Mimpi Timnas Indonesia untuk berlaga di Piala Dunia 2026 terus dirajut. Salah satu caranya adalah dengan menambah kekuatan lewat pemain naturalisasi yang kini bermain untuk klub-klub di Eropa. Bergabungnya pemain naturalisasi terbukti telah membuat Indonesia makin kompetitif.
Tiga nama telah diumumkan PSSI untuk bergabung ke dalam tim asuhan Patrick Kluivert. Emil Audero, Joey Pelupessy dan Dean James akan bergabung dengan Jay Idzes dan kawan-kawan. Setelah sebelumnya Ole Romeny dipastikan bergabung pada akhir 2024 lalu.
Lantas mengapa PSSI memilih tiga pemain tersebut? Mari kita ulas bersama.
Namun sebelumnya, kalian bisa klik tombol subscribe dan nyalakan lonceng notifikasi agar tak ketinggalan konten terbaru dari Starting Eleven.
Profil Emil Audero
Sosok Emil Audero sudah banyak diisukan masyarakat Indonesia. Kiper Palermo yang mempunyai darah Italia tersebut sudah sering disebut namanya untuk memperkuat Timnas Indonesia. Ayahnya, Edy Mulyadi berasal dari Indonesia dan Ibunya, Antonela Audero berasal dari Italia. Dia pindah bersama keluarganya ke kampung halaman ibunya di Cumiana, Italia pada tahun 1998.
Emil kecil mengawali karirnya bersama Juventus Youth pada usia 11 tahun. Setelah kepergian Rubinho pada tahun 2016, Audero dipromosikan menjadi penjaga gawang pilihan ketiga klub di belakang Gianluigi Buffon dan Neto untuk musim 2016–17. Debutnya di Juventus terjadi pada laga versus Bologna di laga terakhir Serie A musim 2016/2017.
Pada laga debutnya Emil Audero gagal menjaga gawang Juventus dari kebobolan meskipun tampil 90 menit. Namun, permainan Emil waktu itu dinilai cukup baik. Sebagai penjaga gawang, Emil pernah memperkuat tim Italia dari U-15 sampai U-21. Meski di Juventus, Emil tak pernah mendapat tempat.
Oleh La Vecchia Signora, Emil justru hanya dipinjamkan. Venezia dan Sampdoria adalah dua tim yang pernah meminjam Emil. Nah, kala dipinjamkan ke Sampdoria pada musim 2018/19, Emil Audero berhasil memikat dengan 12 clean sheet dalam 37 penampilan. Berkat performa apik itu, ia dipermanenkan pada kurun waktu 2019-2024. Setelahnya, Audero dipinjamkan ke Inter Milan pada rentang waktu 2023-2024.
Prestasi tertinggi diraih Mulyadi saat memperkuat Inter Milan. Ia meraih gelar juara Serie A pada 2023/2024 dan Piala Super Italia 2023. Secara keseluruhan, Emil Audero bermain 169 kali bersama Sampdoria, enam kali bersama Inter Milan, sekali bersama Juventus, dan 39 kali bersama Venezia.
Penjaga gawang berusia 28 tahun tersebut pindah ke Como pada 2024 sebelum akhirnya pada 2025 dipinjamkan ke Palermo yang berkompetisi di Serie B hingga akhir musim ini. Sebagai penjaga mistar utama Palermo, Emil Audero telah tampil dalam tiga laga, mencatatkan satu kali clean sheet dan kebobolan empat gol.
Posisi Emil Audero di Timnas
Upaya meyakinkan Emil Audero untuk berpindah kewarganegaraan memang tak mudah. Pria yang mempunyai nama belakang Mulyadi tersebut sudah bertahun-tahun menjadi incaran PSSI untuk direkrut menjadi penjaga gawang. Namun tak kunjung berhasil, karena satu dan lain hal.
Bahkan ayah Emil sempat melontarkan pernyataan yang terkesan ngenyek dengan bilang bahwa anaknya tidak punya minat untuk bergabung dengan Timnas Indonesia. Jawaban Edy Mulyadi dinilai cukup realistis mengingat putranya adalah kiper kelas dunia yang saat itu membela klub Serie A, Sampdoria.
Namun kini sungguh berbeda, melihat perkembangan Timnas Indonesia, terutama keseriusan PSSI, mulai dari Piala Asia 2023 hingga Kualifikasi Piala Dunia 2026. Pria yang memiliki nama akhir Mulyadi itu perlahan mulai berubah pikiran dan menerima tawaran PSSI untuk memperkuat timnas.
Kedatangan Emil Audero disinyalir mampu meringankan beban yang selama ini dipikul Paes sendirian. Ketika menghadapi pertandingan yang sengit, ada kemungkinan Maarten Paes absen karena cedera atau akumulasi, mengingat Paes sendiri sudah mendapat kartu kuning. Tanpa mengecilkan kualitas kiper lokal, kehadiran Emil Audero bisa menjadi pelapis yang sepadan. Dengan segudang pengalaman yang ia miliki bersama tim papan atas Serie A, PSSI yakin Emil mampu menampilkan performa apik.
Profil Joey Pelupessy
Nama kedua yang akan segera merapat adalah Joey Pelupessy. Joey lahir di Almelo, Belanda, 15 Mei 1993. Dilihat dari namanya, pemain jebolan akademi Twente itu jelas merupakan keturunan Maluku.
Joey mengawali karier profesional sebagai pesepakbola pada 2013. Saat itu, Twente yang menjadi klub pertamanya. Debut profesional Joey terjadi pada usia 19 tahun. Ia kemudian menembus tim akademi Twente dan pernah dilatih oleh Patrick Kluivert serta Denny Landzaat. Jadi ya jelas Kluivert dan Landzaat sudah hafal banget dengan cara permainan Joey.
Setelah itu, Joey setidaknya memperkuat lima klub lain dalam perjalanan kariernya di sepakbola. Heracles Almelo dan Sheffield Wednesday pada 2021. Setelah itu, ia bermain di klub Turki, Giresunspor, pada 2021. Pada 2022, ia kembali ke Belanda dan membela FC Groningen, sebelum akhirnya pindah ke Lommel SK di Belgia.
Heracles Almelo dan Sheffield Wednesday menjadi dua klub yang paling lama diperkuat Joey. Di Sheffield Wednesday ia dilatih oleh pelatih keturunan Maluku, Jos Luhukay.
Meski baru didatangkan pada bursa transfer musim panas 2022, performa Pelupessy membuat FC Groningen memercayakan ban kapten padanya.
Pemain bertinggi 180 cm ini merupakan gelandang bertahan yang kini merumput di kasta kedua Liga Belgia bersama Lommel SK. Sejauh ini, Joey telah bermain sebanyak 4 pertandingan di Liga Belgia dan mencetak 1 assist.
Posisi Joey Pelupessy di Timnas
Untuk posisi gelandang, Timnas Indonesia belum mempunyai banyak pemain diaspora. Sejauh ini hanya ada Thom Haye dan Ivar Jenner atau terkadang Nathan Tjoe-A-on yang mengisi posisi tersebut. Nah, pria bermarga Pelupessy tersebut akan menjadi salah satu pesaing baru bagi Thom Haye di lini tengah Timnas Indonesia. Kehadiran Joey Pelupessy jelas akan menjadi tenaga baru di lini tengah Timnas Indonesia.
“Kami coba ajak bicara, dan akhirnya Joey Pelupessy mau. Dia ada keturunan Maluku, terakhir menjadi kapten di klubnya. Saya rasa dia bisa mendukung lini tengah kita yang saat ini memang kekurangan,” lanjut Erick Thohir dikutip dari Skorid.
Kedatangan pemain Lommel SK ini diyakini mampu menjadi super sub gelandang bertahan bagi Timnas Indonesia. Mengingat stamina Thom Haye yang selalu ngos-ngosan dan tidak selalu kuat bermain full satu pertandingan, sementara Joey juga bisa mengantisipasi apabila performa Ivar Jenner angin-anginan.
Kedatangan Joey Pelupessy juga menggantikan isu hadirnya Jairo Riedewald yang sangat alot untuk bergabung dengan Timnas Indonesia. Berdasarkan kabar dari Ketum PSSI, Erick Thohir, naturalisasi Jairo Riedewald belum bisa diproses. Urusan berkas menjadi penyebab sulitnya proses naturalisasi gelandang asal Belanda tersebut.
Profil Dean James
Yang terakhir adalah Dean James. James merupakan bek kiri asal klub Go Ahead Eagles. Ia lahir di Leiden, Belanda, pada 30 April 2000. Ia memiliki keturunan Indonesia dari sang kakek yang berasal dari Semarang dan ibunya dari Surabaya.
Berasal dari akademi Volendam, arek Suroboyo tersebut tampil apik bersama Go Ahead Eagles di Eredivisie. Ia merupakan bek kiri utama, tampil 22 kali di semua kompetisi dan membawa Eagles ke peringkat ketujuh klasemen sementara Eredivisie. Dean James sudah menyumbang satu gol dan dua assist musim ini.
Dean James mengawali karir dengan masuk akademi Ajax Amsterdam. Kemudian pemain berpostur 1,77 meter tersebut pindah ke akademi Volendam pada musim 2014/15. Dean kemudian dipromosikan ke FC Volendam pada 1 Juli 2020 usai tampil mengesankan mulai dari kelompok usia U-17, U-19 dan U-21. Selama tiga musim membela FC Volendam, Dean mencatatkan total 55 penampilan di semua kompetisi dengan membukukan dua gol dan dua assist.
Posisi Joey Pelupessy di Timnas
Dean James diproyeksikan menjadi bek kiri untuk pelapis dari Calvin Verdonk. Dengan kedatangan Dean James, stok bek kiri Timnas Indonesia melimpah. Enam pemain mengisi posisi bek kiri timnas jika Dean James resmi disumpah. Kehadiran pemain berusia 24 tahun itu di Timnas Indonesia merupakan sebuah ancaman bagi pemain posisi bek kiri lainnya.
Jam terbangnya bersama Go Ahead Eagles akan menjadi modal yang mungkin saja akan membuatnya mengisi ruang tim utama. Dan pemain yang boleh jadi terancam posisinya adalah Shayne Pattynama. Pemain KAS Eupen itu acap kali bermain buruk. Lihat saja bagaimana ia melakukan blunder saat Indonesia takluk menghadapi China. Sementara untuk Calvin Verdonk, posisinya mungkin tak akan digeser oleh Dean James.
Pemain NEC Nijmegen itu selalu tampil menawan di klubnya. Di tim nasional, penampilan Verdonk sangat jarang mengecewakan. Lantas, kalau ada James, Verdonk mau taruh mana? Patrick Kluivert bisa saja mencoba Verdonk untuk naik lebih ke atas, yakni menjadi sayap kiri, alih-alih bek kiri seperti sedia kala. Jadi Verdonk tidak lagi dibebankan tugas bertahan, melainkan fokus untuk membantu serangan dari sektor kiri.
Kehadiran Pemain Baru Menambah Kekuatan Timnas Indonesia
Menurut Erick Thohir, ketiga pemain ini Dean James siap untuk dinaturalisasi. Oleh karena itu, dokumen mereka pun langsung akan diproses dengan harapan bisa segera membela Timnas Indonesia.
Erick Thohir juga mengatakan bahwa PSSI akan mengusahakan semaksimal mungkin agar ketiganya bisa main melawan Australia dan Bahrain pada bulan Maret mendatang, dan melakukan debut di Timnas Indonesia bersama Ole Romeny. Ketua Umum PSSI tersebut juga sudah melapor kepada Presiden RI, Prabowo Subianto, Menpora, Dito Ariotedjo dan akan segera berdiskusi dengan DPR RI.
Bagaimanapun jika ingin segera memainkan ketiga pemain itu, proses naturalisasinya harus dikebut oleh PSSI karena FIFA memiliki regulasi tentang pendaftaran pemain. Anggota Exco PSSI, Arya Sinulingga menyampaikan bahwa agar ketiga pemain bisa diturunkan melawan Australia, mereka harus sudah WNI sebelum tanggal 10 Maret 2025. Sebab tanggal itu merupakan batas pendaftaran pemain untuk laga melawan Australia.
Itu berarti PSSI hanya memiliki waktu sekitar dua minggu saja untuk mengurus proses naturalisasi ketiga pemain tersebut. Jika terlambat, Emil Audero, Joey Pelupessy, dan Dean James belum bisa merumput bersama Timnas untuk melawan Australia.
Mereka bertiga diharapkan menambah kekuatan skuad Garuda yang akan kembali berjuang di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Mengingat tensi persaingan di Grup C sendiri makin ketat.
Satu jatah grup ini hampir dipastikan jadi milik Timnas Jepang yang poinnya mustahil terkejar. Sementara satu slot sebagai peringkat kedua masih sengit. Pasalnya, Australia yang telah mengoleksi tujuh angka hanya selisih satu dari Indonesia, Arab Saudi, Bahrain, dan China. Jika ketiga pemain tadi bisa turun di laga melawan Australia, Indonesia akan diuntungkan.
Sementara Indonesia akan bertambah amunisinya, Australia terancam tak bisa menurunkan pemain terbaik. Kusini Yengi, Thomas Deng, Jordan Bos, Connor Metcalfe, Nestory Irankunda, Alessandro Circati, dan Harry Souttar berpeluang tak dapat diturunkan saat menjamu Indonesia karena cedera.
Selain melawan Australia di Sydney pada 20 Maret, skuad Garuda akan menghadapi Bahrain di Stadion Gelora Bung Karno Jakarta pada Kamis 25 Maret 2025. Akankah pertandingan tersebut akan jadi debut mereka?
Sumber: https://www.bolasport.com, https://www.skor.id, https://www.tvonenews.com, https://www.transfermarkt.co.id, https://www.transfermarkt.co.id


