Hanya Berjalan Seminggu, Ini Kompetisi Sepakbola Terpendek Di dunia

spot_img

Footballovers, pernahkah kamu mendengar tentang sebuah kompetisi sepakbola yang punya durasi waktu hanya seminggu dalam setahun?

Ternyata, di dunia ini memang ada kompetisi dengan waktu sependek itu. Tentu saja ini sangat berbeda dengan kebanyakan kompetisi-kompetisi sepakbola di beberapa negara. Karena, umumnya kompetisi digelar selama 8-10 bulan per-tahun, dengan masa libur dua sampai tiga bulan.

Di liga-liga eropa sendiri, biasanya musim baru dimulai pada bulan Agustus hingga Mei. Sementara di Asia dan Amerika Serikat, liga dimulai sejak awal tahun hingga akhir tahun.

Namun, durasi selama itu ternyata tidak bisa diterapkan di Greenland.

Greenland merupakan salah satu negara benua Eropa yang menjadi bagian dari otonom kerajaan Denmark, dengan jumlah penduduk sangat sedikit yakni sekitar 56.000 jiwa. Wilayahnya berada di utara bumi, di antara Samudra Arktik dan Atlantik. Dan merupakan pulau terbesar di dunia.

Namun, kendati Greenland memiliki tanah yang sangat luas, sayangnya tidak semua wilayah di negara ini layak dijadikan tempat untuk bermain bola.

Bahkan, kabarnya, hanya 20% dari tanah Greenland yang benar-benar layak huni. Sisanya adalah hamparan es. Tak cukup sampai disitu, di Greenland daerah berumputnya juga sangat sedikit.

Lalu, bagaimana negara tersebut menyelenggarakan kompetisi sepakbola?

Kompetisi sepakbola Greenland diberi nama Gronlandsbanken Final 6 atau disebut juga Greenlandic Football Championship. Kompetisi tersebut telah ada sejak tahun 1971, yang mana setiap tahunnya pesepak bola terbaik di Greenland pasti akan berkumpul untuk bermain di kompetisi itu.

Tapi, tidak seperti kompetisi di negara Eropa lainnya yang bisa berjalan sangat lama, di sini hanya berlangsung selama seminggu dalam setahun. Kondisi alam menjadi alasan mengapa Greenland tidak bisa menyelenggarakan kompetisi sepakbola terlalu lama.

Namun meskipun dibatasi oleh alam, kecintaan warga Greenland terhadap dunia si kulit bundar, menjadi alasan kuat penduduk negara ini tetap menggelar kompetisi sepakbola.

Karena hanya berlangsung selama tujuh hari dalam setahun, Gronlandsbanken Final 6 dinobatkan sebagai kompetisi terpendek di dunia. Setiap tahunnya, sekitar 5.000 warga atau 10 persen dari total penduduk Greenland ikut serta dalam kompetisi ini.

Kompetisi di Greenland biasanya digelar di sebuah tempat bernama Qeqertarsuaq, sebuah lapangan buatan yang terletak di pulau Disko. 

Qeqertarsuaq sendiri bisa dibilang merupakan satu bukti kemajuan dari pengelolaan sepakbola di Greenland. Sebelumnya. untuk mencapai tempat ini setiap tim harus berlayar ke pulau Disko terlebih dulu.

Ada delapan tim yang siap bersaing dalam kompetisi tersebut. Kedelapan tim ini sebelumnya telah lolos kualifikasi regional yang biasanya digelar pada bulan Juli.

Kompetisi ini tidak menggunakan sistem home and away, tapi lebih kepada sistem home turnamen. Sejauh ini, di antara semua klub yang ada di negara ini, tim paling sukses adalah B-67 Nuuk, yang telah memenangkan kompetisi pada sebelas kesempatan. 

Sebelum tahun 2016, para pesepak bola Greenland bermain di tempat yang seharusnya tidak mereka gunakan. Lapangan yang mereka gunakan untuk berlaga adalah tanah berpasir dan berbatu. Selain masalah kondisi tanah, arena yang digunakan untuk menggelar kompetisi ini juga terdapat gunung es.

Tak mengherankan jika kemudian banyak pemain yang alami cedera. 

Bisa dibayangkan, jika bermain di lapangan normal saja bisa terkena cedera parah, bagaimana jadinya jika bermain di lapangan tanah berbatu?

Patah kaki, patah hidung, dan patah lengan menjadi mimpi buruk pesepakbola di Greenland. Biasanya pemain yang mengalami cedera paling parah adalah penjaga gawang, hal ini karena ia harus jatuh bangun di atas lapangan bertekstur keras.

Mantan kapten klub Godhavn-44 , Johan Frederik Zeeb, pernah mengatakan, “Untuk menjadi penjaga gawang di lapangan-lapangan itu, Anda harus benar-benar memberikan diri Anda sepenuhnya. Anda harus memiliki beberapa lapis pakaian untuk menjadi penjaga gawang di tanah yang kotor. Anda mendapat banyak goresan di sekujur tubuh Anda.”

Kondisi yang seperti ini tentunya sangat tidak diinginkan oleh para pemain.

Selain itu, lokasi pertandingan yang mereka miliki selama sembilan bulan dalam setahun juga akan tertutup salju yang sangat tebal. Bahkan, kabarnya salju disini bisa  setebal 3 m.

Dengan kondisi cuaca yang menantang, jangankan untuk bermain bola, untuk sekedar bepergian pun seringkali sulit – bahkan di musim panas.

Kondisi itu membuat warga Greenland hanya bisa menggunakan tanah mereka untuk bermain sepakbola di luar waktu 9 bulan tersebut, karena saat itu salju di lapangan mulai mencair dan mulai bisa digunakan.

Tapi masyarakat Greenland tidak mau pasrah begitu saja dengan kondisi alam mereka. Kecintaan mereka dengan dunia bal-balan, membuat penduduk Greenland berupaya untuk memajukan olahraga terpopuler di dunia itu. Salah satunya dengan membuat lapangan rumput sintetis di Qaqortoq.

Dalam beberapa tahun terakhir, dengan rumput sintetis yang mereka bangun, membuat perkembangan sepakbola di sana terus melesat. Cuaca dingin jadi terlupakan seiring tingginya keinginan mereka untuk terus mengolah bola.

Bahkan di tahun 2021 yang awalnya ditargetkan hanya akan membuat enam lapangan buatan, sekarang justru sudah ada 11 atau 12 lapangan.

Dan yang lebih membahagiakannya lagi, kabarnya Federasi Sepakbola Greenland (KAK) akan mendapat status resmi dari FIFA. Dalam hal ini, FA Denmark adalah pihak yang membantu mereka, dengan membangun lebih banyak lapangan buatan.

“Kami memiliki kesepakatan antara Asosiasi Sepak Bola Denmark dan Persatuan Permainan Bola Greenland untuk mengembangkan sepak bola di Greenland,” ujar presiden FA Denmark, Jesper Moller.

“Itu adalah rencana kami untuk membangun enam lapangan buatan berukuran penuh pada tahun 2021, tetapi sudah ada 11 atau 12. Ini merupakan kesuksesan besar. Ini perjalanan yang panjang tapi kami telah memulainya. Masa depan sepak bola Greenland cerah.”

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=H1RPQNOyGJc[/embedyt]

Sumber referensi : Instagram, Kapten.id, Libero, Pandit

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru