Akhir Tragis Dari Karir Andy van der Meyde

spot_img

Andy van der Meyde, memainkan sepak bola indah kala masih berseragam Ajax Amsterdam. Klub asal Negeri Belanda itu memang menjadi kesebelasan pertamanya. Ia menjadi salah satu pemain muda berbakat, yang masa depannya sudah banyak diperbincangkan.

Ia digadang-gadang bakal menjadi salah satu bintang besar di dunia sepak bola, khususnya bagi persepakbolaan Belanda. Gaya mainnya yang tidak semua orang bisa, serta kelihaiannya sebagai seorang penyerang sayap, membuat siapapun akan terkesima ketika melihatnya membawa bola.
Meski bisa tampil sebagai seorang gelandang serang, Andy van der Meyde lebih sering beroperasi sebagai seorang winger.

Andy van der Meyde, lahir pada 30 September 1979 di Arnhem, Belanda. Sejak kecil ia sudah sangat akrab dengan sepak bola dan menimba ilmu di klub Ajax Amsterdam. Ia melakoni debut pertamanya pada usia 18 tahun dilaga melawan FC Twente pada tahu 1997. Saat itu, Ajax berhasil memenangkan pertandingan dengan skor tipis 1-0.

Untuk semakin mengembangkan bakatnya, van der Meyde sempat dipinjamkan ke FC Twente pada tahun 1999. Selama satu musim, ia berhasil mendapat banyak kesempatan tampil di tim utama, sehingga membuat Ajax semakin percaya dengan talenta yang ada pada dirinya.

Dengan berbekal total 32 kali tampil dan menyumbangkan dua gol, van der Meyde kembali ke Amsterdam dengan rasa penuh percaya diri.

Pada musim 2001/02, nama van der Meyde baru benar-benar dikenal oleh seluruh pecinta sepak bola dunia. Ia telah mengukir cerita indah sebagai seorang pesepakbola muda. Masa depan cerah sudah tampak di depan mata. Segala prediksi indah kerap diterimanya. Dengan sedikit langkah tegap dan keyakinan yang terus berada di dada, van der Meyde berhasil menjadi sorotan dengan sebutan salah satu pemain paling potensial milik Belanda.

Tampil bersama nama-nama besar seperti Mido, Zlatan Ibrahimovic, Rafael van der Vaart, Wesley Sneijder, Steven Pienaar dan Cristian Chivu, van der Meyde berhasil menyelip diantara deretan nama yang terus dikumandangkan.

Sekali lagi, Van der Meyde menjadi pusat perhatian dunia ketika tampil moncer bersama Ajax Amsterdam. Tepat di musim 2002/03, atau musim terakhirnya bersama klub berjuluk The Amsterdamers, van dery Meyde tampiil begitu mengagumkan. Saat itu, Van der Meyde berhasil menyarangkan 12 gol dari 45 penampilan di seluruh kompetisi. Penampilan apik itu membuat dirinya dipanggil memperkuat De Oranje pada periode 2002-2004.

Setelah berhasil sumbangkan gelar Eredivisie Belanda pada musim 1997/98 dan 2001/02, serta membawa Ajax ke fase perempat final Liga Champions Eropa pada musim 2002/03, bakatnya menjadi buruan klub-klub besar Eropa.

Jadilah klub asal Italia, Inter Milan, menjadi yang paling beruntung karena berhasil dapatkan jasanya. Saat itu, Inter yang terus diselimuti rasa kecewa akibat selalu gagal juara di Italia dalam beberapa tahun terakhir, ingin benar-benar membangun skuad terbaik mereka.

Presiden Inter kala itu, Massimo Moratti, menggelontorkan dana besar untuk bisa datangkan pemain idaman, Dengan dana sebesar 4 juta poundsterling, Andy van der Meyde sukses bergabung dengan klub yang bermarkas di Stadion Giuseppe Meazza.

Alasan Inter mendatangkan van der Meyde terlihat jelas, bahwa klub berjuluk La Beneamata tidak ingin melewatkan kesempatan untuk dapatkan jasa pemain muda berbakat asal Belanda. Selain itu, Van der Meyde diproyeksikan untuk menjadi andalan baru Hector Cuper, guna menggantikan Sergio Conceicao di sektor sayap kanan yang memutuskan pindah ke Lazio.

Sayang, perjudian Inter Milan tidak berbuah manis. Mereka harus tertunduk lesu, setelah sang pemain gagal penuhi harapan publik klub asal kota Milan. Dari periode 2003 hingga 2005, ia hanya memainkan sebanyak 32 pertandingan. Tidak ada yang spesial. Kebanyakan penampilannya diatas lapangan hadir dari bangku cadangan.

Ia jarang diturunkan sebagai pemain utama oleh pelatih Hector Cuper dan Alberto Zaccheroni, yang menjadi manajer Inter Milan di musim 2003/04.

Harapannya semakin pupus setelah pelatih anyar Inter, Roberto Mancini, juga menerapkan taktik yang sama sekali tidak memihak terhadap dirinya. Juru taktik yang saat ini menangani timnas Italia itu lebih gemar menggunakan skema 4-4-2 atau 4-3-1-2, sehingga mengucilkan kans bermain untuk winger seperti van der Meyde.

Segala tekanan yang terus berdatangan pada akhirnya membuat sang pemain stres bukan kepalang. van der Meyde merasa depresi dan malah memilih untuk menyalurkan kekecewaannya kepada sejumlah hal-hal negatif. Ia yang berkali-kali menderita gangguan psikis memutuskan untuk terjun ke minum-minuman keras.

Bermain wanita juga menjadi salah satu pelampiasan favoritnya.

van der Meyde, yang terus mengalami masalah kondisi fisik akhirnya membuat Inter Milan tak ragu untuk melepasnya. Sang pemuda berbakat dilepas begitu saja. Setelah sempat diminati AS Monaco dan Tottenham Hotspurs, pria yang kini berusia 40 tahun itu akhirnya resmi bergabung dengan Everton.

Tepat pada tahun 2005, Shotgun tim nasional Belanda ini menginjakkan kakinya di kasta tertinggi sepakbola Inggris.

van der Meyde yang begitu dikenal dengan selebrasi shotgun ini bergabung dengan Everton setelah dibayar senilai 2 juta poundsterling dari Inter Milan. Saat itu, van der Meyde mengaku senang dan optimistis usai bergabung dengan The Toffees. Ia berharap bisa membuktikan kualitasnya bersama klub.

Namun, apa yang Van der Meyde alami di Goodison Park ternyata jauh lebih parah daripada di Giuseppe Meazza. Dalam dua musim di Serie A Italia, ia mencatatkan penampilan sebanyak 32 kali, dan itu lebih banyak daripada catatan bermainnya selama empat tahun di kasta tertinggi sepakbola Inggris.

Faktor cedera, kemalangan di luar lapangan, dan faktor disiplin yang sangat rendah membuat pemain asal Belanda tersebut hanya tampil sebanyak 20 kali dalam empat musim sebelum akhirnya dilepas pada 2009 ketika kontraknya di klub tuntas.

Ya, lagi-lagi, masalah sikap buruknya yang tidak bisa terkontrol. Permainannya sangat jauh dari apa yang diharapkan. Kecanduan alkohol terus membuat kondisi fisiknya runtuh.

Ia banyak menerima hujatan karena dinilai makan gaji buta. Terlebih, hubungan nya yang buruk dengan pelatih Everton saat itu, David Moyes, semakin menambah daftar panjang catatan minornya sebagai seorang pemain.

Setelah lepas dari Everton, ia sempat ingin kembali merajut asa, dengan bergabung bersama PSV Eindhoven. Namun lagi-lagi, masalah kebugaran membuat salah satu raksasa Belanda itu enggan ambil resiko untuk merekrutnya.

Disana, meski sempat menjalani sejumlah uji coba, dia tak sekali pun dimainkan. Setelah bingung mencari klub baru, van der Meyde akhirnya putuskan untuk bergabung dengan klub amatir, WKE, yang bermain di Topklasse. Akan tetapi, kariernya di tim tersebut juga tidak berlangsung lama. Hanya semusim membela klub tersebut, cuma sebanyak enam penampilan saja yang ia bukukan.

Karena merasa sudah tidak diinginkan lagi, keputusan besar dibuat oleh Andy van der Meyde. Di usianya yang baru menginjak 31 tahun, eks winger timnas Belanda ini memutuskan untuk mengakhiri kariernya sebagai pesepakbola profesional.

Hanya satu kalimat yang terlontar saat itu, yakni,

“Aku berhenti. Aku tidak ingin bermain lagi.”

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru