Pada Januari lalu, AC Milan kedatangan pemain berusia 23 tahun bernama Fikayo Tomori. Tomori datang ke San Siro dengan status pinjaman dari Chelsea. Bergabung dengan Milan membuat Tomori menjadi orang Inggris kedua yang bermain untuk tim tersebut setelah David Beckham pada 2009. Tomori bisa saja terus membela Milan dengan banderol senilai 26 juta pounds atau setara 519 miliar rupiah, bila dia mampu kesankan manajemen tim.
Kepindahan Tomori dari Chelsea memang sudah banyak diprediksi. Betapa tidak, dia menjadi pemain yang dikucilkan oleh bos Chelsea ketika itu, Frank Lampard. Dalam sebelas bulan lamanya, Tomori hanya diberi kesempatan main sebanyak empat kali di liga.
Tomori terakhir kali tampil bersama the Blues di laga melawan Bournemouth pada musim lalu. Dia tidak diberi kesempatan, apalagi setelah Chelsea kedatangan bek asal Brasil, Thiago Silva. Thiago Silva jelas membuat peluangnya untuk bermain semakin kecil. Terlebih, masih ada nama-nama seperti Antonio Rudiger, Andreas Christensen dan Kurt Zouma.
Tidak dimainkan Fikayo Tomori dalam waktu lama adalah karena Lampard menganggap kalau sang pemain tidak memiliki kemampuan terbaik dalam duel udara. Lampard berujar kalau kemampuan duel udara bagi seorang bek adalah salah satu elemen penting untuk bisa menjaga pertahanan dengan baik. Karena hal tersebut tidak dimiliki Tomori, maka Lampard lebih terkesima dengan sosok Kurt Zouma yang memang jago urusan bola-bola atas.
Meski tersingkirkan di Chelsea, Paolo Maldini yang kini bekerja untuk Milan, melihat ada sesuatu yang spesial dalam diri Tomori. Dia percaya bila sang bek punya karakter kuat, yang nantinya akan sangat cocok bermain di Italia. Perlu diketahui kalau Maldini sudah mengamati Fikayo Tomori sejak musim panas lalu, namun baru berkesempatan mendatangkan sang pemain di musim dingin tahun ini.
“Jika kami mengikutinya dan mencoba membawanya beberapa bulan lalu, di musim panas, itu berarti kami telah melihat sekilas karakteristik yang tepat dalam dirinya untuk hidup berdampingan dengan para bek kami, ” kata Maldini.
Setelah Maldini menjadi sosok yang menginginkan pemain seperti nya, tanpa pikir panjang pemain Internasional Inggris itu langsung menerimanya.
Dengan perasaan yang cukup kecewa, Tomori pun bertekad akan memberikan yang terbaik tepat saat dia diperkenalkan sebagai pemain baru I Rossoneri.
“Halo semuanya, aku Fikayo Tomori. Aku senang bisa gabung di sini, klub besar dengan sejarah hebat,”
“Aku janji akan memberikan segalanya untuk AC Milan. Aku akan berjuang demi jersey kebanggaan ini,” ujarnya.
Benar saja, apa yang diungkapkan oleh Fikayo Tomori bukanlah bualan belaka. Dia melakoni debut bersama Milan pada laga derby melawan Inter di ajang Copa Italia. Milan memang kalah dengan skor 1-2. Tidak ada kegembiraan, apalagi perayaan kemenangan ala derby. Namun meski kecewa, Maldini yang melihat pemain bawaannya tampil di atas lapangan ketika itu langsung terkesima.
Bek legendaris tersebut beranggapan bila Tomori langsung menjawab kesempatan yang diberikan. Hanya mengikuti latihan sebanyak dua kali sebelum akhirnya turun ke lapangan, Tomori sudah menunjukkan sebuah hal luar biasa, yang mungkin tidak banyak orang bisa melakukannya.
Tak hanya Maldini, pelatih Stefano Pioli juga langsung terkesan dengan apa yang ditunjukkan oleh Tomori. Pioli menyebut bila Tomori punya mental yang cukup kuat untuk bisa bersaing dengan bek-bek tangguh lainnya.
Perjalanan Tomori bersama Milan di awal memang tidak terlalu mulus. Dia menjadi bagian dari tim yang kalah secara memalukan dari Spezia dan juga Inter Milan. Namun setidaknya, dia mulai bangkit dari bangku cadangan yang dulu begitu akrab dengannya.
Tomori sudah tampil dalam lebih dari 500 menit bersama Milan di kompetisi liga. Secara statistik, dia juga berhasil mencatatkan 2,3 tekel per pertandingan. Lebih dari itu, 1,1 intersep per pertandingan juga sukses dicatat. Yang tak kalah penting, sapuan sebanyak 3,1 per laga juga menjadi catatan yang tidak bisa disingkirkan begitu saja.
Dia membuktikan bahwa tim utama adalah tempat terbaik baginya. Dia bahkan berhasil mengancam tempat milik Alessio Romagnoli yang belakangan tampil kurang maksimal bersama tim merah hitam. Bila hal itu terjadi, maka pasangan duetnya adalah Simon Kjaer yang memang menjadi bek terbaik yang dimiliki Milan saat ini.
Ketenangan dan kepercayaan diri tinggi menjadi sejumlah faktor yang membuat permainan Tomori layak dipuji. Lalu, dia juga punya kecepatan recovery yang menjadikannya sebagai pemain penting bagi lini pertahanan Milan. Selain diperlukan untuk meredam serangan balik lawan, kecepatan ini juga sangatlah vital untuk mengoreksi kesalahan pemain Milan yang bisa saja membahayakan gawang sendiri.
Lebih lanjut, Tomori sangat lihai dalam membuat tekel tegas nan bersih. Dalam sebuah kesempatan, Tomori berhasil membuat tekel yang begitu luar biasa di laga melawan Manchester United. Ketika itu, dia sukses membuat Greenwood frustasi karena kehilangan bola di dalam kotak penalti Milan.
Kemudian, yang tak kalah luar biasa adalah aksinya ketika sukses memblok tendangan pemain AS Roma di kompetisi Serie A, sehingga gawang Milan aman dari serangan.
Dengan segala performa luar biasa yang berhasil ditunjukkan Tomori sejauh ini, Milan tentu akan berusaha mempermanenkan jasanya. Selain itu, Tomori juga memiliki keunggulan lainnya seperti masih berusia muda. Di usianya yang masih menginjak 23 tahun, Tomori jelas mampu memberi jaminan kepada Milan untuk memiliki lini pertahanan terbaik. Rekam jejaknya sudah sangat banyak. Mulai dari tampil di tim muda Chelsea sampai dipinjamkan ke Hull City dan Derby County.
Fikayo Tomori layak disebut sebagai investasi jangka panjang bagi Milan. Lagi-lagi, sebagai bek berusia muda, dia akan membuat AC Milan tidak perlu repot untuk mencari pemain belakang anyar dalam beberapa tahun kedepan.
Dilihat dari luar sepak bola, Tomori bisa menjadi penghapus stigma pemain Inggris yang kerap kesulitan kala tampil di Italia. Maldini tentu tidak akan tinggal diam begitu saja. Dia yang sudah mengetahui langsung kualitas yang dimiliki Tomori akan berusaha untuk membuat pemain 184 cm itu bertahan di San Siro.
[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=AkVlQmqquvw[/embedyt]
Sumber referensi: the flanker, goal, indosport


