Alasan Real Madrid Harus Cemas Hadapi Chelsea di 8 Besar UCL 2022

spot_img

Satu mimpi buruk datang ke Real Madrid. El Real harus menghadapi Chelsea di partai perempatfinal UEFA Champions League. Keduanya bakal bertemu pada 6 April 2022 mendatang di Stamford Bridge.

Sejauh ini, Chelsea memang selalu merepotkan Real Madrid. The Blues menjadi musuh yang paling dihindari sang raksasa UCL. Namun, ternyata keduanya justru bertemu di perempatfinal.

Bagi Madrid, Chelsea adalah musuh yang sulit dikalahkan. Dalam hal ini, Los Merengues bisa saja langsung insekyur, bahkan ketika hasil drawing UCL 2022 keluar. Betapa tidak? Real Madrid tak pernah tahu bagaimana caranya mengalahkan Chelsea.

Terakhir mereka berjumpa di semifinal Liga Champions musim lalu. Di mana Chelsea meraih hasil positif dengan menumbangkan Real Madrid 2-0 di Stamford Bridge, setelah di leg sebelumnya Madrid hanya bisa imbang 1-1 di markasnya sendiri.

Madrid Tak Pernah Menang Atas Chelsea

Hasil di semifinal Liga Champions musim lalu sangat pantas membuat Real Madrid inferior. Memang, sebelum semifinal UCL musim lalu, pertemuan Chelsea dan Real Madrid berlangsung sebelum abad ke-21.

Terkesan tidak relevan, betul. Tapi jika melihat pertemuan sebelumnya, plus ditambah sebelum abad ke-21, tentu Real Madrid wajib cemas.

Ini bukan sekadar menakuti para fans Real Madrid. Namun, kenyataan di atas kertas seperti itu. Gustavo Poyet sudah pernah membuat publik Real Madrid tertunduk lesu berkat golnya di final Piala Super UEFA 1998.

Bahkan Madrid juga pernah kalah di laga pengulangan. Saat final Piala Winners 1971, Real Madrid hanya bisa bermain imbang 1-1 atas Chelsea di Stadion Karaiskakis, Yunani. Lalu, pertandingan pun diulang dan Madrid keok 2-1.

Perlu dicatat juga komposisi pemain saat semifinal musim lalu, dan perempatfinal nanti tidak jauh berbeda. Artinya, para pemain dari kedua kubu, sebagian besar akan bertemu lagi. Dan tentu kalian tahu dong, siapa yang lebih unggul?

Chelsea Lebih Kuat

Betapapun Chelsea jelas unggul. Apalagi di segala lini, The Blues ibarat warung makan adalah paket lengkap. Mari kita mulai dari lini belakang. Chelsea punya stok pemain belakang yang sanggup meredam amukan Karim Benzema maupun Tuan Muda Vinicius Junior.

Chelsea masih punya bek terbaik planet ini, Thiago Silva. Di sektor bek tengah, nama Antonio Rudiger yang beberapa kali dikabarkan menarik minat Real Madrid menandakan betapa berkualitasnya bek yang satu itu.

Nama-nama lain semacam Andreas Christensen, Trevoh Chalobah, Reece James, sampai bek senior, Cesar Azpilicueta juga siap membuat nyali El Real kecut. Oh iya, jangan lupa juga Chelsea masih punya kiper selevel Thibaut Courtois. Edouard Mendy dengan persentase penyelamatannya mencapai 82,1 siap bikin kaki pemain Real Madrid gemetar.

Sementara kubu Real Madrid sendiri tak punya nama pemain belakang yang berkilauan. Harapan El Real cuma ada di Alaba, Nacho, Eder Militao, Carvajal, sampai Ferland Mendy. Namun, tunggu sebentar.

Soal pertahanan ini, bukan hanya perkara siapa mengisi posisi apa. Akan tetapi, seberapa efektif pertahanan kedua tim. Selama ini, pertahanan Chelsea lebih superior ketimbang Real Madrid.

Nilai expected goal against (xGA) The Blues hanyalah 24,8 di musim ini. Chelsea menjadi yang terbaik kedua setelah Manchester City yang memiliki nilai xGA 21,2. Itu menunjukkan pertahanan Chelsea bukan hanya sekadar nama. Namun, mereka beneran tangguh meredam serangan lawan.

Sementara Madrid malah lebih mudah kebobolan. Nilai xGA Los Blancos yaitu 32,9. Nilai itu sangat tinggi sekaligus menunjukkan kalau Real Madrid gampang kebobolan. Sebagai perbandingan, Sevilla yang berada di peringkat kedua saja xGA-nya hanya 26,4.

Di lini tengah, Madrid boleh jadi lebih baik. Namun, Chelsea masih punya sosok N’Golo Kante. Peran Kante ini sangat vital di lini tengah. Terlebih Real Madrid punya ingatan buruk tentang pemain ini. Ya, Madrid susah payah menaklukkan Kante yang bekerja keras di lini tengah.

Soal lini serang, Chelsea memang tak punya striker veteran seperti Karim Benzema. Namun, Chelsea punya rudal yang lebih berbahaya dari sekadar Romelu Lukaku. Ini karena The Blues tidak selalu berpangku tangan pada Lukaku.

Sebab nyatanya, para punggawa lain juga sanggup untuk sekadar memasukkan bola ke gawang Courtois. Sebutlah Kai Havertz yang punya nilai expected goal (xG), yaitu 5,5. Nilai itu lebih baik dari sang striker, Lukaku yang hanya 4,5.

Tuchel Tak Pernah Kalah dari Real Madrid

Faktanya, manajer Chelsea sekarang, Thomas Tuchel punya catatan sendiri dengan Real Madrid. Tuchel tak pernah sekalipun menderita kekalahan dari Los Galacticos. Entah saat ia melatih Chelsea atau bukan.

Tuchel, bagaimanapun selalu punya cara untuk mengalahkan Real Madrid. Okelah, bahwa Los Blancos punya catatan bagus meraih Liga Champions di bawah asuhan Ancelotti. Namun, Tuchel sudah terlanjur menata reputasinya sebagai manajer sukses.

Ancelotti bisa membawa Real Madrid kampiun di UCL, Tuchel juga sama. Tuchel bahkan melengkapi gelar UCL dengan Piala Super Eropa dan Piala Dunia Antarklub. Hebatnya, itu ia raih hanya dalam waktu kurang dari semusim.

Tuchel sejauh ini juga memiliki catatan impresif. Dari 50 pertandingan UCL yang dilakoni , Tuchel sudah memenangkan 32 di antaranya. Strategi Tuchel nantinya, memang harus sungguh-sungguh dibaca oleh seorang Ancelotti.

Karena Thomas Tuchel punya kemampuan mengubah-ubah formasi, dan semuanya selalu nyetel. Tuchel punya cara sendiri untuk menavigasikan para pemainnya.

Seperti saat Chelsea mengalahkan Real Madrid di semifinal leg kedua musim lalu. Tuchel menaruh Ben Chilwell yang notabene pemain belakang di lini tengah, berduet dengan Kante. Sementara, Tuchel justru menaruh Kai Havertz di depan bersama Timo Werner.

Perjalanan Menuju Perempatfinal

Chelsea juga belum pernah kalah di setidaknya tiga pertandingan terakhir mereka. Bahkan di final Piala Liga tempo hari, Chelsea mampu menahan gempuran Liverpool, meski akhirnya harus kalah di babak adu penalti.

Sementara di laga lainnya, Chelsea menuntaskannya dengan kemenangan. Seperti saat melawan Middlesbrough, Newcastle, Burnley, Lille, sampai di final Piala Dunia Antarklub saat mengalahkan Palmeiras 2-1. Sedangkan Real Madrid tengah terpukul karena kekalahan menyakitkan atas Barcelona 4-0.

Kekalahan atas Barcelona di laga El Clasico, paling tidak sanggup mengganggu mental para pemain Los Blancos. Chelsea bakal memanfaatkan situasi mental yang baru saja remuk.

Karena bagaimanapun jika dilihat sepanjang gelaran Champions League, kedua klub mempunyai catatan yang mirip. Keduanya sama-sama mengemas 17 gol dan kebobolan 5 gol.

Namun, jika dilihat kiprahnya di kancah domestik, Chelsea punya pertahanan yang lebih baik daripada Real Madrid. Hal itu menjadi modal penting, minimal andai sulit untuk mencetak gol, Chelsea bisa menahan gempuran Real Madrid lebih lama. Dan membuat El Real frustrasi.

https://youtu.be/bNxtlO0o5rc

Sumber Referensi: therealchamps.com, si.com, fbref.com, tribuna.com, panditfootball.com

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru