Balas Dendam, itulah yang ada di pikiran Dejan Lovren ketika melihat Mohamed Salah dicederai oleh Sergio Ramos. Pertandingan final Liga Champions tahun 2018 menyisakan kenangan pahit, tidak hanya bagi Liverpool, namun juga bagi Mohamed Salah. Penyerang asal Mesir itu hanya bermain selama 30 menit awal. Hal itu setelah ia alami cedera serius pada bahu kirinya akibat dijatuhkan Ramos.
Banyak pihak menilai Ramos sengaja mencerai penyerang andalan Liverpool tersebut. Sebab, Salah merupakan sosok yang berbahaya di lini depan tim Liverpool. Dengan tak bermainnya Salah di sisa waktu pertandingan, lini serang Liverpool menjadi pincang dan hal itu dimanfaatkan Real Madrid untuk mengalahkan mereka, sekaligus menyegel gelar Liga Champions ketiga mereka secara beruntun.
Apa yang dilakukan Ramos terhadap Salah ternyata membuat Dejan Lovren geram dan marah. Ia ingin membalas kelakuan Ramos terhadap Salah. Perlu diketahui bahwa Lovren merupakan sahabat dekat Salah. Selama di Liverpool, pemain asal Kroasia itu punya hubungan akrab dengan si raja Mesir, baik di dalam mau pun luar lapangan.
Namun kedekatan mereka di Liverpool berakhir setelah Lovren memutuskan hijrah ke Zenit Saint Petersburg di musim panas 2020. Kepergian Lovren dari Anfield rupanya menyisakan kesedihan bagi Salah. Tepat di hari hengkangnya Lovren, Salah memberi pesan perpisahan menyentuh yang diunggah akun Twitter Liverpool. Ia mengaku bakal sangat merindukan sobat karibnya tersebut.
Menariknya, pesan perpisahan Salah itu langsung ditanggapi Lovren. Lovren menyampaikan jika persahabatan di antara mereka berdua tidak akan terputus hanya karena berbeda klub atau terlampau jarak yang jauh.
Sebagai seorang sahabat, Lovren jelas tak terima Salah dicederai Ramos di partai penting seperti final Liga Champions. Ia pun kemudian berhasil membalas dendam atas apa yang diperbuat oleh Ramos terhadap Salah.
Beberapa bulan pasca final Liga Champions 2018, Lovren kembali bertemu Ramos. tetapi dalam kompetisi antarnegara, tepatnya di ajang UEFA Nations League di Stadion Maksimir, 15 November 2018.. Kala itu, Lovren yang membela Kroasia sukses menenggelamkan Spanyol. Lovren menyikut Ramos dalam pertandingan yang berkesudahan dengan kemenangan 3-2 timnas Kroasia atas timnas Spanyol tersebut.
Seusai pertandingan yang dimenangi negaranya tersebut, Lovren ditanya tentang sikapnya terhadap Ramos. Bek berusia 31 tahun itu, yang kini bermain untuk Zenit, mengaku sengaja menyikut Ramos dalam pertandingan tersebut, di mana ia kemudian mendapat larangan tampil satu pertandingan.
“Saya menyikutnya dengan baik. Haha! 3-2! Silakan bicara sekarang sobat. Sobat!” Ucap Lovren (Dikutip Talksport).
Lovren beralasan bahwa ia melakukan hal tersebut karena ingin membalas tindakan Ramos kepada sahabatnya, yakni Mohamed Salah.
“Saya sengaja memukul Ramos karena mencederai Salah? Ya,” Ucap Lovren (Dikutip Liverpoolecho).
“Saya tidak mau membesar-besarkan cerita, tetapi menurut saya yang dilakukan Ramos sengaja untuk mencederai teman saya. Jadi, tiba saatnya membayar apa yang telah dia lakukan,”.
Lovren sendiri sebenarnya menghormati Sergio Ramos sebagai pemain. Akan tetapi, dia tidak suka dengan sisi lain Ramos. “Saya menghormati Ramos sebagai seorang pemain dan apa yang ia lakukan untuk timnya. Ia telah memenangkan banyak gelar, tetapi di sisi lain, ia melakukan beberapa perilaku yang tidak saya sukai dan merugikan para pemain.“.
Menurut Lovren, apa yang dilakukan Ramos kepada Salah berdampak besar terhadap performa Liverpool. Ia menilai, The Reds bermain jauh lebih bagus daripada Madrid sebelum akhirnya Salah cedera dan si raja mesir harus absen selama 18 hari sejak saat itu.


