Sepakbola menjadi olahraga paling digemari di dunia. Namun begitu, disini terdapat banyak sekali skandal yang sampai saat ini tidak pernah terlupa. Melanjutkan deretan skandal dalam sepak bola yang sebelumnya, berikut starting eleven sajikan skandal-skandal besar yang pernah terjadi dalam dunia sepakbola.
Kasus Perselingkuhan Ashley Cole
Pengakuan mengejutkan datang dari mantan istri Ashley Cole, Cheryl Tweedy. Penyanyi cantik Inggris itu mengklaim mantan bek Chelsea tersebut tidak pernah melayangkan permintaan maaf lantaran telah berselingkuh.
Sebelum masalah besar terjadi, Ashley Cole dan istrinya, Cheryl merupakan pasangan paling romantis di Inggris. Namun, kisah cintanya dengan Cheryl buyar setelah Ashley Cole ketahuan selingkuh tiga kali, bahkan lebih. Hal tersebut membuat Cole dibenci penggemarnya di Inggris.
Dalam buku autobiografinya, Cheryl: My Story, Cheryl membeberkan skandal perselingkuhan Cole ketika mereka masih menjadi suami istri. Mantan personel grup Girls Aloud itu mengatakan Cole bermain “gila” dengan lebih dari 4 wanita.
Tentunya, kejadian itu membuat Cheryl terluka. Ia bahkan mengisi hari-harinya selama 2 bulan hanya dengan tangisan. Pelantun lagu “Call My Name” ini pun akhirnya mengajukan perceraian. Keduanya pun resmi berpisah pada September 2010.
Kasus Doping Kolo Toure
Pada tahun 2011 lalu, Kolo Toure memegang rekor denda terbesar yang dijatuhkan klub kepada pemainnya. Kolo Toure didenda sebesar 720 ribu pounds atau sekitar 10,3 miliar rupiah, oleh Manchester City menyusul skandal dopingnya.
Dilaporkan, Toure telah diganjar hukuman tak menerima gaji selama enam pekan setelah ia menjalani larangan tampil selama enam bulan menyusul perbuatan kotornya itu.
Ketika itu, kabar tersebut membuat Toure merasa terpukul. Ia merasa bodoh karena telah terjerumus ke dalam skandal doping. Dia juga mengaku sebagai pemain paling bodoh setelah sampai harus melakukan hal itu. Apalagi, dia masih berada dalam masa terbaiknya di Manchester City, meski harus bersaing dengan nama-nama seperti Vincent Kompany hingga Joleon Lescott.
Perselingkuhan Oliver Kahn
Oliver Kahn dianggap sebagai salah satu kiper terbaik sepanjang masa. Dia dikenal sebagai kiper ganas kala wilayah kekuasaannya diganggu.
Akan tetapi, dibalik kewibawaannya di atas lapangan, siapa sangka bila Kahn pernah terlibat skandal perselingkuhan. Ketika itu, Jerman bahkan sempat dihebohkan dengan skandal perselingkuhan sang legenda. Yang membuat khalayak lebih terkejut adalah, kiper legendaris Bayern Munchen itu kedapatan selingkuh dengan gadis 21 tahun Verena Kerth.
Parahnya, Kahn menjalin hubungan terlarang dengan Verena saat istrinya sedang hamil.
Skandal Scommessopoli Serie A
Pada tahun 2012 silam, eks gelandang Chievo Verona, Simone Bentivoglio mengaku harus mempertaruhkan nyawanya saat berupaya mengungkap skandal scommessopoli atau pengaturan skor dan judi. Bentivoglio mendapat teror karena melaporkan kejadian itu kepada pihak berwenang.
Ia terlibat dalam kasus pengaturan skor dan mendapat hukuman dari Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), yakni larangan bertanding selama 13 bulan. Tuduhan yang dialamatkan kepadanya adalah terlibat kesepakatan tawar-menawar mengatur hasil pertandingan saat masih memperkuat Bari.
Dalam sebuah wawancara dengan LaRepubblica, ia menggambarkan sebuah ‘suasana teror lengkap’ mengelilingi sepak bola Italia.
Skandal kasus scommessopoli juga menyeret sejumlah pemain dan pelatih Liga Italia, salah satunya eks Pelatih Juventus, Antonio Conte yang dinyatakan terbukti bersalah dan dihukum sepuluh bulan dilarang bergelut di sepak bola. Conte terseret kasus scommessopoli saat masih membesut Siena. Ia dituntut karena tidak melaporkan upaya pengaturan skor di partai Siena kontra Novara.
Maradona dan Narkoba
Diego Armando Maradona memberikan kontribusi yang sangat besar bagi sepakbola Argentina, namun gaya hidup dan sikapnya di luar lapangan bisa dibilang tak patut ditiru. Pasalnya, Maradona adalah seorang yang kecanduan narkoba dan itu adalah salah satu faktor yang membuatnya menjadi sosok kontroversial.
Maradona mulai kecanduan narkoba sejak 1980-an saat bermain di Spanyol. Ketika itu, Maradona sebenarnya sedang merintis karir untuk bisa menjadi pesepakbola top. Akan tetapi, karena kecanduan yang dialami Maradona saat itu cukup bisa dikontrol, maka sang legenda masih bisa menjalani hari-hari dengan lancar.
Kendati demikian, bukan berarti Maradona tak memiliki kendala sama sekali karena gaya hidupnya yang rusak tersebut. Pada gelaran Piala Dunia 1994, Maradona yang diharapkan mampu membawa Timnas Argentina kembali berjaya, justru harus diusir dari turnamen tersebut lantaran gagal tes doping.
FIFA menemukan lima zat terlarang dari darah Maradona ketika dokter Michel d’Hooghe melakukan pengecekan. Dipercaya zat yang terkandung dalam tubuh Maradona dapat bertindak sebagai stimulan adrenalin untuk meningkatkan energi atau menurunkan berat badan. Atas insiden tersebut, Maradona pun menerima skorsing selama 15 bulan dari dunia sepakbola.
Kasus Narkoba Rio Ferdinand
Mantan Bek Manchester United, Rio Ferdinand, memang belum pernah tertangkap tangan saat mengkonsumsi narkoba, namun ia justru mendapatkan hukuman berat setelah dengan sengaja tidak mengikuti tes obat-obatan terlarang yang diselenggarakan oleh tim kesehatan FA. Saat itu, Ferdinand lebih memutuskan untuk berbelanja.
Ferdinand kemudian didenda sebesar 50.000 pounds oleh FA dan dilarang bermain selama 8 bulan. Hukuman larangan bertanding itu membuat ia harus kehilangan sisa musim dan tidak bisa tampil di Euro 2004.
Ronaldo Tertipu Waria
Ronaldo Luis Nazario, yang saat itu masih membela AC Milan, tengah absen panjang dari lapangan karena cedera. Waktu pemulihannya saat itu juga diisi dengan “bersenang-senang”. Namun lucunya, dia malah salah sasaran karena yang digaetnya ternyata adalah seorang waria.
Entah memang sudah dari awal diniatkan atau timbul secara spontan, yang pasti Ronaldo saat itu ingin memuaskan hasrat kelelakiannya. Alhasil, setelah sebelumnya menyetujui harga, beberapa kupu-kupu malam pun kemudian diboyongnya menuju sebuah motel.
Sialnya di sana baru ketahuan kalau sosok molek yang siap menemaninya di ranjang itu ternyata adalah waria. Ini jelas bukan keinginan Ronaldo. Kedua pihak pun kemudian bersitegang sehingga harus melibatkan aparat polisi setempat.
Kepada polisi, Ronaldo mengaku sudah menawarkan tetap membayar para waria tersebut kendati tak jadi memakai jasanya. Namun sebelum dia pergi, salah satu waria malah minta uang sebesar 30 ribu dolar atau sekitar 280 juta rupiah untuk biaya tutup mulut, agar kisah itu tak bocor ke media. Kubu waria juga menuding kalau Ronaldo memaksa mereka membeli obat-obatan terlarang.
Kedua pihak yang berselisih lantas secara sukarela menyambangi kantor polisi dan menjawab sederet pertanyaan-pertanyaan yang diajukan aparat. Namun pihak kepolisian lebih percaya kepada versi si pemain bola karena para waria malah sudah angkat kaki sebelum pemeriksaan tuntas.


