Jika kita bertanya pada bocah-bocah lucu nan menggemaskan tentang sepak bola dan pemain favoritnya, pasti lah jawaban mereka tak jauh-jauh dari nama Cristiano Ronaldo, Lionel Messi, Paul Pogba, Robert Lewandowski, Neymar Jr, sampai Zlatan Ibrahimovic, pokoknya jawaban mereka itu tidak lepas dari sosok pemain depan atau gelandang serang yang memang sering tersorot. Jarang ada yang menjawab jika pemain kesukaan mereka berposisi sebagai pemain bertahan dan juga kiper.
Nama terakhir memang yang paling jarang sekali disorot, karena posisinya yang paling belakang diantara pemain lainnya. Tapi sekalinya mereka membuat kesalahan, beuhhhhh rame panen hujatan gengs. Menyedihkan memang posisi kiper ini.
Ngomong-ngomong tentang kesalahan kiper, kemarin baru saja ramai berita yang menyeret nama Alisson Becker, kiper kebanggaan Liverpool. Kasusnya ya karena dia membuat blunder beberapa kali di pertandingan. Meskipun blundernya bisa dia bayarkan dengan penyelamatan gemilang kala menghadapi RB Leipzig di kompetisi Liga Champions.
Seperti yang kita ketahui, Liverpool sudah kalah tiga kali berturut-turut di Liga Inggris, dan Alisson tak lepas dari peran kekalahan tim-nya itu. Sewaktu big match yang mempertemukan Manchester City dengan Liverpool di Anfield Stadium, Liverpool harus menuai kekalahan dengan skor 4-1. Di Anfield loh gengs mainnya, stadion yang katanya menyeramkan itu, untung kemaren nggak ada penonton jadi nggak malu-maluin amat lah. Eh tapi emang kalo ada penonton yakin Manchester City bisa menang? Nggak deh kayanya.
Oke balik lagi ke Alisson, dia ini waktu laga melawan Manchester City membuat kesalahan yang amat fatal. Macem mana pula itu si Ali pake salah passing segala, yang pertama dia passing ke Phil Foden, dimanfaatkan dah tuh akhirnya jadi gol buat Ilkay Gundogan. Nggak cukup sekali, dua kali cuy. Alisson salah passing lagi ke Bernardo Silva yang akhirnya jadi gol ketiga buat Manchester City. Gol yang sekaligus membunuh jalannya laga untuk Liverpool. Heran kali saya, dipikirnya itu si Foden sama Silva keliatan kek Henderson dan Mane kali ya. Besok-besok boleh lah bang minum Aqua dulu biar nggak salfok mulu kalo main.
Nggak cuma kita-kita aja yang julidin blundernya Alisson, legend Liverpool sendiri juga heran sama itu orang kenapa kok kiper mahal-mahal bisa bikin blunder selucu itu. Asli, tau gitu mending dulu pertahanin si Karius aja kan ye.
Setelah saya ngubek ngubek nyari berita di Mirror, ketemulah komentar dari MacManaman. Kata dia kurang lebih secara singkatnya begini.
“Si Alisson ini kok ya bisa mainnya jadi amatir kek begitu. Kek bukan dia banget gitu loh.”
Lain MacManaman, lain pula Juergen Klopp. Manager asal Jerman itu saat diwawancarai usai laga menebak-nebak jika Alisson blunder karena kakinya kedinginan. Alamakkk, nggak sekalian kau Om Klopp salahin angin juga kenapa bisa sampe terbang ke kakinya Alisson?
Saya taulah Klopp anda ini orangnya amat sangat lucu, bahkan saking lucunya sampe masih sempet ngitungin pinalti lawan. Tapi ya nggak gitu juga alibinya. Mbok lebih berkelas sedikit gituloh. Kek contohnya niru Antonio Conte dulu, bilang aja pemain kelelahan. Klise sih, tapi lebih masuk akal daripada alasan-alasan yang sebelumnya anda lontarkan.
Cukup sampai disini? Oh jelas tidak kawan-kawan. Alisson melanjutkan lawakannya pada laga melawan Leicester City, pake ada acara tabrakan pula sama si Ozan Kabak. Entah disini si Ojan yang terlalu fokus liatin bola, atau si Alisson yang memang lagi oleng saya pun nggak paham. Biarlah urusan Jurgen Klopp buat ngebintal (bimbingan mental) anak-anak asuhnya yang suka aneh-aneh.
Ozan Kabak and Allison are having a poor game, two blunders and all round poor communication pic.twitter.com/A3fa51XH2J
— Dr Bossman☭🎗 (@BtecWenger) February 13, 2021
Cuma disini yang saya agak kurang setuju, banyak yang cuma nyalahin Alisson doang. Ya gimanapun juga kalian fans Liverpool harus realistis lah Kop, tapi koordinasi para bek juga masih perlu dipertanyakan. Yang namanya kiper kan mereka pintu penjagaan terakhir biar nggak jadi gol, jadi seharusnya para bek juga memposisikan diri mereka di tempat yang semestinya supaya pemain lawan nggak berhadapan langsung sama kiper. Jujur memang kalau performa Liverpool menurun disebabkan oleh bek mereka yang tidak paten.
Pertama ada Virgil Van Dijk yang cedera, disusul Joel Matip, sama Gomez. Bahkan Juergen Klopp pernah memasang Fabinho sama Jordan Henderson buat jadi bek saking krisisnya itu posisi. Jadi buat fans Liverpool udah lah sabar aja, nunggu juara lagi 30 tahun mendatang.
Ditengah olengnya Alisson, ini dia yang tidak disangka-sangka, si Kepa Arrizabalaga yang lebih bagus jadi manager ketimbang jadi kiper, dia malah gacor ditangan Thomas Tuchel. Setelah sebelumnya angin-anginan karena putus cinta, sampai posisinya digantikan sama Mendy, Tuchel akhirnya datang dan memberi kesempatan kepada Kepa.
Di laga melawan Newcastle United pada pekan ke-24, Kepa bahkan mencatatkan clean-sheet pertamanya di liga musim ini, bonus dengan empat kali save. Sebelumnya di Piala FA Kepa juga sudah pernah mencatatkan clean-sheet. Kita lihat aja pokoknya sampai kapan Kepa bisa main secakep itu.
Tapi sayang disayang, Tuchel masih menjadikan Mendy kiper utama di Chelsea. Menurut saya keputusan Tuchel ini tidak salah satunya sih, jadi biar bisa dilihat lah seberapa niatnya Kepa berusaha buat ngrebut tempat utamanya lagi. Suka terlalu nyaman dia kalo nggak dikasih saingan kek musim kemarin.
Posisi kiper ini seperti yang saya sebutkan sebelumnya, amat sangat menyedihkan dan rawan hujatan dari netijen yang super akhlakless. Karena kiper adalah posisi yang membutuhkan mentalitas tingkat tinggi dan konsentrasi yang penuh. Apalagi kalau tim kalian mainnya parkir bus macem Jose Mourinho, beuhhh itu kiper senam jantung mulu pasti sepanjang laga.
Jose Mourinho spotted parking a double decker bus on the pitch.
Unacceptable. pic.twitter.com/5mkvtRWhkD
— SPORTbible (@sportbible) April 27, 2017
Posisi kiper rawan hujatan juga karena jika ada kesalahan yang mereka perbuat, dampaknya akan sangat fatal bagi tim. Blunder sekecil apapun kadang-kadang bisa menjadi petaka besar bagi permainan. Makanya saya setuju dengan pendapat Iker Casillas, bahwa menjadi kiper itu sama seperti kita menjadi orang baik, orang-orang tidak akan peduli seberapa banyak penyelamatan yang kita lakukan, mereka hanya akan mengingat saat kita membuat kesalahan.
Baik Alisson ataupun Kepa, dua-duanya sama-sama hebat lah. Alisson yang membawa peran besar Liverpool kembali disegani dengan juara EPL dan UCL. Kepa juga tetap hebat, kalau nggak hebat ngapain coba kan Chelsea datengin dia sampe pecahin rekor segala. Blunder sekali dua kali yang mereka lakukan ya itu cuma datang di hari buruknya mereka aja, it’s not a bad guy, it just a bad day.


