Begini Sangarnya Skuad Brighton Jika Tak Menjual Pemain Bintangnya

spot_img

Di tengah siklus sepakbola yang makin rakus dan tak mengindahkan sebuah proses, Brighton memilih tetap percaya tradisi. Bukannya membeli pemain jadi, mereka dengan sabar berburu bakat-bakat mentah, memolesnya, lalu menyajikannya ke panggung Premier League bak sebuah karya seni. 

Viktor Gyokeres jadi satu lagi masterpiece yang pernah merasakan sentuhan lembut Brighton. Setelah meledak bersama Sporting CP, kini ia kembali ke Inggris. Namun, bukan ke pelukan The Seagulls, melainkan Arsenal. Bukan sekali dua kali Brighton membiarkan salah satu bakat terbaiknya pergi.

Situasi ini membuat kami berpikir. Bagaimana jadinya jika Brighton tak pernah melepas pemain-pemain bintangnya demi setumpuk uang? Mungkin The Seagulls bisa saja menggantikan Manchester United di daftar klub Big Six Liga Inggris. Dan berikut adalah gambaran skuad Brighton jika mereka tak menjual pemain bintangnya.

Penjaga Gawang

Dari posisi penjaga gawang, Brighton pernah dihuni oleh nama-nama beken, macam Tim Krull, Mathew Ryan, hingga sekarang posisi itu diisi oleh Bart Verbruggen. Namun, status kiper terbaik yang dimiliki Brighton masih dimiliki oleh Robert Sanchez. Bergabung dengan akademi Brighton tahun 2013, Sanchez akhirnya dipinang oleh Chelsea dengan mahar 23 juta euro tahun 2023. 

Pemain berkebangsaan Spanyol ini memiliki kemampuan menghalau bola yang bagus. Bola-bola sulit, tembakan jarak dekat, hingga duel satu lawan satu, semuanya sering kali kandas di tangan Sanchez. Pemain yang jadi bagian penting dari skuad Chelsea ini merupakan penjaga gawang yang mampu terlibat dalam skema permainan.

Di Chelsea, kemampuannya ini semakin terlihat. Sebagai kiper, Sanchez piawai dalam memainkan bola menggunakan kaki. Akurasi umpannya luar biasa dan visi bermainnya sangat luas. Berbekal paket komplit itu, Sanchez membantu The Blues memenangkan dua gelar musim lalu. Conference League dan Piala Dunia Antarklub. 

Bek Tengah

Untuk bek tengah, pemain berbakat yang dilepas Brighton pun sangat banyak. Namun, yang mencapai kesuksesan setelah itu adalah Dan Burn dan Leo Ostigard. Keduanya sama-sama datang ke Brighton pada tahun 2018. Burn lalu dilepas ke Newcastle United pada musim 2021/22, sedangkan Ostigard dilepas ke Napoli pada awal musim 2022/23. Semuanya memberikan dampak positif bagi klub barunya.

Burn jadi pemain belakang yang fleksibel di Newcastle. Meski berposisi asli sebagai bek tengah, dirinya lebih sering dimanfaatkan sebagai bek kiri oleh Eddie Howe. Meski besar, dia terlihat lincah dan piawai menyesuaikan diri. Meski tak secepat bek sayap modern, Burn menebusnya dengan ketegasan, pemahaman posisi yang luar biasa, dan keuletan yang membuat banyak winger lawan frustrasi.

Namun, DNA asli Dan Burn tetap seorang bek tengah, jadi mimin tempatkan dia di posisi aslinya saja. Nah, yang akan jadi partner adalah Leo. Pemain yang punya gaya rambut konsisten ini tampil cukup solid di Serie A. Ia berkarakter menekan tinggi dan bisa jadi bek agresif jika dibutuhkan.

Dua-duanya pun telah sukses menghadirkan gelar di klub masing-masing. Jika Burn membantu Newcastle menjuarai Piala Carabao musim 2024/25, maka Leo membantu Napoli untuk meraih scudetto pada musim 2022/23. Namun, kini Leo Ositgard telah pindah ke Genoa. Sebelumnya, ia sempat merantau ke Jerman dan Prancis sebelum akhirnya kembali ke Italia.

Bek Sayap

Nah, alasan mimin tidak menempatkan Dan Burn di posisi bek kiri karena pos ini akan diisi oleh bek kiri terbaik di London raya, Marc Cucurella. Pemain berpaspor Spanyol ini dilepas Brighton ke Chelsea pada tahun 2022. Dia dilepas sebagai bek kiri termahal di dunia kala itu dengan mahar 65 juta euro. Ini jadi transfer yang cukup kontroversial karena banyak yang mengira Cucurella tak layak dihargai segitu.

Apalagi jika melihat musim perdananya, di mana sang pemain seperti keberatan rambutnya sendiri. Perlahan namun pasti, Cucurella membuktikan diri bahwa ia masih bisa tampil apik seperti halnya di Brighton. Di musim 2024/25, Cucurella kembali ke top performa. Tak hanya menyerang doang, kini Cucurella menunjukan bahwa dia juga hebat dalam bertahan.

Sama halnya dengan Robert Sanchez, Cucurella salah satu pilar utama Chelsea saat menjuarai Conference League dan Piala Dunia Antarklub. Di bek sayap kanan, akan diisi oleh pemain kesayangan Coach Justin, Ben White. Bek asal Inggris ini punya kualitas distribusi bola yang sangat baik. Ia nyaman membawa bola ke depan dan tidak panik saat ditekan.

Dirinya dilepas Brighton ke Arsenal pada musim 2021/22. Dalam skema Mikel Arteta yang menuntut build-up rapi dari belakang, White menjadi elemen penting. Ia tak sekadar mengoper, tapi menginisiasi serangan dengan akurasi dan keberanian. White punya pemahaman posisi yang luar biasa. Ia dapat diandalkan untuk menjaga kedalaman saat tim sibuk menyerang.

Gelandang

Posisi gelandang akan diisi oleh trio Moises Caicedo, Yves Bissouma, dan Alexis Mac Allister. Caicedo dilepas Brighton dengan harga fantastis ke Chelsea musim 2023/24. Ya, lagi-lagi yang doyan belanja di Brighton Mart adalah Chelsea. Sementara Bissouma dijual ke Spurs pada musim 2022/23 dan Mac Allister dilepas ke Liverpool di musim yang sama dengan Caicedo.

Kombinasi tiga pemain ini begitu sempurna jika Brighton ingin membangin dream team-nya sendiri. Caicedo berperan lebih bertahan untuk menyapu serangan lawan. Caicedo merupakan gelandang petarung yang akan menghalalkan segala cara untuk memenangkan penguasaan bola. 

Sementara Bissouma akan dipasang sebagai pengatur tempo. Tidak seperti gelandang bertahan klasik yang hanya bermain aman, Bissouma punya kontrol bola dan dribbling yang sangat mumpuni. Ia bisa keluar dari tekanan dengan gerakan cepat atau putaran tubuh yang elegan

Sedangkan Mac Allister bisa mengurus distribusi bola dan supply bola ke lini depan. Pria Argentina ini adalah playmaker sejati. Ia tidak bermain dengan kekuatan otot, tapi dengan sentuhan, otak, dan irama. Mac Allister jadi nyawa bagi Liverpool yang menjuarai Premier League musim lalu.

Sayap

Masuk ke sektor sayap, posisi ini akan diisi oleh Leandro Trossard dan Joao Pedro. Trossard dilepas ke Arsenal pada musim 2022/23. Sedangkan Pedro baru saja didatangkan Chelsea musim panas ini setelah sebelumnya jadi tulang punggung lini depan Brighton musim lalu. Dalam tim ini, Pedro akan mengisi posisi sayap kiri dan Trossard sayap kanan.

Trossard adalah pemain yang luar biasa nyaman dengan bola di kakinya. First touch-nya rapih, pergerakannya luwes, dan ia selalu mencari celah terkecil untuk membuka ruang. Di Arsenal, ia sering digunakan untuk membongkar pertahanan padat lewat gerakan di half-space.

Sementara itu, Pedro yang berposisi asli sebagai striker akan bergerak sedikit melebar. Selayaknya putra daerah Brazil, Pedro akan mengandalkan permainan skillfull, bukan kecepatan. Ia tidak akan mengajak bek-bek lawan beradu lari. Tapi lebih ke dribble pendek dan menusuk ke kotak penalti. 

Jadi, Pedro akan memainkan peran yang sama dengan peran yang dimainkan oleh pemain-pemain seperti Marcus Rashford atau Diogo Jota. Pemain sayap, tapi cukup diandalkan ketajaman dan kecerdasannya. 

Striker

Posisi striker sudah jelas akan diisi oleh penyerang baru Arsenal, Viktor Gyokeres. Bakat Gyokeres ditemukan oleh Brighton tahun 2018 silam. Sayangnya, The Seagulls tak mau lebih bersabar untuk melihat Gyokeres berproses. Setelah sempat dipinjamkan ke St Pauli, Swansea, dan Coventry, striker Swedia itu akhirnya dipermanenkan Coventry tahun 2021. 

Namun, kini Gyokeres telah menjelma jadi predator berdarah dingin. Hal pertama yang mencolok dari perkembangan Gyokeres adalah fisiknya yang dominan. Ia kini memiliki tubuh tinggi besar, tapi tetap gesit. Di mulut gawang, insting golnya sangat tajam. Gyökeres bisa mencetak gol dari berbagai posisi. Mau bola atas bola bawah, hingga bola nanggung, semuanya disikat.

Sayangnya, skuad ini hanya imajinatif. Orientasi Brighton saat ini adalah bisnis. Bukan zona Liga Champions, apalagi konsisten juara Premier League. Terus stabil di papan tengah saja sudah cukup bagi Toni Bloom. Padahal, jika tim ini bisa terkumpul, Brighton diprediksi bakal jadi kekuatan baru di daratan Eropa.

___

Sumber: Sussex Express, We Are Brighton, BBC, Sky Sport

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru