Barcelona dituduh telah melakukan skandal. Yaitu membayar Jose Maria Enriquez Negreria, mantan wakil presiden asosiasi wasit sepak bola Spanyol. Pada hari Jumat kemarin, pengadilan Barcelona telah mendakwa Negreria telah melakukan tindakan korupsi, pelanggaran kepercayaan, dan catatan bisnis palsu. Selain itu, tuntutan ini juga menyeret nama klub dan mantan presidennya, Josep Maria Bartomeu.
Bagaimana ini bisa terjadi? Siapa Jose Negreria? Dan apa dampaknya bagi Barca? Itu semua pertanyaan yang pasti muncul. Untuk itu, ini akan kita bahas secara lengkap bagaimana kronologi kasus Barcelona tersebut.
Daftar Isi
Kronologi Pengungkapan Kasus
Sejak bulan Februari lalu, muncul laporan bahwa tim penyidik menemukan bukti bahwa Barcelona telah melakukan pembayaran ke Jose Negreria. Tapi pembayaran itu tidak dilakukan secara langsung. Melainkan lewat perusahaan yang dimiliki oleh Negreria, DASNIL 95.
Jaksa menemukan bukti Barca telah melakukan pembayaran dengan total 1,4 juta euro di tahun 2016, 2017, dan 2018. Saat itu, Negreria kebetulan juga sedang aktif menjabat sebagai wakil presiden asosiasi wasit sepak bola Spanyol. Ia juga salah satu wasit senior La Liga, mengingat dirinya sudah menjabat sebagai komite wasit sejak tahun 1994.
Tak lama setelah berita itu muncul, dikutip dari The Athletic sebuah media Spanyol bernama El Mundo mengungkapkan bahwa Barcelona sebenarnya telah melakukan pembayaran rutin ke Negreria sejak tahun 2001. Juga dana yang dibayarkan dilaporkan telah lebih dari 6,6 juta euro.
Setelah berita itu terkuak, Josep Maria Bartomeu sebagai presiden Barcelona tahun 2014-2020 memberikan pernyataannya. Dikutip dari the athletic, ia tidak menyangkal telah melakukan pembayaran itu. Tapi ia tidak mau berbicara lebih lanjut dan menyerahkan semua ke departemen hukum klub.
Bartomeu hanya memberikan pernyataan bahwa dirinya tidak mengakui pernah bertemu Negreria secara pribadi. Juga mendesak kalau presiden Barcelona saat ini, Joan Laporta yang seharusnya bertanggung jawab.
“Saya tidak pernah mengadakan pertemuan pribadi dengan Negreria. Presiden Barcelona saat ini lah yang seharusnya memberikan respon. Laporan menunjukan angsuran yang dibayarkan ke DASNIL memuncak di masa jabatan pertamanya, tahun 2003 sampai 2010”
Dikutip dari the athletic, di musim 2003/2004 yang juga periode pertama Laporta menjabat sebagai presiden klub, FC Barcelona telah membayar uang sebesar 146 ribu euro. Dan di musim 2009/2010 pembayaran membengkak sampai 573 ribu euro dan itu terus dilanjutkan ke masa presiden selanjutnya, Sandro Rosell dan Bartomeu.
Pembelaan Barcelona
Barcelona mengakui mereka telah membayar Jose Negreria melalui perusahaan DASNIL. Blaugrana berdalih, mereka membayar untuk keperluan konsultasi teknis dari pihak eksternal. Mereka membayar sejumlah uang untuk mendapatkan dengan tujuan melengkapi informasi yang dibutuhkan staf pelatih dari pihak official.
Dengan kata lain, Barca berdalih bahwa ini hanya untuk keperluan analisis pertandingan. Tapi dalam dokumen yang ditunjukan pada pengadilan Jumat lalu mengatakan hal yang sebaliknya. Disitu dituliskan bahwa Barcelona telah melakukan perjanjian tidak tertulis untuk membuat keputusan wasit tidak merugikan mereka.
“FC Barcelona mencapai dan mempertahankan perjanjian yang sangat rahasia secara lisan kepada Negreria. Sehingga Negreria dengan kapasitasnya sebagai komite wasit Spanyol dan dengan imbalan sejumlah uang, melakukan tindakan yang menguntungkan Barcelona di pertandingan” Dikutip dari the athletic.
Bukti lain juga muncul. Setelah Barcelona berhenti melakukan pembayaran di tahun 2018, Negreria mengeluarkan ancaman akan menciptakan skandal untuk blaugrana. Dalam sebuah dokumen, diungkapkan Negreria “akan tanpa ragu mengungkap skandal penyimpangan klub kecuali pembayaran dilanjutkan”. Ini memperkuat bukti bahwa Barcelona tidak sekedar mendapatkan jasa konsultansi eksternal dari Negreria.
Apa Kata Orang-orang di Barca?
Bartomeu berkata bahwa alasan mereka tidak lagi membayar Negreria adalah karena Barcelona saat itu sedang berhemat. Itu dilakukan untuk mengurangi pengeluaran klub. Ditambah, ia juga berdalih kalau departemen olahraga sudah tidak membutuhkan jasa perusahaan eksternal lagi.
Namun, pernyataan itu langsung ditentang oleh Ernesto Valverde. Ia adalah pelatih Barcelona dari tahun 2017 sampai 2020. Saat ini Valverde sedang melatih klub La Liga lainnya, Athletic Bilbao. Ia mengaku selama tiga tahun ia melatih, ia tidak tahu sama sekali soal klub yang menyewa jasa Negreria.
Hal serupa juga diungkapkan oleh Pep Guardiola. Pep telah dikenal sebagai pelatih legendaris Barcelona dari tahun 2008-2012. Pelatih klub yang saat ini juga sedang dalam kasus skandal itu mengatakan, dirinya tidak tahu soal kerjasama Barcelona dan DASNIL selama ia menjabat.
Hubungan antara wasit dan klub memang tidak jarang terjadi di La Liga. Carlos Megia Davila, seorang wasit senior La Liga juga bekerja untuk departemen kelembagaan Real Madrid sejak dirinya pensiun sejak tahun 2009. Itu salah satu contohnya.
Tapi Davila bekerja untuk Madrid secara sah, dan tidak ada yang menyangkalnya. Sedangkan Barca, mantan-mantan pelatihnya saja tidak tahu menahu soal hubungan klub dengan petinggi asosiasi wasit. Atau, Valverde dan Pep memang sudah tidak mau ikut campur dengan urusan yang sudah kadung runyam ini.
Hukuman Untuk Barcelona
Lalu apa hukuman yang akan diterima Xavi CS? Sebelumnya perlu diketahui bahwa Barcelona, sebagai perusahaan berbadan hukum, didakwa atas kasus korupsi berkelanjutan dalam bisnis. Korupsi berkelanjutan berarti bahwa kasus korupsi diyakini tidak hanya dilakukan sekali. Melainkan telah terjadi dalam jangka waktu yang panjang.
Meskipun begitu presiden La Liga, Javier Tebas telah mengatakan bahwa La Liga tidak bisa menjatuhkan hukuman kepada klub Barca. Alasannya karena kasus itu sudah tidak terjadi lagi selama tiga tahun kebelakang. Terakhir kali pembayaran dilakukan adalah pada tahun 2018.
“Tidak mungkin kami memberikan hukuman. Sudah lima tahun pembayaran tidak lagi dilakukan dan untuk penyimpangan jenis ini, kami punya aturan batas waktu.”
UEFA adalah satu-satunya badan yang bisa memberikan hukuman untuk Barca. Dalam peraturan UEFA tidak ada batasan waktu sebuah kasus itu terungkap untuk bisa kena hukuman. Tapi belum ada pernyataan resmi lebih lanjut dari pihak UEFA.
Satu hal lagi yang perlu diingatkan, sejak tahun 2001 dimana kasus ini dimulai, Barcelona telah bergelimang trofi dan kejayaan. Diantaranya 10 gelar La Liga, 7 Copa del Rey, 9 Piala Super Spanyol, 4 Liga Champions, 3 UEFA Super Cup, dan lainnya.
Sumber referensi: Athletic 1, Athletic 2, BBC, As, Transfermarkt


