Masih seputar deretan penyerang tajam bernomor punggung 9 dalam sejarah sepakbola dunia. Berikut kami berikan daftar penyerang bernaluri pembunuh nomor 9 part 2.
Andy Cole (Inggris)
Sepakbola Eropa pernah dibuat kagum oleh aksi Andy Cole. Pemain bernomor 9 ini adalah salah satu striker terbaik yang pernah dimiliki Inggris. Meskipun jumlah capsnya bersama timnas Inggris tidak terlalu banyak, Cole tetap menjadi legenda sepakbola negeri ratu Elizabeth.
Karir terbaiknya tentu saja saat membela Manchester United dan Newcastle United. Prestasinya tidak tanggung-tanggung, Cole pernah membawa MU merengkuh treble winners musim 1998/99. Tak hanya itu, sepanjang karirnya di Premier League, Cole juga sukses mengoleksi total 187 gol.
Filippo Inzaghi (Italia)
Nama Filippo Inzaghi sangat sulit jika tidak dimasukkan dalam daftar ini. Pada masanya, Inzaghi adalah striker tajam bernaluri pembunuh. Cerdas dan efektif, dua kata itulah yang tepat menggambarkan sosok Inzaghi.
Inzaghi memang bukan seorang striker dengan kemampuan fisik yang luar biasa, namun ia sangat pandai dalam menempatkan posisi dan efektif dalam memanfaatkan peluang.
Ia bermain untuk AC Milan selama 11 tahun, memenangkan dua trofi Liga Champions dan dua gelar Serie A. Sebelumnya, ia pernah bersinar di Juventus. Di level internasional sendiri, Inzaghi menjadi andalan timnas Italia selama 10 tahun, mencetak 25 gol dari 57 caps. Prestasi tertingginya tentu saja menjuarai Piala Dunia 2006.
Hernan Crespo (Argentina)
Sosok ikonik di Parma dan Lazio, Hernan Crespo masuk di antara striker bintang nomor 9, periode akhir 1990-an hingga 2000-an.
Kuat, terampil dan sangat cepat, Crespo memiliki kecenderungan untuk mencetak gol spektakuler. Mirip dalam banyak hal dengan rekan senegaranya Gabriel Batistuta, Crespo juga merupakan salah satu pencetak gol terhebat Argentina.
Crespo bergelimang sukses dalam 14 musim karirnya di Italia, dari 1996 hingga 2012. Selama berkarir di negeri Pizza, Crespo memenangkan tiga gelar Serie A, satu trofi Coppa Italia, dan lima trofi piala super italia serta tambahan satu gelar piala UEFA. Total, ia melesakkan 153 gol dari 340 pertandingan serie A.
Samuel Eto’o (Kamerun)
Samuel Eto’o meneruskan tradisi penyerang asal Afrika yang meniti karir di eropa. Perjalanan karirnya di eropa pun terbilang sangat luar biasa.
Eto’o sukses membantu sejumlah klub top eropa meraih gelar-gelar bergengsi. Barcelona dan Inter Milan pernah dibawanya merengkuh treble winners, masing-masing pada musim 2008/09 dan 2009/10.
Pria Kamerun itu juga tercatat sebagai pemain Afrika yang paling bersinar sepanjang masa setelah memenangkan rekor empat kali “Pemain Terbaik Afrika”: pada tahun 2003, 2004, 2005, dan 2010. Dia juga berada di urutan ketiga sebagai Pemain Terbaik Dunia FIFA pada tahun 2005. Sepanjang karirnya bermain di level klub, Eto’o berhasil menjaringkan 371 gol dari 764 pertandingan.
Zlatan Ibrahimovic (Swedia)
Kurang pas rasanya jika tidak menyertakan nama Zlatan Ibrahimovic dalam daftar ini.
Meskipun dalam karirnya belum pernah memenangkan ajang Liga Champions, namun Ibrahimovic tetap dianggap sebagai salah satu striker tengah terbaik sepanjang masa.
Kelebihan Ibra ada pada fisiknya. Dengan tinggi 195 cm, tak sulit bagi dirinya untuk berduel dengan pemain-pemain bertahan lawan.
Ibra sudah bermain di liga-liga elite Eropa kecuali Jerman. Hasilnya, ia selalu mampu menunjukkan diri sebagai penyerang tajam. Berbagai trofi domestik mampu dipersembahkan Ibra untuk klub yang dibelanya.
Deretan rekor individu juga berhasil dipecahkannya. Lebih dari 500 gol sudah dicetak oleh pemain yang kini berseragam AC Milan tersebut.
Fernando Torres (Spanyol)
Fernando Torres pernah mengguncang jagat sepakbola Inggris kala berseragam Liverpool dan Chelsea. Bersama dua klub tersebut, Torres memang tak banyak mempersembahkan trofi, namun gol-gol yang ia ciptakan turut melambungkan namanya di belantika sepakbola dunia.
Ia adalah salah satu striker paling ditakuti di dunia selama tahun-tahun pertamanya. Kecepatannya yang luar biasa tidak diragukan lagi merupakan aset terbesarnya, Selain itu, ia juga memiliki kekuatan fisik yang luar biasa, yang membantunya bersaing ketat dengan para pemain bertahan tangguh, seperti Nemanja Vidic, John Terry dan lainnya selama waktunya di Liga Primer. Bersama timnas, Torres turut serta membantu La Furia Roja meraih dua trofi eropa dan satu piala dunia.
Luis Suárez (Uruguay)
Luis Suarez masuk dalam jajaran penyerang terbaik dunia, dalam kurun waktu 10 tahun terakhir.
Meski karirnya kerap dibumbui dengan aksi tak terpuji, tapi itu tidak mematahkan karir Suarez. Pemenang dua kali Sepatu Emas Eropa itu bisa dibilang striker paling lengkap saat ini.
Suarez adalah pemain nomor 9 yang juga suka terlibat dalam permainan. Ia tak hanya bisa mencetak gol, tapi juga jago melayangkan umpan ke rekan-rekannya.
Dia juga pemain yang punya kemampuan beradaptasi yang luar biasa. Sepanjang karirnya di Ajax, Liverpool dan Barcelona, gol demi gol ia ciptakan untuk kesebelasan yang dibelanya.
Walau mungkin sudah tak selincah dulu, namun tetap saja, Suarez masuk kategori penyerang bernaluri tajam.
Robert Lewandowski (Polandia)
Dalam satu dekade terakhir, penikmat sepakbola dimanjakan oleh aksi-aksi luar biasa dari seorang bernama Robert Lewandowski.
Lewandowski adalah pencetak gol terbanyak Polandia sepanjang masa. Ia muncul sebagai salah satu penyerang terbaik di dunia saat bermain untuk Borussia Dortmund era Jurgen Klopp dan karir berikutnya di Bayern Munchen memperkuat reputasi itu.
Lewandowski adalah striker impian pelatih mana pun. Ia hampir tidak pernah gagal memanfaatkan peluang di depan gawang, amat kuat dalam menguasai bola, kedua kakinya dapat diandalkan untuk melakukan tembakan, ditambah ia jago dalam permainan bola udara.
Tak mengherankan jika dalam beberapa tahun terakhir, ia berhasil menjadi penyumbang banyak gol untuk klub dan timnas.
Karim Benzema (Prancis)
Karim Benzema akan selalu tercatat sebagai penyerang tajam yang pernah ada. Mantan pemain timnas Prancis ini adalah legenda di Real Madrid, di mana ia telah menjadi salah satu penyerang terbaik dalam sejarah klub.
Mantan bintang Lyon itu sudah mencetak 266 gol dan juga 13 trofi selama memperkuat Los Blancos. Meski Cristiano Ronaldo sudah tidak ada, Benzema masih belum tergantikan di Real Madrid. Di usianya yang sudah lebih dari 30 tahun, ia tetap tajam dan selalu bisa diandalkan saat menjalankan berbagai strategi menyerang. Benzema adalah pemain nomor 9 lainnya yang tampil sangat baik di tiga posisi berbeda di lini depan. Selain mencetak gol, ia juga bisa jadi pelayan yang baik untuk rekan-rekan setimnya.
Romelu Lukaku (Belgia)
Romelu Lukaku tampil trengginas bersama Inter Milan musim ini. Bersama Inter musim ini, Lukaku telah mencetak 24 gol dari 31 penampilan di semua kompetisi.
Pria asal Belgia itu telah menggunakan teknik dan fisiknya yang luar biasa untuk mencetak gol demi gol. Kekuatan, kecepatan dan tendangan keras menjadi kelebihan pemain berusia 27 tahun tersebut.
Sebelum di Inter, Lukaku juga telah menunjukkan ketajamannya saat di Everton. Ia lalu sempat berlabuh di Manchester United, meski karirnya disana tidak semulus yang diharapkan. Kendati dicap gagal di MU karena hanya mengemas 42 gol dari 96 laga, namun Lukaku tetap dinilai sebagai penyerang berbahaya di eropa saat ini bahkan di dunia.


