Pemain Yang Pernah Kena Semprot Kekejaman Sir Alex Ferguson

spot_img

Nama Sir Alex Ferguson sudah banyak dikenal oleh para pecinta sepakbola bola dunia. Dia dikenal sebagai pelatih yang piawai meracik tim dan memenangkan trofi. Namun begitu, Fergie, panggilan akrabnya, tetaplah manusia biasa.

Dia tak jarang melakukan kesalahan. Bahkan dia juga kerap tak bisa menahan emosi hingga berujung pada pertikaian dengan pemainnya sendiri.

Seperti pada kesempatan kali ini, starting eleven akan coba merangkum deretan pemain yang pernah kena semprot kekejaman Sir Alex Ferguson.

 

Paul McGrath

Paul McGrath adalah salah satu penggawa terbaik United pada tahun 1980 an. Dia menjadi pemain yang dicintai penggemar karena ketangguhannya mengawal lini pertahanan. Sayangnya, seperti kebanyakan pemain Inggris lainnya di masa itu, Paul McGrath menjadi pemain yang hobi keluar malam dan minum-minuman keras.

Tepat ketika Fergie datang di tahun 1986, United langsung menerapkan sistem yang tidak disukai oleh Paul McGrath. Saat itu, selain mengembang misi menjungkalkan dominasi Liverpool, Fergie juga meminta para pemainnya untuk meninggalkan kebiasan buruk termasuk minum-minuman keras.

Sebagai gantinya, para pemain diminta untuk fokus menjaga kondisi dengan mengunjungi gym dengan rutin.

Akan tetapi, Paul McGrath yang memang dikenal pembangkang menolak aturan tersebut. Hingga pada suatu hari, dia terlihat bertengkar dengan Fergie di depan umum. Perlahan tapi pasti, Paul McGrath mulai terpinggirkan dari skuad United untuk kemudian dilego ke Aston Villa.

Pada 2007, setelah beberapa tahun berlalu, Paul McGrath buka suara soal pertengkarannya dengan Fergie. Dia mengaku menyesal karena tak mengindahkan perintah sang pelatih saat itu.

 

Peter Schmeichel

Peter Schmeichel tentu banyak diingat sebagai salah satu kiper terbaik yang dimiliki Manchester United. Dia telah menyumbangban banyak prestasi dan termasuk ke dalam salah satu skuad terbaik MU di musim 1998/99.

Namun selain karena kehebatannya di atas lapangan, Peter Schmeichel juga diingat dengan sikapnya yang cukup temperamental. Salah satu momen paling diingat oleh para penggemar adalah ketika dia bertengkar hebat dengan Sir Alex Ferguson pada tahun 1994 silam.

Diceritakan, pada laga melawan Liverpool, gawang Peter Schmeichel koyak sebanyak tiga kali. Fergie yang merasa kesal pun langsung mendamprat sang kiper di ruang ganti. Peter Schmeichel yang merasa tidak terima membalas kemarahan Fergie.

Beruntung, sehari setelah nya, Peter Schmeichel menceritakan dalam biografinya bahwa dia langsung menemui Fergie di kantornya dan meminta maaf.

 

Cristiano Ronaldo

Cerita tentang Cristiano Ronaldo dan Sir Alex Ferguson selalu terbalut dalam sebuah kebahagiaan. Ronaldo disebut sebagai pemain kesayangan Fergie, sekaligus pembelian terbaik yang pernah dilakukan sang pelatih.

Namun ternyata, pemain bintang yang kini merumput di Juventus tersebut pernah mendapat bentakan keras dari sang manajer, Sir Alex Ferguson. Itu terjadi di masa awal Ronaldo bermain di Old Trafford. Saat itu, Ronaldo masih sangat sering bermain dengan membawa bola sendiri.

Pada sebuah pertandingan, aksi Ronaldo tersebut mendapat kemarahan dari Fergie. Di ruang ganti, Fergie memarahi Ronaldo sampai sang pemain meneteskan air mata. Dalam sebuah buku berjudul ‘Cristiano Ronaldo: The Biography’, yang ditulis oleh seorang jurnalis Spanyol, Guillem Balague, Fergie mengatakan,

“Di dalam ruang ganti, Ferguson tidak bisa menahan diri: ‘Kamu pikir kamu siapa? Coba bermain seorang diri? Kamu tidak akan pernah jadi pemain jika melakukan itu!’

Setelah momen tersebut, dijelaskan bahwa Rio Ferdinand mendukung tindakan Fergie dengan mengatakan bila Ronaldo memang harus banyak belajar. Di sisi lain, para pemain MU lainnya malah mengejek bintang asal Portugal itu dengan sebutan ‘cry baby’.

 

Paul Ince

Paul Ince memang pantas disebut sebagai salah satu pemain paling berbakat. Dia menjadi salah satu pemain dari era kejayaan Sir Alex Ferguson di Manchester United.

Namun ego sang pemain yang begitu tinggi pernah membuat Fergie naik pitam. Pada tahun 1994, ketika Manchester United kalah dari FC Barcelona di ajang Liga Champions Eropa dengan skor 0-4, Fergie mengatakan bila Paul Ince adalah sebab dari keterpurukan MU di laga itu.

Usai laga, seperti biasa, Fergie memberi sedikit treatment khusus kepada Paul Ince. Namun hal itu justru berujung pada hubungan dingin kedua pesohor tersebut. Tanpa pikir panjang, ketika ada tawaran dari Inter Milan untuk Paul Ince, Fergie langsung mengiyakan.

Akan tetapi, sang pemain justru membuat Fergie murka, ketika ia memilih untuk pulang ke Inggris namun malah bergabung dengan Liverpool.

 

Carlos Tevez

Pada tahun 2007, Manchester United resmi meminjam Carlos Tevez dari West Ham United selama dua tahun. Dalam kontrak tersebut, MU memiliki opsi untuk mempermanenkan sang pemain di Old Trafford.

Musim Tevez di MU berjalan cukup baik. Dia berhasil memenangkan sejumlah gelar termasuk Liga Primer Inggris hingga Liga Champions Eropa. Lebih dari itu, dia juga mampu membentuk trio sempurna bersama dengan Wayne Rooney dan Cristiano Ronaldo.

Sayangnya, di masa akhir peminjamannya, manajer MU, Sir Alex Ferguson menolak untuk mempermanenkan Tevez, dengan alasan MU sudah memiliki Dimitar Berbatov. Mengetahui hal tersebut, Tevez dilaporkan sempat terlibat adu mulut dengan Fergie. Buntut dari keributan keduanya, Tevez memilih untuk menerima tawaran Manchester City dan sempat membentangkan banner ‘RIP Fergie’ pada parade juara The Citizens.

Setelah aksi tersebut mengundang kontroversi, Tevez pun meminta maaf dan mengaku hanya mendapat banner bertuliskan ‘RIP Fergie’ dari salah seorang suporter.

Selain itu, ada lagi satu hal yang membuat para penggemar MU geram, yaitu tepat ketika City berhasil memboyong Tevez, klub tersebut langsung membentangkan sebuah poster yang begitu terkenal bertuliskan ‘Selamat Datang di Manchester’, lengkap dengan gambar Carlos Tevez yang dihiasi dengan warna biru.

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=xB9o-SdrR-4[/embedyt]

 

Jaap Stam

Jaap Stam boleh dibilang sebagai salah satu bek terbaik yang begitu mewakili wajah Setan Merah. Sayangnya, dia punya cerita yang tak mengenakkan ketika harus membuka kembali lembarannya di klub yang bermarkas di Old Trafford.

Stam resmi dilepas oleh sang pelatih ke Lazio pada tahun 2001. Keputusan yang dibuat Fergie ketika itu jelas sangat mengejutkan banyak pihak. Stam masih berada di usia terbaik seorang pesepakbola profesional dan masih sangat dibutuhkan oleh tim sekelas Manchester United. Saat kepergian Stam, Fergie juga menyesal karena merasa sangat kesulitan ketika harus mencari pengganti palang pintu asal Belanda.

Keputusan mengejutkan Fergie ketika itu didasari dengan sebuah pernyataan Stam dalam autobiografinya berjudul “Head to Head”. Stam mengungkapkan bila MU melalui Fergie telah melakukan pendekatan ilegal ketika ingin merekrutnya dari PSV. Saat itu juga, Fergie marah dan langsung menemui Stam yang ketika itu tengah berada di sebuah stasiun pengisian bahan bakar.

Melalui sebuah percakapan singkat, diceritakan oleh Stam, Fergie langsung mengusirnya ke Lazio yang saat itu menjadi klub yang serius mendatangkan sang pemain.

Ruud Van Nistelrooy

Ruud Van Nistelrooy mungkin menjadi salah satu penyerang terbaik yang dimiliki MU. Dia merupakan tipe striker lincah dan pandai memanfaatkan peluang. Maka dari itu, wajar bila MU banyak mendapat keuntungan ketika berhasil mendatangkan pemain asal Belanda tersebut.

Namun meski tergolong sebagai pemain yang begitu berjasa bagi klub, Ruud Van Nistelrooy tak luput dari kengerian pelatih Sir Alex Ferguson ketika marah. Bahkan, pertengkaran yang melibatkan antara Fergie dan Ruud Van Nistelrooy sampai harus membuat sang pemain hengkang dari Old Trafford. Padahal, saat itu Nistelrooy masih berada dalam masa terbaiknya di tim Manchester.

Ternyata, didepaknya Nistelrooy dari MU ada kaitannya dengan nama Cristiano Ronaldo. Seorang bernama Campbell yang merupakan teman dekat dari manajer Sir Alex Ferguson membeberkan bahwa Nistelrooy sempat cekcok dengan Ronaldo sebelum putuskan hengkang. Diceritakan, Nistelrooy merasa kesal dengan gaya permainan ronaldo yang dinilainya sangat egois. Dirinya pun sempat menendang pemain asal Portugal tersebut pada sebuah sesi latihan.

Tak hanya itu, Nistelrooy juga membuat Ronaldo sakit hati karena dianggap menghina ayahnya yang telah meninggal. Respon Ronaldo ketika itu hanya bisa menangis, karena memang ayahnya baru saja meninggal akibat penyakit liver. Namun Nistelrooy sempat berdalih bila ia tidak bermaksud menghina ayah Ronaldo.

Setelah kabar keributan Ronaldo dan Nistelrooy sampai ke telinga Fergie, sang pelatih merasa marah dan kecewa kepada Nistelrooy. Eks bintang PSV Eindhoven itu sempat dicadangkan oleh Fergie, untuk kemudian putuskan pergi ke Real Madrid.

Roy Keane

Siapa yang tak kenal gelandang petarung bernama Roy Keane? Keane yang begitu lekat dengan seragam Setan Merah dikenal sebagai salah satu prajurit terkejam yang siap menerkam lawan yang masuk ke daerah kekuasaannya.

Namun dibalik sifat garang nya di atas lapangan, Keane juga pernah berseteru dengan Sir Alex Ferguson. Buntut dari pertikaiannya dengan sang pelatih, Keane bahkan mengajukan permintaan langsung untuk dilepas ke klub lain.

Fergie saat itu merasa sangat marah dengan Keane karena dia bertindak berlebihan kepada para pemain muda MU, seperti Kieran Richardson, John O’Shea, Darren Fletcher, dan Rio Ferdinand, dalam sebuah wawancara bersama MUTV, tepat pada tahun 2005 silam. Dilaporkan, Keane yang kehilangan kendali sampai berkelahi dengan para juniornya itu.

Mendengar kabar tersebut, Fergie tentu tak tinggal diam. Dia yang saat itu langsung berbicara dengan asistennya, Carlos Queiroz, pun bersedia melepas Keane pergi. Dia tidak ingin mengorbankan pemain muda nya habis ‘dihajar’ oleh Keane yang memang sudah memasuki masa senjanya.

Benar saja, tak lama setelah kabar perseteruan Keane dengan Fergie, sang pemain langsung pergi dari Old Trafford dan bergabung dengan Celtic.

Wayne Rooney

Pemain sekelas Wayne Rooney yang telah menjadi top skor sepanjang masa Manchester United, juga tak luput dari kejamnya Sir Alex Ferguson kala menjadi seorang pelatih.

Pada musim 2010/11, saat Rooney memasuki masa-masa akhir kontraknya bersama MU, dia malah menuntut manajemen klub untuk memberinya kenaikan gaji. Rooney yang sebelumnya direkrut dari Everton sebagai remaja ajaib meminta kenaikan gaji menjadi 300 ribu pounds atau setara 5,7 miliar rupiah per pekan.

Mendengar kabar tersebut, Fergie langsung menolak mentah-mentah permintaan Rooney dan menganggap sang pemain bertindak berlebihan.

Rupanya, penolakan Fergie berbuntut panjang. Rooney yang merasa tidak terima mengancam klub akan menerima tawaran dari rival klub. Saat itu, Chelsea memang tengah memantau situasi sang pemain di Old Trafford. Tak mau kalah, Fergie malah bertindak lebih kejam. Ia memberi hukuman kepada Rooney dengan mencadangkan sang pemain dalam beberapa laga.

Ketika itu, MU bahkan sudah mendatangkan Shinji Kagawa dan Robin van Persie, sebagai pemain yang diplot untuk gantikan peran Rooney bila memang benar-benar putuskan pergi dari klub.

Namun ternyata Rooney terus bertahan di MU. Barulah saat David Moyes ditunjuk sebagai pelatih Setan Merah, permintaan Rooney atas kenaikan gaji terpenuhi.

David Beckham

Perseteruan antara David Beckham dan Sir Alex ferguson sudah diketahui orang banyak. Diceritakan, Fergie merasa kesal dengan permainan Beckham di laga melawan Arsenal. Sang pelatih mengatakan bila Beckham terlalu malas untuk membantu pertahanan, sehingga membuat MU kebobolan.

Di ruang ganti, kemarahan sang pelatih memuncak. Pasalnya, Beckham yang dikritik pada pertandingan tersebut bukannya menerima namun malah mengumpat. Sontak, Fergie yang berada di dekat tumpukan sepatu langsung mengayunkan kakinya ke arah tersebut. Tak dinyana, ada salah satu sepatu hasil tendangannya yang mengarah ke Beckham dan mengenai pelipis sang pemain.

Dari situ, hubungan antar kedua pesohor sepakbola itu terus memburuk. Pada akhirnya, Beckham yang juga sudah tahan dengan sikap Fergie memilih untuk menerima tawaran yang dilayangkan Real Madrid.

Sebetulnya, kemarahan Fergie kepada Beckham tak hanya terjadi pada laga melawan Arsenal itu saja. Melainkan pada perjalanan karir sang pemain di Old Trafford, yang semakin bertindak di luar batas kewajaran. Fergie menilai bila Beckham sudah berubah semenjak menikah dengan bintang pop dunia, Victoria.

Beckham lebih merasa sebagai selebriti ketimbang seorang pemain bola. Dia dianggap lebih mementingkan penampilan fisik, ketimbang skil olah bolanya. Malah, Fergie yang sudah terlanjur geram, sempat berkata bahwa Beckham merasa lebih besar dari klub dan juga pelatih. Maka dari itu, dia tidak keberatan ketika sang pemain memutuskan pergi ke Spanyol.

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=XuyUW_SFRxE[/embedyt]

 

Sumber referensi; bleacher report 

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru