6 Pembelian Terburuk Yang Pernah Dilakukan Jose Mourinho

spot_img

Nama Jose Mourinho tentu menjadi salah satu yang paling dicari. Pria Portugal yang telah melatih banyak sekali klub besar Eropa, tergolong sukses besar dengan deretan piala di belakangnya. Selain tumpukan piala yang didapat, Jose Mourinho juga terkenal dengan deretan pemain bintang yang pernah dibesut.

Akan tetapi, meski banyak melatih pemain-pemain kelas atas, Jose Mourinho juga pernah melakukan pembelian yang tergolong sia-sia bahkan bisa dicap sebagai yang terburuk. Seperti pada kesempatan kali ini, starting eleven akan merangkum deretan pembelian terburuk yang pernah dilakukan Jose Mourinho.

Henrikh Mkhitaryan (Manchester United)

Henrikh Mkhitaryan resmi bergabung dengan Manchester United pada tahun 2016, ketika ia disebut sebagai salah satu pemain terbaik yang dimiliki Borussia Dortmund. Henrikh Mkhitaryan menjadi salah satu pemain yang didatangkan Jose Mourinho di tim Setan Merah.

Namun begitu, pemain asal Armenia itu tidak mampu menampilkan performa yang menjadi harapan klub. Dia gagal pemain pemain kreatif yang diharapkan. Lebih dari itu, dia juga tak mampu jadi pemain yang baik dalam bertahan. Entah apa penyebabnya, ia gagal melanjutkan kesuksesannya dari Jerman di Old Trafford. Dia tak mampu memenuhi permintaan Mourinho dan dianggap telah gagal beradaptasi di klub.

Meski sempat memperbaiki performa, Henrikh Mkhitaryan kembali gagal mencapai level tertinggi. Ia tak mampu memberi kontribusi besar dan perlahan disingkirkan dari tim utama.

Pada akhirnya, dana senilai 30 juta pounds yang dikeluarkan Mourinho hanya menguap begitu saja. Karir sang pemain di MU hanya berakhir pada sebuah pertukaran pemain dengan Arsenal. Ketika itu, Henrikh Mkhitaryan bergabung dengan Arsenal, dimana tim asal London tersebut memberikan Alexis Sanchez sebagai gantinya.

Shaun Wright-Phillips (Chelsea)

Periode pertama Jose Mourinho di Chelsea akan selalu dikenang sebagai salah satu yang terhebat sepanjang sejarah. Akan tetapi, tidak semua perekrutan yang dilakukan Mou ketika itu berbuah manis. Nama Shaun Wright-Phillips yang saat itu disebut sebagai pemain potensial, sampai-sampai Arsenal juga begitu tertarik merekrutnya, berhasil digaet Jose Mourinho di Chelsea dengan banderol senilai 21 juta pounds. Akan tetapi apa yang terjadi selanjutnya berada diluar harapan.

Ketertarikan Mou kepada Shaun Wright-Phillips memang terbilang sangat wajar. Pasalnya dia termasuk ke dalam salah satu pemain terbaik yang dimiliki Manchester City saat itu, sekaligus pemain yang ikut masuk ke dalam daftar Team of the Year pilihan PFA.

Digadang-gadang bakal menjadi bintang besar di Stamford Bridge, Shaun Wright-Phillips gagal menembus skuad utama Chelsea. Dia kalah bersaing dengan nama Arjen Robben, Damien Duff, dan Joe Cole. Dia memang tampil dalam 125 laga selama tiga tahun lamanya, namun mayoritas menit bermainnya hadir dari bangku cadangan.

Dianggap sebagai pembelian gagal Jose Mourinho, Shaun Wright-Phillips lalu memilih pulang ke Manchester City sebelum akhirnya bergabung dengan Queens Park Rangers. Pada akhir karirnya sebagai seorang pesepakbola, Shaun Wright-Phillips sempat membela klub asal Amerika, Phoenix Rising.

Alexis Sanchez (Manchester United)

Seperti diketahui, kedatangan Alexis Sanchez menuju Old Trafford adalah berkat proses pertukaran pemain yang dilakukan antara MU dan Arsenal. Namun begitu, pemain asal Chile malah menjadi pembelian terburuk Jose Mourinho selanjutnya kala masih membesut Setan Merah.

Kedatangan Sanchez ke MU pada mulanya disambut meriah oleh para penggemar. Betapa tidak, Sanchez merupakan salah satu pemain terbaik yang dimiliki Arsenal ketika itu. Dia bahkan layak disebut sebagai salah satu bintang paling bersinar di Liga Primer Inggris. Nahas, karirnya di Old Trafford sama sekali tidak mencerminkan sebagai pembelian seorang pemain bintang.

Kebersamaan Sanchez dan Mourinho yang berlangsung setidaknya 12 bulan pun hanya memunculkan banyak kekecewaan.

Nuri Sahin (Real Madrid)

Sama seperti Henrikh Mkhitaryan, nama Nuri Sahin juga begitu diagungkan kala masih berseragam Borussia Dortmund. Pemain yang kini berusia 32 tahun itu memiliki banyak penggemar kala masih berseragam Die Borussen. Oleh sebab itu, Real Madrid tak mau ketinggalan untuk ikut memanfaatkan bakat sang pemain.

Pada tahun 2011, melalui Jose Mourinho, Madrid terus memperlihatkan ketertarikannya kepada sang pemain. Dana sembilan juta pounds yang dikeluarkan Madrid saat itu pun dinilai sangat brilian. Sahin yang memiliki kualitas terbaik sebagai seorang pemain sepakbola pun diharapkan mampu menembus skuad utama Los Blancos.

Mulanya, Sahin mendapat tempat di samping Xabi Alonso di lini tengah Real Madrid. Namun setelah beberapa pertandingan, dia tidak menampilkan performa maksimal. Hasilnya, dia lebih sering duduk di bangku cadangan ketimbang tampil sebagai starter.

Sepanjang musim 2011/12, Sahin hanya hanya tampil sebanyak 10 kali dengan mengemas satu assist. Sempat dipinjamkan ke Liverpool, performanya tak kunjung meningkat, hingga membuatnya dikembalikan ke Borussia Dortmund pada tahun 2013.

Ricardo Quaresma (Inter Milan)

Tepat pada tahun 2008 lalu, Jose Mourinho meminta manajemen Inter untuk mendatangkan pemain FC Porto, Ricardo Quaresma. Permintaan sang manajer pun dituruti. Ketika itu, Inter harus menggelontorkan dana senilai lebih dari 22 juta euro untuk datangkan pemain asal Portugal tersebut.

Namun sayang seribu sayang, keputusan Mourinho berbuah pahit. Quaresma yang dikenal sebagai pemain berskill tinggi gagal berkembang di Inter. Dia tak mampu menunjukkan permainan terbaiknya hingga membuat banyak sekali pihak yang mengritik penampilannya.

Setelah semua yang ditampilkannya, Quaresma akhirnya resmi disebut sebagai pemain terburuk, setelah Serie A memberinya gelar pemain terburuk atau “Bidone d’Oro” pada tahun 2008. Penobatan itu digelar oleh stasiun radio terkenal Italia Radio2, dimana pemilihannya ditentukan kepada pemain dengan reputasi besar dan terkenal tapi tampil buruk selama satu musim.

Andriy Shevchenko (Chelsea)

Andriy Shevchenko disebut sebagai salah satu penyerang paling mematikan sepanjang masa. Dia memiliki perjalanan karir yang begitu luar biasa, terutama saat berseragam AC Milan. Setelah memenangkan trofi Serie A dan Liga Champions Eropa, Sheva lalu memilih pergi dan bergabung dengan Chelsea, yang ketika itu masih dilatih Jose Mourinho.

Chelsea harus mengeluarkan dana senilai 30 juta pounds hanya untuk mendatangkan Andriy Shevchenko. Sayangnya, tak banyak yang bisa diharapkan dari performa sang pemain. Meski dikenal tajam saat di Italia, karir Shevchenko hancur dan menukik tajam saat terbang ke London.

Dari 77 penampilan yang dijalani, Sheva hanya mampu mengemas sebanyak 22 gol saja. Sebuah raihan yang tentunya tidak memuaskan manajemen. Merasa gagal berkarir di Inggris, dia lalu kembali ke AC Milan. Namun sayang, harapannya telah sirna.

Sheva gagal mengulang kesuksesannya di Italia dan memutuskan untuk mengakhiri karir di Ukraina.

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=Bq7gU_Hoq1c[/embedyt]

 

Sumber referensi: HITC

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rp109,000Rp125,000
Obral!
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rp109,000Rp120,000

Artikel Terbaru