Perjalanan Wigan Atletic: Juara Piala FA Sekaligus Terdegradasi Dari Liga Inggris

spot_img

Tepat pada 11 Mei 2013, Stadion Wembley menjadi saksi kehebatan Wigan Athletic. Sebab, pada hari itu, klub asuhan Roberto Martinez berhasil menjuarai Piala FA usai mengalahkan tim kuat Manchester City dengan skor 1-0. Kemenangan Wigan atas City merupakan salah satu kejutan terbesar di Piala FA sejak Wimbledon mengalahkan Liverpool di final Piala FA 1988.

Tak bisa dimungkiri bahwa pada musim 2012/13, Wigan menjalani musim yang cukup gemilang bahkan cenderung aneh. Pasalnya klub berjuluk The Latics tersebut juga terdegradasi dari pentas Liga Primer Inggris. Karena hal itu, Wigan menjadi klub pertama yang menjuarai piala FA sekaligus terdegradasi dari Liga Primer Inggris di musim yang sama.

Gelar Piala FA 2013 sendiri merupakan pencapaian tertinggi Wigan dalam sejarah klub tersebut. Dalam percaturan sepakbola negeri pangeran Charles, Wigan hanyalah klub kelas bawah yang tak punya nama besar seperti Liverpool, Chelsea, Manchester United ataupun Arsenal.

Sebelum trofi piala FA menghiasi lemari mereka, prestasi terbaik Wigan cuma menjuarai Liga-Liga divisi bawah sepakbola Inggris. Tercatat mereka pernah memenangkan gelar League One atau kasta ketiga Liga Inggris musim 2003/04 dan League Two pada musim 1996/97.

Dua trofi tersebut cukup menggambarkan bahwa Wigan bukanlah tim yang spesial. Mereka hanya tim underdog yang sering keluar masuk Liga Primer atau kasta teratas sepakbola Inggris. Sehingga raihan trofi piala FA pada 2013 menjadi kebanggaan tersendiri bagi mereka.

Gengsi Piala FA sendiri mungkin kalah dari Liga Primer Inggris. Akan tetapi, kompetisi tertua di dunia itu selalu punya tempat terhormat di kalangan tim asal Inggris. Klub-klub dari divisi rendah atau tim yang sama sekali tidak diunggulkan kadang kala muncul sebagai penantang gelar. Dan Wigan menjadi salah satu klub tersebut.

Pada musim 2012/13, selain berpartisipasi di ajang Liga Primer Inggris. Wigan juga tampil di ajang piala FA. Pada ajang piala FA, Perjalanan Wigan menuju tangga juara tidaklah terlalu mulus. Wigan selaku kontestan Liga Primer berhak mengawali kompetisi Piala FA langsung dari putaran ketiga. Pada fase ini, Wigan harus susah payah untuk menyingkirkan tim dari kasta ketiga, Bournemouth. Sempat imbang 1-1 di laga pertama, Wigan lalu menang 1-0 pada laga ulangan di kandang Bournemouth.

Pertandingan pertama memang berjalan sulit, tapi tidak pada laga-laga berikutnya. Pada putaran keempat, The Latics menang 1-0 atas Macclesfield Town. Lalu pada putaran kelima, Wigan menyingkirkan Huddersfield setelah memenangkan pertandingan dengan skor 4-1.

Wigan yang saat itu diperkuat para pemain seperti kiper fenomenal asal Oman, Ali Al-Habsi, kemudian Callum McManaman, Rojer Espinoza hingga Emmerson Boyce, akhirnya sukses melaju ke putaran keenam atau babak perempatfinal. Di babak tersebut Wigan menghadapi tim kuat Everton di stadion Goodison Park, yang notabene adalah markas Everton.

Keajaiban terjadi disini, Everton yang tampil di bawah dukungan suporternya, gagal mengatasi permainan cerdik yang diperagakan Wigan. Pasukan David Moyes terpaksa tunduk dengan skor 3-0 yang semua golnya tercipta hanya dalam selang waktu empat menit.

Gol pertama Wigan terjadi pada menit ke-30, Menerima umpan sepak pojok Jordi Gomez, Maynor Figueroa dengan sigap berhasil menanduk bola untuk membobol gawang Everton yang dikawal Jan Mucha. Tiga menit berselang, McManaman menggandakan keunggulan Wigan setelah tendangan kaki kanannya melaju deras ke pojok kiri gawang The Toffees. Setelah itu, Jordi Gomez membawa Wigan memperbesar skor melalui sepakan kerasnya dari luar kotak penalti.

Hingga pertandingan berakhir, skor 3-0 untuk Wigan tak berubah. Hasil ini membawa Wigan melaju ke babak berikutnya, karena sistem Piala FA yang dipakai tidak menggunakan pertandingan dua leg. Kemenangan Wigan atas Everton ini juga merupakan kemenangan bersejarah. Sebab untuk pertama kali mereka berhasil mencapai semifinal Piala FA.

Di babak semifinal, Wigan berjumpa dengan tim dari divisi Championship atau kasta kedua Liga Inggris, Millwall. Babak semifinal sendiri digelar di stadion kebanggaan masyarakat Inggris, Wembley. Wigan tidak butuh waktu lama untuk unggul terlebih dulu, tepat di menit ke-24, sepakan voly gelandang serang Shaun Maloney mengoyak jala Millwall.

Hingga turun minum, skor ini tidak berubah. Setelah jeda, Wigan masih dominan dalam mengkreasi penciptaan peluang. Pada menit 76, Wigan menambah keunggulan menjadi 2-0 lewat serangan balik hasil kreasi Gomez dan dituntaskan dengan baik oleh McManaman yang sempat mengecoh kiper Millwall, Forde. Skor ini tak berubah hingga peluit akhir dibunyikan dan Wigan pun kembali mencatat sejarah, karena untuk pertama kalinya mereka melaju ke final piala FA.

Di babak final, Wigan dipertemukan dengan Manchester City. Pada laga yang dihelat di Wembley, Wigan di atas kertas sangat tak diunggulkan. The Cityzen yang saat itu dipimpin oleh Roberto Mancini disebut-sebut bakal menang mudah. Selain karena faktor sosok pelatih berpengalaman, City juga mempunyai skuad yang sangat mumpuni.

Namun bukannya jadi bulan-bulanan juara bertahan Liga Inggris tersebut, Wigan justru tampil spartan dan sesekali memberi ancaman. Hingga waktu turun minum, mereka sukses menahan imbang City dengan skor kacamata. Di babak kedua, Wigan tampil menggila usai City harus bermain dengan sepuluh pemain karena Pablo Zabaleta diusir wasit pada menit ke-84, .

Sadar waktu akan segera berakhir, The Latics langsung mengambil inisiatif menyerang. Terbukti, mereka mampu memecah kebuntuan pada masa injury time. Adalah Ben Watson, pemain pengganti yang sukses mencetak gol memanfaatkan umpan sepak pojok. Ia mengalahkan lompatan Gael Clichy untuk menyundul bola masuk ke gawang Joe Hart. City, yang dua tahun sebelumnya menjadi juara, tak punya banyak waktu dan kesempatan lagi untuk membalas gol yang sangat mengejutkan itu. City pun kalah dan Wigan berpesta.

Di stadion Wembley, Wigan memang berpesta, tetapi musim 2012/13 belum habis, mereka masih harus berjuang di Liga Inggris, bukan untuk merebut trofi juara atau meraih tiket ke kompetisi eropa, namun untuk lolos dari ancaman degradasi. Dave Whelan, selaku presiden Wigan bahkan rela menukar trofi Piala FA dengan tiga poin di Liga Inggris. Saat itu, posisi Wigan di Liga Inggris memang benar-benar terancam, karena mereka masih berkutat di urutan ke-18.

“Saya sangat bangga (dengan keberhasilan Wigan juara Piala FA). Namun, sekarang, jika ada yang meminta saya piala itu untuk ditukar dengan kemenangan di kandang Arsenal, saya takkan menolak,”

Ya, pada pekan ke-37 atau empat hari setelah merengkuh trofi piala FA, Wigan harus melawan Arsenal di stadion Emirates. Pada pertandingan ini, Wigan dituntut untuk meraih poin guna memperpanjang nafas bisa bertahan di Liga Inggris.

Meski demikian, takdir berkata lain. Wigan harus menyerah 1-4 dari tim meriam london. Kekalahan itu membuat Wigan terdegradasi ke divisi dua Liga Inggris. Sebab, poin yang mereka kumpulkan, yakni 35 hingga menyisakan satu laga tersisa tak mampu untuk mengejar poin tim-tim yang berada di atas mereka. Klub yang bermarkas di DW Stadium itu mengakhiri Liga Primer Inggris dengan menempati urutan ke-18 dengan total poin 36, hasil dari 9 kemenangan, 9 imbang dan 20 kekalahan.

Setelah musim 2012/13 berakhir, Roberto Martinez yang melatih Wigan sejak 2009 mengundurkan diri dari jabatannya. Sejak musim itu, Wigan terus alami penurunan performa, mereka sempat kembali berada di kompetisi kasta ketiga Inggris pada musim 2015/16. Hingga sekarang, klub yang berdiri pada 1932 itu belum mampu kembali naik ke kompetisi teratas sepakbola Inggris.

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru