Sudah ada banyak sekali pemain hebat yang berhasil memenangkan trofi Liga Champions Eropa. Bahkan, ada seorang pemain yang memenangkan trofi tersebut tidak hanya sekali, melainkan berkali-kali. Namun begitu ada juga pemain bintang yang sama sekali belum pernah mencicipi panggung juara Liga Champions Eropa.
Hal itu membuktikan bahwa turnamen ini sangatlah bergengsi, dan tidak bisa diraih dengan mudah, bahkan oleh pemain yang berstatus bintang. Maka dari itu, apa yang telah dilakukan oleh enam pemain bersaudara ini sangatlah luar biasa.Hal itu membuktikan bahwa turnamen ini sangatlah bergengsi, dan tidak bisa diraih dengan mudah, bahkan oleh pemain yang berstatus bintang. Maka dari itu, apa yang telah dilakukan oleh enam pemain bersaudara ini sangatlah luar biasa.
Pasalnya, mereka berhasil memenangkan trofi Liga Champions Eropa.
Rafinha & Thiago – (Alcantara Brothers)
Dengan kualitas yang dimiliki oleh Alcantara bersaudara, wajar bila mereka menjadi pemain bersaudara yang sangat beruntung, karena bisa meraih gelar Liga Champions Eropa. Anak dari seorang mantan pemain bernama Mazinho ini telah tampil bersama sejumlah klub besar Eropa, dimana mereka berkesempatan jadi jawara di benua biru.
Alcantara bersaudara tampil bersama di akademi FC Barcelona. Namun saat Rafinha memutuskan untuk bertahan di klub, saudaranya, Thiago memilih untuk tampil bersama FC Bayern di tahun 2013. Meski berpisah, kedua pemain itu tetap meraih kesuksesan nya masing-masing.
Untuk kompetisi Liga Champions Eropa, Thiago sukses menjadi juara pada tahun 2011 bersama FC Barcelona, dan di tahun 2020 bersama FC Bayern. Sementara Rafinha, dia menjadi bagian dari Los Cules yang sukses menjadi jawara di tahun 2015.
Gabriel & Diego – (Milito Brothers)
Gabriel dan Diego, menjadi dua nama pemain yang sangat bersinar pada masa jayanya. Gabriel begitu moncer bersama Real Zaragoza, dari tahun 2003 sampai 2007. Sementara Diego, dia juga pernah berjaya bersama Genoa pada musim 2008/09.
Mereka bersinar di posisinya masing-masing, dimana Gabriel sangat kuat sebagai seorang pemain bertahan, dan Diego yang sangat lihai dalam menjebol gawang lawan.
Gabriel, yang pada akhirnya bergabung dengan FC Barcelona sukses menjuarai trofi Liga Champions Eropa pada tahun 2011. Sementara Diego, pemain yang beroperasi di lini depan itu sukses menjadi bintang Inter Milan kala meraih treble winner, termasuk Liga Champions Eropa, pada tahun 2010.
Lucas & Theo – (Hernandez Brothers)
Hernandez bersaudara, sama sama punya skil dan kualitas luar biasa. Kedua pemain itu pun mengambil jalan suksesnya masing-masing. Lucas Hernandez, yang kita kenal sebagai pemain FC Bayern berhasil menjuarai Liga Champions Eropa pada tahun 2020. Dia menjadi bagian dari skuad Bavaria yang sukses menghancurkan Paris Saint Germain di partai final.
Sementara itu, Theo Hernandez, yang punya kecepatan luar biasa di sisi kiri berhasil memenangkan trofi prestise itu di musim 2017/18 bersama raksasa Spanyol, Real Madrid. Kini, dia melanjutkan perjalanan luar biasanya bersama dengan raksasa Italia, AC Milan. Dia sukses menjadi andalan dan berniat mengembalikan era kejayaan klub berjuluk I Rossoneri.
Frank & Ronald – (De Boer Brothers)
De Boer bersaudara juga menjadi pemain yang sama-sama berjaya pada masanya. Mereka pernah menjadi andalan timnas Belanda, di mana Ronald de Boer memiliki 67 caps dan mencetak 13 gol sementara Frank memiliki 112 caps. Selain itu, mereka juga pernah berjaya di level klub bersama Ajax Amsterdam. Mereka berdua menikmati kesuksesan bersama dengan raksasa asal Belanda, dimana keduanya sukses menjadi bagian dari era kejayaan Die Amsterdammers di panggung Eropa.
Ronald de Boer terkenal sebagai pemain yang bisa menempati banyak posisi. Di timnas, ia biasa bermain sebagai gelandang serang, penyerang tengah, ataupun gelandang kanan. Di klubnya, Ajax, ia juga bermain di sektor gelandang serang dan juga gelandang kiri. Ronald bermain di Piala Dunia 1994, 1998, dan menjadi pilar di Piala Eropa 1996 dan 2000.
Sementara itu Frank de Boer memiliki posisi sebagai pemain belakang. Ia terkenal akan kecepatannya serta umpan-umpannya yang akurat. Ia juga menjadi spesialis tendangan bebas. Ia merupakan kapten timnas Belanda hingga masa pensiunnya di Piala Eropa 2004.
Menyusul kesuksesan kedua pemain tersebut, tim seperti FC Barcelona, Glasgow Rangers, Al Rayyan, hingga Al Shamal pernah mencicipi kemampuan luar biasa dua pemain itu.
Michael & Brian – (Laudrup Brothers)
Michael dan Brian Laudrup, sama-sama diberkahi dengan skil mumpuni. Mereka benar-benar menjadi pemain yang sangat ditakuti dan dianggap sebagai yang terbaik pada masanya. Mereka menjadi andalan timnas Denmark, dan juga tim yang dibelanya.
Michael Laudrup, pernah begitu berjaya bersama FC Barcelona yang sukses meraih gelar Liga Champions Eropa di tahun 1992. Ketika itu, dibawah asuhan Johan Cruyff, Michael Laudrup menjadi andalan di lini tengah.
Untuk Brian Laudrup, mantan pemain yang kini berusia 51 tahun ini juga pernah meraih kesuksesan bersama AC Milan, ketika menjadi raja di Eropa pada tahun 1994. Sepanjang karirnya, Brian pernah bermain untuk klub-klub seperti Rangers, Chelsea, FC Bayern, hingga Fiorentina.
Selama bertahun-tahun, bakat Michael dan Brian Laudrup akan selalu dikenang sebagai salah satu pemain bersaudara yang sangat berpengaruh dalam dunia sepakbola.
Gary & Phil – (Neville Brothers)
Di antara semua pemain bersaudara yang pernah memainkan permainan kulit bundar di Liga Primer Inggris, Neville bersaudara mungkin menjadi salah satu yang paling terkenal dalam sejarah bersama dengan Charlton bersaudara.
Gary Neville merupakan pemain yang sudah mematenkan tempat bek sayap di skuad Setan Merah asuhan Sir Alex Ferguson. Sementara Phil Neville, dia menjadi pemain yang lebih fleksibel, dimana posisi bek maupun gelandang pernah dicicipinya.
Baik Gary dan Phil merupakan pemain legendaris Manchester United. Gary Neville mengawali karirnya di Manchester United pada tahun 1992 dan pensiun di tahun 2011. Dalam karirnya bersama MU, pria yang kini berusia kepala empat itu telah memenangkan 8 gelar Liga Primer Inggris, 3 FA Cup, serta 2 Liga Champions Eropa.
Sementara itu sang adik, Phil Neville, memiliki waktu bersama MU yang lebih singkat dibanding kakaknya. Phil bergabung dengan The Red Devils di tahun 1995. Ia memutuskan hengkang ke Everton di tahun 2005. Selama kurun waktu 10 tahun di MU, ia telah memenangkan 6 gelar Liga Primer Inggris, 3 FA Cup, dan tentunya 1 Liga Champions Eropa.


