Apes! Jadi Kapten Arsenal, Nasib Pemain Ini Jadi Tidak Karuan

spot_img

Pierre Emerick Aubameyang, masih menjadi salah satu bahasan terpanas di kompetisi Liga Primer Inggris. Klub tempatnya bernaung, Arsenal memilih untuk mencopot ban kapten dari Aubameyang. 

Ia dicopot dari posisi kapten karena dianggap telah melakukan tindakan indisipliner. Auba disebut melanggar aturan yang sudah disepakati bersama dan akibatnya merusak keharmonisan tim. Meskipun Arsenal sendiri tidak menjelaskan secara detail apa saja kesalahan yang dilakukan Aubameyang.

Namun beberapa saat, The Athletic kemudian melaporkan apa kesalahan yang dilakukan Aubameyang. Menurut laporan The Athletic, bekas pemain Borussia Dortmund itu sempat diberi izin untuk terbang meninggalkan London karena alasan personal. Namun dia kemudian terlambat kembali karena aturan protokol kesehatan hingga membuatnya harus melewatkan latihan tim.

Juru taktik The Gunners, Mikel Arteta mengaku ini adalah keputusan sulit. Namun, bagaimanapun hal itu harus dilakukan. Apalagi ini bukan kali pertama Aubameyang membandel.

Di laga melawan Southampton beberapa waktu lalu, Aubameyang juga tidak diikutkan ke dalam tim karena masalah serupa. Jadi rasanya wajar kalau Arteta menyebut Aubameyang sangat tidak layak menyandang status sebagai kapten Arsenal.

Dari bulan November lalu, penunjukkan Aubameyang sebagai kapten oleh pelatih Unai Emery memang bermasalah. Sang pelatih tidak berkonsultasi dulu kepada para pemain lain, sehingga membuat mereka marah. Terlebih saat menyandang ban kapten, Auba justru terlibat sejumlah kontroversi.

Dia disebut memiliki hubungan baik dengan AFTV, yakni saluran yang dibuat khusus oleh para penggemar Arsenal. Saluran ini sering menyampaikan kritik kepada tim. Aubameyang kedapatan sering menyukai postingan yang diunggah AFTV, dan itu dianggap tidak pantas karena dia adalah kapten. Bukan hanya itu, Auba juga sering datang terlambat ketika latihan.

Aubameyang hanya menambah deretan kapten Arsenal yang bernasib apes. Ban kapten Arsenal memang terkenal keramat. Dulu, sebelum era Aubameyang, banyak sudah pemain Arsenal yang bernasib kurang menyenangkan setelah diberi mandat sebagai kapten. Siapa saja mereka?

Granit Xhaka

Tahun 2019 Granit Xhaka resmi menggantikan Laurent Koscielny sebagai kapten Arsenal. Namun, tidak lama kemudian, Xhaka langsung mendapat masalah yang membuatnya sampai dibenci para penggemar. 

Penampilan Xhaka terus dikritik. Dia disebut menjadi biang keladi kegagalan Arsenal dalam meraih kemenangan di beberapa laga beruntun. Puncaknya, pada Oktober 2019, dia mengecam balik pendukung dan melepas jersey saat ditarik dalam pertandingan melawan Crystal Palace. Dari situ fans semakin geram dan memaksa Emery untuk segera melakukan pemilihan kapten baru. 

Pada awal November 2019, Emery kemudian mengonfirmasi bahwa Xhaka tidak akan lagi menjabat sebagai kapten Arsenal. Xhaka yang dinilai tidak punya sikap baik sebagai seorang pemimpin langsung dilengserkan. Ketika itu muncul nama Aubameyang serta Hector Bellerin sebagai calon pengganti. 

Laurent Koscielny

Agustus 2019 Arsenal mengkonfirmasi  kepergian kapten mereka, Laurent Koscielny ke klub asal Prancis, Bordeaux.

Keputusan Laurent Koscielny minggat dari Arsenal pun diliputi komentar penuh kekecewaan dari sebagian suporter. Betapa tidak? Koscielny meninggalkan Arsenal secara tiba-tiba dan terkesan menimbulkan drama. 

Dia sempat menolak ikut rombongan tim yang bakal melakoni tur pra musim ke Amerika. Karena sikapnya itu, para penggemar pun kemudian memilih untuk membiarkan sang kapten pergi. Walaupun sejatinya mereka mengharapkan Koscielny untuk tetap bertahan. 

Per Mertesacker

Bek asal Jerman, Per Mertesacker, sudah bergabung dengan Arsenal sejak tahun 2011. Dia sempat menjadi andalan di lini belakang hingga membuat Arsene Wenger percaya untuk menaruh ban kapten di lengannya. Akan tetapi, keputusan sang profesor sempat membuat para penggemar kesal lantaran Mertesacker dianggap bukanlah sosok yang tepat untuk menjadi seorang pemimpin. 

Selain ketidakpercayaan penggemar terhadap Mertesacker, pria jangkung yang mulai ditunjuk sebagai kapten sejak 2016 itu, juga mulai memperlihatkan performa tak memuaskan. Inti dari masalah penurunan performa yang ditunjukkan adalah cedera.

Tercatat selama menjabat sebagai kapten dari tahun 2016 sampai 2018, Mertesacker hanya tampil dalam 14 pertandingan saja. Usai tak lagi jadi andalan, apalagi dipercaya menjadi kapten, dia memilih pensiun sebagai pesepakbola profesional.

Thomas Vermaelen

Thomas Vermaelen didatangkan Arsenal dari Ajax Amsterdam tahun 2009 silam. Sang pemain asal Belgia punya potensi terbaik untuk jadi andalan. Hal itu dibuktikannya dengan penampilan yang cukup konsisten dalam beberapa musim pertamanya. 

Pada tahun 2012, Thomas Vermaelen ditunjuk menjadi kapten Arsenal menggantikan peran Robin van Persie. Penunjukkan Vermaelen sebagai kapten pun tampak logis, karena memang dia selalu tampil prima dan punya mental seperti seorang pemenang.

Namun dasar ban kapten keramat, usai menjabat sebagai kapten, performanya justru terbilang menurun. Dia seolah mendapat kutukan sebagai kapten Arsenal dengan diterjang banyak cedera. Karena masalah tersebut, dia kemudian dilepas ke Barcelona sebelum akhirnya merapat ke klub Jepang, Vissel Kobe. 

Mikel Arteta

Mikel Arteta yang kini berstatus sebagai pelatih Arsenal, menjadi sosok yang meneruskan tongkat estafet dari Vermaelen sebagai kapten The Gunners

Namun, tak jauh berbeda dari Vermaelen, Arteta juga mengalami masalah yang sama. Cedera menjadi momok menakutkan bagi pemain asal Spanyol. Hasilnya, Arteta jarang mendapat kesempatan bermain karena kondisinya terus mengalami penurunan. Arteta yang seharusnya hadir sebagai sosok pemimpin malah mendapati karir sepakbolanya habis usai menjabat sebagai kapten Arsenal.

Pada tahun 2016, Arteta putuskan pensiun untuk gabung ke staf kepelatihan Manchester City, sebelum akhirnya kembali ke Emirates Stadium hingga sekarang.

William Gallas

William Gallas disebut sebagai pembawa kutukan kapten Arsenal. Dia menjadi penerus Thierry Henry sebagai kapten Arsenal pada tahun 2007. Namun, keputusan ini banyak tidak disukai fans hingga berpengaruh ke ruang ganti.

Gallas merupakan sosok yang mudah emosi dan meledak karena hal kecil. Di laga melawan Birmingham, ia sempat menendang papan iklan dan menolak keluar lapangan usai pertandingan. Di ruang ganti, ia juga ribut dengan Gilberto Silva, dan mengecam beberapa pemain muda dalam sebuah wawancara.

Karena berperilaku buruk, ban kapten Gallas dicopot dan diberikan kepada Cesc Fabregas.

Cesc Fabregas

Fabregas adalah sosok muda yang begitu dicintai penggemar. Dia berbakat dan disebut menjadi masa depan cerah Arsenal. Akan tetapi, semua berubah ketika ban kapten mulai melingkar di lengannya. Fabregas yang menerima ban kapten Arsenal di usia 21 tahun mulai mengalami banyak cedera. 

Selain itu, dia juga mulai dirumorkan pindah ke Barcelona. Hal itu sangat mengganggu kariernya di Arsenal. Fabregas dianggap tidak betah bertahan di London dan menginginkan hengkang. Apalagi dia pernah terlihat liburan meski klub baru saja mendapatkan hasil imbang. 

Dengan segala rumor dan permasalahan yang terjadi, Fabregas benar-benar pergi dan menyerahkan ban kapten Arsenal ke tangan Robin van Persie.

Robin van Persie

Robin van Persie, yang sama-sama jadi andalan Arsenal, juga ternyata tak kuasa membendung kutukan kapten Arsenal. 

Dia dipercaya mengenakan ban kapten setelah menikmati musim terbaiknya pada musim 2011/12, 30 gol di Premier League dibungkus Van Persie. Namun Arsenal justru mendapat hal yang tidak mengenakkan.

Mereka terlibat permasalahan dengan kontrak van Persie hingga membuat pemain andalan itu malah membelot ke Manchester United.

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru