7 Skandal Memalukan Yang Mencoreng Sepak Bola Part I

spot_img

Dalam sepakbola, skandal menjadi hal yang tak jarang terjadi. Mulai dari dalam hingga luar lapangan, ada sejumlah skandal yang sampai saat ini masih membekas di hati para pecinta sepakbola.

Pada kesempatan kali ini, starting eleven akan coba merangkum skandal memalukan yang mencoreng sepakbola.

Calciopoli

Skandal calciopoli, yang terjadi pada tahun 2006, melibatkan dua divisi profesional tertinggi di sepak bola Italia, yakni Serie A dan Serie B. Skandal ini terungkap pada Mei 2006 oleh polisi Italia, yang mana melibatkan juara liga Juventus, dan tim besar lainnya, termasuk AC Milan, Fiorentina, Lazio, dan Regina.

Dalam skandal itu, terdapat sejumlah transkrip percakapan telepon yang menunjukkan jaringan hubungan antara manajer tim dan organisasi wasit.

Skandal itu pertama kali terungkap sebagai konsekuensi dari penyelidikan jaksa pada sebuah agensi sepak bola terkenal di Italia, GEA World. Transkrip percakapan telepon yang direkam, diterbitkan di surat kabar Italia, dan mengungkap bahwa selama musim 2004/05, direktur umum Juventus, Luciano Moggi dan Antonio Giraudo melakukan percakapan dengan beberapa pejabat dari sepak bola Italia untuk mempengaruhi penunjukan wasit.

Pada tanggal 4 Juli 2006, jaksa Federasi Sepak Bola Italia, Stefano Palazzi, menyerukan semua empat klub yang terlibat dalam skandal pengaturan pertandingan agar diturunkan dari Serie A. Palazzi menyerukan Juventus turun ke Serie C1, dan untuk Fiorentina serta Lazio setidaknya turun ke Serie B. Dia juga meminta hukuman pengurangan poin (enam poin untuk Juventus, tiga untuk Milan, dan 15 untuk Fiorentina dan Lazio). Selain itu, Jaksa juga meminta Juventus dilucuti gelar juara tahun 2005 dan 2006-nya.

Namun pada akhirnya, Juventus ‘hanya’ dijatuhi sanksi berupa degradasi ke Serie B, pengurangan poin hingga 30, dan titel juara musim 2004/05 dan 2005/06 dilucuti. Sementara itu, tim lainnya hanya diberi hukuman pengurangan poin dan tetap berlaga di Serie A.

Perseteruan John Terry dan Wayne Bridge

Di persepakbolaan Inggris, ada sebuah kasus John Terry yang melakukan ‘sliding tackle’ kepada tunangan Wayne Bridge, Vanessa Perroncel.

John Terry dan Wayne Bridge bermain di tim yang sama pada musim 2008/09, Chelsea. Keduanya adalah pemain pilar di klub, begitu juga di timnas Inggris. Ketika itu, mereka berdua sedang dalam performa terbaiknya.

Wayne Bridge menjalin hubungan dengan Vanessa Perroncel sejak 2005, dia adalah seorang model asal Prancis. Sedangkan, John Terry sudah menikah dengan Toni Poole yang merupakan teman masa kecilnya. Namun tiba-tiba sebuah kabar besar terjadi. John Terry dikabarkan membayar sejumlah uang untuk menyuap Vanessa Perroncel agar hubungan gelap mereka tidak terbongkar. Saat itu, Terry ingin menyelamatkan karirnya.

Sebelumnya, Vanessa Perroncel sangat terpukul ketika hubungannya dengan Wayne Bridge kandas. Pada momen itu, dia digambarkan dalam situasi yang ‘sedih dan kesepian’. John Terry kemudian datang menawarkan bantuan. Tapi dengan cepat, dia beralih dari seorang penghibur menjadi kekasih dalam hubungan selama empat bulannya

Setelah kasus perselingkuhan John Terry dan Vanessa Perroncel mencuat, Wayne Bridge marah besar. Dia langsung memutus komunikasi dengan sang kapten Chelsea dan timnas Inggris. Hubungan baik mereka seketika hancur.

Skandal Wasit Robert Hoyzer

Skandal pengaturan skor dan perjudian sepak bola terbesar di Jerman terungkap pada 2005. Pasalnya tahun berikutnya negara itu bakal menggelar ajang Piala Dunia.

Meski tindak perjudian dan pengaturan skor itu melibatkan satu wasit, Robert Hoyzer, tetapi beberapa pemain, pelatih, dan manajemen tim dituding terlibat dalam tindak kriminal itu. Beruntung skandal itu terjadi di liga Divisi Satu dan Dua. Hal itu terbongkar setelah empat wasit, yakni Lutz Michael Frolich, Olaf Blumenstein, Manuel Grafe, dan Felix Zwayer, melaporkan Robert Hoyzer ke Asosiasi Sepakbola Jerman karena terlihat mencurigakan. Setelah tahu dilaporkan, dia mundur dari jabatannya.

Diceritakan, Hoyzer terlihat sering bertemu dengan tiga orang diduga jaringan sindikat judi asal Kroasia. Sejak itu mereka diawasi polisi. Pada Januari 2005, beberapa orang yang diintai ditangkap. Diduga dari aktivitas itu mereka meraup untung sekitar 2 juta euro atau setara 23,2 miliar rupiah.

Sejak saat itu, Hoyzer dilarang menjadi wasit seumur hidup dan beberapa anggota sindikat judi itu dipenjara dengan masa tahanan bervariasi.

Doping Adrian Mutu

Masih ingat kasus besar Adrian Mutu pada 2003 silam? Bila lupa, kami akan sedikit mengingatkannya. Tepat pada Agustus 2003 silam, Chelsea seperti membeli kucing dalam karung.

Alih-alih menjadi bintang, Mutu malah membohongi Chelsea. Ini setelah sosok asal Rumania itu dinyatakan positif memakai kokain pada Oktober 2004. Singkat cerita, Chelsea pun meminta Mutu membayar ganti rugi senilai 17 juta Pounds.

Pembunuhan Andres Escobar

Penggawa Timnas Kolombia, Andres Escobar, tutup usia dengan cara tragis. Sang pemain meninggal dengan diberondong tembakan setelah dirinya menjadi ‘kambing hitam’ atas kegagalan Kolombia di Piala Dunia 1994.

Meski menjadi salah satu pemain penting, Escobar, ketiban sial di penyisihan grup Piala Dunia. Berhadapan dengan Amerika Serikat, Escobar melakukan blunder saat coba mengantisipasi tendangan John Harkes. Alih-alih mengamankan gawang, bola malah masuk ke gawangnya sendiri.

Alhasil Kolombia menyerah 1-2 dari tuan rumah. Meski menang di pertandingan terakhir melawan Swiss, Kolombia harus angkat koper dari kejuaraan sepak bola terakbar tersebut. 10 hari usai gol bunuh diri tersebut, Escobar tewas di kota kelahirannya dengan 12 peluru bersarang di tubuhnya. Kabar menyebut, orang tak dikenal yang menembak Escobar berteriak “Gol “ kala memberondong tubuh sang pemain.

New York Times menyebut kelompok penyerang Escobar merupakan utusan kartel Narkoba yang rugi besar akibat gol bunuh diri si pemain.

Perselingkuhan Ryan Giggs

Nama Ryan Giggs ternyata tak hanya terkenal sebagai seorang pemain sayap lincah legendaris Manchester United. Dibalik sikapnya yang kalem dan pendiam, Giggs ternyata seorang pria hidung belang yang kerap bergonta-ganti pasangan. Salah satu skandal terbesarnya adalah bersama Imogen Thomas.

Model dan aktris asal Wales ini mengakui perselingkuhannya dengan Ryan Giggs pada 2011. Dia mengatakan bahwa hubungan itu hanya berjalan selama 7 bulan saja.

Imogen yang juga pernah berpacaran dengan pesepakbola asal Inggris, Jermain Defoe, menyatakan bahwa mereka bertemu di sebuah klub di London. Setelah bercengkrama sesaat, Giggs pun langsung mengajaknya ke hotel dan keduanya bermalam bersama.

Sejak saat itu, menurut Imogen, Ryan Giggs kerap merayunya dengan pesan-pesan singkat. Namun setelah itu tak jelas kenapa hubungan Miss Wales 2003 dan Giggs itu akhirnya putus.

Lima pemain timnas Meksiko positif doping

Pada tahun 2011 silam, lima pesepakbola tim nasional Meksiko dinyatakan positif menggunakan doping. Penjaga gawang Guillermo Ochoa, bek Francisco Rodriguez, Edgar Duenas serta gelandang Antonio Naelson dan Christian Bermudez, saat itu dipisahkan dari anggota tim nasional Meksiko lainnya yang tengah mengikuti Piala Emas Concacaf di Amerika Serikat.

Otoritas sepakbola Meksiko dalam tanggapannya menyatakan kalau kelima pemain tersebut diyakini tanpa sengaja mengkonsumsi doping, dan penyelidikan menyeluruh telah dilakukan.

Badan sepakbola Meksiko juga meyakini kalau para pemainnya tersebut tidak bersalah. Para pemain ini dinyatakan memakai doping jenis clenbuterol, yang digunakan untuk merilekskan otot dan bisa meningkatkan kapasitas kebugaran.

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru