Belanja Besar-besaran Tapi Masih Ampas! Klopp Komentari Keborosan Chelsea

spot_img

Chelsea telah memecahkan rekor sebagai tim dengan pengeluaran terbanyak di bursa transfer bulan Januari ini. Jumlah biaya transfer yang dikeluarkan oleh Chelsea sudah melebihi tiga kali lipat dari total yang telah dihabiskan tim-tim Bundesliga, Serie A, Ligue 1, dan La Liga musim dingin ini.

Belanja Gila The Blues

Sejak pengambilalihan kepemilikan klub ke Clearlake Capital yang dipimpin oleh Todd Boehly, Chelsea sudah mengeluarkan uang kurang lebih 400 juta pounds. 300 juta pounds Chelsea habiskan di musim panas untuk membeli pemain bintang seperti Raheem Sterling, Pierre-Emerick Aubameyang, dan Kalidou Koulibaly.

Sementara itu, di bursa transfer musim dingin ini Chelsea kembali menggila. Chelsea kembali besar-besaran belanja pemain. Pemain yang didatangkan diantaranya adalah Mykhailo Mudryik dari Shakhtar Donetsk seharga 88 juta pounds.

Tidak berhenti sampai disitu, mereka melanjutkan menghamburkan uang untuk membeli Noni Madueke dari PSV. Sayap berbakat berusia 20 tahun itu diboyong ke Stamford Bridge seharga 30 juta poundsterling. Ia menandatangani kontrak tujuh tahun bersama Chelsea.

Itu belum dengan beberapa pemain lain yang sudah Chelsea amanakan sebelumnya. Seperti Andrey Santos, Benoit Badiashile, David Fofana, dan Joao Felix. Ini membuat Chelsea menjadi tim dengan pengeluaran terbanyak di bursa transfer Januari sepanjang masa Liga Inggris. Sebelumnya rekor ini dipegang oleh Newcastle dengan pengeluaran 100 juta pounds di bulan Januari 2022.

Meskipun begitu, performa Chelsea di musim ini malah ampas. Mereka tidak bisa bersaing di papan atas liga Inggris musim ini. Chelsea sedang berkutat di papan tengah klasemen. Untuk sekedar bisa masuk ke zona eropa di musim depan mungkin juga jadi tantangan bagi mereka.

Taktik FFP Chelsea

Tapi ada hal lain yang jadi pertanyaan, kenapa Chelsea begitu berani belanja besar-besaran tanpa takut terkena sanksi FFP? Jawabannya, karena Chelsea menerapkan strategi yang cerdik untuk menghindari sanksi. Yaitu dengan penandatanganan kontrak untuk jangka yang sangat panjang.

Mudryk didatangkan dengan kontrak selama delapan setengah tahun dengan harga 88 juta pounds. Itu artinya dalam panduan FFP, Chelsea hanya mengeluarkan biaya sekitar 10 juta pounds per tahun untuk pembelian Mudryk. Itu juga berlaku pada pemain lain seperti Benoit Badiashile yang menandatangani kontrak tujuh setengah tahun. Juga pemain-pemain lainnya.

Tapi resikonya adalah, Chelsea akan terjebak dengan kontrak yang berjangka panjang dari para pemain baru itu. Jadi mereka tidak bisa melepas begitu saja jika para pemain baru tersebut ternyata tidak bisa beradaptasi atau ternyata flop.

Namun setidaknya dengan strategi itu, the blues bisa belanja gila-gilaan musim ini. Bahkan tercatat kalau pengeluaran Chelsea sejak Todd Boehly mengambil alih sudah menyamai pengeluaran 10 bursa transfer terakhir Liverpool, atau tepatnya di bulan Juli 2018.

Sejak saat itu, Liverpool sudah mengeluarkan dana sebanyak 510 juta pounds. Sedangkan Chelsea, sejak pemilik baru datang sudah mengeluarkan uang transfer sebanyak 460 juta pounds. Satu pembelian lagi mungkin akan membuat Chelsea menyusul Liverpool.

Klopp Kagum dengan Belanja Chelsea

Menanggapi hal tersebut, Jurgen Klopp berkata bahwa strategi transfer Chelsea mengesankan. Klopp pun terkejut dengan angka yang Chelsea keluarkan di musim dingin ini. Meskipun begitu, ia percaya kalau ini akan membuat persaingan di Liga Inggris akan menjadi lebih menarik.

Namun, Klopp juga ragu kalau Chelsea bisa mengeluarkan uang sebanyak ini secara terus-menerus di setiap bursa transfer. Sebuah klub memang tidak akan selalu berada di atas. Kadang ada kalanya klub berada di bawah.

“Saya tidak yakin Chelsea bisa mengeluarkan uang sebanyak ini untuk 10 tahun kedepan. Mungkin mereka bisa, saya tidak tahu. Beberapa tim punya masa naik dan turunya sendiri. Saya tidak berpikir investasi kami akan berhenti, jadi mungkin seharusnya kami melakukannya juga.” Ungkap Klopp

Klopp Lebih Suka Pengembangan Pemain

Bos asal Jerman itu mengaku lebih suka untuk mengembangkan pemain daripada membeli pemain mahal seperti Chelsea. Klopp percaya kepada kepelatihan dan pengembangan pemain muda yang sudah dimiliki oleh klub. Klopp juga percaya, kalau seorang manajer bisa menerapkan hal tersebut maka akan mendatangkan kesuksesan bagi klub.

“Saya percaya pada pelatihan, saya percaya pada pengembangan. Saya percaya pada pembangunan tim dan dua hal itu. Ketiak anda membuat sebuah tim, tentu itu bukan berarti menciptakan tim baru setiap tahunnya. Berilah pemain-pemain muda kesempatan untuk menjajaki langkah selanjutnya”

Kata-kata itu seolah menyindir rivalnya, Chelsea yang sudah gila-gilaan belanja pemain daripada mengembangkan pemain mudanya. Pada akhirnya, London Biru pun jatuh ke kubangan peringkat-10 sementara Premier League.

Berbeda dengan Chelsea, nampaknya Liverpool sangat mempercayakan sang manajer untuk menjalankan strategi transfer. Jurgen Klopp mengambil pengawasan langsung dalam hal perekrutan pemain baru. Ini bertujuan untuk mendukung pembaharuan Liverpool.

Klopp memang sudah jadi aset yang paling berharga bagi Liverpool sampai saat ini. Ia juga bisa menarik para pemain bintang untuk berlabuh ke Anfield berkat CV, rekor, dan kharismanya sebagai seorang pelatih.

Tapi saat ini Klopp sedang berada dalam ujian besar. Ini jadi tahun yang penting untuk Klopp di Liverpool. Ia harus menghadapi bagaimana klub yang sedang mencari Investor baru dari luar. Belum lagi performa Liverpool yang sama tidak baiknya dengan Chelsea musim ini. Setidaknya ia punya misi untuk masuk ke zona liga Champions sampai akhir musim.

Klopp Masih Optimis di Liverpool

Pertandingan melawan Chelsea pada hari Sabtu adalah pertandingan ke-1000 Klopp bersama dengan Liverpool. Itu jadi waktu yang sangat tepat untuk merefleksikan karir pelatih berusia 55 tahun itu di Anfield.

Jelas musim ini adalah musim yang berat bagi Liverpool, maupun Chelsea. Mereka sudah terbiasa duduk di peringkat empat besar Liga Inggris. Tapi sekarang justru terdampar di papan tengah klasemen sementara.

Klopp juga mengaku kalau ada tekanan yang besar selama melatih Liverpool. Ia bercanda kalau janggutnya mulai beruban karena dirinya pusing menjadi manajer the reds. Meskipun begitu, Klopp tetap merasa senang dengan pekerjaannya di Liverpool.

“Janggut saya jadi beruban, padahal sebelum datang ke Liverpool tidak begini. Saya tidak tahu apa ini faktor usia atau karena Liverpool. Bekerja bersama Liverpool, tidak satu detik pun saya merasa bosan. Saya tidak masalah dengan tekanan yang ada.”

 

Sumber referensi: Pundit, Talksport, Talksport 2, Mirror

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rp109,000Rp125,000
Obral!
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rp109,000Rp120,000

Artikel Terbaru