Barcelona sedang dalam situasi panas. Sang mega bintang Lionel Messi dikabarkan ingin meninggalkan Camp Nou musim panas ini. Keinginan Messi untuk hengkang dikarenakan berbagai masalah yang terjadi di tubuh Barcelona baik di dalam maupun luar lapangan. Demi bisa hengkang dari Barca, Messi mengirimkan surat melalui faksimile kepada Barcelona, yang dilaporkan ditujukan kepada sang presiden, Josep Bartomeu.
Surat tersebut merupakan klausul pemutusan sepihak kontrak Messi di Barcelona. Andai klausul tersebut disepakati kedua kubu, La Pulga yang masih terikat kontrak bersama Blaugrana hingga 30 Juni 2021 bisa hengkang ke klub lain pada musim panas tahun ini secara cuma-cuma alias gratis.
Akan tetapi, klausul tersebut masih menuai polemik terkait masa berlaku. Messi merasa pemutusan kontrak itu bisa aktif, meskipun musim 2019/20 berakhir pada Agustus 2020.
Sejarah kontrak Messi di Barcelona memang menarik jadi pembahasan. Sejak memperkuat tim senior Barca, Messi pernah delapan kali menandatangani kontrak bersama tim Catalan. Menurut situs Transfermarkt, La Pulga terakhir memperpanjang ikatan kerja pada 25 November 2017 ketika usianya 30 tahun.
Pada saat perpanjangan kontrak Messi di tahun 2017 tersebut, Barcelona sekaligus memasukkan nilai klausul pelepasan fantastis sebesar 700 juta euro atau setara Rp 12 triliun. Artinya, jika ada klub yang memberikan tawaran dengan nominal tersebut, Barca wajib menerima dan memberi izin si peminat untuk lanjut bernegosiasi dengan Messi.
Akan tetapi, menurut pandangan mantan presiden Barcelona, Joan Gaspart, angka itu dicantumkan bukan untuk menentukan harga jual Messi, tapi justru untuk mengusir klub-klub yang berminat mendapatkannya, sebab tidak mungkin ada klub yang mampu membayar semahal itu.
Kontrak Messi sendiri di Barcelona saat ini akan selesai pada Juni 2021, namun ada klausul yang bisa membuatnya meninggalkan Blaugrana di setiap musim andai melayangkan pemberitahuan kepada klub satu bulan sebelumnya.
Saat ini, klausul pelepasan tersebut tengah menjadi perbincangan hangat di kalangan media. Pihak Messi menilai klausul pelepasan senilai 700 juta euro sudah tidak berlaku dan kadaluarsa. Klausul pelepasan tersebut kedaluwarsa pada tanggal 10 juni lalu, tapi dianggap kubu Messi berakhir pada Agustus, sesuai dengan berakhirnya musim kompetisi 2019/20.
Pihak pengacara Messi melihat adanya celah dalam perjanjian ini yang muncul berkat pandemi. Dalam situasi normal, tanggal 10 Juni hanya berjarak 10 hari dari laga final Liga Champions tahun ini. Sementara Messi melayangkan surat hanya berjarak dua hari dari partai final yang mempertemukan Bayern Munchen dengan PSG.
Dengan demikian, Messi bisa dibeli klub lain dengan harga yang jauh lebih rendah, bahkan gratis, dari yang diminta pihak klub.
Sementara pihak Barcelona bersikeras klausul pelepasan tersebut masih berlaku. Pihak Barca tetap berpegang teguh pada kontrak yang menyebutkan Messi tak bisa dilepas secara bebas karena baru mengajukan pemberitahuan pada Agustus. Klub menilai batas akhir pengajuan pindah itu tetap pada bulan Juni sesuai kontrak awal.
Perbedaan interpretasi tersebut akhirnya menjadi perhatian serius oleh La Liga selaku otoritas tertinggi sepak bola Liga Spanyol. Dalam pernyataan resminya, pihak La Liga memberikan klarifikasi terkait kontrak dan klausul Messi.
Terdapat dua poin penting dari pernyataan resmi La Liga. Poin pertama, kontrak tersebut saat ini masih berlaku. Klausul pemutusan hubungan kerja berlaku jika Messi memutuskan untuk mendesak pemutusan kontrak secara sepihak lebih awal.
Hal itu dilakukan sesuai dengan pasal 16 Keputusan Kerajaan Spanyol nomor 1006/1985, tanggal 26 Juni, yang mengatur hubungan kerja khusus atlet profesional.
Poin kedua, sesuai dengan peraturan yang berlaku, dan mengikuti prosedur dalam kasus ini, La Liga tidak akan menjalankan proses izin untuk pemain bersangkutan agar dikeluarkan dari data federasi jika mereka sebelumnya tidak membayar jumlah klausul tersebut. Artinya, nama Messi tetap akan terdaftar di Liga Spanyol dan klausul pelepasan Messi yang mencapai 700 juta euro tersebut masih berlaku, sehingga peraih enam Ballon D’or itu tidak dapat pergi secara cuma-cuma pada musim panas 2020.


