Selain dikenal karena keahliannya dalam mengolah si kulit bundar, para pesepakbola juga menunjukkan sisi lain di luar lapangan. Salah satu pemain yang belum lama ini mendapat sorotan adalah Victor Lindelof. Tak hanya tangguh ketika berduel dengan pemain lawan, Lindelof juga mampu ‘mematahkan’ pergerakan musuh di luar lapangan, dalam hal ini adalah penjambret.
Bek milik Manchester United ini menuai pujian setelah menjadi pahlawan seorang nenek di negara asalnya, yakni Swedia. Lindelof diketahui tengah menikmati masa liburan di kampung halamannya, Vasteras. Pemain berusia 26 tahun itu memanfaatkan jeda libur kompetisi yang diberikan Manchester United untuk berkumpul dengan keluarganya. Ia berlibur bersama istri dan anaknya setelah membawa Setan Merah melaju hingga semifinal Liga Eropa.
Ketika Lindelof dan sang istri baru meninggalkan rumahnya, mereka mendapati seorang pria yang menggunakan sepeda menjambret tas tangan milik seorang wanita berumur 90 tahun. Menyaksikan tindak kriminal tersebut, Lindelof tak tinggal diam, jiwa sosialnya tergerak untuk menolong nenek tersebut. Lindelof langsung berlari dan mengejar pelaku penjambretan tersebut.
Usaha Lindelof dalam mengejar penjambret tak sia-sia. Bak mengejar penyerang lawan, ia pun berhasil mengejar sang penjambret. Lindelof juga meringkus pelaku dan mengembalikan tas yang dijambret. Ternyata tak sampai disitu saja aksi heroik Lindelof, Ia juga menahan pria yang melakukan tindak kriminal tersebut hingga kepolisian setempat tiba di lokasi kejadian.
Polisi tiba di TKP setelah sebelumnya saksi mata menelpon kantor kepolisian untuk memberi tahu bahwa telah terjadi aksi penjambretan. Beruntung, polisi tak perlu susah payah untuk melawan si penjahat, sebab telah ada Lindelof yang beraksi bak seorang pahlawan.
“Orang yang melakukan aksi terpuji adalah pria bertubuh atletis,” kata petugas polisi Daniel Wikdahl.
“Dia bisa berlari dengan sangat baik dalam waktu singkat. Saya tidak bisa mengatakan lebih dari itu,”
Kini, pelaku perampokan yang merupakan seorang pria berusia 30 tahun telah diamankan oleh pihak kepolisian. Pria tersebut juga dicurigai terlibat dengan kejahatan lainnya yaitu pencurian dan penggunaan narkoba. Polisi tak lupa menyampaikan terima kasihnya kepada Lindelof karena sudah bersedia untuk melawan sebuah kejahatan.
“Kepolisian ingin mengucapkan terima kasih kepada saksi mata atas tindakan cepat dan bijak untuk mengembalikan barang milik korban,”
Sementara itu, sang korban sendiri yang merupakan seorang lansia mengaku ingin berterima kasih secara langsung kepada Lindelof. Caranya adalah, wanita tersebut ingin mengajak Lindelof makan siang bersama.
Kubu Manchester United, selaku klub pemilik Lindelof juga merasa bangga atas apa yang telah dilakukan pemain andalannya tersebut. “Kami bangga dengan tindakannya, namun Victor yakin ia melakukan apa yang akan dilakukan siapa pun dalam situasi yang sama.”
Apa yang dilakukan oleh Lindelof seolah-olah telah membangkitkan kesadaran, bahwa para pesepakbola juga bisa beraksi, tak hanya di atas lapangan, namun di luar lapangan juga aksi mereka dinanti oleh masyarakat yang membutuhkan.


