Trafford tak lagi angker karena tekanan yang berbeda? Boleh jadi atmosfer Old Trafford sekarang ternyata tidak banyak melecut semangat para punggawa Manchester United yang kebanyakan mewah itu. Dengan kata lain, mentalitas pemain United saat ini lemah, berbeda ketika era Sir Alex Ferguson.
Mantan pemain Manchester United, Zlatan Ibrahimovic dalam otobiografinya pun mengatakan kalau para pemain MU memiliki mentalitas yang lemah dan kecil. Hal itu tertutup di balik cover MU sebagai tim yang hebat, kuat, dan tentunya kaya raya.
Namun, hal itu berseberangan dengan Ole Gunnar Solskjaer yang mengatakan pemain MU tidak pernah punya masalah pada mentalitas. Dikutip Irish Times, MU era Ole tetap tampil spartan di Old Trafford, terutama saat musim lalu di mana kapasitas stadion dikurangi.
Apa pun itu dari statistik saja kelihatan kalau Old Trafford bukan lagi neraka bagi tim tamu. Nah, MU harus segera mungkin memutus tren negatif di Old Trafford dan membuat markasnya itu kembali jadi neraka bagi klub tandang. Bukan malah mengantarkan penggemarnya ke neraka betulan karena tiap menonton MU selalu mengumpat.
https://youtu.be/QjEt73VubgY
Sumber referensi: manchestereveningnews.co.uk, irishtimes.com, unitedinfocus.com, stadiumastro.com, bola.net, bolasport.com, Instagram @opinibolaid, Instagram @qiimfooty


