Dalam pertandingan sepakbola terdiri dari dua babak, masing-masing babak memiliki durasi 45 menit. Di antara kedua babak itu, ada jeda 15 menit, yang mana di waktu tersebut para pemain akan keluar dari lapangan untuk beristirahat dan memulihkan diri.
Meski tak ada standar khusus tentang apa yang harus dilakukan klub sepakbola saat jeda pertandingan, namun biasanya kebanyakan pelatih akan memberikan evaluasi pada para pemainnya.
Sedangkan yang dilakukan para staf, selain membantu pelatih kepala dalam memberikan evaluasi kepada pemain, mereka juga turut mengecek kondisi fisik pemain, meski hal ini biasanya dilakukan oleh para staf medis.
Lalu untuk staf medis akan memeriksa kondisi fisik para pemain yang di babak pertama mengalami benturan, terjatuh, menerima tekel keras dari pemain lawan dan lain-lain. Staf medis akan melihat, meneliti, dan mengidentifikasi pemain tersebut untuk selanjutnya dibuat keputusan apakah sang pemain bersangkutan dapat melanjutkan permainan di babak kedua atau tidak.
Dan, bila ada pemain yang alami cedera, si pemain tersebut akan diganti dengan pemain yang tentunya masih fresh.
Selain cek kondisi fisik pemain, para staff juga akan mengecek kondisi perlengkapan pemain. Bila diperlukan, perlengkapan seperti jersey dan sepatu bisa diganti.
Namun, ada beberapa hal yang sebaiknya dilakukan oleh klub sepakbola saat jeda pertandingan. Diantaranya:
- Analisis Pertandingan
Hal yang sebaiknya dilakukan klub sepakbola saat jeda pertandingan adalah menganalisis pertandingan.
Jeda pertandingan bisa menjadi saat yang tepat untuk menentukan nasib tim di babak kedua. Tim pelatih yang sudah mengamati jalannya pertandingan babak pertama biasanya akan memberikan hasil analisis mereka pada para pemain, tentang apa saja yang menjadi kekurangan dan kelebihan tim di babak pertama.
Selain itu, hasil analisis tersebut bisa dijadikan dasar untuk menyusun ulang strategi. Untuk membicarakan taktik saat jeda pertandingan, klub bisa memanfaatkan ruang ganti.
- Nutrisi
Hal selanjutnya yang sebaiknya dilakukan oleh para pemain dan ofisial tim saat jeda pertandingan adalah memenuhi kebutuhan nutrisi.
Jeda pertandingan adalah waktu yang tepat untuk menikmati minuman dan makanan ringan. Hal ini demi untuk membantu mengisi kembali beberapa mikronutrien penting yang telah digunakan selama paruh pertama permainan.
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh peneliti Northumbria University, Dr. Mark Russell menemukan bahwa banyak pemain yang memulai babak kedua dengan kadar glukosa dalam darah yang rendah. Padahal, memulai laga dengan kondisi itu akan berpengaruh pada penurunan performa. Untuk itu seorang pemain biasanya akan mengkonsumsi minuman olahraga yang mengandung glukosa untuk meningkatkan kadar glukosa dalam darahnya.
Untuk makanan, pesepakbola bisa menikmati camilan ringan, termasuk roti ara. Camilan yang dipanggang ini penuh dengan vitamin dan mineral, serta karbohidrat sederhana yang dibutuhkan untuk pelepasan energi secara perlahan selama babak kedua pertandingan. Satu gigitan camilan tersebut direkomendasikan karena memungkinkan pemain untuk mendapat nutrisi tanpa harus mengisi penuh perutnya.
Karena jika perut dalam keadaan penuh sebelum laga, dapat membuat pemain lesu dan bahkan dapat menyebabkan masalah gastrointestinal saat babak kedua. Otak juga akan mengarahkan energi dan aliran darah ke perut untuk mencoba mencerna makanan yang lebih besar. Pemain sepak bola tidak akan bisa menyisihkan energi vital ini selama pertandingan.
- Pemanasan dan Pendinginan
Melakukan strategi yang benar juga harus memperhatikan kondisi iklim itu sendiri. Misalnya, jika laga berlangsung di lingkungan yang sangat hangat, pendinginan akan menjadi prioritas karena tubuh sudah terlalu panas. Dalam keadaan ini, pendinginan bisa berfungsi untuk mengembalikan otot ke suhu optimal untuk mencegah pemain merasakan efek negatif yang terkait dengan kepanasan.
Sebaliknya, jika pertandingan berlangsung di iklim yang dingin, maka hal yang harus dilakukan adalah mencegah suhu tubuh agar tidak turun terlalu jauh karena dapat menghambat kinerja babak kedua.
Di Inggris sendiri, sebagian besar pertandingan disana, tim fisioterapinya menggunakan strategi pendinginan dimana saat pemain pertama kali keluar dari lapangan mereka akan dikompres es. Hal itu bertujuan untuk meredakan otot yang lelah. Setelah dikompres, mereka akan melakukan rutinitas pemanasan mini, termasuk peregangan dan latihan lari cepat, tepat sebelum mereka kembali ke lapangan.
Jika dilakukan dengan benar, strategi tersebut dapat membantu menyeimbangkan tubuh pemain agar bisa pulih dan bisa bermain maksimal di 45 menit berikutnya.
Selain poin-poin yang disebutkan tadi, adanya half time juga bisa digunakan tim untuk mengetahui skor pertandingan lain yang sedang berlangsung.
Pada intinya, jeda pertandingan adalah waktu yang harus dimanfaatkan sebaik mungkin oleh klub sepakbola.
[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=-lOPjEAgv2s[/embedyt]


