Tidak lama lagi, umat Islam di seluruh dunia akan menyambut bulan Ramadhan. Bulan penuh berkah yang terdapat banyak sekali hal untuk dilakukan demi meraih pahala. Salah satu kegiatan wajib yang dilakukan oleh seluruh Muslim pada bulan Ramadhan adalah berpuasa.
Menurut KBBI, puasa merupakan salah satu rukun Islam berupa ibadah menahan diri atau berpantang makan, minum, dan segala yang membatalkannya, mulai terbit fajar sampai terbenam matahari.
Bicara tentang puasa, pernahkah terbesit kah dalam benak, bagaimana seorang pemain Muslim melakoni pertandingan sepakbola pada bulan Ramadhan?
How hard is it to be a Muslim footballer during Ramadan? ⚽️☪️Ramadan is an important time of fasting, reflection, prayer and community. Do footballers still fast when there’s a big match? Find out here:https://t.co/FGb3NBawtx #ramadan2020 #MesutÖzil #Arsenal #praying #fasting pic.twitter.com/SoH5qnZj0E
— MPA RE Dept. (@MPA_RE_Dep) April 24, 2020
Ada banyak sekali pemain sepakbola yang beragama Islam, diantaranya Mo Salah, Sadio Mane, Paul Pogba, Mesut Ozil, Karim Benzema, Riyad Mahrez, N’Golo Kante, dan yang lainnya.
Di kala bertanding, ternyata banyak pemain yang masih tetap berpuasa. Deretan pelatih seperti Jurgen Klopp hingga Didier Deschamps, dalam hal ini, juga sama sekali tidak ingin ikut campur tentang urusan tersebut. Mereka mengatakan bahwa itu adalah hal yang sangat sensitif. Oleh sebab itu, tidak ada aturan khusus bagi setiap pemain Muslim, ingin berpuasa atau tidak.
Pada gelaran Piala Dunia 2014 lalu ketika Brasil ditunjuk sebagai tuan rumah, ajang akbar itu bertepatan dengan bulan Ramadhan, dan banyak pemain Muslim yang terlibat di dalamnya. Untuk pertama kalinya sejak 1986 Ramadhan jatuh bertepatan dengan dilangsungkannya ajang Piala Dunia. Ketika itu, bulan suci tersebut imulai bebarengan dengan digelarnya babak 16 besar Piala Dunia.
Pada situasi tersebut, FIFA sebagai penyelenggara turnamen sudah menyiapkan berbagai hal untuk menyambut momen penting ini. Otoritas terbesar sepakbola dunia itu menetapkan kebijakan, bahwa mereka membebaskan para pemain Muslim peserta Piala Dunia, untuk memantapkan pilihan hati berpuasa atau tidak.
Michel D’Hooghe, yang merupakan Chairman Komite Medis FIFA, membenarkan kabar bahwa badan tertinggi sepakbola itu sudah melakukan penelitian sejak jauh-jauh hari. Menurutnya, bila puasa disiasati dengan tepat, maka pemain justru akan tampil lebih prima. Lebih lanjut, dia menjelaskan kalau ahli gizi setiap tim tentu sudah menyiapkan segalanya untuk bisa menunjang pemain yang memilih berpuasa dikala bertanding.
Dalam sebuah kesempatan, pelatih Persib Bandung U-16, Imam Nurjaman, juga menjelaskan bahwa kegiatan latihan saat puasa menjadi salah satu cara terbaik menjaga kebugaran para pemain. Karena itu, dia meminta anak asuhnya untuk tetap latihan mandiri pada bulan Ramadhan.
“Hanya pada hari pertama puasa hari ini para pemain diistirahatkan. Kalau dikaji secara keilmuan, berlatih saat puasa itu sebenarnya sangat bagus untuk meningkatkan kondisi pemain. Perkembangannya bisa sangat cepat,“ kata Imam (via Liputan 6)
Imam juga turut mengatakan kalau kondisi seseorang dalam keadaan berpuasa tidak serta-merta kehilangan tenaganya. Dia menjelaskan bila para pemain tetap memiliki cukup tenaga dari makanan yang tersimpan di dalam tubuh setelah mengkonsumsi santap sahur. Lagi-lagi, menu makanan berkualitas dibutuhkan untuk menjaga kondisi di kala berolahraga saat puasa.
“Ketika berpuasa, tubuh menjadi kosong dan terasa ringan saat bergerak, bukan lemas,”
“Tenaga di dalam tubuh tetap ada karena kita kan makan saat sahur. Asalkan makanannya juga harus yang berkualitas,” (via Liputan 6)
Soal latihan cerdas yang dilakukan para pemain untuk menjaga kondisi tubuh disaat bermain pada bulan Ramadhan ternyata juga dilakoni oleh penyerang Liverpool, Mohamed Salah. Melansir dari standart.uk, Salah tetap melakukan latihan, dan itu terjadi pada pukul 2 dini hari. Meski tidak termasuk ke dalam waktu yang wajar bagi pemain untuk berlatih, hal itu dilakukan penyerang asal Mesir tersebut agar kondisinya tetap bugar kala bertanding.
Selain berlatih sebelum melakukan santap sahur, Salah juga menyempatkan waktu untuk berlatih di malam hari, ketika tenaga kembali pulih usai berbuka.
Sementara itu, pemain asal Mesir lainnya, Abdel-Zaher El-Saqqa, juga mengatakan bila ia justru memiliki rasa percaya diri saat bermain sambil melakukan ibadah puasa. Dalam hal ini, aspek spiritual dianggapnya sebagai hal yang membuatnya jadi lebih fokus. Meski terkadang merasa kehausan, dia mengatakan kalau itu hanya masalah jangka pendek.
Melansir dari situs fieldinsider, timnas Tunisia malah memiliki cara unik dalam menyiasati puasa di kala bertanding. Dalam pertandingan persahabatan menghadapi Portugal dan Turki menjelang gelaran Piala Dunia 2018, penjaga gawang Mouez Hassen tampak cedera tatkala magrib telah tiba.
Goalkeeper Mouez Hassen appeared to feign injuries in 2 World Cup friendlies to allow te @AJEnglish https://t.co/JobNTGc56T, fasting&playing pic.twitter.com/8RbdRyiwTc
— AAA (@azimakhtar) June 3, 2018
Dia mengatakan bahwa hal itu sengaja dilakukan agar rekan-rekan setimnya bisa berbuka puasa demi memulihkan energi selama pertandingan. Terbukti saat dirinya tengah terbaring dan masih ditangani oleh tim medis, banyak rekan setimnya yang lantas memanfaatkan momen tersebut dengan minum air dan memakan beberapa butir kurma.
Cara itupun memberi dampak yang sangat besar. Di laga melawan Portugal, saat mereka berada dalam posisi tertinggal, para pemain yang telah pulih tenaganya langsung bermain lebih menyerang dan berhasil menyamakan kedudukan dari yang semula 1-2 menjadi 2-2.
Meski tengah bertanding, tetap berpuasa memang sangat dianjurkan demi menjaga kondisi tubuh. Situs halodoc juga mengatakan bahwa setidaknya ada empat manfaat ketika kita berolahraga di kala puasa.
Pertama adalah mengusir rasa malas dan kantuk. Dikatakan, aktivitas fisik yang dilakukan dapat mengubah lemak tubuh menjadi glukosa yang mampu mengusir rasa lelah dan kantuk. Berikutnya adalah menurunkan berat badan. Lalu, dengan berolahraga di kala puasa, tubuh juga bisa lebih terhindar dari masalah penyakit diabetes. Yang terakhir adalah detoksifikasi tubuh tetap lancar.
Namun meski banyak pemain yang memutuskan untuk tetap berpuasa kala bertanding, ada sebagian dari mereka yang lebih memilih untuk fokus pada pertandingan.
Bacary Sagna, yang merupakan pemain Internasional Prancis memilih untuk tidak berpuasa di gelaran Piala Dunia 2014 silam. Dia mengaku ingin menjaga stamina dalam setiap pertandingan, hingga memilih untuk menggantinya di lain hari.
Hal serupa juga dilakukan oleh Mesut Ozil, dimana pemain asal Jerman tersebut memilih untuk tidak berpuasa. Sama seperti Sagna, Ozil beranggapan bahwa ia sedang bekerja. Maka ia memilih untuk fokus pada pekerjaan dan akan mengganti kewajiban berpuasa yang dia tinggalkan.
Apa yang dilakukan oleh dua pemain tersebut juga beralasan. Pasalnya menurut Dr. Hakim Chalabi yang merupakan mantan tim medis Paris Saint Germain, puasa bisa beresiko bagi pemain. Mereka akan lebih rentan terkena cedera karena mengalami dehidrasi.
Namun begitu, semua dikembalikan pada performa masing-masing pemain. Para pemain tentu memiliki pertimbangan masing-masing, untuk memilih tetap puasa atau tidak, ketika masih bertanding.
[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=4dJ9TH4J-qI[/embedyt]
Sumber referensi: fieldinsider, bleacherreport, goal, panditfootball, halodoc


