Ronaldo dan Kisah Satu-satunya Trofi Yang Didapat Bersama Inter Milan

spot_img

Inter Milan pernah sangat beruntung namun sekaligus buntung, ketika berhasil mendatangkan pemain asal Brasil berjuluk il fenomeno. Ronaldo Nazario de Lima, didatangkan dari FC Barcelona dengan banderol lebih dari 19 juta pounds, yang merupakan transfer terbesar di dunia saat itu. Ronaldo, sedari awal memang sudah menjadi pemain incaran banyak klub. Dia yang pertama kali tampil di Eropa bersama PSV Eindhoven sukses menjadi salah satu pemain yang mengundang banyak kekaguman khalayak.

Datang ke Stadion Giuseppe Meazza, tak butuh waktu lama bagi Ronaldo untuk tunjukkan kualitas. Dia langsung menjadi ancaman bagi bek-bek Italia yang terkenal tangguh, sekaligus menjadi penyerang yang masuk ke dalam sejarah Serie A, sebagai salah satu yang paling fenomenal.

Di musim pertamanya, Ronaldo langsung tancap gas dengan berhasil mencetak 34 gol dari 47 pertandingan yang dijalani. Catatan itu jelas tidak bisa diremehkan. Ronaldo seolah-olah langsung menunjukkan siapa dirinya kepada para penggemar sepakbola di Italia.

Namun sayangnya, seperti yang sudah dijelaskan, meski Inter menjadi tim yang sangat beruntung karena telah berhasil mendatangkan Ronaldo ke kota Milan, mereka juga merasakan betapa sakitnya hati ketika tahu bahwa sang fenomenal juga harus menghabiskan banyak waktu di ruang perawatan. Ronaldo mengalami cedera lutut yang membuatnya harus beristirahat selama lebih dari semusim.

Maka dari itu, meski tercatat sebagai pemain Inter Milan selama lima musim lamanya, Ronaldo hanya mampu mempersembahkan satu trofi saja kepada klub berjuluk I Nerazzurri.

Trofi yang dipersembahkan Ronaldo hadir di musim pertamanya, ketika dia tengah berada di puncak performa, pasca meninggalkan jejak luar biasa di FC Barcelona.

Ronaldo berhasil membawa Inter Milan tampil di partai puncak PIala UEFA pada tahun 1998.

Di musim tersebut, sebelumnya Inter telah mengalami banyak kekecewaan. Seperti kalah telak dari rival sekota AC Milan dengan skor 5-0 di ajang Copa Italia, serta kalah dalam perebutan juara Serie A usai terjungkal dalam duel menyakitkan dengan sang juara, Juventus, dimana satu momen ketika Ronaldo dijatuhkan di kotak penalti lawan masih menjadi perdebatan sampai sekarang.

Dengan rasa sakit yang cukup menusuk, apalagi pada musim sebelumnya mereka gagal merengkuh trofi juara UEFA Cup usai kalah dari Schalke, kesempatan final untuk kali kedua secara beruntun itu jelas tidak ingin disia-siakan.

Namun bukan hal mudah bagi Inter untuk bisa meraih gelar juara. Pasalnya, di partai final mereka harus berhadapan dengan Lazio, yang tengah berada di puncak performa. Ketika itu, tim elang ibukota memang tengah mengalami masa indah dibawah asuhan pelatih Sven Goran Eriksson. Mereka menjadi salah satu tim terbaik di Italia saat itu, dengan diisi nama-nama seperti Roberto Mancini, Pavel Nedved, Pierluigi Casiraghi, sampai Giuseppe Signori.

Di sisi lain, Inter juga punya skuad tangguh racikan Luigi Simone. Klub biru hitam itu dibentengi dengan nama hebat semacam Ivan Zamorano, Youri Djorkaeff, Diego Simeone, Javier Zanetti, hingga Gianluca Pagliuca. Dalam hal ini, nama Ronaldo tetap layak disebut sebagai yang terhebat.

Tepat pada 6 Mei 1998, stadion Parc de Princes yang ada di Paris ditunjuk sebagai venue penyelenggara partai final. Inter Milan kembali harus berhadapan dengan tim asal Italia di partai puncak, setelah sebelumnya, atau pada tahun 1991, mereka berhasil mengalahkan AS Roma di partai final kompetisi tersebut. Di musim itu, Inter berhasil menang dengan skor agregat 2-1, dengan rincian menang 2-0 di kandang dan kalah 0-1 di ibukota.

Kini, di partai yang cuma digelar sekali, Ronaldo diandalkan untuk membombardir gawang lawan, meski saat itu, Inter benar-benar berada di momen yang cukup was-was, mengingat di kompetisi Serie A, mereka gagal mengalahkan Lazio dalam dua partai. Mereka harus bermain imbang 1-1 dan juga harus mengakui keunggulan Lazio dengan keunggulan 3-0 di partai berikutnya.

Nama Alessandro Nesta yang jadi salah satu bek terbaik saat itu, diprediksi bakal mampu menghentikan pergerakan Ronaldo. Persis seperti apa yang dilakukannya di kompetisi lokal.

Namun final tetaplah final. Satu pertandingan krusial yang memungkinkan segala situasi terjadi.

Benar saja, Inter yang memasang Ronaldo untuk menggempur pertahanan lawan langsung menggeber sejak awal. Dia beberapa kali dijatuhkan dan pergerakannya dihentikan.

Inter yang diprediksi bakal kalah tipis dari Lazio malah tampil kesetanan. Melalui aksi Ivan Zamorano, Inter berhasil membuka keunggulan pada menit ke 5.

Demi mengejar ketertinggalan, Lazio sama sekali tidak mengendurkan serangan. Mereka terus menggempur pertahanan Inter dengan berbagai cara. Namun sampai waktu 45 menit pertama berakhir, kedudukan 1-0 untuk Inter tetap bertahan.

Berlanjut babak kedua, Inter dan Lazio masih sama-sama ngotot untuk menjebol gawang lawan. Malang bagi Lazio, bukannya menyamakan kedudukan, mereka malah harus kembali kebobolan pada menit ke 60. Kali ini, aksi bintang asal Argentina, Javier Zanetti, berhasil membuat Inter unggul lebih jauh. Melalui tendangan keras dari luar kotak penalti, salah satu pemain legendaris itu sukses catatkan namanya di papan skor.

Tertinggal dua gol sebetulnya tidak lantas membuat Lazio menyerah. Mereka terus mencoba untuk memperkecil kedudukan, sampai akhirnya keadaan memaksa mereka untuk berhenti menyerang.

Tepat pada menit ke 70, Ronaldo yang berhasil lepas dari jebakan offside tak ragu untuk membawa bola sampai ke depan gawang. Saat situasi mengharuskannya berhadapan dengan penjaga gawang lawan, Ronaldo dengan santainya memainkan bola dan sukses melewati pria terakhir yang menjaga pertahanan.

Luca Marchegiani, tak kuasa menahan laju Ronaldo hingga harus rela melihat gawangnya dibobol oleh Inter untuk ketiga kalinya.

Skor 3-0 bertahan sampai akhir pertandingan dan memunculkan Inter sebagai sang juara.

Ronaldo yang menjadi bintang di kebanyakan laga yang dijalani Inter pun berhasil membawa pulang medali Piala Europa.

Kendati demikian, seperti yang kita tahu, itu menjadi trofi yang pertama dan terakhir, yang dipersembahkan Ronaldo kepada Inter Milan.

Lima musim berlalu, hari-harinya lebih banyak dihabiskan dengan masalah cedera, sebelum akhirnya pada tahun 2002, dia resmi dilepas ke Real Madrid dengan biaya senilai 46 juta euro atau setara 781 miliar rupiah. Ronaldo didatangkan ke kubu el Real, dengan tujuan untuk melengkapi skuad bertabur bintang yang juga diisi dengan nama-nama seperti Zinedine Zidane, Luís Figo, Roberto Carlos dan David Beckham.

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=TbNUkwmoqEs[/embedyt]

 

Sumber referensi: planetfootball, panditfootball, bola, bolanet

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru