Bagaimana Jurgen Klopp Membuat Borussia Dortmund Membangun Kerajaan Kejayaan?

spot_img

Pada masanya, Borussia Dortmund pernah menjadi klub terbaik di Jerman. Raihan 8 title Bundesliga menjadi bukti bahwa tim dengan warna khas kuning-hitam itu pernah merajai negeri yang beribukota di Berlin tersebut.

Dortmund memenangkan Liga Jerman untuk kali pertama pada 1956, setahun kemudian mereka berhasil mempertahankan gelarnya itu. Lalu pada 1963 Dortmund merebut trofi ketiganya di Liga Jerman. Setelah itu, selama tiga dekade lamanya, Dortmund tak pernah lagi menjuarai kompetisi kasta teratas Liga Jerman. Baru pada era 90-an, Di Bawah asuhan pelatih Ottmar Hitzfeld, Dortmund kembali bangkit menjadi penguasa Jerman dengan meraih dua gelar Bundesliga serta satu trofi Liga Champions.

Terkecuali kepemimpinan Matthias Sammer yang awet selama empat tahun, yakni sejak 2000 hingga 2004 dan sempat menghasilkan satu titel Bundesliga, Dortmund limbung sepeninggal HItzfeld dan kerap bergonta-ganti pelatih.

Bahkan pengelolaan finansial yang buruk membuat Dortmund sempat dua kali berada di ambang kebangkrutan pasca pergantian milenium. Klub rival, Bayern Munchen, turut membantu di masa krisis dengan memberikan pinjaman 2 juta euro pada 2003 untuk membantu menyehatkan keuangan Dortmund.

Terlepas dari gelar Bundesliga yang mereka raih pada tahun 2002, performa Dortmund pada dekade pertama milenium baru amat mengecewakan. Sejak 2004 hingga 2008, Bert van Marwijk, Jurgen Rober, dan Thomas Doll silih berganti menjadi juru taktik Borussia Dortmund.

Prestasi Dortmund ketika ditangani ketiga pelatih tersebut tidaklah baik. Pada musim 2005/06, Dortmund hanya bertengger di peringkat ke 7 Bundesliga, musim berikutnya posisi mereka melorot ke urutan ke-9. Dan semusim berselang turun ke posisi 13.

Akan tetapi, setiap orang tidak selamanya akan berada dalam keterpurukan. Hal ini pula yang terjadi pada Dortmund. Lambat laun mereka mulai bisa bernafas lega karena banyak perubahan yang mereka dapatkan. Tak hanya dari segi finansial, prestasi Dortmund juga mulai menunjukan kebolehan.

Momentum kebangkitan itu terjadi pada mei tahun 2008 ketika seorang bernama Jurgen Klopp hadir di sana. Terpilihnya Klopp menjadi pelatih Dortmund adalah bagian dari strategi perubahan di klub tersebut, yaitu ‘memproduksi’ pemain sepak bola dan bukan membeli.

Klopp dikenal sebagai pelatih yang visioner. Ia mampu membuat suatu klub yang namanya saja mungkin asing bagi para penggemar sepakbola, tiba-tiba menjadi topik pembicaraan. Ketika melatih di Mainz, sebelum dipinang Dortmund, Klopp mampu menyelamatkan Mainz dari jurang degradasi Bundesliga. Itulah yang menjadi alasan petinggi Dortmund berani merekrut juru latih yang kini membesut Liverpool tersebut.

Pada hari-hari pertamanya di ruang ganti Dortmund, Klopp dengan penuh semangat memperkenalkan revolusi permainan ala dirinya kepada anak asuhnya. Selain itu, Klopp juga mulai menggunakan kebijakan memakai pemain muda dan mendidik mereka agar menjadi pemain bintang daripada harus membeli pemain yang sudah matang. Klopp jauh lebih memilih membeli pemain setengah jadi atau pemain-pemain muda berbakat untuk seterusnya dikembangkan menjadi pemain hebat.

Dalam waktu tiga musim, para pemain seperti Jakub Błaszczykowski dan Robert Lewandowski dibeli dengan harga murah dari Polandia. Neven Subotić, Mats Hummels, Sven Bender, Kevin Groskreutz dan Łukasz Piszczek dibeli dengan jumlah yang sama kecilnya dari klub-klub di Jerman. Lalu ada Lucas Barrios dan Shinji Kagawa masing-masing diimpor dari Chili dan Jepang; sementara Mario Götze dipromosikan ke tim utama dari akademi. Kumpulan pemain itulah yang nantinya akan membentuk sebuah kerajaan yang dibangun oleh Jurgen Klopp.

Hasil revolusi Klopp bersama Dortmund terlihat jelas. Di musim pertamanya 2008/09, Klopp berhasil mengangkat Dortmund dari posisi 13 pada musim sebelumnya, menjadi posisi 6. Musim berikutnya, Klopp menempatkan Dortmund di peringkat 5 serta memberikan gelar piala super Jerman.

Prestasi terbaik Klopp bersama Dortmund baru terlihat sangat jelas di musim ketiganya. Polesan Klopp membuahkan hasil ketika nama-nama yang semula asing seperti Mario Goetze, Shinji Kagawa, Mats Hummels, Robert Lewandowski, dll berhasil membawa klub itu menjadi jawara Bundesliga.

Bahkan, Kagawa, Götze, dan Lewandowski menjadi aktor penting dalam permainan menyerang Dortmund. Pada musim tersebut, Dortmund sukses mengumpulkan 75 poin, hasil dari 23 kemenangan, 6 hasil imbang dan 5 kekalahan. Mereka berada diatas Bayer Leverkusen dan Bayern Munchen yang menghuni posisi kedua dan ketiga.

Di musim berikutnya 2011/12, Klopp semakin membuat Borrusia Dortmund makin ganas. Mereka berhasil mengawinkan dua gelar, yakni Juara liga, dan piala Jerman atau DFB Pokal dengan mengalahkan Bayern Munchen dengan skor 5-2.

Pada musim itu, Dortmund berhasil mengumpulkan sebanyak 81 poin di Bundesliga. Saat itu, raihan tersebut menjadi yang paling tinggi sepanjang sejarah kompetisi tersebut. Berkat tangan dinginnya pula, Klopp berhasil memenangkan penghargaan pelatih Jerman terbaik tahun 2011 dan 2012.

Kesuksesan Klopp membawa Dortmund menjadi jawara Bundesliga dua kali secara beruntun, sekaligus memutus dominasi Bayern Munchen. Seperti dijanjikan Klopp di konferensi pers pertamanya, Dortmund dibuatnya bermain atraktif dengan tempo tinggi dan umpan-umpan cepat.

Transisi menjadi kunci dari taktik Klopp, yakni gegenpressing. Targetnya adalah memberikan tekanan di garis pertahanan lawan, lalu menciptakan peluang dan tendangan ke gawang secepat mungkin. Segenap skuad ikut andil dalam pertahanan maupun konstruksi serangan, semua terlibat dalam dua proses tersebut, termasuk transisi di tengahnya. Tak hanya efektif, gaya main ini juga mencuri perhatian Eropa, sepak bola yang disebut Klopp sebagai sepak bola ‘heavy metal’.

Permainan Dortmund mungkin sedikit mirip dengan tiki-taka-nya Barcelona. Namun menurut Klopp, Dortmund sedikit berbeda. Dortmund tidak mau lama-lama menguasai bola seperti yang dilakukan El Barca. Ia yakin dengan permainan yang terbuka dan ngotot, mengurung permainan lawan melalui serangan cepat ke jantung pertahanan adalah yang disukai dan diminta fans Dortmund.

Selain dalam hal taktik, salah satu kelebihan Klopp lainnya dalam melatih adalah kemampuannya terhubung secara emosional dengan para pemain. Sebagai contoh, ia memuji Lionel Messi sebagai pemain yang hebat, dan menjadikan Messi serta Barcelona untuk ditiru oleh para pemainnya.

Bukan dari segi permainan, melainkan semangat yang ditunjukkan Blaugrana. Klopp tidak menunjukkan video permainan Barca, tetapi foto-foto Messi dan rekan-rekannya merayakan tiap gol. Hal itulah yang dipercaya mampu menambah semangat anak asuhnya di Borussia Dortmund.

Setelah sukses pada dua musim sebelumnya, performa Dortmund mulai menurun di musim 2012/13. Mereka kalah di Piala Super Jerman dan hanya mampu finish di posisi dua Bundesliga. Akan tetapi, di satu sisi Dortmund berhasil mewujudkan mimpinya dengan tampil di final Liga Champions pertama sejak 1996/1997. Sayang, Klopp gagal membawa timnya mengalahkan Bayern Munchen di final.

Musim selanjutnya, Dortmund kembali menempati posisi dua Bundesliga namun berhasil memenangkan Piala Super Jerman. Dan yang tak kalah penting, Die Borussen berhasil melaju hingga babak perempat final Liga Champions Eropa.

Musim terakhir Klopp dengan Dortmund, yakni pada 2014/15 jauh lebih buruk lagi. Klubnya berada di posisi ketujuh. Tetapi ia berhasil membawa Dortmund ke final DFB Pokal, di mana mereka kalah dari Wolfsburg. Dortmund dan Klopp memutuskan ‘pisah’ setelah musim itu, setelah bekerjasama tujuh tahun.

Kiprah Klopp bersama Dortmund bisa dibilang sangat menawan. Membesut tim sejak 2008, Klopp secara bertahap membangun kembali Dortmund yang sempat terpuruk dalam beberapa musim sebelumnya. Di Dortmund sendiri, awalnya Klopp sering memakai formasi 4-4-2. Seiring berjalannya waktu, Klopp menerapkan 4-2-3-1 dan lebih sering menggunakannya.

Pada 2013, Mantan bek Dortmund, Christoph Metzelder, menilai Jurgen Klopp adalah otak di balik sukses Die Borussen.”Borussia Dortmund telah menampilkan kemajuan dalam beberapa tahun terakhir, melalui gaya bermain yang sangat dominan, ala Jurgen Klopp. Karena keberhasilan dan pendapatan tambahan mereka, Dortmund kini punya skuad berkualitas,”

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru