Tak bisa dipungkiri jika Luis Suarez merupakan satu dari sekian penyerang ganas yang pernah bermain untuk FC Barcelona. Keberadaannya diatas lapangan menjadi satu sorotan tersendiri bagi para penikmat sepak bola. Meski kerap terlibat hal-hal kontroversial, prestasi yang diraih pemain asal uruguay ini tak kalah cemerlang.
Memulai karier dengan melalui banyak jalan terjal, Suarez akhirnya resmi mendarat di Eropa saat tergabung dengan klub Eredivisi Belanda, Groningen. Saat bergabung dengan dengan klub tersebut, Suarez masih berusia 19 tahun. Rekan setimnya sesama Uruguay, Bruno Silva, membantunya menetap di Belanda dan bermain untuk tim barunya itu. Suarez juga sangat bekerja keras untuk mempelajari bahasa Belanda.
Setelah tampil cukup memukau, bakatnya diminati oleh Ajax Amsterdam. Dengan biaya sekitar 7,5 juta euro, Suarez resmi mendarat di tim ibukota. Bersama klub inilah kemampuannya jauh berkembang. Dirinya menjadi penyerang haus gol dan sering membantu tim untuk meraih kemenangan.
Bersama Ajax, Suarez berhasil mencetak 111 gol dalam 159 penampilan. Ia pun diakui sebagai legenda klub dan namanya disejajarkan dengan pemain seperti van Basten, Bergkamp, Frank de Boer hingga Henk ten Cate.
Dari Ajax, Suarez lalu diminati oleh raksasa Inggris, Liverpool. Dengan biaya 22,5 juta euro, dirinya resmi bergabung dengan The Reds. Datang dengan sejuta harapan, Suarez memulai kompetisi dengan sangat luar biasa. Ia terus menjadi andalan The Kop dan dinilai akan mampu memberi gelar yang telah lama diidamkan oleh para penggemar.
Akan tetapi, meski telah memperpanjang kontrak bersama Liverpool, Suarez tak kunjung mendapat apa yang diharapkan. Ia frustasi dan berencana untuk pergi. Tepat di tahun 2013, Suarez berpikir untuk hengkang dari Stadion Anfield.
Mengetahui situasi tersebut, Arsenal langsung bergerak cepat dengan menyiapkan tawaran senilai 40 juta paun. Ketika itu, Suarez juga nyaris menerima tawaran The Gunners. Hal tersebut dibenarkan oleh Arsene Wenger. Dia menyebut timnya hampir saja mendapatkan Luis Suarez pada 2013 silam. Kala itu, kata Wenger, Suarez bahkan sudah setuju secara lisan untuk bergabung dengan Tim Meriam London. Akan tetapi, saat itu Liverpool enggan melepas striker terbaiknya itu.
“Suarez benar-benar sangat dekat untuk kami dapatkan. Kami sudah saling sepakat, tapi kemudian Liverpool tak mau melepasnya.”
Pelatih asal Prancis ini juga mengatakan, The Reds malah menambah tinggi pagar yang membentengi Suarez dengan memperbarui kontraknya. Akhirnya, Arsenal pun batal mendapatkan pemain asal Uruguay itu.
Setelah beberapa waktu lamanya, Suarez mengungkap mengapa ia tidak jadi bergabung dengan Arsenal. Adalah Steven Gerrard. Mantan kapten Liverpool itu memberi saran kepada Suarez untuk tidak buru-buru bergabung dengan Arsenal. Saat itu Gerrard yakin jika akan ada tawaran yang lebih menarik untuk Suarez di masa mendatang.
“Kami lolos ke Liga Europa, tapi musim berakhir dengan buruk. Aku berencana pergi ke Arsenal, memaksa diri untuk pergi. Lalu Steven bilang ‘Aku janji kalau kamu bertahan musim ini, kamu akan melesat dan tahun depan akan pergi ke Bayern, Barcelona, Real Madrid atau tim mana pun yang kamu mau. Bertahanlah musim ini karena kamu takkan lebih baik di Arsenal,’
“Ini adalah percakapan terakhirku dengan Gerrard waktu itu dan aku memberi tahu agen bahwa aku sudah memutuskan untuk bertahan. Kata-kata Gerrard meyakinkanku kala itu.”
Benar saja, tepat di tahun 2014, Suarez resmi direkrut oleh raksasa Spanyol, FC Barcelona. Hasilnya pun terbilang sukses. Ia berhasil mempersembahkan gelar La Liga, Copa del Rey, hingga Liga Champions Eropa. Hingga kini usianya menginjak 32 tahun. Suarez masih layak disebut sebagai salah satu striker paling mematikan.


