Kelakar Ibrahimovic dan Kesombongan Yang Berdampak Besar Bagi AC Milan

spot_img

Beberapa waktu lalu, Zlatan Ibrahimovic dengan kelakar khasnya mengatakan sesuatu yang cukup menggelitik. Pada Natal 2020 kemarin, Zlatan Ibrahimovic merasa dirinya di AC Milan seperti Santa Claus, yang memberikan hadiah kepada anak-anak. Dia mengatakan bahwa semua pemain AC Milan selain dirinya merupakan anaknya. Zlatan dengan percaya diri berkata bila ia telah memberikan hadiah kepada 2 anaknya di Swedia, dan 25 lainnya di AC Milan.

Apa yang diucapkan Zlatan lagi-lagi tidak membuat siapapun merasa aneh, justru hal tersebut dianggap biasa karena sang pemain memang memiliki sikap arogan semacam itu.

Zlatan Ibrahimovic mengucapkan selamat atas apa yang sudah dilakukan AC Milan sejauh ini. Dia merasa senang dan bangga karena AC Milan secara perlahan mampu kembali ke tempat dimana seharusnya mereka berada.

Pengaruh Zlatan Ibrahimovic sejak kembali ke AC Milan pada Januari 2020 memang sangat terasa. Penunjukan Stefano Pioli sebagai pelatih telah membuat keduanya menjadi faktor kunci kebangkitan klub untuk kembali ke papan atas sepak bola Italia. Tak hanya memuncaki klasemen, Ibrahimovic dan kolega juga belum kalah di Liga Italia sejauh musim ini. Dalam hal ini, striker asal Swedia itu tentunya sukses membimbing para pemain muda AC Milan.

Kedatangan Zlatan Ibrahimovic yang memberikan dampak begitu luar biasa juga diakui langsung oleh rekan setimnya, Hakan Calhanoglu. Menurutnya, pemain asal Swedia sudah membuat timnya kembali garang pada musim ini.

“Aku pikir ini adalah Milan yang sebenarnya,”

“Kami adalah tim yang selalu ingin menang, dengan mental dan semangat yang besar. Zlatan telah membantu kami dan itu penting bagi kami,” kata Hakan (via Sky).

Pada musim ini sendiri, Milan berpeluang meraih scudetto. Meski perjalanan masih teramat panjang, para penggemar berharap Milan bisa meraih kejayaan seperti sedia kala. Seperti yang diungkap Zlatan pada awal kedatangannya ke San Siro, targetnya bersama Milan adalah scudetto, bukan runner up atau bahkan hanya sekadar menempati posisi empat besar.

Zlatan dengan segala kesombongannya memang benar-benar mampu mengangkat performa Milan. Melalui ucapan yang tak biasa, mental para pemain Milan tampak semakin terasah. Mereka mulai terbiasa dengan kemenangan dan tidak merasa puas ketika meraih hasil imbang bahkan saat berhadapan dengan tim kuat sekalipun.

Zlatan telah memberi dampak luar biasa bagi tim. Tanpanya, dan tanpa ucapan-ucapan nyeleneh yang keluar dari mulutnya, Milan mungkin akan jarang jadi bahan pemberitaan media. Mereka akan berkubang pada situasi biasa-biasa saja, dan berpotensi kehilangan taji sebagai salah satu tim besar dan bersejarah.

Sejauh ini, dari enam laga yang dijalani, Zlatan bahkan sudah mampu mengemas sebanyak 10 gol dan masuk ke dalam persaingan top skor Serie A. Sayangnya, dia masih belum bisa tampil lagi ke atas lapangan karena persoalan cedera.

Melihat fenomena Zlatan Ibrahimovic yang memberi dampak besar bagi AC Milan, mantan pelatih Italia Alberto Zaccheroni memuji eks bintang Manchester United dengan menganggap Zlatan sebagai pemain paling berpengaruh di sebuah tim Serie A melebihi Cristiano Ronaldo.

Ucapan itu memang tidak selamanya salah. Zlatan yang sudah berusia 39 tahun telah memberikan banyak sekali hal, bahkan dirinya sempat menderita masalah cedera dan juga terkena virus corona.

Menurut Zaccheroni, sekali lagi, pengaruh Zlatan Ibrahimovic untuk Milan lebih besar jika dibandingkan dengan Ronaldo di Juventus. Mantan pemain Barcelona ini tak sekadar tampil bagus tapi juga mampu membimbing dengan baik para pemain muda Milan. Zaccheroni juga mengaku heran ketika tau Zlatan Ibrahimovic tak pernah sekalipun meraih gelar Ballon d’Or. Mr Zac memang tampak memang begitu kagum dengan pria kelahiran Malmo ini. Ia bahkan merasa kecewa belum pernah melatih Ibracadabra.

“Aku telah melatih para juara hebat dalam karir ku, dari (Oliver) Bierhoff, (George) Weah hingga Adriano. Namun satu-satunya penyesalanku adalah tidak pernah melatih (Zlatan) Ibrahimovic,”

“Dia abadi dan aku masih tidak mengerti mengapa dia tidak pernah memenangkan Ballon d’Or. Di Italia, dia telah menghadirkan keseimbangan lebih dari Ronaldo.”

“Bukan kebetulan bahwa banyak pemain muda tumbuh secara pesat sejak kedatangannya. Dia tidak hanya mencetak gol, tapi juga menghadirkan kepercayaan diri kepada semua rekan satu timnya. Ia membawa tim keluar dari masa-masa sulit,” ucapnya (via football-italia)

Belum lama ini, AC Milan berhasil menutup tahun 2020 dengan sangat gemilang. Mereka mampu memimpin klasemen sementara dari Serie A, pun belum merasakan kekalahan dari 14 pertandingan. Sejauh ini, berkat raihan itu, Milan juga menjadi satu-satunya tim yang belum merasakan kekalahan di lima liga top Eropa.

Catatan itu sendiri didapat setelah mereka berhasil meraih kemenangan dramatis di laga melawan Lazio dengan skor 3-2.

Melansir dari BR Football, di tahun 2020 ini, AC Milan hanya meraih tiga kekalahan di semua kompetisi. Berkat kekompakan dan kerjasama tim yang sangat brilian, mereka juga sukses mencetak sebanyak 106 gol. Lebih dari itu, seperti yang sudah disinggung di awal, mereka masih belum terkalahkan di liga dan menempati puncak klasemen sementara Serie A.

Satu hal yang perlu disorot selain karena dampak yang begitu luar biasa dari Zlatan Ibrahimovic, skuad muda Milan sudah mampu mengemban tanggung jawab dan mampu menjawab kepercayaan, bahkan di laga besar sekalipun.

Salah satu contohnya tentu saat berhadapan dengan Lazio. Di laga tersebut, Milan bermain tanpa Zlatan Ibrahimovic yang masih terkendala cedera. Selain itu, mereka juga tidak diperkuat oleh pemain andalan lainnya seperti Simon Kjaer, Ismael Bennacer, hingga Franck Kessie yang terkena akumulasi kartu.

Di skuad yang diturunkan, tercatat hanya ada nama Hakan yang menjadi pemain tertua dengan usia 26 tahun. Berikutnya ada nama Alessio Romagnoli yang berusia 25 tahun dan diikuti Calabria yang berusia 24 tahun, serta Theo Hernandez 23 tahun. Sisanya rata-rata berada dibawah 22 tahun.

Dengan ini, Zlatan dianggap berhasil dalam membangun mental di skuad muda Milan. Dia mampu menyalurkan mental juara, dan bukan tak mungkin, targetnya untuk memberikan scudetto bagi Milan terwujud.

 

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=oUjiWgxKRfc[/embedyt]

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru