Setelah Brasil, Italia, Argentina, Spanyol, hingga Jerman terus menelurkan generasi berbakat, datanglah Belgia dengan sejumlah nama yang kini disebut sebagai salah satu yang bakal kuasai dunia. Namun ternyata, bumi belum puas dengan bakat-bakat tersebut. Sebuah negara Nordik di Semenanjung Skandinavia bagian ujung barat yang berbatasan dengan Swedia, Finlandia, dan Rusia, datang dengan segudang nama spesial.
Siapa lagi kalau bukan Norwegia.
I’m not a Norwegian but I need Norway in 2022 World Cup .
Their Golden generation is here 🇳🇴🇳🇴 pic.twitter.com/MjvYXsDLCB— ‘ (@utdDonald) December 11, 2020
Norwegia mungkin tidak selalu menelurkan bakat-bakat spesial dalam jumlah besar. Namun dalam sejarahnya, mereka begitu sering menempatkan satu hingga dua nama dalam daftar pemain terbaik Eropa. Diantaranya adalah John Arne Riise. Riise yang lahir pada tahun 1980 sukses menjadi salah satu pemain yang akan selalu diingat, menyusul performa luar biasanya bersama Liverpool para era 2000 an.
Happy Birthday to ex #lfc player John Arne Riise !!!!! #johnarneriise #fulham #roma #apoel #norway #fifa15 pic.twitter.com/Jjheu67KUS
— The Red Revolution (@RedRevolution95) September 24, 2014
Selanjutnya ada nama pelatih Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, yang juga merupakan eks pemain kelahiran Norwegia. Ole merupakan pemain skandinavia yang menghabiskan sekitar 11 musim di Manchester United. Dalam perjalanannya di Old Trafford, Ole telah tampil dalam 235 laga, mencetak 91 gol, dan menyumbangkan 10 trofi bergengsi.
Selain itu, masih ada nama hebat lainnya seperti Thorbjorn Svenssen, Ronny Johnsen, sampai Odd Iversen.
Bila menilik sejarah, Norwegia juga sempat memukau dunia dengan penampilan luar biasa pada tahun 1998. Di era 90 an, Norwegia sempat berjaya di bawah asuhan Egil Olsen. Skuad mereka ketika itu diisi oleh nama-nama Henning Berg, Stig Inge Bjornebye, Dan Eggen, Tore-Andre Flo, Kjetil Rekdal, dan juga Ole Gunnar Solskjaer. Di ajang Piala Dunia 1998, Norwegia tampil hebat di grup A bersama Brasil, Maroko, dan Skotlandia.
Norwegia sebetulnya tidak memulai ajang tersebut dengan penampilan sempurna. Mereka yang ingin lolos harus berhadapan dengan Brasil di partai terakhir grup. Brasil sudah pasti lolos, namun uniknya mereka tetap menurunkan skuad terbaik. Hal itulah yang membuat Norwegia tidak ingin tampil dengan celah. Mereka menurunkan pemain terbaiknya dan memulai laga dengan begitu luar biasa.
Sempat jual beli serangan di babak pertama, kedua tim gagal menciptakan gol. Stadion Velodrome yang saat itu dipadati oleh sekitar 55 ribu penonton baru bergemuruh pada menit ke 78 setelah Bebeto berhasil melesakkan bola ke dalam gawang.
Akan tetapi, pertandingan belum berakhir, Norwegia yang terus menggempur pertahanan Brasil mampu mencetak dua gol balasan, yang masing-masing dicetak oleh Tore Andre Flo pada menit ke 83 dan Kjetil Rekdal pada menit ke 88. Norwegia pun berhasil lolos ke babak penyisihan setelah mampu menempati posisi kedua klasemen grup. Sayang, di fase gugur mereka harus kandas dari Italia dengan skor 1-0.
Setelah skuad luar biasa itu, Norwegia sempat mengalami masa yang tak diinginkan. Mereka kesulitan menelurkan bakat hebat hingga kini, nama negara tersebut kembali terangkat dengan sejumlah pemain muda harapan bangsa.
Setelah selama kurang lebih satu dekade kalah dari Islandia hingga Finlandia, Norwegia bisa sedikit jemawa dengan kumpulan pemain yang bahkan beberapa dari mereka jadi incaran klub besar Eropa.
Bakat muda yang muncul di Norwegia tampak sangat menjanjikan. Mirip seperti pertumbuhan para pemain Belgia, pemain-pemain muda berkualitas ini punya ambisi besar untuk menjadi yang terbaik di dunia. Meski masih harus menempuh jalan panjang, setidaknya mereka sudah dinilai punya bakat besar untuk mewujudkan impian rakyat Norwegia.
Siapa saja nama-nama hebat Norwegia yang kini banyak dikenal oleh para penggemar sepakbola yang tersebar di seluruh dunia?
Pertama tentu Erling Haaland. Haaland sudah jadi topik utama dalam perbincangan bakat muda terbaik saat ini. Dia memiliki bentuk tubuh atletis dan kecepatan luar biasa. Sebagai seorang striker, Haaland juga merupakan sosok yang lihai dalam ciptakan peluang dan mencetak gol.
Erling Haaland scores his first senior goal for Norway 💥 pic.twitter.com/VifdBHKiKm
— B/R Football (@brfootball) September 4, 2020
Dia kini berstatus sebagai pemain Borussia Dortmund. Ditengah ketajamannya bersama tim yang berkompetisi di Bundesliga, Haaland terus dihubungkan dengan klub-klub besar Eropa lainnya.
Bersamanya di lini depan, ada nama Alexander Sorloth. Usia nya belum lebih dari 25 tahun. Dia masih punya banyak waktu untuk mengembangkan bakatnya. Dia baru saja direkrut oleh tim asal Jerman, RB Leipzig. Pada musim sebelumnya, Sorloth tampil begitu brilian. Dengan total 49 yang dijalani bersama Trabzonspor, dia berhasil melesakkan sebanyak 33 gol.
Kemudian di lini tengah ada nama Martin Odegaard yang kini dipinjamkan ke Arsenal. Dia merupakan mantan wonderkid yang terus mengembangkan performanya. Sudah banyak klub yang ia bila. Dengan begitu, jam terbangnya juga sudah cukup untuk membawanya menuju salah satu generasi terbaik yang dimiliki Norwegia. Dengan skill dan kemampuan khusus yang dimiliki, nama Martin Odegaard disebut-sebut bakal jadi salah satu bintang besar di masa mendatang.
Sementara itu, ada juga nama Jens Petter Hauge yang kini masih tercatat sebagai bintang AC Milan. Pemain berusia 21 tahun itu sudah menjadi bagian dari skuad I Rossoneri yang terus berjuang untuk kembali ke masa kejayaan. Beroperasi di sisi lapangan, Hauge punya kecepatan dan juga kelincahan luar biasa.
Yang tak kalah hebat adalah nama Sander Berge yang masih berusia 23 tahun. Punya postur setinggi 195 cm, Sander Berge memiliki skil luar biasa dalam beroperasi di lini tengah. Kini dia masih membela klub Sheffield United. Dengan bakat yang terus berkembang, bukan tak mungkin dia akan membela klub yang lebih besar, yang tentunya bisa terus berkompetisi di level tertinggi.
Beralih ke lini belakang, disana terdapat nama Kristoffer Ajer, Omar Elabdellaoui, Haitam Aleesami, dan juga Tore Reginiussen. Nama terakhir menjadi yang tertua diantara yang lain. Namun begitu, keberadaan Tore Reginiussen bisa dijadikan sebagai mentor untuk para pemain muda yang masih berkembang.
Bila masih kekurangan, masih ada lagi nama-nama hebat seperti Jonas Svensson yang berusia 27 tahun dan juga Martin Linnes 29 tahun.
Di posisi penjaga gawang, ada nama Rune Jarstein yang sudah kumpulkan sebanyak 67 caps, Orjan Nyland yang kini membela Norwich, serta Andre Hansen yang merupakan kiper ketiga dan telah berusia 31 tahun.
Kumpulan para pemain hebat tersebut bisa menjadi alasan Norwegia akan melangkah lebih jauh di kompetisi-kompetisi besar yang akan tersedia pada tahun-tahun mendatang. Sayangnya, mereka kini harus absen dari ajang Piala Eropa 2020 setelah gagal lolos usai dijegal Serbia. Norwegia kalah dengan skor 1-2 pada laga play off yang digelar pada Oktober tahun lalu.
Meski begitu, hal tersebut bukan akhir dari segalanya. Norwegia yang diisi banyak pemain muda berbakat masih memiliki kesempatan besar untuk terus berkembang dan membina bakat mudanya agar konsisten dalam menyongsong turnamen-turnamen besar berikutnya.
[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=rstIs53cwpM[/embedyt]
Sumber referensi: insidesport, dreamteamfc, footballcritic, sportmob, footballtribe


