Awal Mula Pertikaian Zlatan Ibrahimovic dan Romelu Lukaku

spot_img

Pertandingan bertajuk derby Della Madonnina antara Inter Milan versus AC Milan kembali berjalan panas. Yang teranyar, bomber utama dari kedua kubu berseteru pada laga perempat final Coppa Italia 2020/21. Siapa lagi kalau bukan Zlatan Ibrahimovic dan Romelu Lukaku. Pertikaian kedua pemain itu menjadi sorotan utama dalam laga derby yang dimenangkan Inter dengan skor 2-1 tersebut.

Pada partai yang dipimpin wasit Paolo Valeri itu, tensi tinggi memang sudah berlangsung sejak awal-awal laga. Dilihat dari kedua tim yang saling serang untuk mencetak gol. Meski, awalnya Dewi fortuna lebih dulu berpihak ke Milan saat sepakan Zlatan Ibrahimovic berbuah gol di menit 31. Tapi, Milan gagal mempertahankan keunggulan setelah Inter membalikkan keadaan di babak kedua lewat gol Romelu Lukaku dan Christian Eriksen.

Namun, tajuk utama pasca duel tersebut bukan lagi soal hasil akhir pertandingan, melainkan keributan yang melibatkan Ibrahimovic dan Lukaku. Bahkan, momen baku hantam kedua pemain tersebut lebih menyedot perhatian para pecinta sepakbola dunia. 

Ibrahimovic dan Lukaku terlibat pertikaian jelang berakhirnya babak pertama. Pertengkaran keduanya diawali oleh pelanggaran yang dilakukan oleh kapten AC Milan, Alessio Romagnoli (Romanyoli), kepada Lukaku. Bomber bertubuh besar itu sempat terpancing emosinya dan menghampiri Romagnoli yang saat itu memang ditugaskan untuk menjaga dirinya. Ibrahimovic yang berada dekat dengan kejadian tersebut tidak terima dengan perlakuan Lukaku terhadap Romagnoli. Striker asal Swedia itu kemudian meneriaki Lukaku dan menyuruhnya untuk diam.

Lukaku yang tidak terima lalu menghampiri Ibrahimovic dan mengajaknya untuk berduel. Namun, Ibrahimovic dengan santainya malah tertawa, hal yang membuat Lukaku semakin jengkel. Bahkan, penyerang asal Belgia itu sampai meneriaki Ibrahimovic di depan wajahnya dan mengatakan untuk tidak tertawa di depan wajahnya. 

Kedua pemain ini pun terlihat beradu kepala bahkan hampir beradu jotos andai tidak dilerai oleh wasit dan rekan-rekannya. Mereka pun hanya bisa saling memaki satu sama lain. Akibat perseteruan itu, wasit Paolo Valeri pun menghukum keduanya dengan kartu kuning. Tapi itu belum cukup untuk menghentikan pertengkaran. Sebab, setelah babak pertama usai, emosi Lukaku kembali terpancing dan sempat ingin mengejar Ibrahimovic hingga harus ditenangkan oleh para staf Inter Milan.

Akun Twitter Italian Football TV merekam apa yang diucapkan oleh kedua striker yang terlibat bentrok tersebut. Menurut kabar, keributan itu  dimulai ketika Ibrahimovic mengatakan:

“You Little Donkey” atau “Kamu adalah keledai kecil” pada Lukaku.

‘Little donkey’ sendiri adalah kalimat yang sering digunakan untuk mengejek striker dengan gaya bermain seperti Romelu Lukaku.

Tidak terima dengan penghinaan tersebut, Lukaku lantas marah besar. Ia balas mencaci Ibrahimovic serta mengajak Ibra untuk berduel di luar stadion.  Tak tinggal diam, Ibrahimovic lalu turut menyinggung ibu dari Lukaku dengan menyuruhnya untuk melakukan Voodoo. Tentu pemain berusia 27 tahun itu tak terima dan balas menyerang Ibrahimovic dengan kata-kata kasar untuknya dan istrinya.

“F**k kamu dan istrimu, berani kamu berbicara mengenai ibu saya,?” kata Lukaku. 

Saat Lukaku mencapai terowongan stadion, dia juga diduga berkata: “Kamu ingin bicara tentang ibuku, kamu anak laki-laki brengsek? Aku akan menembakmu di kepalamu.”

Perkelahian itu menjadi awal dari mimpi buruk Rossoneri. Ibrahimovic menerima kartu kuning kedua pada menit ke-58 sehingga Milan harus bermain dengan 10 orang. Kalah jumlah pemain membuat Milan kesulitan mengimbangi permainan Inter, hingga akhirnya La Beneamata yang memenangkan pertandingan dan membuat Lukaku tentu saja tertawa bahagia.

Pertikaian Ibrahimovic dan Lukaku pun menjadi trending topik. Salah satu kata yang diucapkan Ibrahimovic yakni ‘Voodoo’ mendadak jadi perbincangan di media sosial. Frasa voodoo merupakan praktik budaya orang-orang suku Afrika Barat yang sering dianggap sebagai kepercayaan karena memiliki unsur spiritual.

Kalimat Ibrahimovic diyakini merujuk kutipan dari pemegang saham utama Everton, Farhad Moshiri, yang mengatakan pada Januari 2018 bahwa Lukaku telah menolak kontrak baru karena pesan voodoo. Menurut ceritanya, Lukaku mendapat pesan voodoo itu dari ibunya, yang menyatakan bahwa Lukaku harus hijrah ke Chelsea. 

Namun, Lukaku sendiri membantah cerita ini, karena pada akhirnya ia bergabung dengan Manchester United alih-alih bergabung kembali dengan Chelsea. Bahkan Lukaku mengancam akan menuntut Moshiri atas cerita tersebut.

Beberapa orang yang menyaksikan pertandingan mengklaim kalau kata-kata tersebut merupakan ejekan bernada rasis. Ibrahimovic pun telah memberikan respons setelah ia dituding mengucapkan kalimat rasial kepada Lukaku. Melalui Twitter pribadinya, Ibrahimovic membantah telah melontarkan kata-kata rasial kepada mantan rekan setimnya di Manchester United tersebut. 

Ibrahimovic membuat pesan anti rasisme lewat sebuah video tentang anak kecil yang berbeda warna kulit saling berpelukan. Sebuah caption juga ditulis pemain 39 tahun itu. “Di dunia Zlatan, tak ada tempat untuk rasisme. Kita semua sama. Kita semua setara. Kami adalah pesepakbola, beberapa lebih baik dari yang lain,”. 

Perkelahian antara Lukaku dengan Ibrahimovic sendiri bukanlah hal baru. Sebelumnya, keduanya juga pernah berseteru, meski tidak sepanas kala ini. Saat masih sama-sama berseragam Manchester United musim 2017/18, hubungan kedua pemain tidaklah harmonis.

Ibrahimovic kerap kali menggoda Lukaku dengan pernyataan kalau dirinya akan membayar 50 pounds atau setara Rp 965 ribu setiap kali penyerang Belgia itu menyentuh bola. Pernyataan Ibrahimovic itu ternyata menyinggung Lukaku dan membuat hubungan keduanya menjadi tidak akur. 

Saling ejek kedua pemain itu tidak cukup hanya di dunia nyata. Ibrahimovic dan Lukaku juga pernah terlibat perang komentar di media sosial Twitter. Lukaku pernah mengunggah foto dirinya usai mengalahkan AC Milan pada derby Milan di Liga Italia musim lalu. Lukaku memposting pernyataan yang menunjukkan kalau ada raja baru di kota Milan.

Musim selanjutnya, gantian Ibrahimovic membalas komentar tersebut usai mencetak brace ke gawang Inter Milan pada Liga Italia 2020/21. Ibrahimovic menyebut kalau Milan tidak memiliki raja, tetapi memiliki Tuhan di dalam dirinya.

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=QbK5PCUVi74[/embedyt]

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru